Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Tujuan untuk hidup


__ADS_3

Episode 131


sementara itu ditempat gerad dan grane sedang bertarung melawan Nurui dan Taka......


"hmp, kalian berdua sudah mulai lelah ya, sepertinya sudah waktunya untuk mengakhirinya. " ucap Taka sambil tersenyum sombong melihat gerad dan grane yang sudah hampir kelelahan.


"tidak, kami baru saja akan memulainya. " ucap gerad sambil tersenyum kecil.


"kalian sudah kelelahan seperti itu, jangan berbicara omong kosong. " kata Nurui dengan tenang.


"terserah kalian saja, tapi kami akan mulai serius, ayo grane. " kata gerad kemudian berlari ke arah mereka berdua.


"hmp, kau tidak perlu memerintah ku aku sudah tahu. " kata grane dengan ekspresi tenang.


"kalian tidak kapok kapok juga ya. " kata Taka kemudian mengeluarkan kekuatan pasir nya yang menyebar di seluruh tubuhnya.


"dasar merepotkan saja. " ucap Nurui kemudian mengeluarkan kekuatan angin nya yang memutari tubuhnya.


"tekanan bola api !!. " teriak gerad kemudian mengeluarkan kekuatan api nya untuk membuat bola api dan memberikan tekanan di tangannya.


"oh, kau ingin beradu elemen ya, sepertinya menarik, tekanan bola angin !!. " teriak Nurui mengeluarkan bola angin nya kemudian memberinya tekanan.


gerad dan Nurui pun membenturkan kekuatan elemen nya masing-masing dengan tekanan yang sangat besar.


"huh, anginku tidak bisa dikalahkan dengan mudah, apakah kau mengerti. " kata Nurui dengan tenang.


"hmp, bodoh, api tidak akan kalah jika terkena angin tahu. " kata gerad sambil tersenyum kecil.


"apa, apa ini yang sudah kau rencanakan dari awal ?. " tanya Nurui dengan terkejut saat mendengar perkataan gerad.


"yaa, begitulah, kami hanya mengulur waktu agar kalian mengeluarkan seluruh kekuatan kalian dan pada akhirnya skakmat. " kata gerad.


"cih, terhempaslah !!. " teriak Nurui sambil memperkuat tekanan bola anginnya itu.


"kau memang tidak pernah belajar ya. " ucap gerad kemudian ikut memperkuat tekanan bola api nya sehingga angin milik Nurui berubah menjadi angin panas.


"apa, kenapa ini bisa terjadi. " ucap Nurui dengan ekspresi panik.


"api akan semakin kuat jika menyatu dengan angin, itulah kesimpulannya, sekarang berakhir sudah, angin mu sudah menjadi bagian dari api ku, topan berapi !!. " teriak gerad kemudian menghembuskan angin berapi nya ke arah Nurui.

__ADS_1


"tidak mungkin, aku tidak tahu kalau ini akan terjadi, bodohnya aku. " kata Nurui di dalam hatinya yang masih panik.


kemudian angin topan berapi itu pun langsung menghantam Nurui sehingga ia terbakar di antara pusaran topan itu.


"aaaahh. " teriak Nurui yang terbakar di antara pusaran topan berapi itu.


"Nurui !!. " teriak Taka yang tidak bisa berbuat apa-apa.


"ini gawat, sepertinya aku terlalu berlebihan, grane, tolong gunakan kekuatan es mu untuk memadamkan api nya yang ada di pusaran angin topan itu. " pinta gerad dengan ekspresi khawatir.


"huh, kenapa jadi aku yang harus menolongnya ?. " tanya grane dengan ekspresi tenang.


"ini bukan waktunya untuk berdebat, kau satu-satunya orang yang bisa memadamkan api nya, grane, kumohon tolonglah. " kata gerad yang sudah memohon.


"cih, apa boleh buat. " ucap grane kemudian dengan perlahan-lahan berjalan ke arah angin topan berapi itu.


"panas, ini sangat panas, padahal angin ini juga bagian dari kekuatan elemen ku, kenapa sekarang malah aku yang terkena dampak dari kekuatan ku sendiri. " kata Nurui didalam hatinya kemudian mengingat masa lalunya saat masih bersama dengan ibunya.


"Nurui, ingat ini, angin itu adalah elemen yang netral satu-satunya yang ada di bumi ini, jadi berhati-hatilah saat kau menggunakannya, karena mungkin suatu saat nanti kau bisa tekena boomerang dari kekuatan mu sendiri, sama seperti yang terjadi dengan ayahmu. " perkataan terakhir ibunya Nurui yang diingatnya.


