Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Sang pengendali naga api


__ADS_3

Episode 136


"syukurlah kakak sudah sadar. " ucap Nina sambil tersenyum.


"Nina, kau baik-baik saja ?. " tanya Ardian yang melihatnya dengan ekspresi khawatir.


"ya, itu berkat naga yang keluar dari tubuh kakak, dia sudah menolong kita untuk berlindung di sini. " jawab Nina.


"huh, naga. " ucap Ardian dengan ekspresi terkejut.


lalu ditengah pembicaraan mereka berdua, suara auman naga terdengar tidak jauh dari tempat berlindung mereka.


"itu terdengar seperti suara auman naga, sejak kapan dia keluar. " kata Ardian didalam hatinya yang baru saja mendengar suara auman naga itu.


"kakak, saat ini naga itu sedang berusaha melawan iblis, berbahaya kalau kita keluar. " kata Nina yang ketakutan.


"meskipun begitu, aku harus membantunya. " ucap Ardian yang perlahan-lahan berjalan keluar dari tempat persembunyian.


"jangan. " ucap Nina menghentikan langkah kaki Ardian dengan memeluknya dengan erat.


"Nina. " ucap Ardian yang terkejut.


"aku tidak ingin kehilangan kakak, apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan kakak pergi ke sana. " kata Nina dengan lantang lalu dari matanya keluar air mata.


"aku mengerti perasaan mu, tapi aku tidak akan mati semudah itu, karena aku sudah berjanji kepada nenek untuk melindungi mu dan juga kakek untuk melindungi kota lesar dari iblis, aku akan berjanji kepada mu, setelah semua selesai, kita akan pulang ke rumah bersama. " kata Ardian dengan bersemangat dan percaya diri.


"kau berjanji ?. " tanya Nina yang sudah berhenti meneteskan air matanya.


"ya, aku berjanji. " jawab Ardian dengan bersungguh-sungguh.


lalu perlahan-lahan Nina pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Ardian pergi.


"kakak, aku akan selalu menunggumu. " ucap Nina yang berusaha tetap tegar.


"ya, aku pasti akan kembali. " ucap Ardian kemudian perlahan-lahan keluar dari tempat persembunyiannya.


"naga, jangan halangi aku !!. " teriak iblis muzen yang menyerang naga itu beberapa kali dengan serangan menyambarnya dari atas.

__ADS_1


"apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan mu menyentuh mereka berdua. " kata naga kemudian menyemburkan api nya ke segala arah iblis itu.


"naga. " ucap Ardian yang terharu mendengar perkataan naga itu dari kejauhan.


"kau akan menyesal karena telah membantu manusia di kota ini yang sudah membenci mu dan mengucilkan mu, naga. " kata iblis muzen itu.


"kau pikir aku akan terpengaruh oleh kata-kata mu itu, memang sekarang ada banyak manusia di kota ini yang membenci naga, tapi sekarang aku mempunyai sesuatu yang berharga melebihi kebebasan di langit dan juga tujuan untuk melindungi mereka dari iblis seperti mu. " kata naga dengan ekspresi serius.


"naga, aku tidak akan membiarkan mu kehilangan semua harapan mu itu, aku tidak bisa menonton saja disini, aku akan membantu mu. " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi serius kemudian memejamkan matanya dan berkonsentrasi untuk memunculkan pedang api nya itu.


lalu diluar gua, mbak ciria dan yang lainnya masih menunggu Ardian dan Nina yang masih didalam dengan ekspresi gelisah, lalu tidak lama kemudian, nurados datang bersama kedua orang tua Nina.


"semuanya, maaf menunggu lama. " ucap nurados yang baru saja datang.


"dimana Nina ?. " tanya ibunya Nina dengan khawatir.


"Ardian sedang berusaha menyelamatkan Nina didalam gua, kami tidak bisa masuk kedalam karena pintu masuknya tertimbun bebatuan ini. " kata mbak ciria yang gelisah.


"jadi begitu ya, berarti ledakan yang tadi itu berasal dari dalam gua. " kara nurados dengan ekspresi serius.


