Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
penyesalan seorang pembunuh (prolog: masa lalu kakek jelan bab 18)


__ADS_3

episode 90


disebuah rumah terpencil di perbatasan kota lesar, anaki dan nisan diculik oleh orang-orang asing saat berjalan di hutan.


"kau penggunaan kekuatan elemen kegelapan kan. " kata bos orang asing itu.


"apa yang kau inginkan dariku, lepaskan kami. " ucap anaki dengan lantang.


"orang seperti mu tidak pantas untuk melakukan kebaikan di dunia ini, kau adalah pengguna kekuatan elemen kegelapan, bergabunglah dengan kami. " kata bos orang asing itu yang duduk dengan tenang.


"(aku sudah berjanji kepada nisan untuk tidak menggunakan kekuatan ku dijalan yang salah) bagaimana kalau aku menolak. " ucap anaki.


"gadis ini akan...... " kata bos orang asing itu sambil sedikit menyiksa nisan dengan menarik lehernya dengan tali.


"jangan, jangan sakiti dia, kumohon. " ucap anaki dengan ekspresi khawatir dan panik.


"jadi bagaimana. " ucap bos orang asing itu.


"jika aku bergabung, apakah kalian akan melepaskan nisan ?. " tanya anaki dengan menundukkan kepalanya ke bawah.


"aku akan melepaskannya jika kau berhasil membunuh orang ini. " jawab bos orang asing itu sambil menunjukkan foto seorang kakek tua.


"anaki, tolong hentikan, jangan lakukan itu. " kata nisan.


"tidak ada cara lain lagi, ini adalah salah ku karena sudah melibatkan mu, aku tahu sejak awal aku adalah orang yang tercemar, aku selalu di seret dalam kegelapan, lagipula aku sudah dikutuk sejak lahir. " kata anaki yang tiba-tiba saja mengeluarkan aura kegelapannya.


"anaki. " ucap nisan dengan terkejut saat melihat anaki yang tiba-tiba saja berubah.


"aku akan melakukannya, (aku sudah tidak bisa melihat cahaya lagi setelah ini, selamat tinggal dunia dan selamat tinggal, nisan). " kata anaki didalam hatinya yang sudah jatuh kedalam kegelapan.

__ADS_1


"bagus, sekarang pergilah, tunggu satu hal lagi, ini pisau khusus untuk membunuh. " kata bos orang asing itu sambil memberikan sebuah pisau khusus kepada anaki.


"berjanjilah untuk tidak menyentuh dia. " kata anaki dengan ekspresi serius sambil melirik nisan.


"hmp, tenang saja aku hanya akan menaruhnya di ruangan kosong. " kata bos orang asing itu sambil menyuruh anak buahnya untuk menarik nisan kedalam ruangan kosong.


"anaki, jangan lakukan itu. " teriak nisan sebelum di buang ke ruangan kosong.


"diam dan jangan berteriak. " ucap anak buah orang asing itu dengan lantang.


setelah itu anaki pun mencari kakek tua yang ada difoto tersebut, ia mencari informasi-informasi tentang kakek tua itu dengan bertanya kepada orang-orang dan juga beradaptasi dengan sekumpulan orang bahkan ia sekarang menyamar menjadi murid di sekolah ninja kota lesar yang dibuka.


&+&


kembali saat deros sensei mengentikan anaki yang hendak mengejar di jelan dan teman-temannya.


"pasti kau sangat menderita ya, di ancam dan dipaksa untuk membunuh. " kata deros sensei dengan pelan yang masih menahan tangannya anaki setelah mendengar ceritanya.


"pasti ada cara lain selain menuruti ancaman orang itu kan, kenapa kau tidak mencari bantuan seseorang ?. " tanya deros sensei.


"bantuan, memangnya siapa yang percaya dengan orang aneh seperti diriku, tidak ada yang peduli dengan ku, aku sudah lelah untuk bergantung, aku ingin mengakhirinya segera. " kata anaki dengan lantang.


