
Episode 190
di kelompok Ardian dihadang oleh seseorang yang mengaku sebagai member briseker........
"hmp, kalian masih bisa menyerah sekarang kalau kalian tidak ingin menjadi daging yang terpotong-potong. " kata jaken sambil tersenyum sombong sambil menegang kedua pedangnya itu.
"kami tidak akan menyerah semudah itu untuk menyelamatkan teman-teman kami. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
"huh, teman-teman ya, jangan membuat ku merasa nonstalgia, kalian tidak akan bisa menyelamatkan mereka sebelum melewati ku. " kata jaken yang mengingat sesuatu yang samar-samar.
"kita tidak mempunyai pilihan lain selain melawan orang itu. " kata Opel.
"orang itu terlihat cukup berbahaya, apa kita bisa mengalahkan nya ya. " kata Legis yang kurang percaya diri.
"aku yang akan melawannya sendiri, kalian pergilah mencari kelompok Kana dan razord, aku yakin mereka berada di sekitar kota ini. " kata Ardian setelah memunculkan pedang api di tangan kanannya.
"Ardian, jangan gegabah, kami tidak bisa meninggalkan mu begitu saja melawan orang itu. " kata Legis.
"Legis benar, dia terlihat cukup berbahaya, kita lawan bersama-sama. " kata Opel.
"sudahlah pergi saja, aku tahu kalau keputusan ku ini gegabah, tapi kita harus mencari petunjuk sebanyak mungkin di kota yang tidak dikenali ini, bukankah lebih baik berpencar supaya lebih cepat, jangan khawatirkan aku, aku tidak akan kalah semudah itu, karena impian ku masih jauh untuk membuat dunia damai. " kata Ardian sambil tersenyum.
"Ardian, berjanjilah satu hal, apapun yang terjadi kau harus kembali. " kata Legis sebelum pergi bersama Opel meninggalkan Ardian.
"hmp, apa mereka sudah ketakutan sebelum melawan ku. " kata jaken sambil tersenyum sombong.
"bukan, justru sebaliknya, mereka berdua adalah orang-orang yang berani karena menerima keputusan ku yang egois. " kata Ardian sambil mengatur posisi nya untuk bertarung.
"sepertinya kau orang yang cukup menarik, akan ku buat kau ketakutan dengan kedua pedang ku ini. " kata jaken yang kemudian berlari ke arah Ardian dengan mengayunkan kedua pedangnya.
terlihat Ardian berhasil mengimbangi kekuatan dua pedang jaken itu dengan posisi bertahan.
"menarik sekali, aku semakin bersemangat melawan mu. " kata jaken sambil tertawa mengayunkan kedua pedang nya.
"(aku tidak tahu sampai kapan bisa bertahan mengimbangi kedua pedangnya itu, tapi jika aku menyerang nya pertahanan ku akan terbuka). " kata Ardian didalam hatinya sambil mencoba berfikir dalam posisi bertahan itu.
I--------------------------------------------I
Sementara itu kelompok Kana.........
__ADS_1
"aku akan menyadarkan mu, konori. " kata Seina sambil berlari ke arah konori.
"tunggu Seina, jangan gegabah. " ucap Kana yang melihatnya.
saat mendekat konori pun dengan santai nya menghempaskan Seina dengan ayunan kipas nya.
"kau tidak akan bisa mendekati ku, gadis yang malang. " kata konori sambil tersenyum sombong.
"itu elemen angin. " ucap Zela.
"sayang sekali, elemen kegelapan tidak akan bisa mengalahkannya. " kata gacha dengan ekspresi tenang.
"apa maksudmu ?. " tanya Seina.
"elemen kegelapan itu sangat mudah di netral kan oleh elemen angin, walaupun berbeda class nya, hukum itu memang sudah ada, yang kuat akan mengalahkan yang lemah, seperti itulah. " jawab gacha menjelaskannya.
"berarti maksud mu adalah kalau ada kekuatan kegelapan yang bisa melebihi kekuatan elemen angin nya ada kemungkinan kita bisa mengalahkan nya begitu. " kata Seina yang mulai mengerti.
"bingo, ya seperti itulah. " ucap gacha.
"(ternyata memang benar selama ini, hanya kakak lah yang bisa menyadarkan konori karena faktor kekuatan). " kata Seina didalam hatinya sambil berfikir di tengah-tengah pertarungan.
