
Episode 158
Ardian yang berada di alam bawah sadar nya, di sekeliling nya tampak hitam gelap tidak seperti di tempat naga api berada.
"bukankah sebelumnya aku pernah ke tempat ini ya, apakah tempat ini bagian dari diri ku. " kata Ardian yang teringat saat dia berada di kota lesar waktu itu berada di tempat gelap dalam dirinya.
lalu sebuah cahaya bola api muncul di depan Ardian lalu berbicara serta memberinya petunjuk.
"apa ini, bola api, tapi lebih terlihat seperti batu yang terbakar. " kata Ardian yang memperhatikan bola api itu secara seksama.
"aku adalah Enamble api yang ada didalam tubuh mu, sekarang ini kau sedang mencoba untuk berbicara dengan pedang api kan. " kata Enamble api itu.
"bagaimana kau bisa tahu ?. " tanya Ardian yang heran.
"tentu saja aku tahu, bukankah selama ini aku berada didalam tubuh mu, tepatnya di dada mu, raja api pernah memberitahu mu saat berada di danau kan. " kata Enamble api itu.
"ya, aku teringat, waktu di kamar kenapa tiba-tiba kau memancarkan cahaya api di dadaku ?. " tanya Ardian.
"tidak ada alasan khusus, aku hanya memperkuat fisik tubuhmu di saat dan waktu tertentu, itulah tugas ku sebagai batu element. " jawab Enamble api itu.
"huh. " ucap Ardian yang masih tidak paham.
"sederhananya saat kau sedang terpojok atau nyaris mati di ujung nyawa, aku memperkuat kekuatan fisik mu kurang lebih 25% tubuh mu tidak akan hancur sementara waktu, tapi aku tidak bisa melakukannya secara berulang-ulang di waktu dekat, aku membutuhkan waktu paling sedikit 30 menit untuk meningkatan kekuatan fisik mu lagi, karena itulah apapun yang terjadi kau harus menjaga nyawa mu sendiri, jangan terus bergantung kepada ku. " kata enamble api itu.
"(begitu ya, jadi waktu itu aku bisa selamat karena nya, ternyata bukan sebuah keberuntungan). " kata Ardian didalam hatinya yang mengingat saat dia hampir mati saat bertarung dengan iblis nezon di kota lesar waktu itu.
__ADS_1
"jika tidak ada pertanyaan lagi, bisakah kau fokus untuk berbicara dengan pedang api. " kata enamble api itu.
"ya, aku hampir lupa, tolong berikan aku sebuah petunjuk, enamble api. " kata Ardian yang langsung teringat.
"aku tidak bisa banyak membantu mu sih, aku akan memandu jalan mu sebagai pencahayaan, kau harus bisa merasakan sendiri aura pedang api itu berada, aku yakin tidak jauh dari sini dan juga kau harus berbicara sendiri dengan nya nanti, berusahalah untuk meyakinkan nya agar dia menuruti perintah mu. " kata enamble api itu.
kemudian Ardian pun berjalan sambil membawa enamble api sebagai pencahayaan nya memerangi tempat didalam dirinya yang sangat gelap itu, saat sudah berjalan agak lama, ia pun merasa kelelahan dan berkeringat.
"ternyata disini aku juga bisa kelelahan ya, dari tadi aku tidak merasakan aura pedang api itu, sebenarnya dimana pedang api itu berada. " kata Ardian yang terlihat kelelahan sambil mengeluh karena kesal tidak menemukan nya.
"tentu saja kau bisa kelelahan, walaupun kau berada didalam dirimu, kau masih menguras tenaga mu diluar sana untuk bisa terhubung ke tempat ini, teruslah berjalan dan janganlah mengeluh, apakah tekad mu hanya sampai disini, itu tidak seperti Ardian yang kukenal. " kata enamble api itu.
