Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
pecundang dan orang yang berharga (prolog: masa lalu kakek jelan bab 13)


__ADS_3

episode 85


"ada keperluan apa kalian berani datang kesini ?. " tanya deros sensei dengan ekspresi serius sambil menatap mereka dengan tatapan mengerikan.


"kami ingin menanyakan sesuatu mengenai keberadaan kepala sekolah saat ini. " jawab jelan dengan ekspresi serius.


 +&+


setelah mendengar jawaban jelan, deros sensei berdiri dari tempat duduknya dan perlahan-lahan menghampiri jelan, lalu saat deros sensei berada tepat didepan jelan.......


"kenapa kau bertanya tentang keberadaan kepala sekolah ?. " tanya deros sensei menatap jelan dengan tajam.


"kami ingin mengetahui kebenaran siapa sebenarnya kepala sekolah itu. " jawab jelan.


"kebenaran, apa yang sebenarnya kau rencanakan ?. " tanya deros sensei semakin tajam.


"kami tidak mempunyai rencana sama sekali, kami hanya ingin mengetahuinya, kakek tua yang menjadi sensei kami sudah hilang sejak kemarin. " jawab jelan.


"kakek tua. " ucap deros sensei dengan terkejut saat mendengar perkataan jelan.


"apakah sensei mengetahui sesuatu ?. " tanya jelan.


"tunggu, darimana kau tahu identitas kepala sekolah ?. " tanya deros sensei.


"heh, jadi benar, selama ini kepala sekolah kami ternyata adalah kakek tua itu. " kata mireha sambil tersenyum kecil.


"mireha. " ucap jelan menegurnya.


"apakah kalian adalah murid kakek tua itu ?. " tanya deros sensei yang berganti ekspresi.


"benar, kami tinggal bersamanya. " jawab jelan.


"jadi kalian tinggal dirumah sensei, kenapa aku tidak bertanya kepada kalian sebelumnya. " kata nizuan dengan pelan kepada mireha.


"salah sendiri. " ucap mireha.


"maaf aku sudah mencurigai kalian, kukira kalian adalah orang yang mengincar nyawa kakek tua itu. " kata deros sensei.


"mengincar nyawa. " ucap nizuan dengan terkejut.


"benar, beberapa hari yang lalu aku mendengar sebuah berita jika ada pembunuh bayaran seorang anak-anak yang licik seumuran kalian di kota ini, anak-anak pembunuh itu sebelum mencari targetnya, ia mencari informasi terlebih dahulu seperti kalian yang kalian lakukan saat ini, karena itu aku kira kalian anak-anak pembunuh itu. " kata deros sensei yang salah paham.


"begitu ya, tapi kenapa kepala sekolah yang menjadi targetnya ?. " tanya nizuan.


"anak-anak pembunuh itu sudah mengetahui jika ada seorang bangsawan yang tersisa di kota ini, mereka pasti sudah disuruh oleh seseorang untuk membunuhnya dan itu adalah kakek tua itu. " jawab deros sensei.


"apakah anak-anak pembunuh itu melakukan dengan kehendak mereka sendiri ?. " tanya jelan.


"menurutku tidak, para anak-anak itu adalah pembunuh bayaran yang disewa oleh seseorang, tapi saat ini keberadaan mereka sulit untuk ditemukan, biasanya aku menyelidikinya sendiri di segala penjuru kota ini, yang kutemukan petunjuknya hanyalah pisau yang digunakan pembunuh itu setelah membunuh targetnya. " jawab deros sensei sambil menunjukkan pisau yang digunakan pembunuh itu.


"lalu dimana sensei saat ini, apakah dia baik-baik saja ?. " tanya jelan dengan khawatir.


"tenang saja, saat ini kakek tua itu berada di tempat yang aman. " jawab deros sensei.


"tolong beritahu kami dimana sensei saat ini, kami mohon. " pinta jelan.


"hmp, bagaimana kalau aku menantang kalian untuk bertarung, jika kalian bisa mengalahkan ku, aku akan memberi tahu kalian dimana Kakek tua itu berada. " kata deros sensei sambil tersenyum kecil.


"kami terima tantangan mu, deros sensei. " kata jelan dengan sungguh-sungguh.


