
Episode 260
di kota zenai, Sazar bersama kedua rekannya yang menyusun rencana sebelum menyerang kerajaan.............
"Naja, lewatlah dulu ke area perkotaan untuk memancing para penjaga. " kata Sazar yang memberikan perintah.
"dengan kata lain aku yang menjadi umpan ya, hmp, walaupun aku tidak terlalu suka itu, akan kulakukan. " kata rekan wanita itu yang bernama Naja.
"Kazai, kau lewatlah dari atas bangunan agar lebih mudah menyusup langsung menuju kerajaan. " kata Sazar.
"baiklah. " ucap rekan satu nya yang bernama Kazai.
"aku akan menerobos langsung menuju ke kerajaan, sementara kalian alihkan perhatian para penjaga, buatlah kerusuhan besar di kota ini. " kata Sazar sambil tersenyum kecil.
"dimengerti. " ucap kedua rekannya.
setelah itu ketiganya pun berpencar dan melakukan tugas masing-masing seperti yang sudah direncanakan oleh Sazar, di lain tempat, Zahra yang berhasil bekerja sama dengan pemuda dari kota pasir.............
"kalian bilang tujuan kalian adalah untuk mengumpulkan informasi peperangan di luar kan, apakah kalian diperintah ?, tolong jawab dengan jujur. " tanya sahabat pemuda itu yang menatap Zahra dan teman-temannya dengan ekspresi serius penuh kewaspadaan.
"tidak, kami melakukannya atas tindakan sendiri, kami hanya berusaha membantu mereka saja untuk balas Budi. " kata Zahra.
"balas Budi. " pemuda itu seketika penasaran.
"sebenarnya kami bukan penduduk asli kota zenai, kami berasal dari kota kegelapan, karena berbagai peristiwa, kami pun akhirnya memutuskan untuk mengembara agar bisa melihat dunia luar, disaat kami tidak mempunyai tempat di dunia luar, orang-orang kota zenai berbaik hati memberikan tempat untuk kami, karena itu kami harus membalas Budi mereka. " kata Zahra sekilas mengingat kebaikan orang-orang di kota zenai.
"kelihatannya di kota zenai itu penuh dengan orang-orang baik ya. " kata pemuda itu yang sedikit iri saat membandingkan dengan lingkungan tempat tinggalnya di kota pasir.
"ya, kami tidak menyesal menjadi salah satu bagian dari mereka. " kata Zahra sambil tersenyum kecil.
"begitu ya, sejak awal memang benar ini adalah peperangan yang sangat konyol. " pemuda itu yang seketika meletakkan lutut nya ke tanah dan merenungkan dirinya sejenak.
"maaf sudah salah sangka kepada kalian. " ucap sahabatnya yang akhirnya menyadarinya.
"sebelum berbagi informasi, aku ingin tahu nama kalian. " kata Zahra.
"biarkan aku memperkenalkan, namaku Suna dan ini sahabatku Saki. " kata pemuda itu yang memperkenalkannya setelah berdiri.
"salam kenal. " ucap sahabatnya yang bernama Saki itu.
"namaku Zahra, ini adikku Seina, dan mereka teman-teman ku, Nijin, Konori, Radin dan Jaken. " kata Zahra yang memperkenalkan teman-temannya satu persatu.
kemudian mereka pun berbagi informasi setelah memperkenalkan diri.
"apapun yang terjadi perang ini harus diakhiri. " kata Suna dengan tegas.
__ADS_1
"Suna, walaupun kau berkata begitu, bagaimana cara kita mengakhirinya ?. " tanya Saki.
"kenapa tiba-tiba kau ingin mengakhirinya, bukankah sebelumnya kau berkata kalau tujuan mu adalah untuk bertahan hidup ?. " Zahra yang berbalik tanya.
"aku memikirkan hal lain, memang benar tujuan kami adalah untuk bertahan hidup dan itu tidak akan berubah, tapi aku merasa para pasukan hanya dimanfaatkan, jika dibiarkan peperangan ini hanya akan menjadi pembantaian. " jawab Suna.
"begitu ya. " Zahra yang mencoba berfikir dalam situasi itu dengan ekspresi serius.
"aku ingin kalian membantu kami, dengan begitu kalian akan mendapatkan semua informasi dengan melihatnya sendiri secara langsung. " kata Suna.
"kurasa itu bagus, baiklah, kami akan membantu kalian, bagaimana dengan kalian, teman-teman ?. " tanya Zahra kepada teman-temannya dibelakang.
"memang ide yang bagus membantu mereka. " kata Seina.
"yah kurasa itu cukup sepadan. " kata Konori.
"tentu saja kami akan membantu, benarkan Nijin. " kata Radin yang bersemangat.
"ya, (ini pertama kali nya aku melihat Zahra, si putri kegelapan membantu orang lain seantusias ini). " kata Nijin didalam hatinya sambil tersenyum.
