
Episode 262
kedua belah pihak yang akhirnya memutuskan untuk berunding setelah rencana Nijin sukses..........
"kurasa tindakan dari kedua pemuda dari golongan kami ini ada benarnya, memang benar kalau kami adalah umpan, kami tidak berani menentang raja pasir yang sudah banyak menindas rakyat kecil. " kata pemimpin pasukan kota pasir yang telah dipercaya oleh Sazar mengakui keputusasaannya.
"huh, kalian. " suna yang turut berduka melihatnya.
"saat ini para pemimpin kalian pasti sudah masuk kedalam kota, cih, aku benar-benar lengah. " kata Razord yang kesal.
"untuk sekarang kami akan kembali ke kota, kalian putuskan lah sendiri apa yang ingin kalian lakukan. " kata Venar.
"sebagian dari kami akan ikut bersama kalian, tenang saja, kami tidak akan menyerang para penduduk di sana. " kata pemimpin pasukan kota pasir itu.
"ku pegang ucapan mu, baiklah, sebagian dari kalian boleh ikut. " kata Venar yang memutuskannya.
"apakah ini akan baik-baik saja ?, Venar, biasanya kau tidak mempercayai perkataan dari musuh mu, tapi kenapa sekarang kau........ " tanya Azen dengan pelan lalu dipotong oleh Venar.
"aku tidak bilang kalau aku mempercayai mereka, karena kondisi saat ini mereka harus melihat sendiri kenyataan kalau mereka adalah umpan, tenang saja, aku tidak akan menurunkan kewaspadaan ku. " kata Venar dengan pelan.
"kami sudah siap. " kata pemimpin pasukan kota pasir yang sudah menyiapkan sebagian pasukannya untuk ikut.
"baiklah, ayo kita berangkat. " kata Venar yang memimpin mereka menuju kembali ke kota zenai.
Sementara itu tim Zela dan tim Rega yang masih menghadapi Naja yang merupakan salah satu ninja elite dari kota pasir.............
"mau sampai kapan kalian menjaga jarak seperti itu. " kata Naja sambil tersenyum kecil melihat mereka sudah mulai kelelahan.
"(ini gawat, kalau terus begini, hanya menunggu waktu sampai semuanya kehabisan tenaga). " kata Rega didalam hatinya yang melihat kondisi teman-temannya itu.
"apa tidak ada cara lain yang bisa menjatuhkannya mauli ?. " tanya Zela dengan ekspresi serius.
"walaupun kau bertanya kepada ku, aku tidak mempunyai ide apapun saat ini. " jawab mauli dengan santainya.
"kita harus bagaimana. " zifi yang kebingungan sendiri memikirkan cara untuk mengalahkannya.
"Risa, ini sudah cukup, aku sudah bisa bergerak. " kata Rega sambil mengeluarkan pedang kecilnya.
"heh, tunggu, Rega. " Risa yang sesaat menyembuhkan luka nya kaget melihat Rega tiba-tiba saja berdiri dan hendak ikut bertarung.
"aku tidak bisa diam saja melihat semuanya berjuang keras bertarung mempertaruhkan nyawa, aku juga akan ikut bertarung. " kata Rega dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"huh, sepertinya ada penantang baru ya. " kata Naja yang melihat ke arah Rega.
"Rega. " Zela yang terkejut melihatnya.
"aku yang akan menghadapi mu, bersiaplah kau, ninja elite. " kata Rega mengeluarkan aura putih dari tubuhnya.
"Rega, kalau kau melepaskan kekuatan mu itu secara berlebihan kau akan......... " kata Risa yang khawatir melihatnya.
"aku tahu itu, (Ardian sudah banyak mengajariku, saat berada didekatnya aku selalu melihat hal baru didalam dirinya, keberanian dan tekad selalu menjadi kekuatannya, karena itu saat ini aku akan mengeluarkan semua tekad ku untuk mengalahkannya). " kata Rega didalam hatinya dengan ekspresi serius melihat ke arah Naja.
"hmp, hibur lah aku, pengguna pedang. " Naja dengan bersemangat berlari dengan gesit ke arah Rega tanpa menunggu.
"Rega, berhati-hatilah. " kata Zela.
"Serangan vertikal tajam !!. " kata Rega yang menyerangnya disaat Naja sudah cukup dekat.
"lambat. " Naja yang langsung menekik leher Rega sebelum melakukan serangan.
"Rega !!. " semuanya yang panik melihatnya.
"hmp, apa hanya ini kekuatan mu, lemah sekali. " kata Naja tersenyum sombong sambil menekik leher Rega dengan mengangkatnya ke atas.
"huh. " Naja yang terkejut melihat Rega masih mengeluarkan aura putih dari dalam tubuhnya.
beberapa saat kemudian, Rega dengan kuat melepaskan tangan Naja yang menekik nya, lalu menendangnya hingga terhempas ke belakang dan menghancurkan bangunan di belakangnya.