"jelan, kemampuan kita berbeda jauh, bagaimana kita bisa menang. " kata zenah.


"benar, walaupun kita menyatukan kekuatan bersama-sama belum tentu bisa mengalahkannya. " kata dyrados yang ragu.


"ini harapan kita satu-satunya untuk menemui sensei, aku sudah berjanji tidak akan kembali sebelum bertemu dengan sensei. " kata jelan lantang.


"semangat yang bagus, kalau begitu sepulang sekolah datanglah ke lapangan belakang sekolah jika kalian mempunyai nyali. " kata deros sensei.

__ADS_1


"baiklah. " ucap jelan dengan serius.


lalu saat sepulang sekolah, teman-teman jelan menghentikannya untuk pergi kebelakang sekolah karena menurutnya itu mustahil untuk mengalahkan deros sensei.


"jelan, sepertinya kau harus mengentikan niat bodoh mu itu. " kata zenah yang menghentikan langkah kaki jelan saat akan menuju ke belakang sekolah dengan ekspresi serius.


"sudah ku bilang kan, aku tidak akan kembali sebelum bertemu dengan sensei. " kata jelan dengan lantang.


"jelan, maaf kami tidak bisa membantu mu. " kata nizuan.


"kurasa juga begitu. " ucap dyrados dengan ekspresi resah.


"maaf. " ucap mireha dengan tenang sambil memejamkan matanya.


"kau sudah melihatnya kan, kami tidak bisa membantu mu. " kata zenah.


"hmp, tidak masalah, aku yang akan pergi sendiri melawannya. " kata jelan dengan ekspresi kesal setelah itu lari meninggalkan mereka semua.


"jelan, tunggu. " teriak zenah tapi jelan tidak menghiraukannya.


"apakah kau akan membiarkannya ?. " tanya mireha kepada zenah.


"aku tidak tahu. " jawab zenah sambil menangis.


"jangan malah menangis begitu, sekarang kau tinggal pilih, kau akan mengejarnya atau meninggalkannya seperti pecundang. " kata mireha dengan lantang sambil menarik baju zenah dan menatapnya dengan tajam.


"aku tidak ingin menjadi seorang pecundang, tapi apa yang harus aku lakukan. " kata zenah sambil mengusap air matanya.


"ini makanlah. " kata mireha sambil memberikan biskuitnya kepada zenah.


"ini biskuit. " ucap zenah yang tidak asing melihatnya.


"sudah makan saja. " kata mireha dengan lantang.


setelah itu zenah pun memakan biskuit itu dan teringat masa lalunya saat mireha menyelamatkannya dari serigala di hutan....


2 tahun yang lalu........


"siapapun tolong aku. " teriak zenah yang dipojokkan oleh serigala yang mengepungnya.


"hey para serigala jelek, kalian menginginkan ini kan. " kata mireha yang membawa daging untuk memancing serigala itu.


pada serigala itu pun terpancing oleh daging yang di bawa oleh mireha, lalu kemudian para serigala itu pun berlari menuju ke arah mireha dengan cepat.


"heh, dasar serigala rakus, api rubah. " ucap mireha sambil mengeluarkan api yang berbentuk rubah ke arah serigala itu sehingga membakar mereka sampai mati.


setelah itu mireha pun menghampiri zenah.....


"dasar lemah, aku tidak suka dengan orang yang lemah, setidaknya jadilah kuat. " kata mireha kepada zenah dengan ekspresi menakutkan.


"maaf. " ucap zenah dengan pelan sambil cemberut.


"jika kau meminta maaf lagi lain kali aku akan membunuhmu, ayo pulang. " kata mireha dengan ekspresi serius setelah menarik baju zenah.


"apakah aku bisa menjadi kuat seperti mu ?. " tanya zenah saat perjalanan pulang menuju ke rumah.


"tidak akan. " jawab mireha.


"kenapa, apakah aku terlalu lemah menurut mu karena tidak bisa melawan serigala-serigala itu ?. " tanya zenah dengan agak kesal dan cemberut.


"dengar ya, kau tidak akan bisa menjadi kuat seperti ku, kau bisa menjadi kuat hanya dengan dirimu sendiri yang menentukan, mengerti. " jawab mireha sambil mencubit pipi zenah setelah itu melepaskannya.