"benar, waktu itu ibu sudah mengatakan dampak dari kekuatan kekuatan angin itu sendiri, aku benar-benar bodoh, sampai-sampai tidak mengingat pesan terakhir dari ibu, mungkin aku akan berakhir sama seperti yang terjadi dengan ayah dulu. " kata Nurui sambil memejamkan matanya dan duduk ditengah-tengah angin topan berapi dengan pasrah.


saat grane mencoba membekukan angin topan berapi itu, es nya pun mencair sehingga dapat memadamkan api yang menyatu dengan angin topan itu, saat melihat Nurui yang sudah duduk dengan pasrah sambil memejamkan mata di tengah angin topan itu, gerad pun mendekatinya dan menerobos kedalam angin topan itu yang belum menghilang.


"hey, apa yang kau lakukan ?. " tanya grane yang melihat gerad menerobos kedalam angin topan itu.


"mengajaknya berdamai, kau tunggulah disini, aku akan segera kembali. " jawab gerad kemudian menerobos masuk kedalam angin topan itu.


"huh, rasanya sudah tidak panas lagi, apakah aku sudah mati sekarang. " kata Nurui yang masih duduk dengan pasrah.


"kau belum mati, sekarang angin topan nya sudah kembali normal, apakah kau tidak ingin keluar ?. " tanya gerad yang datang menghampiri Nurui.


"kenapa, kenapa kau menolong musuh mu ?. " tanya Nurui yang bertanya balik.


"di dunia ini perselisihan dan permusuhan sudah wajar terjadi, tidak ada gunanya jika kita meneruskannya. " jawab gerad.


"sepertinya kau ada benarnya. " ucap Nurui yang masih duduk memejamkan matanya.


"hey, bolehkah aku menanyakan satu hal ?. " tanya gerad yang masih melihat ke arah Nurui.

__ADS_1


"apa. " ucap Nurui.


"kenapa kau ingin mencari kematian mu sendiri ?. " tanya gerad.


"menurutmu begitu. " ucap Nurui.


"yaa, aku tahu jika kekuatan angin itu bersifat netral, padahal kau bisa mengendalikan kekuatan angin mu, tapi kenapa kau malah membiarkannya lepas kendali ?. " tanya gerad yang penasaran.


"tidak ada gunanya aku hidup di dunia ini, ayah ku meninggal karena dampak dari kekuatan nya sendiri saat melawan orang yang lebih kuat darinya dan ibuku meninggal karena serangan jantung serta trauma yang dideritanya setelah ayahku meninggal, lalu aku yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka berdua, di suatu saat didalam hati ku muncul keinginan untuk bunuh diri, tapi setiap kali aku mengingat perkataan terakhir ibuku, tiba-tiba saja ada sesuatu yang menolak keinginan itu di kepalaku, aku sudah tidak tahu lagi kemana aku harus hidup dan untuk apa aku hidup. " jawab Nurui menjelaskan dengan panjang lebar.


"tetaplah hidup dan teruskan perjuangan kami, sepertinya itulah yang diinginkan oleh ibu dan ayah mu. " kata gerad.


"memangnya apa yang kau ketahu tentang kedua orang tua ku ?. " tanya Nurui.


"aku memang tidak mengetahuinya, tapi semua orang tua pasti menginginkan kebahagiaan anak-anaknya, dimasa depan, mereka ingin melihat anak-anaknya berkembang dan tumbuh sekalipun mereka sudah tiada, apakah kau ingin mengecewakan keinginannya itu ?. " tanya gerad.


"huh, lalu apa yang harus kulakukan untuk memenuhi keinginan mereka ?. " tanya Nurui yang sebelumnya terkejut setelah mendengar perkataan gerad.


"teruslah hidup dan jalani masa depan dengan sepenuh hati, teruskan perjuangan mereka sampai akhir hayat, aku yakin kedua orang tua mu pasti juga mengharapkannya. " jawab gerad sambil mengulurkan tangannya.


Nurui yang sudah mengangkat wajahnya pun akhirnya meraih tangan gerad, lalu mereka berdua pun keluar dari angin topan itu, seketika angin topan itu langsung menghilang setelah mereka berdua keluar.


"Nurui temanku, syukurlah kau baik-baik saja. " kata Taka yang langsung datang memeluknya dengan erat.


"berkat dia aku akhirnya bisa menemukan tujuanku untuk hidup di dunia ini, terimakasih atas saran mu. " kata Nurui sambil melihat ke arah gerad.


"ya, tidak masalah, kita bisa menjadi teman kan. " ucap gerad.


"hmm. " ucap Nurui sambil menganggukkan kepalanya.


"aku juga minta maaf dengan apa yang telah kami lakukan kepada kalian. " ucap Taka sambil memohon meminta maaf.


"itu tidak masalah selama kalian sudah menyadari kesalahan kalian. " kata gerad.


"hmp, sepertinya mereka sudah berhasil. " kata grane sambil tersenyum kecil melihat dari kejauhan ketiga roh spirit kegelapan yang sudah di segel itu.


"benarkah, syukurlah kalau begitu. " ucap gerad dengan senang saat mendengarnya.


BERSAMBUNG.............

__ADS_1


__ADS_2