Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Gurita yang membusuk


__ADS_3

Episode 247


"semuanya berhati-hatilah, ini akan menjadi langkah yang terakhir kita untuk mengalahkan gurita ini. " kata raja Ombak memulai operasi.


"baik. " ucap Ardian dan Zahra sebelum berpencar.


diluar...........


"roh rantai penyegel !!. " ucap Stalker yang menggunakan kekuatan Helen untuk menyegel seluruh tentakel gurita tentaclouse itu.


"(huh, Stalker, menyegel semua tentakelnya menggunakan kekuatan roh). " kata Helen didalam hatinya sambil tersenyum kecil.


"stalker, apa perlu ku bantu ?. " tanya zuros yang masih bisa berdiri.


"tidak perlu, aku masih bisa menahan nya sendiri, zuros, Helen bersiaplah jika kemungkinan buruk terjadi. " kata Stalker sambil menahan segel nya.


"baik. " ucap Helen dan zuros.


Sementara itu didalam...........


"kau siap ?. " tanya raja ombak yang sudah berada tepat di bawah lubang atas penjaga.


"ya, aku siap kapan saja, paman. " jawab Ardian dengan bersemangat.


"baiklah, lompatan geyser air !!. " ucap raja Ombak yang memunculkan air dari bawah mereka dan mendorongnya ke atas.


"semoga berhasil. " ucap Zahra yang berada di bawah.


setelah sampai di atas ujung tempat penjagaan yang merupakan tempat dimana raungan itu berasal, terlihat seperti yang dikatakan oleh raja ombak sebelumnya, tempat itu di jaga oleh gurita yang terlihat lebih kecil dan menyatu dengan selaput dinding kulit di dalam perut gurita tentaclouse.


"ternyata sebanyak ini ya. " kata Ardian yang terkejut melihat sekelilingnya sesampainya di atas.


"ada apa, apakah kau takut ?. " tanya raja ombak melihat Ardian.


"tidak, justru inilah membuatku semangat !!. " jawab Ardian kemudian memunculkan pedang api nya di tangan kanannya.


"huh, bukankah itu pedang api, bagaimana bisa kau memiliki nya ?. " tanya raja ombak yang terkejut melihat pedang api itu.


"darimana paman tahu kalau ini pedang api ?. " Ardian yang terkejut dan berbalik tanya.


"tidak, hanya kebetulan saja pernah melihatnya, (zeyra pasti yang sudah memberikannya ya, dia selalu saja mendahului ku, kalau begitu pasti ada sesuatu yang bisa membuat zeyra percaya dengan masa depan anak ini, kurasa aku akan melihatnya). " kata raja ombak didalam hatinya.


"paman mereka mulai menyerang. " kata Ardian yang melihat beberapa gurita penjaga itu menuju ke arah nya.


"nak, ku serahkan kepada mu gurita penjaga itu, aku juga harus menghemat tenaga ku, kau bisa melakukannya kan ?. " tanya raja Ombak sambil tersenyum kecil.


"baiklah, akan kulakukan sebisa mungkin. " jawab Ardian dengan ekspresi serius sambil menegakkan pedangnya.


"(cara memegang pedangnya itu mirip dengan yang diajarkan sensei dulu, celahnya agak terbukak, tapi aku bisa melihat tekadnya yang kuat itu dari ekspresi nya). " kata raja ombak didalam hatinya yang mengamati dari belakang.

__ADS_1


"kemarilah !!. " Ardian langsung mengayunkan pedangnya menebas beberapa gurita penjaga yang mendekatinya.


satu demi satu Ardian terus mengayunkan pedangnya dan mengindari serangan gurita penjaga itu dengan melompat dan berlari.


"refleknya benar-benar akurat, di samping itu dia bisa melihat serangan musuh yang datang ke arahnya, sejauh ini aku belum melihat ninja dengan tekad bertarung seperti itu. " kata raja didalam hatinya sambil tersenyum kecil.


"terbakarlah !!. " teriak Ardian dengan lantang hingga pedang nya terus berkobar api setiap menebas gurita penjaga itu.


"gawat, kalau begitu bukankah dia bisa membakar dirinya sendiri. " kata raja ombak yang sempat khawatir melihatnya.


saat raja ombak menyadari bahwa ada sebuah batu yang bercahaya di dada Ardian, ia pun langsung terkejut.


"bukankah itu batu enemble api, tidak ku sangka zeyra juga memberikannya kepada anak itu, dia pasti sangat mempercayainya. " kata raja Ombak yang sempat terkejut melihatnya.


sementara itu di bawah Zahra yang perlahan-lahan mendekati Zela........


"Zela, bangunlah. " panggil Zahra yang masih berada jauh didepannya.


saat Zahra lebih mendekatinya, suara raungan itu bertambah keras hingga mengguncangnya, Zahra dengan berusaha menutup telinganya pun perlahan-lahan mendekatinya.


raja ombak dan Ardian yang mendengar suara raungan itu dengan jelas.........


"huh, suara raungan itu. " Ardian yang hendak menutup telinganya.


"Ardian, tenanglah, suara raungan itu tidak akan mempengaruhi kita disini. " kata raja ombak.


saat hampir terjatuh dengan penglihatannya yang kabur karena kehabisan tenaga, raja ombak pun menangkapnya dan menggendongnya.


"kau sudah cukup hebat bisa bertahan sejauh ini. " kata raja ombak yang menggendongnya.