"cih, aku sudah memutuskan untuk mengikuti mu sampai akhir, aku juga akan membantu. " kata Jaken setelah berfikir sejenak.
"berarti sudah diputuskan ya. " kata Zahra sambil tersenyum kecil.
"baru pertama kalinya aku melihat perang secara langsung, ini benar-benar buruk. " kata Nijin saat melihatnya.
"apa yang harus kita lakukan. " Saki yang bertanya-tanya dengan ekspresi khawatir melihat perang itu.
"mereka menjadi korban agar raja tanah bisa masuk kedalam kota, aku tidak akan **memaafkann**ya. " kata Suna yang sangat kesal melihat perang itu.
"tenanglah, saat ini kita harus mencari cara bagaimana agar perang ini bisa dihentikan. " kata Zahra dengan ekspresi tenang.
"Zahra benar, kita harus berfikir dengan tenang, Suna. " kata Saki yang mencoba menenangkan Sahabatnya itu.
sementara mereka mencari cara agar perang itu bisa dihentikan, di dalam kota zenai, salah satu rekan Sazar yang bernama Naja sengaja menarik perhatian para penjaga agar Kazai bisa menerobos dari atas dengan senjata tali nya yang bisa melakukan apapun dalam memanjat bangunan.
"segera kepung penyusup itu. " kata penjaga yang memimpin penjaga lainnya.
saat dalam keadaan terkepung dengan gesit Naja mengalahkan para penjaga itu dengan dengan senjata cakar tajamnya.
"huh, apa-apaan wanita ini, kekuatannya hampir setingkat dengan ninja elite. " kata pimpinan penjaga itu yang perlahan-lahan mundur kebelakang dengan ketakutan saat Naja mendekatinya perlahan-lahan.
"hmp, itu benar, kalian yang melawan ku adalah orang-orang bodoh, aku memang ninja elite dari kota pasir. " kata Naja yang dengan cepat hendak menyerang pimpinan penjaga itu.
di waktu yang tepat, Rega datang dan berhasil menghentikan serangan gesit dari Naja itu yang hendak menyerang pimpinan penjaga.
__ADS_1
"tidak akan kubiarkan kau melukai mereka semua. " kata Rega menatap Naja dengan ekspresi serius sambil menahan cakar tajamnya dengan pedang kecil nya.
"huh, anak seperti mu memangnya bisa apa. " kata Naja yang langsung melemparkan Rega dengan mudah.
Rega yang terhempas pun terbentur tembok rumah di belakangnya sehingga membuatnya sedikit sempoyongan sambil mencoba berdiri setelah meludahkan darah di mulutnya.
"akan ku habisi kau sekalian. " kata Naja yang tidak memberinya waktu bersiap hendak menyerangnya dengan serangan gesit nya.
"Serbuan bayangan !!. " ucap Zela yang datang tepat waktu menghentikan pergerakan dari Naja itu dengan kekuatan bayangan nya.
"huh, pengguna kekuatan kegelapan ya, merepotkan sekali. " kata Naja yang mundur sejenak setelah menghindari serangan bayangan milik Zela itu.
"Rega, kau baik-baik saja kan ?. " tanya Zela melihat Rega dibelakangnya itu.
"ya, aku masih bisa bertarung. " jawab Rega sambil tersenyum.
"Rega, jangan membuatku khawatir seperti itu. " kata Risa yang langsung memeluknya dengan ekspresi khawatir saat datang bersama Zifi dan Mauli.
"maaf. " ucap Rega sambil mengelus-elus kepala Risa.
"Rega, kau ini terlalu gegabah. " kata Zela.
"maaf, maaf, aku reflek bergerak duluan. " kata Rega yang hanya tersenyum.
"jangan ulangi lagi ya. " kata Risa yang cemberut.
"baiklah. aku tahu itu. " ucap Rega.
"berhati-hatilah semuanya, kelihatannya dia itu ninja elite dari kota pasir. " kata Pingo yang baru saja datang.
"tidak heran jika dia bisa mengalahkan para penjaga dengan mudah. " kata Zela dengan ekspresi serius.
"huh, anak-anak yang menyusahkan, kalian ingin mati melawan ku ya. " kata Naja dengan tenang.
"sayangnya kami tidak berniat untuk terbunuh disini, bagaimana pun juga kami akan menghentikan mu. " kata Zela dengan ekspresi serius.
"hmp, omong kosong saja. " kata Naja yang bersedia untuk bertarung menghadapi kelompok Zela dan kelompok Pingo.
sementara itu di kerajaan kota zenai............
"raja api, ada laporan sepertinya beberapa penyusup telah masuk kedalam kota. " kata Sonik yang mendapat laporan itu dari Mican beberapa saat lalu.
"begitu ya, aku juga harus bersiap, aku tidak ingin kehilangan anak-anak ku di generasi ini, apapun yang terjadi. " kata raja api dengan ekspresi serius kemudian memunculkan jubah api nya dengan gagah sebagai pemimpin kota zenai.
BERSAMBUNG................
__ADS_1