Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Bangkit dari depresi


__ADS_3

Episode 235


"ke kota Ombak. " ucap Zahra setelah mendengar penjelasan detail nya dari Zela.


"ya, bagaimana ?. " tanya Zela.


"hmm, kurasa aku bisa ikut, teman-teman ku juga tidak mempunyai kesibukan, aku akan coba mengajak mereka. " jawab Zahra setelah berfikir sejenak.


"baguslah kalau begitu. " kata Zela yang senang mendengarnya.


"ngomong-ngomong, dimana kota Ombak itu ?. " tanya Zahra yang agak penasaran.


kemudian Zela pun menjelaskan semua yang dia ketahui di kota Ombak, letak maupun tempatnya yang sudah disampaikan oleh raja api saat mengumumkannya sebelumnya, lalu sementara itu di kerajaan kota zenai, Legis yang menemui ayahnya di ruangannya.


"oh, Legis masuklah. " kata raja api saat Legis mengetuk pintu sebelum masuk.


"ayah, ada hal yang ingin ku bicarakan. " ucap Legis yang terlihat sedikit khawatir.


"ada apa ?. " tanya raja api.


"ayah, kenapa kau memberikan hadiah perjalanan ke kota Ombak ?. " tanya Legis.


"aku hanya ingin membantu menghilangkan beban pikiran para ninja kota zenai agar bisa melupakan kesedihan mereka saat perang itu, setidaknya ini yang bisa kulakukan. " jawab raja api sambil melihat ke arah jendela.


"begitu ya. " kata Legis yang masih sedikit khawatir.


"apakah kau merasa tidak puas dengan hadiah itu ?. " tanya raja api yang melihat ekspresi Legis itu.


"tidak, bukan begitu, hanya saja aku sedikit khawatir dengan kota ini, bagaimana jika jubah hitam menyerang lagi ?. " tanya Legis dengan ekspresi khawatir.


"kalau soal itu, garen dan beberapa ninja elite sedang menyelidiki keberadaan jubah hitam itu, kau tidak perlu khawatir, jubah hitam itu tidak akan menyerang untuk sementara waktu, dia pasti sedang merencanakan sesuatu, aku punya firasat dia bisa saja mengincar batu enemble dan pedang api yang saat ini dibawa oleh Ardian. " kata raja api.


"huh. " Legis yang terkejut mendengarnya.


"karena itu Legis, dalam perjalanan ke kota Ombak nanti bisakah kau mengawasi Ardian ?. " tanya raja api.


"baiklah, serahkan saja kepada ku. " jawab Legis dengan ekspresi serius lalu keluar dari ruangan raja api.


"aku mengandalkan mu, Legis. " gumam raja api sambil tersenyum kecil.


lalu di malam hari, Ardian yang kebetulan bertemu dengan Sonik di jalan taman kota.........


"huh, sonik. " panggil Ardian saat bertemu di jalan.


"Ardian. " sonik menghentikan langkah kakinya menoleh ke arah Ardian yang memanggilnya.

__ADS_1


kemudian mereka berdua pun duduk di sebuah kursi kayu panjang yang ada di taman kota dekat situ.


"sonik, sedang apa kau di kota zenai, bukankah misi mu disini sudah selesai ?. " tanya Ardian.


"aku masih harus menyelidiki sesuatu setelah perang itu, bekas-bekas penting maupun laporan dari raja api. " jawab Sonik.


"kau ulet sekali ya. " ucap Ardian yang kagum dengan sonik.


"ini masih belum seberapa, aku harus menjadi lebih baik untuk melanjutkan tekad Sonsu juga, walaupun sekarang aku sendirian, tapi aku akan melakukan yang bisa kulakukan sekarang, aku akan berjuang. " kata sonik dengan ekspresi serius dan tegar.


"kau sangat kuat ya. " ucap Ardian yang hanya bisa memuji nya.


"bukankah kau juga sama. " ucap sonik.


"huh. " Ardian yang terkejut mendengarnya.


"kita yang masih hidup harus terus melanjutkan tekad mereka yang sudah tiada, itulah seorang ninja. " kata sonik.


"kau benar. " ucap Ardian sambil tersenyum.


lalu setelah pembicaraan itu, sonik pun pergi melanjutkan tugasnya di kota zenai, Ardian pun kembali ke rumahnya.