"jangan hanya melamun saja disitu, jarum angin !!. " ucap konori sambil mengeluarkan elemen angin nya untuk menyerang Seina yang sedang melamun dengan jarum angin nya itu.
"huh. " ucap konori yang hanya terdiam saat melihat jarum angin yang berada tepat didepannya itu.
beruntung Zela yang sempat berlari ke arah Seina pun melindunginya dengan tangan kanannya yang digunakan sebagai perisai untuk menahan serangan jarum angin itu.
"kau baik-baik saja ?. " tanya Zela yang telapak tangan kanannya meneteskan darah setelah menahan serangan jarum angin itu.
"huh tangan mu. " ucap Seina yang terkejut saat melihat telapak tangan kanan Zela menetaskan darah.
"tenang saja, ini bukan salahmu, aku melakukannya karena keinginan ku sendiri, teman ku pernah berkata kalau melindungi seseorang tidak butuh sebuah alasan, tanpa kusadari aku sudah melakukan nya. " kata Zela sambil tersenyum.
"Zela. " ucap Seina yang hampir menyentuh tangan kanan Zela.
"jangan disentuh, kau masih ingatkan apa yang terjadi dengan tangan kanan ku. " kata Zela yang mengingatkan nya.
"kutukan. " ucap Seina dengan ekspresi gelisah.
__ADS_1
"ingatlah itu. " ucap Zela kemudian berbalik melihat ke arah konori yang sudah siap menyerang.
"kutukan ya, kekuatan yang sangat mengerikan. " kata konori yang melihat tangan kanan Zela itu.
"kau serius melawannya ya. " ucap Zela dengan ekspresi serius.
"tentu saja aku serius, lagipula aku tidak mengenali gadis itu sama sekali. " kata konori.
"begitu ya, semudah itukah kau melupakan teman mu, kalau begitu aku tidak akan menahan diri sekarang, aku akan memukul mu sampai kau mengingatnya kembali. " kata Zela sambil tersenyum kecil.
"hmp, coba saja kalau kau bisa. " kata konori yang semakin menguatkan elemen angin nya.
"gacha, kau ingatkan apa yang diajarkan oleh Niver sensei disaat seperti ini. " kata Zela sambil tersenyum kecil melirik ke arah gacha.
"tentu saja aku ingat, tapi apakah kau ingin mencari mati ?. " tanya gacha dengan ekspresi tenang.
"jangan menganggap ku selemah itu, mungkin terdengar gegabah, tapi maaf aku sudah membulatkan tekad ku disini. " jawab Zela dengan percaya diri.
"apa yang kau maksud itu ?. " tanya Seina.
"berpencar, itulah yang dia maksud. " jawab gacha.
"Zela, kau tidak akan bisa melawan konori yang sudah seperti itu, hanya kakak ku lah yang selama ini bisa mengalahkannya dan menyandarkan nya, tolong jangan langsung mengambil keputusan seperti itu. " kata Seina yang khawatir.
"sudah kuduga kau akan berkata seperti itu, tapi aku tidak akan menarik kata-kata ku sebelumnya, aku pasti akan menyadarkan teman mu itu dengan cara apapun, jadi bisakah kau menerima keputusan ku ini. " kata Zela.
"berjanjilah kau akan kembali. " ucap Seina yang masih khawatir.
"ya, serahkan saja kepada ku. " ucap Zela dengan percaya diri.
"apakah kau serius dengan keputusan mu ini, Zela ?. " tanya Kana dengan ekspresi serius.
"jika bukan karena teman ku dulu yang sudah menyadarkan ku ke arah yang benar, aku mungkin tidak akan menjadi seperti ini, aku benar-benar serius dengan keputusan ku ini, ketua. " jawab Zela sambil tersenyum.
"apapun yang terjadi, kau harus kembali, Zela. " kata Kana kemudian meninggalkan Zela bersama gacha dan Seina.
"sekarang bagaimana ya aku harus melawannya. " kata Zela yang melihat ke arah konori dengan ekspresi tenang.
"kau sangat bodoh ya, kau tidak akan bisa selamat jika melawan ku sendirian. " kata konori sambil tersenyum sombong.
__ADS_1
"hmp, kita lihat saja nanti. " ucap Zela sambil tersenyum kecil.
BERSAMBUNG...................