Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
hati yang membeku


__ADS_3

episode 47


"jangan membuat ku tertawa, Ardian. " kata jaylain sambil menahan pukulan Ardian dengan dinding es.


Ardian pun langsung menjauhi perisai es itu sambil memikirkan cara untuk bisa menghancurkannya.


-----------------------------------------


di atas arena.......


"Ardian sudah benar-benar kelelahan, apakah dia bisa bertarung melawan jaylain dengan kondisinya itu. " kata niver sensei didalam hatinya dengan khawatir.


"berjuanglah !!. " teriak beberapa teman Ardian yang memberinya sorakan dari atas arena.


------------------------------------------


di area battle..........


"kau akan menghianati teman-teman mu jika kau tidak bisa mengalahkan ku. " kata jaylain sambil tersenyum sombong.


"aku tidak peduli menang atau kalah, aku hanya ingin membuka matamu, jaylain. " kata Ardian.


"apa maksudmu. " tanya jaylain dengan tenang.


"sejak awal aku hanya ingin berteman dengan seluruh kelas, bukan hanya di kelas tapi juga di seluruh kota zenai, lalu suatu hari nanti aku juga ingin berkeliling dunia untuk mendapatkan teman yang banyak. " jawab Ardian.


"hanya untuk itu ?, memangnya seberapa berharganya seorang teman itu bagimu. " tanya jaylain dengan tenang.


"teman lah yang membuat kita semakin berkembang, berjalan bersama dengan mereka, mempercayai satu sama lain, ikatan yang tidak pernah putus, itulah yang membuat ku kuat, kau juga bisa melakukannya, jaylain !!. " kata Ardian dengan serius.


"hentikan omong kosong mu itu, Ardian, duri es !! " ucap jaylain setelah itu langsung menyerang Ardian dengan melemparkan duri es ke arah Ardian.


Ardian pun menghindari serangan jaylain tetapi Ardian masih terkena salah satu duri di pipinya sehingga membuatnya berdarah.

__ADS_1


"jaylain, aku akan membebaskan dirimu yang membeku itu. " kata Ardian langsung berlari menuju ke arah jaylain sambil menggenggam tangan kanannya yang berapi api.


seketika itu Ardian mengingat sesuatu tentang apa yang dikatakan oleh gacha sebelum battle final dimulai......


"apa rencana mu untuk bisa mengalahkan jaylain ?. " tanya gacha.


"kau bilang hatinya itu membeku, kan, aku akan melelehkannya semudah melelehkan es menggunakan api. " kata Ardian.


"aku mengerti maksudmu, semoga berhasil. " ucap gacha setelah itu langsung menghilang.


---------------------------------------------


"jaylain, meleleh lah es yang membekukan hatimu itu !!. " teriak Ardian sambil memukul perisai es yang digunakan jaylain untuk melindungi dirinya.


karena tekanan panas dari tangan kanan Ardian, perisai es itu pun meleleh, lalu Ardian melanjutkannya dengan memukul perut jaylain sampai terhempas ke tembok arena.


"apakah sekuat ini, kekuatan pertemanan itu ?. " tanya jaylain yang masih menempel di dinding arena dan sudah tidak bisa bergerak.


"apakah sekarang kau mengerti, jaylain, kekuatan bisa terus berkembang dengan cara kita sendiri dan sekarang ini kekuatan ku berkembang karena aku mempunyai teman teman disekeliling ku, mereka percaya kepada ku dan aku juga percaya kepada mereka. " kata Ardian sambil mendekati jaylain dengan perlahan.


"tentu saja kau bisa berteman, lagipula bukan kau saja yang menjadi penyendiri dikelas, ada beberapa orang dikelas yang sebelumnya menyendiri karena mempunyai masalah yang tidak bisa dikatakan tapi sekarang mereka sudah bisa melihat seperti apa dunia luar itu, aku hanya memintanya menjadi temanku dan tidak lebih dari itu. " kata Ardian sambil mengingat ingat kejadian tentang zela dulu.


"aku belum pernah berteman sebelumnya, di tempat asal ku kota Siberia atau dikenal juga sebagai kota es, semua orang menjauhiku dan menganggap ku monster, aku diasingkan oleh ratu es dan beliau membawaku kesini. " kata jaylain sambil mengeluarkan air mata.


"kalau begitu, ayo kita berteman. " pinta Ardian sambil tersenyum.


"berteman. " ucap jaylain.


"jika kau percaya kepadaku, aku pun akan percaya kepadamu, itulah teman. " kata Ardian sambil mengulurkan tangan kanannya.


jaylain pun menjabat tangan Ardian dan membantunya berdiri, lalu keluar dari arena.


"battle final dimenangkan oleh Ardian !!. " teriak niver sensei dengan keras.

__ADS_1


"aku tidak percaya kau dikalahkan dengan omong kosongnya, jaylain. " kata Rowi dengan kesal sambil keluar dari arena dan memukul tembok dengan keras.


---------------------------------------


di atas arena..........


"bagaimana Ardian melakukannya, dia bisa mengalahkan jaylain. " kata Opel.


"sudah jelas kan, itu karena kekuatan api lebih unggul daripada es. " kata legis.


"dan juga kekuatan teman. " kata Ardian yang tiba-tiba datang dibelakang legis.


"Ardian, kenapa kau membawa jaylain kesini ? " tanya legis yang melihat jaylain dibelakang Ardian.


"tenanglah semuanya, dia bukan lagi musuh kita, sekarang ini dia adalah teman kita. " kata Ardian sambil tersenyum.


"aku kesini hanya ingin meminta maaf kepada kalian. " kata jaylain sambil gelisah.


"jika kau melangkah dijalan yang benar tentu saja kami akan memaafkan mu, kita teman kan, jaylain. " kata gicha.


"benar apa yang dikatakan gicha. " ucap veysa.


"terimakasih semuanya, aku akan mencoba berbuat baik sekarang. " kata jaylain dengan senang.


"itu bagus, jaylain. " ucap Ardian dengan senang.


"itulah kekuatan mu yang sebenarnya, Ardian, kau merubah sudut pandang seseorang dengan caramu sendiri. " kata gacha didalam hatinya sambil melihat Ardian dari kejauhan arena.


"sekarang tersisa kita berdua, apa yang harus kita lakukan, nyoren. " tanya Rowi sambil melihat jaylain dari pojok arena.


"sudah saatnya kita akan berperang, siapkan dirimu, Rowi. " kata nyoren dengan serius.


"aku mengerti. " ucap Rowi.

__ADS_1


BERSAMBUNG..............


__ADS_2