Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
penyerapan api 1 - jejak kakek jelan bagian 6


__ADS_3

episode 114


seketika semuanya menjadi menegangkan karena ada seseorang gadis yang mirip dengan mizhura membuka pintu rumahnya.


"kami.... " kata Ardian yang hendak menjawab pertanyaan gadis itu.


"mereka adalah teman-teman ku. " kata mizhura yang menjawabnya dan memotong perkataan Ardian.


"nenek tidak akan senang lho dengan membawa teman-teman kakak ke rumah. " kata gadis itu dengan tatapan serius.


"aku tahu itu, tapi mereka ini mempunyai alasan yang kuat untuk berkunjung ke sini. " kata mizhura membalasnya dengan ekspresi serius.


"huh, terserah kakak saja. " kata gadis itu sambil menghela nafas dan memejamkan matanya kemudian pergi keluar rumah.


"kau mau kemana ?. " tanya mizhura sebelum gadis itu pergi.


"kakak tidak perlu tahu. " jawab gadis itu yang hanya meliriknya dengan dingin.


"ayo ikuti aku. " ucap mizhura.


kemudian mereka semua pun duduk di ruang tamu yang besar itu.


"mizhura, apa tidak masalah dengan ini ?. " tanya gerad dengan ekspresi gelisah.


"karena aku juga terlibat dalam permainan kalian sejak awal, inilah yang bisa kulakukan untuk kalian, sekarang gunakanlah kesempatan ini sebelum untuk menemui nenek ku, kalau kalian berani. " kata mizhura dengan ekspresi serius.


"itu tidak perlu. " ucap neneknya mizhura yang tiba-tiba saja datang dari belakang mizhura.


"nenek. " ucap mizhura dengan terkejut.


"aku tidak percaya ini, kau membawa teman-teman mu datang ke sini. " kata neneknya mizhura dengan ekspresi serius.


"kami mempunyai alasan yang kuat untuk datang kesini menemui anda. " kata Ardian dengan agak lantang dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


setelah mendengar perkataan Ardian, neneknya mizhura pun perlahan-lahan mendekati Ardian dan melihatnya dari dekat dengan ekspresi serius.


"maaf kalo saya agak lantang. " ucap Ardian sambil menahan rasa gemetarnya.


"kau cucunya jelan kan. " kata neneknya mizhura melihat Ardian seperti jelan yang dia kenal.


"ya, saya cucunya. " ucap Ardian dengan kaku.

__ADS_1


"katakan keperluan mu datang ke sini menemui ku. " kata neneknya mizhura dengan ekspresi serius.


"kami ingin mengetahui kebenaran tentang tragedi naga yang terjadi 5 tahun yang lalu, nenek mireha pasti mengetahui nya kan. " kata Ardian.


"kenapa kau ingin tahu tentang tragedi naga itu ?. " tanya nenek mireha setelah terkejut sejenak mendengar perkataan Ardian.


"karena aku ingin menjadi lebih kuat seperti kakek ku, agar aku bisa menjadi seorang pengendali naga yang sempurna. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"ikut aku. " ucap nenek mireha mengajak Ardian untuk berbicara secara pribadi.


"semuanya, tunggulah disini. " kata Ardian.


"Ardian, apakah kau yakin ini akan baik-baik saja ?. " tanya mbak ciria.


"tenang saja, aku akan segera kembali kok. " jawab Ardian kemudian mengikuti kemana nenek mireha pergi.


saat Ardian sudah pergi bersama nenek mireha......


"sepertinya ini terlalu berat untuknya, seharusnya aku juga ikut bersamanya. " kata gerad dengan ekspresi khawatir.


"untuk saat ini kita hanya bisa percaya pada dia. " kata mizhura dengan tenang.


lalu nenek mireha pun menggiring Ardian pergi ke suatu ruangan yang kosong, kemudian mereka berdua pun duduk di lantai yang kosong itu.


"apakah kau takut ?. " tanya nenek mireha dengan ekspresi serius.


"tidak, juga.... " jawab Ardian dengan kaku.


"ini adalah ruangan pribadiku, wajar saja kalau kau takut. " kata nenek mireha dengan ekspresi tenang.


"tapi kenapa ruangan nenek tidak ada dekorasi atau perabotan seperti ruangan orang pada umumnya ?. " tanya Ardian saat melihat sekeliling ruangannya.


"hmp, Kakek mu dulu juga pernah bertanya seperti itu, wajar saja kalau kau merasa heran. " kata nenek mireha sambil tersenyum kecil.


