
episode 41
"battle arena yang terakhir akan segera dimulai, Ardian dengan lawannya nyoren, kalian berdua silahkan maju kedepan dan menempati posisi masing-masing. " kata niver sensei dengan keras.
"Ardian, kau yang telah menghancurkan rencana ku, sekarang aku akan menghancurkan mu disini. " kata nyoren dengan serius.
"aku tidak tahu apa rencana mu, tapi yang pasti rencana mu itu buruk. " kata Ardian.
"cih, diam kau !!!. " teriak nyoren dengan kesal.
"battle dimulai !!. " ucap niver sensei dengan keras.
nyoren hanya menggerakkan tangganya ke arah Ardian, lalu dari tangan nyoren mengeluarkan sebuah cahaya bintang dan menyerang Ardian, seketika itu Ardian pun terus menghindar sambil berfikir bagaimana cara menghadapinya.
"aku tidak bisa terus menghindar, aku harus menemukan celah untuk menyerangnya, jika aku sampai terkena serangan bintang itu maka tenagaku bisa cepat habis. aku harus berhati-hati. " kata Ardian didalam hatinya sambil menghindari serangan nyoren.
"sampai kapan kau akan menghindar, Ardian. " kata nyoren sambil menembakkan cahaya bintang dengan cepat dari sebelumnya dan mengenai kaki Ardian lalu terjatuh.
"kakiku mati rasa, aku tidak bisa berlari lagi sekarang. " kata Ardian di dalam hatinya sambil mencoba berdiri.
"ada apa Ardian, apakah kau sudah tidak bisa berlari lagi, aku akan menghancurkan mu seperti kau menghancurkan rencana ku, rasakan ini !!. " kata nyoren sambil menembakkan beberapa bola bintang ke arah Ardian.
"masih belum, aku tidak peduli rencana mu, sepertinya kau memang benar-benar serius, nyoren. " kata Ardian sambil menahan rasa sakitnya yang terkena serangan bola bintang milik nyoren.
__ADS_1
"aku tidak pernah main-main, sepertinya kau sudah tidak kuat lagi menahan serangan ku lagi, Ardian. " kata nyoren sambil tersenyum sombong.
"apakah hanya ini batas kekuatanmu, Ardian. " kata raja api didalam hatinya sambil melihat Ardian dari atas arena.
"ini yang terakhir, aku tidak akan membiarkan mu menghancurkan rencana ku lagi, lenyaplah kau, Ardian. " kata nyoren sambil menembakkan cahaya bintang ke arah Ardian.
saat Ardian melihat serangan cahaya dari nyoren didepan matanya, tiba-tiba saja Ardian bisa menghindarinya dengan keberuntungan.
"cih, diam disitu, aku akan menjadikanmu lebu, terima ini !!. " kata nyoren sambil mengeluarkan bola bintang ke arah Ardian untuk kedua kalinya.
"aku tidak akan menyerah sampai disini, bola api !!. " ucap Ardian sambil mengeluarkan bola api dengan bertubi tubi.
karena bola bintang cahaya milik nyoren hanya 5 buah, bola api dari Ardian pun dapat mengalahkan jumlah dari bola bintang nyoren karena Ardian menyerangnya dengan bertubi tubi sampai sekujur tangannya mengeluarkan api.
"nyoren !!, kau telah menghasut orang banyak untuk menjadi budak mu, aku akan memberikan mu pelajaran !!. " teriak Ardian sambil berlari memukul nyoren dengan lengannya yang terbakar api.
nyoren pun terpental tak berdaya menerima serangan bola api bertubi tubi dan pukulan berapi dari Ardian, sehingga dia tidak bisa berbicara karena terbentur tembok arena dengan keras.
"aku...., awas kau...., Ardian. " ucap nyoren yang tidak kuat berbicara.
"pemenangnya adalah Ardian, silahkan Ardian kembali ke tempat duduk masing-masing, petugas bawa nyoren ke UKS. " kata niver sensei dengan keras.
"tunggu, tanganku masih utuh ?, bagaimana bisa, tanganku yang tadinya terbakar tidak terasa. " kata Ardian didalam hatinya sambil melihat tangannya yang masih utuh dan hanya mendapat luka bakar goresan saja.
__ADS_1
Ardian pun kembali ke atas arena, sebelum sampai ke atas tiba-tiba gacha muncul dan membeberkan selamat kepada Ardian lalu pergi.
"kau melakukannya, jagoan, " kata gacha sambil berjalan kebawah arena saat bertemu Ardian yang akan ke atas arena.
"gacha, terimakasih. " ucap Ardian sambil menoleh ke belakang tiba-tiba saja gacha sudah tidak ada.
Ardian pun ke atas arena.....
"kau hebat Ardian, kau bisa memukul nyoren dengan satu pukulan sampai babak belur begitu. " kata Opel.
"ya, Opel, tolong sampaikan terimakasih ku kepada gacha. " kata Ardian.
"kau tidak bisa menyampaikannya sendiri ?. " tanya Opel.
"dia selalu menghilang saat aku akan mengucapkannya. " kata Ardian sambil tersenyum.
"baiklah kalau begitu, dia itu sangat misterius jika dikelas ya. " kata Opel.
"ya begitulah, suatu saat aku akan membalas Budi kepadanya. " kata Ardian dengan serius.
setelah itu sekolah ninja pun dipulangkan setelah lama berlangsung battle di arena.
BERSAMBUNG..........
__ADS_1