
Episode 253
di sore hari, matahari yang mulai tenggelam dan suasana yang senyap.
"apa yang ingin kau bicarakan ?. " tanya Zela dengan ekspresi serius.
"Zela, apakah kau percaya kepada ku ?. " jaylain yang berbalik tanya.
"itu tergantung dari apa yang ingin kau sampaikan. " jawab Zela.
"aku mendapat informasi bahwa kota pasir akan menyerang kota zenai. " kata jaylain yang mendapatkan informasi dari para ninja elite kota zenai.
"huh. " Zela yang terkejut mendengarnya.
"sampaikanlah itu kepada semuanya, mungkin saja besok Legis akan memberitahukan informasi yang lebih jelas kepada kita. " kata jaylain dengan ekspresi tenang.
"tunggu, darimana kau mendengar informasi itu ?. " tanya Zela yang belum bisa mempercayainya.
"aku mendengarnya dari......... " kata jaylain yang tiba-tiba terpotong oleh suara kegaduhan yang berada dekat di sekitar mereka berdua.
"apa itu. " Zela yang melihat ke arah kegaduhan itu berasal.
karena penasaran mereka berdua pun bergegas menghampirinya, sementara itu, Venar yang melindungi Ardian dari kedua ninja wanita pembunuh itu...........
"Tebasan hitam !!. " ucap Venar beberapa kali mengayunkan pedangnya saat Yana dan fuka mendekat.
"cih, kelihatannya pria itu lumayan tangguh juga. " kata fuka kemudian meningkatkan hawa membunuhnya itu.
"fuka. " Yana yang khawatir melihatnya.
"(apakah dia ragu-ragu). " kata Ardian di dalam hatinya yang melihat ekspresi Yana.
"Yana, jangan melemah hanya karena belas kasih, apapun yang terjadi kita harus menyelesaikan misi ini. " kata fuka dengan lantang.
"aku......., aku..... " Yana yang seluruh tubuhnya gemetaran dan mulai melihat trauma di masa lalunya.
"hey, kenapa kau sangat antusias dengan misi mu itu dibandingkan perasaan rekan mu sendiri ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.
"diam kau, orang yang hidup nyaman di kota yang megah, memangnya kau tahu apa !!. " kata fuka yang mulai maju dengan kecepatan nya sebagi seorang pembunuh.
"gawat. " Venar yang telah lewati oleh fuka lalu menuju ke arah Ardian yang merupakan target nya.
__ADS_1
"apa kau kira hidup kami di kota senyaman itu, jangan bercanda !!. " kata Ardian dengan lantang sambil menangkis serangan fuka dengan pedang api nya yang muncul tepat waktu.
"huh. " fuka yang terkejut mendengarnya pun langsung menjaga jarak dari Ardian.
"memang benar kota zenai ini menurutku kota yang megah, tapi walaupun begitu, kenyamanan yang kami dapatkan itu setimpal dengan usaha yang kami lakukan. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
Yana yang mendengarnya pun tiba-tiba saja teringat kembali dengan apa yang dikatakan oleh adiknya di waktu kecil.
"jangan sombong dulu kau !! " kata fuka yang mencoba untuk menyerang Ardian lagi dengan hawa membunuhnya.
lalu di waktu yang tepat, Zela dan jaylain yang sebelumnya mendengar suara kegaduhan pun datang dan menangkis serangan fuka hingga terhempas ke belakang.
"kau memang suka sekali ya terlibat hal yang seperti ini. " kata Zela yang menangkis nya dengan menggunakan senjata cakar bayangan.
"hmp, kebetulan saja kami mendengar kegaduhan yang terjadi di sini. " kata jaylain dengan ekspresi tenang menangkis nya dengan menggunakan pedang es buatannya.
"Zela, jaylain. " Ardian yang senang melihat mereka berdua.
"cih, pengganggu lain telah muncul. " kata fuka yang terlihat kesal melihatnya.
"Ardian, siapa mereka itu ?. " tanya Zela.
"kelihatannya mereka berdua adalah ninja pembunuh yang dikirim oleh seseorang untuk membunuh ku. " jawab Ardian.
"Yana, kita mundur dulu. " ujar fuka yang kemudian mendekati Yana.
"tunggu....... " Ardian yang mencoba menghentikannya kabur.
"di malam selanjutnya bersiaplah, aku pasti akan membunuhmu. " kata fuka yang melihat Ardian dengan tatapan tajam sebelum menghilang dalam sekejap.
"mereka menghilang. " kata Ardian yang melihatnya.
