Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
teman masa kecil - jejak kakek jelan bagian 4


__ADS_3

episode 112


di malam hari, mereka semua pun makan bersama di rumah gerad.


"maaf, hanya ini makanan yang kami punya, silahkan dimakan. " kata gerad.


"tidak apa-apa kok. " ucap Ardian.


beberapa saat kemudian tiba-tiba saja mizhura berdiri dari tempat duduknya.


"aku ingin keluar sebentar. " kata mizhura sambil berdiri kemudian pergi keluar.


"apakah mizhura selalu begitu ?. " tanya Nizar kepada Mbak ciria.


"ya, dia memang terkadang begitu, mungkin dia merasa tidak nyaman karena itulah dia mencari udara segar diluar, walaupun sikapnya begitu dingin dan acuh tapi dia itu gadis yang baik kok. " jawab mbak ciria.


"begitu ya. " ucap Nizar.


setelah mendengar pendapat mbak ciria tentang mizhura, gerad yang makan sambil menguping percakapan mereka pun ikut keluar.


"kalian makanlah dulu, aku ingin keluar sebentar mencari mizhura. " kata gerad tiba-tiba saja berdiri dari tempat duduknya.


"hmm, biasanya jika mizhura keluar, dia akan langsung pergi meninggalkan kita. " kata Lena.


"aku akan memastikannya. " ucap gerad dengan ekspresi serius kemudian langsung bergegas pergi keluar mencari mizhura.


"hmp, gadis itu merepotkan saja. " ucap grane dengan tenang sambil menikmati makanannya.


lalu saat gerad diluar, dia mencari mizhura di sekeliling rumahnya, beberapa saat kemudian dia melihat mizhura yang berdiri memandangi ayunan yang ada di depan rumahnya, seketika itu gerad pun menghela nafas dan perlahan-lahan menghampiri mizhura yang sendirian itu.


"kukira kau akan pergi tanpa memberitahu kami, tapi ternyata kau disini. " kata gerad yang perlahan-lahan menghampiri mizhura.


"gerad, sudah berapa lama kita meninggalkan tempat ini ?. " tanya mizhura sambil memegang ayunan itu dengan tangan kanannya.


"mungkin sudah sekitar 2 tahun. " jawab gerad dengan agak terkejut mendengar pertanyaan mizhura.


"sudah lama ya. " ucap mizhura.


"kenapa tiba-tiba saja kau bertanya seperti itu ?. " tanya gerad.


"aku tidak tahu. " jawab mizhura sambil menunjukkan ekspresi sedihnya.


"mizhura, ada apa dengan mu ? " tanya gerad dengan terkejut saat melihat ekspresi mizhura.


"tidak ada apa-apa, aku akan kembali. " jawab mizhura sambil menundukkan kepalanya kemudian perlahan-lahan berjalan dan hendak pergi.


"tunggu, akhirnya aku bisa menangkap mu. " kata gerad sambil memegang tangan mizhura untuk menghentikan langkah kakinya.


"heh, apa maksudmu ?. " tanya mizhura yang bingung dengan perkataan gerad.


"kau ingat permainan kita terakhir kali kan. " jawab gerad sambil tersenyum.


"kejar tangkap. " ucap mizhura.

__ADS_1


"aku sudah menangkap mu, kau ingat dengan janji mu waktu itu kan. " kata gerad.


"waktu itu..... " ucap mizhura sambil berusaha mengingat janjinya 2 tahun yang lalu.....


FLASHBACK


didepan rumah mizhura yang sangat besar yang berada di tengah-tengah hutan, gerad kecil dan mizhura kecil sedang duduk duduk di halaman rumah.


"gerad, besok sudah saatnya ya. " ucap mizhura kecil dengan ekspresi sedih.


"jangan sedih begitu, aku hanya akan pergi 1 tahun, setelah itu aku pasti akan kembali ke kota lesar. " kata gerad kecil sambil tersenyum mencoba menghibur mizhura kecil.


"tapi, aku akan kesepian jika kau tidak ada untuk bermain dengan ku. " kata mizhura kecil sambil meneteskan air matanya.


"kau tidak akan kesepian, kau mempunyai seorang adik yang selalu bersama dengan mu kan. " kata gerad kecil.


"aku tidak bisa merawat adikku sendirian tanpa mu. " kata mizhura kecil.


"tentu saja bisa, kau ingat permainan kita menjadi ayah dan ibu ?. " tanya gerad kecil.


"ya, tapi apa hubungannya. " jawab mizhura kecil.


"jika kau adalah ibunya, bukankah tugas ibu adalah mengasuh anak di rumah, kalau aku ayahnya, ibaratnya seperti besok aku sudah mendapatkan pekerjaan yang luar biasa sehingga membutuhkan waktu satu tahun untuk pulang, benarkan mizhura. " kata gerad kecil sambil tersenyum.