"aku sudah memutuskan untuk berbicara dengan pedang api itu secara langsung, aku tidak akan menyerah sampai di sini. " kata Ardian yang membulat kan tekadnya dengan ekspresi serius sambil mengusap keringat nya itu.
lalu. beberapa saat kemudian Ardian mendengar sebuah suara percikan api yang tidak jauh darinya, karena penasaran Ardian pun mendekati arah suara percikan api itu, lalu setelah suara itu semakin jelas didepan nya, Ardian terkejut melihat didepannya ada gerbang besar yang ditengahnya ada lubang untuk kuncinya.
"huh, gerbang apa ini. " ucap Ardian yang terkejut saat melihat gerbang itu.
"sepertinya kita sudah sampai ya. " kata enamble api.
"apa maksudmu ?. " tanya Ardian.
"sejujurnya aku tidak tahu keberadaan pedang api sejak awal, yang aku tahu adalah gerbang ini, mungkin saja pedang api itu berada didalam gerbang ini, sepertinya tugas ku untuk memandu mu hanya sampai disini, aku akan menjadi kunci untuk membuka gerbang ini, teruskan mencari pedang api itu, aku yakin dengan tekad mu, kau bisa menemukan pedang api itu didalam. " kata enamble api kemudian melayang masuk kedalam lubang tengah untuk menjadi kunci gerbang itu.
seketika gerbang itu pun langsung terbuka lebar dan didalamnya tidak berbeda sama sekali, hanya kosong dan gelap, Ardian dengan mental yang ia miliki sekarang, langsung menerobos masuk tanpa pencahayaan apapun, lalu beberapa saat kemudian.....
__ADS_1
"gawat, tempat ini benar-benar gelap, aku sudah mulai merasakan ketakutan didalam hatiku, tapi aku tidak boleh menyerah sampai di sini, enamble api sudah membantu sejauh ini, aku tidak boleh mengecewakan nya, walaupun pandangan ku sudah agak kabur, aku akan tetap berjalan mencari pedang api itu. " kata Ardian didalam hatinya sambil memegang dadanya dan terus berjalan walaupun pandangan nya sudah agak kabur karena merasakan ketakutan.
di lain tempat, Sonik, Sonsu dan Nizar yang masih memperhatikan Ardian serta mengawasi nya merasa khawatir karena Ardian belum berubah posisi sama sekali selama hampir 1 jam.
"kakak, apakah kakak akan baik-baik saja. " ucap Nizar yang merasa khawatir.
"tenang saja, kakak mu itu orang yang pantang menyerah, aku yakin dia sedang berusaha sangat keras sekarang ini, kita hanya bisa percaya kepadanya dan bersiap jika ada kemungkinan terburuk, benarkan Sonsu. " kata Sonik.
"sejujurnya baru pertama kalinya aku melihat seseorang yang gigih berlatih keras seperti dia, dia tidak peduli kalau suatu hari nanti itu akan sia-sia, dia berlatih dan terus berlatih, sepertinya dia sudah merubah sudut pandang ku terhadap seseorang yang berlatih keras. " kata Sonsu dengan ekspresi tenang.
"Sonsu. " ucap Sonik yang senang saat mendengarnya.
"aku, aku juga tidak akan kalah dari kakak, aku juga akan berlatih sungguh-sungguh, kak Sonsu, tolong ajari aku cara menggunakan pedang lagi, aku sudah sangat siap sekarang. " kata Nizar sambil berdiri dengan ekspresi serius diwajahnya.
"hmp, sepertinya kau serius ya. " ucap Sonsu sambil tersenyum kecil kemudian berdiri.
disaat Ardian menghadapi latihan nya sendiri didalam dirinya, Nizar juga berlatih dengan serius dengan Sonsu menggunakan pedang nya.
Sementara itu Ardian........
lalu setelah perjalanan yang agak lama, akhirnya Ardian pun merasakan cahaya kekuatan pedang api itu, seketika ia pun berlari menuju pencahayaan nya dan terjatuh menjongkok kebawah dengan nafas yang tenghenga henga.
"aku, aku akhirnya menemukan mu, pedang api !!. " kata Ardian yang masih mengatur nafasnya itu.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1