"eh. " ucap Ardian dengan terkejut saat mendengar perkataan nenek mireha.


"ini adalah bentuk dari ruangan khusus seorang calestical rubah. " kata nenek mireha.


"calestical. " ucap Ardian.


"bisa dibilang seorang calestical rubah seperti kami adalah seorang penjaga kekuatan roh yang sangat besar, menjaga kekuatan besar itulah tugas kami sebagai seorang calestical rubah. " kata nenek mireha dengan ekspresi serius.

__ADS_1


"begitu ya. " ucap Ardian.


"sekarang katakan kepada ku, tujuan mu yang sebenarnya datang kesini. " kata nenek mireha.


"aku ingin menjadi seorang pengendali naga yang sempurna, saat aku memulai perjalanan ku menemui teman-temannya nenek ku, mereka tahu banyak tentang tragedi naga itu dan saat kami menemui paman azerd, dia mengatakan jika nenek mireha yang mempunyai informasi lengkap tentang apa yang terjadi saat tragedi naga itu. " kata Ardian menjelaskan semuanya kepada nenek mireha.


setelah mendengar alasan Ardian datang menemuinya, nenek mireha dengan reflek langsung melemparkan bola api biru ke arah Ardian, beruntung Ardian berhasil menghindari serangan itu saat tepat di depannya.


"cih, kenapa kau tidak menanyakan semuanya langsung dari nenek mu saja ?. " tanya nenek mireha dengan ekspresi agak kesal.


"saya tidak bisa melakukannya. " jawab Ardian dengan lantang sambil menundukkan kepalanya ke bawah dan menahan emosinya.


seketika itu semua menjadi menegangkan......


"kenapa ?. " lanjut tanya nenek mireha dengan ekspresi serius.


"jika nenek mireha ini adalah teman dekatnya nenek ku, kenapa nenek mireha tidak tahu alasan dari sahabatnya sendiri. " jawab Ardian yang masih tegas menjawab sambil menahan emosinya.


saat mendengar perkataan Ardian, nenek mireha langsung terkejut dan terdiam sejenak, lalu api yang tadinya dilemparkan oleh nenek mireha tiba-tiba saja menjadi besar sehingga membuat kebakaran didalam ruangan itu.


"kebakaran. " ucap Ardian saat melihat api yang membesar di belakangnya.


"aku akan memadamkannya, kau diam lah disini. " kata nenek mireha kemudian melakukan semedi.


Ardian yang melihat nenek mireha itu bersemedi sedangkan api itu mulai memenuhi ruangan, Ardian langsung geram dan kesal.


"grr, ini akan memakan banyak waktu, aku yang akan mencoba memadamkan api ini sendiri. " kata Ardian dengan lantang dan kesal.


"huh, jangan bodoh, api-api ini sudah bercampur dengan energi roh milikku, orang biasa tidak akan kuat menahan panasnya. " kata nenek mireha setelah mendengar perkataan Ardian dengan terkejut sejenak kemudian menasehatinya dengan lantang.


"walau begitu, aku akan tetap mencobanya. " kata Ardian sambil perlahan-lahan berjalan ke arah api yang semakin membesar itu.


"berhenti, kau bisa mati. " teriak nenek mireha dengan ekspresi khawatir.


"(aku akan menyerap api ini menggunakan batu enemble api yang sudah dijelaskan oleh raja api, inilah satu-satunya cara agar api ini tidak membesar, semoga saja ini berhasil). " kata Ardian didalam hatinya sambil memejamkan matanya mengingat penjelasan tentang batu enemble api yang dikatakan oleh raja api dulu.


"sebenarnya apa yang akan dilakukan oleh cucunya jelan itu. " kata nenek mireha dengan ekspresi serius sambil memperhatikan Ardian yang sedang mengokuskan kekuatannya itu.


lalu tiba-tiba cahaya api terang muncul dari dada Ardian, lalu cahaya itu perlahan-lahan menyerap api besar disekelilingnya, hingga tubuh Ardian penuh dengan api roh dan itu membuatnya kesakitan sendiri, setelah beberapa saat akhirnya api besar yang ada di ruangan itu sudah padam, seketika Ardian langsung tergeletak lemas dan cahaya api di dada nya juga perlahan-lahan redup.


"bagaimana anak ini bisa menyerap api roh sebesar itu. " kata nenek mireha dengan terkejut saat melihat Ardian menyerap api roh sebelumnya.

__ADS_1


"(ini masih terlalu menyakitkan). " kata Ardian didalam hatinya sambil menahan rasa sakitnya itu.


BERSAMBUNG............


__ADS_2