
Episode 133
saat mendengar perkataan ibunya Nina sebelumnya, nurados menjadi terharu dan mengingat masa lalunya saat dia sering kabur dari rumah.
"aku merasakan kehangatan mereka, kebaikan menolong orang tanpa pamrih, jika aku memiliki orang tua seperti mereka aku mungkin tidak akan pernah mempunyai niatan untuk kabur dari rumah, sungguh beruntung nya gadis itu. " kata nurados didalam hatinya sambil tersenyum terharu.
"apakah sudah lebih baik sekarang ?. " tanya ibunya Nina.
"ya, aku merasa seperti racunnya sudah hilang. " jawab nurados.
"sebenarnya racun itu belum hilang sepenuhnya. " kata ibunya Nina dengan ekspresi gelisah.
"huh. " ucap nurados yang terkejut saat mendengar perkataan ibunya Nina.
"aku tidak bisa menyembuhkan racun sepenuhnya, kemungkinan 20% racun masih ada didalam tubuh mu, maaf ya. " ucap ibunya Nina yang masih gelisah.
"untuk apa anda meminta maaf, anda sudah menolong ku dan itu lebih dari ucapan terimakasih, tenang saja, aku adalah seorang ninja, tidak masalah jika aku harus menahan sisa racun di tubuh ku. " kata nurados dengan bersemangat.
"nak nurados. " ucap ibunya Nina yang terharu saat mendengar perkataan nurados.
"sepertinya anda terlihat kelelahan, Anda bisa beristirahat sebentar jika mau. " kata nurados.
"nak nurados benar, kau sudah terlalu banyak memakai kekuatan cahaya mu seharian ini, beristirahat lah sejenak. " ujar ayahnya Nina.
"tidak, aku mempunyai firasat buruk soal Nina, aku tidak bisa tenang kalau tidak bertemu dengannya, aku sangat takut, aku takut jika iblis itu akan membunuh Nina. " kata ibunya Nina dengan sedih dan meneteskan air matanya.
"aku mengerti, aku mengerti perasaan mu, tapi kemungkinan kita akan terlambat untuk sampai di sana, untuk sekarang kita hanya bisa percaya kepada anak-anak itu. " kata ayahnya Nina sambil menenangkan istrinya yang sedang bersedih itu.
"aku tidak tega melihat melihat mereka seperti ini, tapi tidak ada yang bisa ku lakukan disaat seperti ini, Ardian, aku berharap kau bisa mengalahkan iblis itu bagaimana pun caranya, aku percaya kepada mu dan juga teman-teman mu yang sudah berjuang. " kata nurados sambil melihat bulan yang sudah tampak.
sementara itu di dalam gua.........
"sepertinya ini sudah malam ya. " ucap muzen sambil tersenyum kecil.
"apa yang kau rencanakan ?. " tanya Ardian yang menatapnya dengan waspada.
__ADS_1
"*i*blis akan bertambah kuat jika di malam hari, tidak ada yang bisa menandingi kekuatan malam iblis, bocah, nah sekarang kau ingin mati dengan cara apa. " kata muzen yang terlihat senang.
"berhati-hatilah nak, yang dikatakan oleh iblis itu benar, kekuatan nya akan bertambah jauh 2x lipat, kau tidak akan bisa menandinginya, jika aku jadi kau, aku akan lari sejauh-jauhnya. " kata naga yang ada didalam tubuh Ardian.
"dan meninggalkan Nina, mana mungkin aku bisa kabur begitu saja, aku sudah berjanji kepada nenek akan melindungi Nina apapun yang terjadi, walaupun nyawa ku taruhannya. " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi serius.
"kenapa, kenapa kau berjuang sejauh ini untuk gadis itu ?. " tanya naga dengan ekspresi serius.
"mungkin aku menyukainya sebagai seorang adik, aku tidak pernah bertemu dengan orang sebaik dirinya, polos, ramah, dan juga bersemangat, dia juga selalu tersenyum apapun yang terjadi, dia bilang jika ibunya yang menyuruhnya untuk selalu tetap tersenyum, karena itu, aku akan melindungi senyumannya itu. " jawab Ardian didalam hatinya dengan sungguh-sungguh.
"berjuang untuk seseorang yang berharga, aku jadi teringat dengan seseorang, bagaimana kalau aku membantu mu. " kata naga itu yang siap membantu Ardian.
"huh, naga, apakah tenaga mu sudah kembali pulih ?. " tanya Ardian didalam hatinya.