"ini balasan ku untuk yang tadi. " kata Rega sambil menyentuh lehernya yang tadi dicekik.
"apa yang terjadi, bagaimana bisa Rega menghempaskan nya semudah itu. " Zela yang bertanya-tanya saat melihatnya.
"kekuatan itu. " mauli yang tidak asing melihat kekuatan Rega.
"kekuatan Rega yang sebenarnya, meningkatkan kekuatan dan pertahanan fisiknya hingga maksimal. " kata Risa yang mengetahuinya.
"heeh, aku tidak tahu dia mempunyai kekuatan sehebat itu. " kata Zela.
"itu tidak sehebat yang kau pikirkan. " kata Risa yang terlihat khawatir.
"apa maksudmu ?. " tanya Zela.
"kekuatan sehebat itu mempunyai tekanan yang begitu kuat, karena itu aku khawatir jika Rega melepaskan kekuatannya yang sebenarnya itu, batas saat ini Rega bisa menggunakan kekuatan itu adalah 3 menit, jika melebihi itu, tubuhnya akan perlahan-lahan hancur. " jawab Risa meneteskan air matanya.
__ADS_1
"begitu ya, apa yang dilakukan Rega itu, dia mau mengorbankan diri kah. " kata Zela yang kesal saat mendengar penjelasan dari Risa.
"kekuatan mu itu sangat menarik ya, kau benar-benar telah menghibur ku, ninja muda. " kata Naja yang masih bisa bertahan setelah menerima serangan kuat itu dengan beberapa luka di tubuhnya.
"aku akan mengalahkan mu. " kata Rega yang langsung maju ke arah Naja.
"hmp, naif sekali, kau terlalu terburu-buru. " kata Naja yang langsung mengeluarkan cakar tajamnya dan menyerang Rega saat mendekat.
saat mendekat, Rega pun terkena tusukan cakar tajam itu di perut kiri nya, tapi ia masih terus bergerak menyerang seperti tidak merasakan rasa sakit, di saat cakar tajam itu menusuk perut kiri nya, Rega langsung melancarkan pukulannya yang kuat dengan beruntun tepat di wajah Naja.
"sudah cukup, Rega, kembalilah ke wujud semula. " teriak Risa saat melihat tubuh Rega sudah mengeluarkan uap.
"aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, menjauh lah Rega, bayangan penjerat ganda !!. " ucap Zela yang langsung menjerat Naja dengan kekuatan bayangannya saat Naja dalam keadaan dipukuli itu.
setelah menjauh Rega pun menyegel kekuatannya sehingga aura putih yang ada di sekeliling tubuhnya ikut menghilang, karena sudah kembali normal, Rega pun langsung merasakan rasa sakit dari serangan tusukan cakar Naja sebelumnya lalu terkapar dengan darah yang keluar dari perut kiri nya.
"Rega, bertahanlah. " Risa yang langsung menghampirinya dan segera menghentikan pendarahannya.
"hahahahahaha, aku tidak akan di kalahkan seperti ini, aku akan membunuh kalian semua. " kata Naja yang masih bisa berbicara dengan wajah hancur.
"jika dia berbicara dengan keadaan seperti itu, terlihat menyeramkan. " kata zifi.
"kalau begini aku bisa membuatnya tenang sekarang. " kata Mauli mengarahkan kekuatan psikologis dari kejauhan dan membuat Naja tertidur secara perlahan-lahan.
"aku pasti akan membunuh kalian...... " kata terakhir Naja sebelum tidak sandarkan diri.
"untung saja sebelumnya dia terkena jebakan gravitasi ku, jadi lebih mudah untuk menyerangnya dari dalam, tenang saja dia hanya tidak sadarkan diri, aku membuatnya tertidur. " kata Mauli.
"seperti biasa kau benar-benar menakutkan ya, kalau bisa melakukan itu kenapa tidak dari tadi ?. " tanya Zela.
"untuk mengaktifkan serangan ku dia harus lengah, tadi selama pertarungan dia tidak lengah sedikitpun, karena itu aku tidak bisa melakukan apapun. " jawab mauli.
"lalu bagaimana sekarang ?. " tanya Pingo yang dari tadi hanya menonton pertarungan mereka.
"untuk sementara, kita istirahat dulu disini dan menunggu bantuan. " jawab Zela saat melihat kondisi Rega itu.
"kau benar, itu keputusan yang tepat. " kata Mauli.
setelah Naja diikat oleh bayangan penjerat milik Zela, mereka pun beristirahat sejenak di tempat itu, Sementara, di atas atap bangunan tinggi kota zenai, tim Alan dan tim Legis masih menghadapi salah satu ninja elite dari kota pasir yang bernama Kazai.
BERSAMBUNG.................
__ADS_1