"apa yang terjadi, paman, tiba-tiba saja aku merasa lemas. " kata Ardian yang terlihat lemas di belakang.


"itu karena suara raungan itu, walaupun tidak mempengaruhi otak ataupun kepala kita, tetap saja mempunyai harga yang harus di bayar, sebagai gantinya tenaga kita yang akan terserap. " kata raja ombak dengan berlari menuju ke arah suara raungan itu berasal tepat didepannya.


"jika paman tahu kenapa paman tidak memberitahu ku sebelumnya ?. " tanya Ardian.


"maaf, maaf, aku hanya menguji kalian. " jawab raja Ombak yang terus maju sambil menyerang beberapa gurita penjaga yang mencoba mendekatinya.


suara raungan itu yang terdengar semakin kuat hingga Zahra yang berada di bawah beberapa kali terguncang dan mengingat kembali hal yang tidak ingin diingatnya saat berada di kota kegelapan, walaupun begitu Zahra pun terus berusaha meraih tangan Zela itu.


"Zela, kumohon, bangunlah. " kata Zahra yang berusaha meraih tangan Zela walaupun sudah terjatuh dan merangkak.


"(huh, Zahra). " Zela yang hampir sadarkan diri melihat Zahra yang mencoba meraihnya itu.


"kali ini aku tidak akan membiarkan temanku menghilang lagi, tidak akan !!. " kata Zahra dengan lantang yang hampir sampai memegang tangan Zela.


mendengar perkataan itu, Zela yang masih setengah sadar pun langsung meraih tangan Zahra dan itu memicu kekuatan kegelapan nya beresonansi dan bergabung menjadi satu, sementara raja ombak berhasil menghancurkan sumber suara raungan itu berasal dengan kekuatan air nya.


"ombak lautan !!. " ucap raja ombak yang terus menggerakkan air nya dan mengacaukan sumber suara raungan itu.

__ADS_1


saat Zela sudah sadarkan diri sepenuhnya dan suara raungan itu tidak terlalu mempengaruhi nya karena raja Ombak sudah mengacaukannya, Zela pun langsung meraih dan menyentuh pusat sumber tenaga dari gurita tentaclouse itu dengan tangan kiri terkutuknya, seketika seluruh kulit gurita itu pun menghitam dan menjalar ke seluruh perut dan tubuh gurita tentaclouse itu sampai luar, melihat itu Stalker pun sedikit lega.


"huh, gurita tentaclouse itu menghitam. " kata zuros yang terkejut melihatnya.


"bagus, mereka sudah berhasil ya. " kata Stalker sambil tersenyum lega lalu melepaskan segelnya dan terjatuh dari atas karena kehabisan tenaga setelah menggunakan seluruh kekuatan roh milik Helen.


"kau sudah berjuang keras ya. " kata Helen yang menangkapnya saat terjatuh dari atas.


"kau juga. " ucap Stalker yang terlihat kelelahan.


sementara itu Zela dan Zahra yang masih berada di dalam perut gurita Tentaclouse itu........


"sepertinya kita akan ikut membusuk didalam perut gurita Tentaclouse ini. " kata Zela sambil tertawa kecil.


"kurasa tidak juga. " kata Zahra yang melihat raja ombak datang ke arah mereka berdua dengan menggendong Ardian.


"syukurlah kalian baik-baik saja, sekarang ayo kita pergi dari sini. " kata raja ombak.


"bagaimana caranya kita keluar dari sini ?. " tanya Zela.


"itu mudah. " jawab raja ombak sambil tersenyum kecil.


mendengar itu Zela dan Zahra pun terkejut.


"pegangan semuanya, kita akan meluncur keluar dari sini, geyser ombak lautan !!. " ucap raja ombak yang langsung menghempaskan mereka semua ke atas dengan kekuatan air nya yang dahsyat hingga menembus atas kulit gurita Tentaclouse yang membusuk itu.


"hey itu mereka. " kata zuros saat melihat raja Ombak serta Ardian dan teman-temannya yang menaiki geyser air.


kemudian raja Ombak pun turun dengan seluncur air nya ke arah kapal mereka itu, melihat semua sudah aman, Legis dan teman-teman lainnya pun langsung mendatangi mereka.


"Ardian, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya Opel


"aku baik-baik saja, hanya sedikit kelelahan. " jawab Ardian setelah turun dari pundak raja ombak.


"ngomong-ngomong, paman ini sebenarnya siapa ?, aku tidak pernah melihat kekuatan air sedasyat itu. " tanya Zela yang penasaran.


"hahahaha, maaf sudah menyembunyikannya, sebenarnya aku adalah pemimpin kota Ombak saat ini, raja lautan. " kata raja ombak sambil tertawa lebar.


mendengar itu Ardian dan teman-temannya langsung terkejut.


"seperti biasa anda suka sekali menjahili orang. " kata Stalker menghela nafas.


"itu adalah kejutan, kalian benar-benar terkejut kan, hahahahaha. " raja ombak yang tertawa terbahak-bahak.


"aku tidak percaya ini, jadi selama ini aku bertarung bersama raja Ombak di dalam perut gurita itu ya. " kata Ardian yang bingung melihatnya karena pemimpin kota Ombak tidak seperti dugaannya.


setelah itu perjalanan mereka pun dilanjutkan menuju ke pulau kerajaan, sisa-sisa dari tubuh gurita tentaclouse itu juga diambil dan di tampung di kapal kerajaan untuk diperiksa lebih lanjut.


BERSAMBUNG..............

__ADS_1


__ADS_2