"sakit. " ucap zenah sambil memegang pipinya yang dicubit mireha.


"ini makanlah. " ucap mireha sambil memberikan biskuitnya kepada zenah.


"biskuit apa itu ?. " tanya zenah.

__ADS_1


"ini adalah biskuit kesukaan ku, lucu kan. " jawab mireha sambil tersenyum kecil.


"bentuknya seperti rubah. " ucap zenah yang masih melihat biskuit itu.


"sudahlah makan saja. " kata mireha dengan ekspresi menakutkan.


setelah itu zenah pun menerima biskuit itu lalu memakannya dalam satu gigitan.


"enak, sebenarnya biskuit apa ini, aku tidak pernah merasakan rasa biskuit seperti itu sebelumnya, darimana kau mendapatkannya ?. " tanya zenah.


"hmp, rahasia. " jawab mireha sambil tersenyum kecil setelah itu melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.


"heh, kenapa begitu, kita teman kan. " kata zenah.


"memangnya sejak kapan kita berteman. " kata mireha.


"heh, kau malu-malu ya. " kata zenah sambil menggoda mireha.


"berisik. " ucap mireha dengan kesal.


 kembali ke saat ini.......


"aku akan pergi membantu jelan. " kata zenah yang tiba-tiba saja berubah pikiran setelah memakan biskuit itu.


mireha yang mendengarnya hanya tersenyum kecil.


"heh, kenapa tiba-tiba kau berubah pikiran ?. " tanya nizuan dengan heran.


"apakah kau sedang dihipnotis ?. " tanya dyrados.


"aku baik-baik saja, aku hanya tidak ingin lagi menjadi pecundang yang lari meninggalkan temanku yang berharga, selama ini aku selalu egois dengan diriku sendiri tanpa memikirkan orang lain, sekarang aku akan ikut membantu jelan sebisaku dengan kemampuan ku sendiri. " jawab zenah dengan bersungguh-sungguh.


"mireha, sebenarnya biskuit apa itu yang kau berikan kepada zenah ?. " tanya nizuan kepada mireha dengan pelan.


"rahasia. " jawab mireha sambil memakan biskuitnya.


"apakah aku boleh meminta biskuit nya ?. " tanya nizuan.


"maaf sudah habis, sekarang aku juga ikut berubah pikiran, aku akan pergi untuk membantu jelan. " jawab mireha dengan bersandiwara.


"sebenarnya biskuit apa itu. " teriak nizuan yang kebingungan sendiri.


"sudahlah, kita juga harus membantu jelan, kita berhutang budi banyak kepadanya saat di festival waktu itu kan. " kata dyrados.


"baiklah kalau begitu, aku juga ikut. " kata nizuan.


"tunggu, apa aku boleh ikut ?. " tanya Nitin yang membututi mereka dari belakang.


"Nitin, sejak kapan kau disitu ?. " tanya zenah dengan terkejut saat melihatnya.


"sejak kak jelan lari. " jawab Nitin sambil tertawa kecil.


"ini sangat berbahaya, sebaiknya kau jangan ikut. " kata zenah.


"aku juga bagian dari timnya kak jelan kan, aku kan ikut membantunya. " kata Nitin yang memaksa.


"darimana kau tahu jika ada pertarungan di lapangan bekang sekolah ?. " tanya nizuan.


"aku memata-matai kalian tadi pagi, aku curiga kenapa kalian bolos pelajaran, makanya aku mengendap-endap kekantor karena mendengar kalian ada di sana. " jawab Nitin.


"begitu ya. " ucap nizuan.


"jika sudah begini apa boleh buat, baiklah, kau boleh ikut bertarung tapi jangan memaksa kan dirimu, deros sensei itu sepertinya tidak main-main lho. " kata zenah yang memperingatinya.


"baiklah, aku juga akan bertarung sebisa mungkin. " kata Nitin dengan bersemangat.


setelah itu mereka semua pun semakat untuk membantu jelan melawan deros sensei di lapangan belakang sekolah, lalu mereka pun bergegas untuk pergi ke sana.

__ADS_1


BERSAMBUNG...........


__ADS_2