"kelihatannya ninja pembunuh itu serius, Ardian, kau harus berhati-hati. " kata Zela.
"aku tahu itu, tapi kenapa seseorang yang mengirimnya itu mengincar ku. " kata Ardian yang penasaran.
"kemungkinan saja orang itu tahu dengan baik kemampuan mu, bisa saja mereka mengincar kekuatan mu. " kata Venar yang sudah mempunyai spekulasi.
"huh, begitu ya, sekarang semua menjadi masuk akal. " kata jaylain yang langsung menyadarinya saat mengingat informasi yang ia dapatkan.
"apakah kau tahu sesuatu jaylain ?. " tanya Ardian yang penasaran.
__ADS_1
"Zela sebelumnya kau masih belum mempercayaiku kan, mengenai informasi yang kudapatkan, kota pasir akan menyerang kota zenai. " kata jaylain dengan ekspresi serius.
"begitu ya, kurasa sekarang aku mulai bisa mempercayai infomasi itu. " kata Zela yang juga masuk akal saat memikirkannya.
"kota pasir akan menyerang kota zenai, jika itu benar, maka ini akan menjadi situasi yang genting. " kata Venar dengan ekspresi serius.
"kota zenai masih belum pulih sejak perang dengan kota bintang sebelumnya, aku yakin kalau pemimpin kota pasir itu bukan orang yang baik, dia sudah menunggu kesempatan ini untuk menjatuhkan kota zenai. " kata Ardian.
"ini tidak mungkin, data dari perang dengan kota bintang sebelumnya padahal sudah dirahasiakan oleh kedua belah pihak, tapi bagaimana bisa bocor informasi itu. " kata Venar yang sebelumnya juga melihat perjanjian damai dengan kota bintang setelah perang berakhir.
"hanya ada satu orang yang menjadi dalang dari semua kekacauan ini, tidak salah lagi ini ulah dari jubah hitam yang memberikan informasi itu. " kata Ardian yang terlihat kesal saat mengingatnya.
"kemungkinan jubah hitam itu sudah berkompromi dengan pemimpin kota pasir untuk menyerang kota zenai, lalu memberikan informasi mengenai Ardian dan mengirim ninja pembunuh itu untuk membunuhnya. " kata Zela sambil berfikir dengan beberapa informasi dan teori-teori itu.
"jubah hitam pasti menganggap Ardian sebagai ancamannya, karena itu dia membuat pemimpin kota pasir mengirim ninja pembunuh itu untuk membunuhnya. " kata jaylain.
"dia benar-benar licik, aku bersumpah akan mengalahkannya dengan tangan sendiri. " kata Ardian yang terlihat sangat kesal.
"tenanglah Ardian, kami mengerti perasaan mu, tapi kita harus melakukan apa yang bisa kita lakukan saat ini. " kata Zela yang mencoba menenangkan Ardian.
"besok pasti ada sesuatu, aku akan melaporkan informasi mengenai ninja pembunuh yang menyusup ke kota zenai kepada raja api, semuanya kita akhiri dulu pembicaraan ini, kalian berdua, antar lah Ardian menuju rumahnya, ada kemungkinan jika kedua ninja pembunuh itu kembali. " kata Venar yang terlihat sangat waspada.
"ya, baik. " ucap jaylain dan Zela.
kemudian Ardian pun kembali ke rumah tanpa terjadi apa-apa.
"jaylain, Zela, terimakasih ya. " ucap Ardian saat sampai di rumah.
"tidak masalah, kau juga sebelumnya telah membantu kami kan, sekarang kami lah yang akan membantu mu, jika kau butuh sesuatu kau bisa bergantung kepada teman-teman mu, kau mengerti kan. " kata Zela yang mengingatkannya.
"ya, aku mengerti. " ucap Ardian sambil tersenyum.
"kalau begitu sampai jumpa. " kata Zela sebelum pergi bersama jaylain.
"ya, sampai jumpa. " ucap Ardian sebelum mereka berdua pergi.
sementara itu fuka dan Yana yang kembali ke bangunan tua untuk bersembunyi.............
"menyebalkan sekali. " kata fuka yang masih terbayang-bayang dengan perkataan Ardian sebelumnya sambil merawat luka nya saat terhempas oleh jaylain dan Zela.
"fuka, aku merasa ada sesuatu yang salah dengan semua ini. " kata Yana yang dari tadi mencoba untuk berfikir dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"hah, apa maksudmu ?. " tanya fuka dengan ekspresi serius melihat ke arah Yana.
BERSAMBUNG..............