Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Serangan dari dalam


__ADS_3

Episode 244


Zela yang membuka baju nya di dalam perut gurita tentaclouse...........


"apa yang kau lakukan dengan membuka baju ?. " tanya Zahra yang terheran-heran.


"maaf, aku tidak bermaksud aneh-aneh, hanya saja aku merasakan tubuhku menyerap sesuatu seperti tenaga di dalam perut gurita ini. " jawab Zela yang langsung malu saat menyadari tindakannya.


"sesuatu seperti tenaga. " kata Zahra yang mencoba untuk berfikir.


"aku bisa melihat aliran tenaga itu sangat jelas setelah membuka baju, Zahra, apakah kau bisa melihatnya ?. " tanya Zela yang bisa melihat aliran tenaganya.


"tidak, aku tidak melihatnya. " jawab Zahra yang tidak bisa melihat aliran tenaga yang dilihat Zela.


"jadi begitu ya, Zahra, tetap di belakang ku dan ikuti aku, aku akan mengikuti arah sumber tenaga ini berasal. " kata Zela yang memimpin jalan.


"baik. " ucap Zahra yang mengikuti Zela dibelakangnya.


sementara itu diluar, hujan semakin lebar mengguyur kapal, gurita tentaclouse yang masih berada di ujung kapal pun sudah menghancurkan beberapa tiang.


"kembalikan temanku !!. " teriak Ardian sambil menebas salah satu tentakel gurita itu sampai terbelah dengan sekali tebasan saat hendak menghancurkan salah satu tiang kapal.


"d**ia bisa memotong tentakel nya. " kata Saula yang terkejut melihatnya dari kejauhan.


"percuma, walaupun dipotong tentakelnya bisa tumbuh lagi dalam waktu kurang dari satu menit. " kata Helen yang sudah pernah membaca laporan karakteristik mengenai gurita tentaclouse itu.


"sungguh kemampuan regenerasi yang luar biasa, aku harus memberitahu Ardian. " kata Stalker.


"itu tidak perlu, Ardian pasti juga akan segera menyadarinya, selain itu kita percayakan Ardian kepada naga yang ada di dalam tubuhnya, dia pasti akan membantu Ardian di kondisi apapun. " kata Saula dengan ekspresi serius.


saat melihat tentakel itu hampir tumbuh lagi di depannya, Ardian pun terkejut melihatnya.


"huh, bagaimana bisa tumbuh secepat itu. " kata Ardian yang terkejut melihatnya.


"kelihatannya kemampuan regenerasi nya tidak bisa diremehkan ya. " kata naga api yang ada didalam tubuh Ardian.


"naga api, berapa waktu yang ku punya untuk mempertahankan kekuatan api naga ini ?. " tanya Ardian yang sudah memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"sekitar 15 menit, apa yang kau rencanakan ?. " jawab naga api yang bertanya balik.


"kurasa itu cukup. " jawab Ardian sambil tersenyum kecil.


lalu saat tentakel yang baru tumbuh itu hendak menyerangnya, Ardian pun menghindarinya dengan melompat ke salah satu tentakel dan membuatnya terlilit oleh tentakelnya sendiri, saat Ardian melihat tentakel lain mengincarnya dengan bersamaan, Ardian pun langsung melompat dan berlari di atas tentakel itu berusaha menuju ke atas kepala gurita Tentaclouse.


"apakah kau akan langsung menyerang inti kepalanya ?. " tanya naga api yang seperti punya sesuatu untuk disampaikan.


"hmp, tentu saja tidak. " jawab Ardian yang memilih masuk kedalam mulut gurita tentaclouse itu sambil tersenyum kecil.


Legis dan teman-teman lainnya yang melihat itu pun langsung terkejut.


"Ardian dimakan oleh gurita itu. " kata Opel yang terkejut melihatnya.


"huh, kenapa. " Legis yang juga terkejut.


"hey, jangan langsung panik begitu, Ardian pasti sudah merencanakan sesuatu, selain itu dia tidak akan dikalahkan dengan mudah. " kata jaylain dengan ekspresi tenang.


diluar, ketiga penjaga terkuat kota zenai, Helen dan zuros yang terkejut melihat Ardian masuk kedalam mulut gurita tentaclouse itu.........


"kenapa, dia.... " kata bendow yang terkejut melihatnya.


"baik. " ucap mereka semua.


sementara itu Zela dan Zahra yang mengikuti aliran sumber tenaga pun sampai di sisi beracun dari lubang perut gurita tentaclouse itu.


"kelihatannya terdapat racun di jalur ini. " kata Zela yang langsung menghentikan langkah kakinya.


