Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
pemikiran yang jenius (prolog: masa lalu kakek jelan bab 3)


__ADS_3

episode 75


sesampainya di dapur, jelan melihat mireha ketiduran di meja makan karena menunggunya berlatih.


"sepertinya dia benar-benar menunggu ku. " kata jelan tersenyum sambil mendekati mireha yang ketiduran di meja makan.


lalu saat jelan akan menyentuh kepala mireha, tiba-tiba saja zenah datang dibelakangnya.


"sedang apa kau ?. " tanya zenah yang tiba-tiba saja datang dibelakang jelan.


"tidak, aku hanya mencoba membangunkan mireha, sepertinya dia ketiduran disini. " jawab jelan dengan panik.


"oh, jelan, kau sudah selesai latihan ya. " kata mireha yang terbangun.


"mireha, kau sudah bangun ya, maaf membuat mu menunggu. " ucap jelan.


"ya, kau lama sekali, aku sudah menunggu mu dari tadi. " kata mireha dengan cemberut.


"hehehe, kalau begitu ayo kita makan bersama, kau tidak keberatan kan, zenah. " ujar jelan sambil berbalik melihat zenah.


"kenapa aku harus makan bersama dengan nya. " ucap zenah dengan acuh.


"siapa juga yang mengajakmu. " kata mireha membalas perkataan zenah.


"kenapa dengan kalian, bukankah kalian berdua berteman ?. " tanya jelan dengan heran.


"heh, karena dia seperguruan yang sama, bukan berarti kami berteman. " jawab mireha dengan acuh.


"siapa juga yang ingin berteman dengan mu. " ucap zenah membalas perkataan mireha dengan kesal setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua di dapur.


"bagaimana kalau sekarang kita makan. " kata mireha sambil membawakan makanan kepada jelan.


"hey, mireha, apakah setiap hari kalian berdua selalu bertengkar ?. " tanya jelan dengan ekspresi resah.


"jika pertengkaran adu mulut itu sudah biasa, dia itu sangat keras kepala. " jawab mireha dengan ekspresi serius.


"begitu ya. " ucap jelan sambil berfikir.


"jangan terlalu dipikirkan, ini aku akan menyuapi mu, aaa. " kata mireha menyuapi jelan makan.


"ini enak, tapi bisakah aku makan sendiri. " kata jelan setelah mireha menyuapinya.


lalu saat jelan selesai mandi, ia masih berfikir tentang mireha dan zenah di kamarnya.


"sebenarnya ada apa dengan mereka berdua, saat mereka berdua berpapasan di setiap tempat di rumah ini, pasti ada kecanggungan di antara mereka berdua. " kata jelan didalam hatinya sambil berfikir.


lalu saat sore hari tiba, jelan masih terus berlatih melawan kloningan yang dibuat kakek tua itu, tapi, seperti biasa ia masih belum mendapatkan cara untuk mengalahkan kloningan itu.


"nak jelan, latihan hari ini cukup sampai disini dulu. " kata kakek tua itu kemudian masuk ke dalam kerumahnya.

__ADS_1


"hah, melelahkan, bagaimana caranya agar aku bisa mengalahkan kloningan itu ya. " kata jelan kelelahan sambil berbaring di atas rerumputan tempatnya berlatih.


"sepertinya kau masih belum mendapatkan cara untuk mengalahkan kloningan itu ya. " kata mireha yang menghampirinya.


"ya, begitulah. " ucap jelan setelah itu terdiam sambil menutup matanya dengan siku.


"jelan, apakah kau ingin mendengarkan cerita ku. " ucap mireha sambil duduk di samping jelan.


"ceritakan saja. " pinta jelan dengan ekspresi serius setelah itu duduk siap mendengarkan cerita mireha.


"sebenarnya aku adalah orang terakhir dari suku rubah. " kata mireha.


"kau pasti menjalani hidup yang sulit ya, aku mengerti perasaanmu, sebenarnya aku juga dipaksa untuk menjadi seorang pengendali naga karena suku ku dibantai 2 tahun yang lalu. " kata jelan.


"kukira hanya suku ku saja yang hampir punah, ternyata ada suku lain yang mempunyai takdir yang sama. " kata mireha.


"aku ingin tahu, apakah di masa depan masih ada seseorang seperti kita sekarang ini. " kata jelan sambil menatap awan.


"hey jelan, apakah kau ingin tahu kenapa aku dan zenah saling menjauhi. " ucap mireha sambil tersenyum kecil.


"jika bisa, aku ingin membantu kalian. " kata jelan dengan percaya diri.


"seperti yang selalu kukatakan, dia itu keras kepala dan mudah emosi. " kata mireha.


"bukankah itu sama dengan mu. " ucap jelan sambil berfikir.


"tolong jangan katakan itu, aku sangat berbeda dengannya. " kata mireha sambil menatap jelan dengan senyuman mengerikan.


"tapi sebenarnya dia itu sangat baik walaupun caranya agak memaksa dan kasar, dia juga orang terakhir di sukunya. " kata mireha.


"begitu ya. " ucap jelan mendengarkan cerita mireha dengan serius.


"kau akan mengerti suatu saat nanti, untuk sekarang buatlah kami berdua baikan dengan caramu sendiri. " kata mireha.


"dengan caraku sendiri, jadi begitu ya, terimakasih sudah memberikan ku saran, mireha. " ucap jelan sambil berfikir.


