Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
ketenangan menyelesaikan semuanya


__ADS_3

Episode 185


di jalur saluran kiri, razord, Alan dan Nizar yang sampai di tempat seperti pertambangan........


"tempat ini seperti tempat pertambangan, kenapa bisa menyambung di jalur saluran cairan pembuangan ya. " kata Nizar.


"aku belum pernah melihat jalur ini sebelumnya, apa jangan-jangan pemimpin makhluk astral itu sudah merencanakan nya. " kata razord didalam hatinya sambil mencoba berfikir melihat sekeliling tempat itu.


lalu beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja area di sekitar mereka bertiga pun bergetar dan terdengar teriakan yang sangat keras dari arah berlawanan, hentakan kaki yang besar juga mendekati mereka bertiga.


"semuanya berhati-hati, mungkin jalur ini adalah perangkap. " kata razord kepada mereka berdua.


"kau benar, jalur ini bisa saja kau sebut perangkap, begitu juga dengan dua jalur lainnya. " kata makhluk astral yang menyerupai Golem kristal sambil tersenyum kecil berjalan ke arah mereka.


"apa. " ucap Razord yang terkejut saat mendengarnya.


I------------------------------------------I


Sementara itu di jalur kanan, Kana, Zela dan gacha yang sampai ditempat berlahar......


"tempat ini sepertinya jalur lahar, semuanya tetaplah berhati-hati. " kata Kana memimpin perjalanan mereka didepan.


"tunggu, bukankah itu sebuah pintu. " ucap Gacha yang melihat sebuah pintu besar di ujung jalur lahar.


"kau benar, sepertinya itu jalur keluarnya dari tempat ini, tapi itu masih jauh. " kata Zela yang juga melihatnya.


"hahahaha, memang masih jauh. " kata makhluk astral yang terlihat seperti Golem keluar dari lahar mengejutkan mereka.


"huh, sudah kuduga pasti ada penjaga di tempat seperti ini. " kata Zela yang sudah berteori sebelumnya dengan tenang.


I------------------------------------------I


lalu sedangkan di jalur tengah, Ardian, Opel, dan Legis sampai di tempat lorong yang semakin mengecil.........


"Ardian, Opel, sepertinya ada yang tidak beres dengan tempat ini. " kata Legis melihat sekelilingnya merasa ada sesuatu yang aneh.

__ADS_1


"kau benar, semakin kita kedalam, lorong gua ini semakin mengecil, aku sampai tidak bisa melihat jalur yang ada didepan. " kata Opel yang berusaha melihat ke depan.


"tunggu, dari penglihatan Otobot jalur kita sudah benar, walaupun semakin mengecil, di ujung nya terdapat sebuah pintu keluar dari tempat ini. " kata Ardian yang menggunakan penglihatan Otobot nya.


"huh, siapa Otobot ?. " tanya Opel.


Ardian pun menjawabnya dengan tersenyum sambil menunjukkan kacamatanya.


lalu beberapa saat kemudian dibelakang mereka bertiga, tiba-tiba saja muncul makhluk astral yang terlihat seperti Golem berjalan ke arah mereka bertiga dengan hentakan kaki yang kuat.


"apa itu, Golem. " ucap Legis yang melihat kebelakang.


"sepertinya Golem itu mengincar kita. " kata Opel.


"kurasa dia penjaga nya, tapi kita tidak bisa bertarung di lorong yang sangat sempit ini. " kata Ardian sambil mencoba berfikir.


"hanya ada satu cara, Ardian, apakah kau bisa menggunakan api biru mu ?. " tanya Legis.


"ya, tapi aku perlu menjadi setenang mungkin untuk bisa mengeluarkan nya. " jawab Ardian.


"tunggu, tapi itu...... " kata Ardian yang langsung dipotong.


"tenang saja, kami berdua tidak akan kalah semudah itu, ayo Opel. " kata Legis yang memotong perkataan Ardian.


"ya. " ucap Opel yang maju bersama Opel melawan Golem didepan nya itu.


setelah kedua temannya maju untuk mengulur waktu, Ardian pun duduk dengan tenang, menarik nafas dalam-dalam lalu memejamkan kedua matanya dengan tenang.


"walaupun mereka mengukur waktu untuk ku, kemungkinan kecil aku bisa tenang setenang mungkin di tempat seperti ini, waktu itu aku bisa sangat tenang di kapal karena merasakan lonjakan air menenangkan dan juga angin yang menyejukkan, ini sangat berbeda, di tempat ini selain sempit, siapa saja pasti tidak akan sanggup berdiam diri disini karena udaranya. " kata Ardian didalam hatinya sambil berusaha keras tenang setenang mungkin sampai mengeluarkan keringat.