"bagaimana sekarang ?. " tanya Zahra.


"akan ku coba untuk menggunakan tangan terkutuk ini. " jawab Zela sambil melepaskan sarung tangan kiri nya.


kemudian Zela pun mengarahkan tangan kiri nya ke arah asap beracun itu sambil berjalan perlahan-lahan, lalu tiba-tiba saja asap itu pun terbelah saat Zela memasukinya dan asap beracun itu terlihat seperti mengindari tangan terkutuk nya.


"Zahra, berjalanlah dibelakang ku perlahan-lahan. " kata Zela setelah berhasil memasuki kawasan beracun itu.


Zahra hanya mengangguk dan tersenyum kecil lalu berjalan di belakang Zela dengan memegang pundaknya.

__ADS_1


"(heh, dia memegang pundak ku, tapi kurasa itu lebih aman daripada menjaga jarak, baiklah, akan kulakukan, berjuanglah diriku). " kata Zela didalam hatinya dengan ekspresi malu sambil menyemangati dirinya sendiri berjalan di antara asap beracun.


Ardian yang baru saja memasuki perut gurita tentaclouse itu dari mulutnya.............


"ini perutnya ya, aku harus secepatnya menemukan mereka berdua. " kata Ardian yang langsung bergegas memeriksa rute jalan didalam perut gurita tentaclouse itu.


"perutnya seperti labirin saja. " kata naga api setelah melihat Ardian memeriksa beberapa rute jalan selama 5 menit.


"aku juga berfikir seperti itu, aaaah, kalau begini bagaimana aku bisa menemukan mereka berdua. " kata Ardian yang terlihat kebingungan memikirkan jalan keluarnya.


"tunggu, Ardian, aku merasakan sesuatu seperti tenaga di jalan yang dipenuhi oleh asap beracun itu. " kata naga api yang merasakannya tidak jauh dari situ.


"aku juga penasaran di kawasan beracun itu, tapi bagaimana kita harus melewati nya ?. " tanya Ardian sambil melihat kawasan asap beracun itu yang berada tepat di depannya.


"gunakan nafas naga api. " jawab naga api.


"huh, tapi aku tidak yakin bisa menggunakannya, waktu itu aku hanya kebetulan bisa melakukannya . " kata Ardian yang tidak pernah melakukannya lagi setelah ujian battle arena.


"ha, kebetulan, apa yang kau bicarakan, bukankah itu berasal dari tekad mu sendiri. " kata naga api yang sedikit kesal mendengarnya.


"tekad ku sendiri. " kata Ardian yang terkejut mendengarnya dan di waktu yang sama ia teringat kembali dengan paman Yazerd sehingga membuatnya ragu.


"apakah kau benar-benar ingin menyelamatkan kedua teman mu itu ?. " tanya naga api dengan lantang.


"tentu saja aku ingin menyelamatkan mereka berdua, tapi aku....... " jawab Ardian masih terlihat ragu dan menggenggam tangannya dengan erat.


"kau pasti bisa melakukannya, aku percaya kepada mu. " kata naga api yang terdengar serius.


"baiklah, aku akan melakukannya. " kata Ardian dengan ekspresi serius setelah mencoba untuk tenang dan menghilangkan keraguannya.


"itu baru Ardian yang kukenal. " kata naga api sambil tersenyum kecil.


"(kumohon, bisalah, aku tidak ingin kehilangan orang yang berharga lagi !!). " kata Ardian didalam hatinya sambil menarik nafas dari mulutnya dalam-dalam.


lalu di waktu yang sama batu enemble api pun mengeluarkan cahaya di dada dan membuat kandungan api didalam mulut Ardian bertambah kuat, saat sudah merasa cukup terkumpul di mulutnya, Ardian pun langsung menyemburkan nafas api naga itu, tanpa disadarinya api itu menjadi besar setiap tiupan perdetik nya, sampai-sampai gurita tentaclouse mengeluarkan asap dari dalam mulutnya dan membuat pergerakannya melambat di luar, ketiga penjaga terkuat kota zenai, Helen dan zuros yang menangani pertarungan diluar pun menjadi lebih mudah untuk menghadapi setiap tentakelnya yang masih terus beregenerasi itu.


"huh, asap apa itu yang keluar dari mulut gurita tentaclouse. " kata Helen yang terheran-heran saat melihatnya.

__ADS_1


"Ardian pasti sudah melakukan sesuatu di dalam perutnya. " kata Stalker sambil tersenyum kecil.


BERSAMBUNG................


__ADS_2