"jika kau membunuh, bukankah teman mu yang kau selamatkan malah akan membenci mu, dia tidak ingin kau membunuh dan dia ingin melihat mu tetap di jalan yang benar, apakah kau tidak pernah berfikir seperti itu, apakah kau memang benar-benar temannya ?. " tanya deros sensei.


"berisik, memangnya tahu apa kau tentang nisan. " jawab anaki dengan lantang.


"aku menang tidak mengetahui dirinya, tapi aku lebih tahu pertemanan itu seperti apa, teman selalu datang saat kau membutuhkannya, teman yang selalu berada di sisimu, walaupun kesulitan, kita bisa menyelesaikan semuanya karena kita mempunyai teman yang selalu bersama, itulah perkataan guruku dulu, teman itu sangat indah. " kata deros sensei sambil tersenyum sambil mengingat masa lalunya saat deros masih bersama dengan teman-temannya dan juga gezan sensei.


setelah mendengar perkataan deros sensei, anaki meneteskan air matanya karena tiba-tiba saja mengingat masa-masa indah saat bersama dengan nisan, akhirnya anaki pun tersadarkan setelah merenungkan kembali dirinya.

__ADS_1


"dia seperti seorang dewi yang menyelamatkan ku dari kesendirian ku saat dicaci maki, dia menerima apa adanya diriku yang aneh ini, dia juga tidak keberatan untuk berteman dengan ku dan bermain bersama dengan ku, lalu kenapa, kenapa aku seperti ini, aku sudah tenggelam didalam kebencian ku, aku sudah melanggar janjinya waktu itu, aku memang payah, bodoh, untuk apa aku hidup jika aku seperti ini. " kata anaki didalam hatinya sambil meneteskan air matanya dan merenungkan dirinya.


"ini belum terlambat, kau Ingin menyelamatkan teman mu itu kan. " kata deros sensei.


"apa yang harus aku lakukan sekarang ?. " tanya anaki yang masih menundukkan kepalanya ke bawah dan meneteskan air matanya.


"itu terserah dirimu, kau ingin kembali ke jalan yang benar atau tetap di jalan yang salah, itu tergantung dirimu sendiri. " jawab deros sensei sambil melihat ke arah jendela kelas.


"sensei, aku ingin menyelamatkan temanku dengan cara yang benar, tolong katakan, apa yang harus aku lakukan sekarang. " kata anaki yang tiba-tiba saja berdiri dan memohon kepada deros sensei untuk membantu menyelamatkan temannya nisan.


deros sensei yang mendengar perkataan anaki dan memohon kepadanya, hanya tersenyum kecil, setelah itu deros sensei pun menyuruh anaki untuk mengantarkannya ke tempat dimana nisan diculik dan bergegas pergi, saat di tengah perjalanan, guzon dan lezor sensei yang melihat deros sensei pergi ke hutan bersama anaki langsung terkejut dan memutuskan untuk mengikutinya karena merasa ada yang janggal.


lalu jelan dan teman-temannya yang sudah berada di hutan tiba-tiba saja tanpa diduga, mereka bertemu dengan tim 4 secara kebetulan.


"kalian, kenapa kalian ada disini ?. " tanya nizuan dengan terkejut saat melihat mereka.


"kami biasa kesini untuk mencari obat-obatan, kalian sendiri ingin pergi kemana ?. " tanya Kirana.


"kami sedang terburu-buru untuk ke puncak bukit.... " ucap jelan yang hendak melanjutkan perjalanan ke puncak bukit.


tiba-tiba mereka semua dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang menghadang jelan dan teman-temannya pergi.


"terburu- buru kemana, kalian katakan, dimana Kakek tua itu. " kata seseorang yang menghadang mereka dan mengancam menggunakan pisaunya.


"siapa kau ?. " tanya jelan dengan ekspresi serius.


"namaku refan, sang pembunuh kegelapan. " kata refan memperkenalkan dirinya.


"dia salah satu dari anak-anak pembunuh, semuanya berhati-hatilah. " kata jelan sambil memperhatikan refan dengan ekspresi serius.

__ADS_1


BERSAMBUNG.............


__ADS_2