"huh, kalian berdua apakah sanggup melawan ku. " kata Golem itu sambil tersenyum sombong.


"kami sudah cukup untuk menahan mu. " ucap Legis.


"hmp, coba saja. " ucap Golem itu.

__ADS_1


"gerakan Sambaran petir !!. " ucap Opel mulai menyerang Golem itu dengan kecepatan petir nya menebas beberapa bagian tubuh Golem itu.


"tidak terasa sama sekali. " ucap Golem itu.


"bagaimana kalau ini, laser cahaya !!. " teriak Legis sambil mengarahkan kedua tangannya ke arah Golem itu lalu menembakkan sebuah laser cahaya yang keluar dari kedua tangannya.


serangan dari Legis itu pun juga tidak mempan terhadap Golem yang bertubuh besar itu, mereka berdua terus menerus menyerang Golem itu tanpa henti.


"teman-temanku saat ini sudah berjuang keras mengulur waktu untuk ku, tapi aku masih belum bisa mengeluarkan api biru itu sama sekali, aku akan berusaha keras melawan suasana di tempat ini, demi teman-teman ku. " kata Ardian didalam hatinya yang terlibat sangat berkeringat di wajahnya.


"huh, huh, huh, sepertinya masih belum ada tanda-tanda dari Ardian mengeluarkan api biru itu. " kata Legis yang melihat ke arah Ardian dengan berkeringat dan kelelahan setelah menyerang Golem itu beberapa kali dengan beruntun.


"aku tahu kalau Ardian sangat kesulitan mengeluarkan kekuatan api biru itu di tempat seperti ini, tapi kita hanya bisa mengandalkan kekuatan nya untuk saat ini. " kata Opel yang terlihat sangat kelelahan.


"hmp, ternyata hanya seperti itu kemampuan kalian, dasar lemah. " kata Golem itu dengan ekspresi sombong lalu menghempaskan mereka berdua sekaligus dengan kedua tangannya yang besar.


"arghh !!. " teriak Legis dan Opel yang langsung dihempaskan ke sudut lorong sehingga membentur dinding gua dengan keras.


Opel pun langsung pingsan setelah terbentur keras kebelakang, sedangkan Legis masih sadarkan diri sambil muntah darah akibat benturan itu, Ardian yang merasakan kondisi teman-temannya itu dari suaranya pun menjadi sangat geram tapi sesuatu menahan nya untuk kembali tenang, pada akhirnya Ardian pun melanjutkan terus konsentrasi nya walaupun Golem itu berjalan perlahan-lahan ke arah nya.


"aku akhirnya mengerti, ketenangan bisa dilakukan dimana saja, walaupun suasananya seburuk apapun, jika ketenangan masih ada didalam hati yang terdalam, maka ketenangan itu adalah solusi yang terbaik untuk menyelesaikan semuanya. " kata Ardian didalam hatinya yang masih dalam kondisi tenang walaupun kondisi nya sedang terpojok.


"huh, sepertinya yang satu ini akan jauh lebih mudah, aku akan membuat nya gepeng menjadi tempe. " kata Golem itu yang sudah berada tepat didepan Ardian berdiri sambil mengepalkan tangannya bersiap untuk menghancurkan Ardian.


"Ardian. " ucap Legis yang tidak berdaya sambil meraih tangan nya ke arah Ardian.


lalu saat hampir di hancurkan oleh Golem itu tiba-tiba saja tubuh Ardian mengeluarkan aura api biru, walaupun sedikit Ardian menggunakan nya langsung dengan melompat ke arah Golem itu memukul tepat di perut nya, dalam 5 detik Golem itu pun berlubang hanya karena tersentuh percikan api biru itu.


"bagaimana bisa, tidak mungkin, aku dikalahkan oleh seorang bocah dalam waktu yang singkat. " kata Golem itu sebelum lumpuh dan menghilang dengan ekspresi terkejut.


disitu terlihat api biru Ardian sangat kecil, seperti sebuah api lilin yang berada di tangan kanannya.


"untung saja masih bisa. " ucap Ardian yang langsung lega.


"hmp, syukurlah, walaupun sulit dipercaya, tapi kenyataannya itu berhasil, ku akui kekuatan api biru Ardian itu seperti sebuah kunci di misi penyelamatan yang masih berlangsung saat ini. " kata Legis sambil tersenyum menahan rasa sakitnya itu dengan tenang memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.............


__ADS_2