"aku pulang. " ucap Ardian saat masuk kedalam rumah yang terasa sepi.


setelah itu Ardian pun melihat defa yang masih mengurung dirinya didalam kamar, dengan menarik nafas dalam-dalam, Ardian pun masuk kedalam kamar defa.


saat berada di kamarnya, defa di situ yang terlihat lesu dengan berbaring di atas tempat tidurnya.........


"defa. " panggil Ardian kemudian duduk di dekatnya.


"ada apa ?. " tanya defa dengan nada yang terdengar lesu.


"apakah kau masih memikirkan soal paman ?. " tanya Ardian.


defa tidak menjawab.


"(menerima kenyataan ini terlalu menyedihkan untuk anak seumuran nya, aku tidak tahu harus berbuat apa, yang bisa kulakukan sekarang adalah mencoba untuk berbicara dengan nya). " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi resah.


di waktu yang sama, Nizar yang hendak ke kamarnya melihat Ardian didalam kamar defa itu pun ikut melihatnya dari luar kamar.


"defa, aku tahu ini berat, tapi apakah kau akan terus mengurung diri mu di kamar ?. " tanya Ardian.


"berisik, lalu apa yang harus kulakukan ?. " kata defa yang langsung bangun dengan ekspresi sedih lalu bertanya balik.


"apakah kau masih ingin menjadi seorang ninja ?. " ucap Ardian yang mencoba untuk bertanya.

__ADS_1


"huh. " defa yang terkejut mendengar pertanyaan itu.


"setelah melihat kenyataan itu, apakah kau masih ingin menjadi seorang ninja ?. " tanya Ardian yang menegaskan kembali.


"aku.....aku..., tentu saja aku masih ingin menjadi seorang ninja, tapi aku...... " jawab defa yang masih terdengar ragu-ragu.


"kalau begitu buanglah seluruh keraguan mu. " kata Ardian dengan lantang.


"kakak. " defa yang terkejut mendengarnya.


"seorang ninja itu harus terus tetap kuat dan tegar, melanjutkan tekad yang sudah tiada dan menerima kenyataan yang ada didepan kita, semangat saja tidak cukup, karena itu, jika kau ingin menjadi seorang ninja yang kuat, kau tidak boleh terpengaruh oleh apapun, walaupun itu kenyataan yang pahit sekalipun. " kata Ardian dengan ekspresi serius lalu keluar dari kamarnya.


sebelum Ardian keluar dari kamar defa, Nizar yang melihatnya dari luar pun langsung bergegas pergi, setelah mendengar perkataan dari kakaknya itu, defa pun merenungkan kembali dirinya.


"kakak benar, aku tidak boleh terus seperti ini, paman, aku akan menjadi ninja kuat, oleh karena itu, terus lihatlah aku. " gumam defa yang sudah membulatkan tekadnya dengan ekspresi serius.


setelah dari kamar defa, Ardian pun kembali ke kamarnya lalu berbaring di tempat tidurnya.


"apakah ini yang terbaik, paman. " gumam Ardian sambil menutupi matanya dengan lengan tangannya.


sementara itu Nizar yang berada di kamarnya.......


"aku juga harus menjadi lebih kuat. " kata Nizar yang kepalanya masih terngiang-ngiang oleh perkataan Ardian.


lalu keesokan harinya, setelah Ardian dan Nizar sudah menyiapkan barang-barang mereka.......


"huh, defa. " ucap Ardian yang terkejut melihat defa yang akhirnya keluar dari kamarnya dan menyapa kakaknya sebelum pergi itu.


"akhirnya kau keluar. " kata Nizar yang senang melihatnya lalu menyentuh rambutnya.


"ya, itu berkat kak Ardian. " kata defa sambil tersenyum.


"syukurlah kalau begitu. " ucap Ardian yang senang mendengarnya.


setelah makan dan mandi, Ardian dan Nizar pun bersiap-siap untuk berangkat.........


"paman, aku berangkat. " kata Ardian dengan pelan sambil melihat foto paman Yazerd sebelum pergi.


"kakak, selamat jalan. " kata defa yang mengantarkan keberangkatan mereka berdua sampai ke pintu.


"defa, ku serahkan rumah ini kepada mu. " kata Ardian sebelum berangkat.


"ya, serahkan saja padaku. " kata defa yang terlihat sudah bersemangat kembali.


setelah itu Ardian dan Nizar pun pergi menuju kerajaan kota zenai yang menjadi tempat berkumpul sebelum berangkat menuju perjalanan ke kota Ombak.

__ADS_1


BERSAMBUNG................


__ADS_2