"kami tidak tahu apa yang terjadi didalam, tapi sepertinya Ardian sedang berusaha untuk melawan muzen itu. " kata gerad.


"kakak, apa yang kau pegang itu ?. " tanya grane.


"ini adalah benda untuk melemahkan iblis muzen itu. " jawab nurados.


"iblis, apa maksud kakak ?. " tanya grane yang agak terkejut.


"muzen yang menculik Nina itu sebenarnya adalah iblis. " jawab nurados dengan ragu.


"tidak mungkin. " ucap ibunya Nina yang terkejut dan bersedih saat mendengar perkataan nurados.


"Nile, tenanglah. " ucap ayahnya Nina sambil mencoba menenangkan istrinya itu.


"saat malam iblis itu akan merubah dirinya dengan wujud yang sebenarnya dan kekuatannya juga akan bertambah 2x lipat. " kata nurados.


"jika seperti tidak ada kemungkinan jika Ardian bisa menang melawan nya. " kata gerad dengan ekspresi khawatir.

__ADS_1


"tidak juga, ada kemungkinan dia bisa menang jika dia menggunakan kekuatan naga nya itu. " kata nurados yang berfikir dengan serius.


"itu tidak mungkin, Ardian belum bisa mengendalikan naga itu, bagaimana caranya dia menggunakan kekuatan naga yang ada di dalam tubuhnya. " kata mbak ciria.


"saat aku bertarung dengan nya tadi, aku merasa kan kekuatan yang luar biasa dari dalam dirinya serta aura naga yang menyebar di seluruh tubuhnya, dia tidak dikendalikan oleh naga yang ada di dalam tubuhnya itu, tapi dia bergerak dengan kesadarannya sendiri. " kata nurados.


"lalu bagaimana cara dia melakukannya ?. " tanya Mbak ciria yang bingung.


"itulah yang masih menjadi pertanyaan nya, hanya Ardian yang bisa menjawabnya, kita harus percaya dengan kemungkinan itu. " jawab nurados.


"Ardian, jangan sampai mati. " ucap mbak ciria didalam hatinya sambil menatap bulan dengan ekspresi gelisah serta khawatir.


lalu Ardian yang berada didalam gua, akhirnya menyelesaikan konsentrasi nya lalu membuka kedua matanya yang berapi-api dan menarik pedangnya dari kobaran api ditangan kanannya.


"naga, aku akan membantu mu. " teriak Ardian dari kejauhan dengan ekspresi serius.


"Ardian, kenapa kau kemari ?. " tanya naga.


"aku tidak akan membiarkan mu bertarung sendirian, aku akan bertarung bersama mu, kau adalah partner ku kan. " kata Ardian sambil tersenyum kecil lalu mengangkat pedang nya ke atas dengan seketika mengeluarkan api di sekeliling mata pedangnya.


"hmp, ayo kita hajar iblis itu sampai babak belur. " kata naga itu dengan tersenyum kecil sontak melompat ke arah Ardian lalu memberikan Ardian tumpangan di atas kepalanya.


"ayo kita lakukan. " ucap Ardian dengan bersemangat.


"cih, merepotkan saja, aku harus mengalahkan mereka sebelum matahari terbit. " kata iblis muzen itu didalam hatinya dengan ekspresi kesal.


"kakek, aku sekarang sudah bisa mengendalikan naga sama seperti mu dulu, lalu setelah ini aku akan memburu para iblis di dunia ini dan membuat dunia damai, aku berjanji. " kata Ardian didalam hatinya sambil merenung sejenak.


"hey nak, apakah kau sudah siap ?. " tanya naga.


"sudah kubilang panggil aku Ardian, lalu aku harus memanggil mu apa ya. " ucap Ardian.


"terserah kau saja. " ucap naga sambil memejamkan matanya.


"oh, bagaimana kalau naga api saja, kau adalah naga api kan, aku melihat semburan api mu tadi. " kata Ardian dengan bersemangat.


"hmp, boleh juga. " ucap naga api sambil tersenyum kecil lalu perlahan-lahan membuka kedua matanya dan bersiap untuk bertarung.

__ADS_1


BERSAMBUNG.............


__ADS_2