"sebenarnya aku berbohong, sebelumnya aku ragu untuk terus membantu mu, didalam pikiran ku terus bertanya, untuk apa aku harus membantunya, tapi sepertinya sekarang aku sudah tahu jawabannya. " jawab naga itu.
"berarti selama ini kau masih mempunyai banyak tenaga. " ucap Ardian didalam hatinya.
"hmp, kau kira tenaga ku secepat itu kah habis, aku bahkan belum mengeluarkan kekuatan ku sepenuhnya, " kata naga itu sambil tersenyum kecil.
"tidak bisa untuk sekarang, aku butuh waktu untuk mengekstrak kekuatan ku sepenuhnya kedalam tubuh mu, jadi tunggulah. " kata naga itu.
"jadi aku harus mengulur waktu, begitu kah. " ucap Ardian didalam hatinya yang masih ragu.
"kenapa, apakah kau takut dengan kekuatan iblis itu ?, apakah kau akan menyerah sekarang ?. " tanya naga itu memprovokasi Ardian.
"aku tidak berniat untuk melakukan itu, tapi aku akan melawannya dengan kekuatan ku sendiri, apapun yang terjadi, aku tidak akan mundur. " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi serius.
"sudah kuduga kau akan mengatakannya, sekarang pergilah dan lawanlah iblis itu, Ardian. " kata naga itu untuk pertama kalinya memanggil Ardian dengan namanya.
lalu Ardian pun kembali kesadarannya setelah berada di alam bawah sadarnya sebentar.
"ada apa nak, apakah kau ketakutan, hmp, sekarang juga aku akan membuat mu merasakan penderitaan karena telah mengganggu ku untuk mengambil kalung itu. " kata muzen kemudian berevolusi menjadi bentuk iblis nya mengeluarkan kedua sayap serta kukunya yang seketika menajam.
"aku, aku tidak akan lari ataupun takut, aku akan melawan mu, iblis. " teriak Ardian yang sudah membulatkan tekadnya.
__ADS_1
"mustahil seorang manusia bisa mengalahkan iblis, kau hanya mencari kematian mu saja, nak. " kata muzen sambil terbang dengan kedua sayapnya.
"aku tidak peduli, aku pasti akan mengalahkan mu, bola api !!. " ucap Ardian kemudian melemparkan bola api ke arah muzen.
"terimakasih makanannya, nak. " ucap muzen seketika menelan bola api yang dilemparkan oleh Ardian itu.
"dia menelannya. " ucap Ardian yang terkejut saat melihatnya.
"api adalah makanan iblis, sepertinya kau tidak beruntung ya. " kata muzen sambil tersenyum sombong.
"cih, bagaimana, bagaimana caranya supaya aku bisa melawannya. " ucap Ardian didalam hatinya dengan kesal sambil mencoba berfikir dengan keras.
disaat itu Nina sudah sadarkan diri dan melihat Ardian yang berjuang bertarung melawan iblis muzen itu.
"huh, kakak. " ucap Nina saat melihatnya.
"tidak ada gunanya kau berfikir bocah, bola iblis kehancuran. " ucap muzen kemudian melemparkan bola yang berwarna hitam keruh ke arah Ardian.
"gawat, bola itu terlalu besar. " ucap Ardian yang tegang saat hendak menghindari serangannya itu.
"kakak !!. " teriak Nina sambil meneteskan air matanya yang melihat kejadian itu.
ledakan pun terjadi di dalam gua itu, sampai-sampai terdengar dari luar.
"huh, ledakan apa lagi itu. " ucap gerad yang mendengarnya.
"suaranya berasal dari dalam gua. " kata mbak ciria.
"apakah kita harus ke sana ?. " tanya Lina.
"pintu masuk gua itu sudah tertutup bebatuan besar akibat dari ledakan itu, kita tidak bisa masuk sekarang. " kata grane yang melihat dari kejauhan mulut gua itu sudah tertutup bebatuan besar.
"ini salahku, aku membiarkan Ardian masuk sendirian kedalam gua untuk melawan iblis itu, aku baru teringat jika iblis akan bertambah kuat jika di malam. " kata mbak ciria yang sangat khawatir dan gelisah.
"untuk sekarang kita hanya bisa percaya kepadanya, walaupun kemungkinan Ardian untuk memang itu tipis, semoga saja keajaiban datang kepadanya. " kata gerad yang berharap.
__ADS_1
BERSAMBUNG............