"apa maksudmu ?. " tanya mireha bingung dengan perkataan jelan.


"pokoknya aku akan melakukan sebaik mungkin. " jawab jelan berdiri dengan bersemangat.


mireha yang melihatnya hanya tersenyum, lalu zenah yang kebetulan melihatnya dari kejauhan hanya meliriknya kemudian pergi, setelah itu di malam hari, jelan dilamarnya merasa bersemangat karena sudah bisa mengetahui cara untuk mengalahkan kloningannya besok.


"cara agar aku bisa mengalahkan kloningan itu, sekarang aku sudah menemukan jawabannya, yaitu menyatukan mereka berdua. " kata jelan didalam hatinya dengan bersemangat sambil berbaring di ranjang tempat tidurnya.


lalu keesokan harinya.....


"jelan, selama pagi. " ucap mireha yang membangunkan jelan.


"mireha, aku sudah mempunyai caranya sekarang. " kata jelan saat bangun dengan bersemangat.

__ADS_1


"huh, cara apa ?. " tanya mireha bingung dengan perkataan jelan.


"hari ini lihatlah latihan ku. " pinta jelan.


"boleh saja. " ucap mireha.


setelah itu jelan pun langsung bergegas pergi ke belakang rumah untuk menemui kakek tua itu bersama mireha, lalu sesampainya di pondok belakang rumah, jelan langsung meminta kakek tua itu untuk memanggil kloningannya.


"sepertinya hari ini dia sangat bersemangat, apakah ada sesuatu yang baik terjadi kepadanya ?. " tanya Kakek tua itu kepada mireha.


"mungkin saja. " jawab mireha dengan ekspresi tenang.


lalu jelan pun menghadapi kloningannya menggunakan cara yang ia dapatkan dari cerita mireha kemarin sore.


"jika kloningan ini menyerang saat aku menyerangnya, berarti aku hanya harus menyerang dengan cara memusatkan kekuatan ku ke satu titik, yaitu inti dari kloningan itu, lalu dimana letak inti itu berada, tunggu, tentu saja, inti kloningan itu pasti ada kepalanya. saat aku menyerang kloningan itu kemarin, kloningan itu pasti melindungi bagian kepalanya menggunakan tangan, kalau tidak kloningan itu akan menghindari serangan ku, jadi yang ku butuhkan sekarang adalah kecepatan. " kata jelan didalam hatinya sambil berfikir keras sebelum menyerang kloningan itu.


"apa yang dia rencanakan. " ucap mireha didalam hatinya sambil mengamati latihan jelan dari kejauhan.


"gabungan elemen, pukulan api dan angin, bersatu !!. " ucap jelan sambil mengeluarkan kedua kekuatan elemennya di tangan kiri dan kanan lalu menggabungkannya menjadi satu di tangan kanannya sehingga membentuk pukulan angin berapi-api.


"dia sudah menyempurnakan teknik serangannya sendiri, sangat luar biasa. " kata kakek tua itu kagum saat mengamati latihan jelan dari kejauhan.


"jadi begitu, dia menjadikan cerita ku kemarin sore sebagai referensinya untuk mengalahkan kloningan itu, pemikirannya sungguh cerdas, tapi dia tidak peka. " kata mireha didalam hatinya sambil tersenyum mengamati latihan jelan.


lalu dengan percaya diri jelan langsung maju ke arah kloningan itu dengan kencang menggunakan elemen anginnya untuk membuat tenaga angin di kakinya, seketika itu pukulan jelan berhasil mengenai kloningan itu sebelum menyerangnya sehingga kloningan itu langsung hancur berkeping keping setelah itu menghilang, jelan pun tersenyum setelah selesai mengalahkan kloningannya itu.


"dia berhasil dengan sempurna dalam waktu 2 hari. " kata kakek tua itu kagum.


"begitulah jelan. " ucap mireha tersenyum sambil memejamkan matanya.


"sensei, aku sudah berhasil, apakah sekarang aku sudah bisa mendapatkan latihan peningkatan kekuatan ?. " tanya jelan saat menghampiri Kakek tua itu.


"heh, jangan terburu buru, istirahatlah dulu. " ujar kakek tua itu.


"baiklah. " ucap jelan setelah itu duduk di pondok itu sambil melihat tangan kanannya yang masih mengeluarkan asap.


"jangan terlalu memaksakan diri, ini minumlah. " kata mireha sambil memberikan botol minuman kepada jelan.


"terimakasih mireha. " ucap jelan sambil menerima botol minuman itu.


"dari mana kau mendapatkan teknik itu ?. " tanya mireha dengan ekspresi serius.


"hehehe, kau menyadarinya ya. " jawab jelan sambil tertawa kecil.


"tentu saja. " ucap mireha.


"terimakasih mireha, kau sudah banyak membantu ku, sekarang giliran ku untuk membantu mu. " ucap jelan dengan percaya diri.


"aku senang jika kau ingin membantu ku. " kata mireha memalingkan badannya.

__ADS_1


"aku tidak bisa terus menerus berhutang budi kepada mireha, sekarang giliran ku untuk membantu memecahkan masalahnya, termasuk zenah, aku akan mengubah sudut pandangnya itu suatu hari nanti, kakek, sekarang aku mempunyai orang-orang yang berharga bagi ku. " kata jelan didalam hatinya dengan bersemangat dan percaya diri sambil menatap awan di langit.


BERSAMBUNG...........


__ADS_2