"kau benar, aku akan menjaga anak kita di rumah. " kata mizhura kecil sambil memeluk gerad dan menangis seketika.


"(padahal ini hanyalah permainan, kenapa aku selalu menganggapnya serius, betapa bodohnya aku). " kata gerad kecil didalam hatinya sambil mengelus rambut mizhura.


"karena ini adalah hari terakhir, ayo kita habiskan hari ini untuk bermain penuh. " kata mizhura kecil setelah mengusap air matanya.


setelah itu mereka berdua pun menghabiskan waktu seharian untuk bermain bersama, sampai waktu sore pun tiba......


"mizhura, sepertinya sudah saatnya aku pulang. " kata gerad kecil sambil menidurkan mizhura di pangkuannya.


"sudah saatnya ya. " ucap mizhura kecil dengan ekspresi sedih.


"ya, kau masih ingatkan permainan kita kejar tangkap yang belum selesai itu. " kata gerad kecil.


"sudah kubilang kau tidak akan bisa menangkap ku, aku ini adalah seorang rubah, kemampuan reflek ku itu sangat cepat tahu. " kata mizhura kecil.


"aku akan menangkap mu suatu saat nanti, kau masih ingat dengan perjanjiannya kan. " kata gerad kecil.


"menuruti keinginan si penangkap, satu hal apa saja yang diinginkannya, benarkan. " kata mizhura kecil.


"ya, berhati-hatilah. " ucap gerad kecil yang hendak pergi.


"gerad, aku akan selalu menunggu mu datang. " kata mizhura kecil sebelum gerad kecil pergi meninggalkannya untuk satu tahun.


gerad hanya melambaikan tangannya sebelum pergi, kemudian dia pun pergi meninggalkan kota lesar selama satu tahun untuk pergi ke tempat tinggal kakek dan neneknya berada.


MEMORY 1 >>>


&+&

__ADS_1


kembali pada saat gerad berhasil menangkap mizhura di taman depan rumahnya.......


"jadi apa permintaan mu, katakanlah ?. " tanya mizhura dengan ekspresi tenang.


"aku ingin kau. " jawab gerad.


"apa maksudmu ?. " tanya mizhura dengan terkejut dan menahan rasa malunya saat mendengar permintaan gerad.


"menjadi sahabat ku, lagi. " kata gerad meneruskan perkataannya sebelumnya dengan kaku.


"pft, apa-apaan itu, " ucap mizhura sambil tertawa kecil.


"hanya itu saja, kau sudah merasa lebih baik kan. " kata gerad.


"jadi permintaan mu itu untuk ku supaya aku aku merasa lebih baik, begitu. " kata mizhura sambil mencoba berfikir.


"ya. begitulah. " ucap gerad sambil mengalihkan pandangannya


"itu tidak adil, seharusnya permintaan itu untuk mu, bukan untuk ku. " kata mizhura dengan cemberut.


"bagiku itu adil kok, kau adalah teman pertama sekaligus sahabat ku satu-satunya, jika aku menginginkan kita berteman kembali, bukankah itu akan lebih baik, aku tahu kau pasti masih membenci ku waktu itu kan. " kata gerad sambil memejamkan matanya.


"jika itu adalah permintaan mu, aku akan melakukannya, tapi aku tidak tahu apakah aku bisa berteman kembali atau tidak. " kata mizhura dengan ragu-ragu.


"aku tidak akan memaksa mu untuk berteman lagi dengan ku kok, permintaan ku hanyalah aku akan selalu menganggap mu sebagai temanku, itu saja, aku tidak membutuhkan hal yang lain lagi. " kata gerad.


"kau serius ?. " tanya mizhura yang masih ragu-ragu.


"aku sangat serius. " jawab gerad dengan bersungguh-sungguh.


setelah itu mereka berdua pun memutuskan untuk kembali ke rumah.


"kalian berdua lama sekali. " kata mbak ciria.


"maaf, ada beberapa hal yang terjadi. " kata gerad.


"disebelah ada 2 ruangan kosong, kalian gunakanlah untuk beristirahat. " kata paman azerd.


"kamar mandinya dimana paman ? " tanya Lena.


"di sana, di sebelah kanan. " jawab paman azerd.


"terimakasih paman, kalau begitu aku akan mandi dulu. " kata Lena.


"silahkan. " ucap paman azerd.


"tunggu Lena, aku juga ikut. " kata mbak ciria sambil ikut mandi bersama Lena.


"Ardian, kemana perjalanan kita selanjutnya ?. " tanya gerad.


"ke rumah nenek mireha. " jawab Ardian.


setelah mendengar jawaban dari Ardian, gerad hanya tersenyum memberikan jempol kepada mizhura yang berada di belakangnya, mizhura yang melihatnya hanya memasang ekspresi gelisah dan khawatir sambil menundukkan kepalanya ke bawah.

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2