
Episode 261
di kota zenai, Sazar, komandan kota pasir yang terus bergerak menuju ke kerajaan dengan menunggangi kuda berzirah..........
"hmp, ini lebih mudah dari yang kubayangkan. " kata Sazar sambil tersenyum kecil melihat disekitarnya sepi tidak ada penjagaan.
lalu saat Sazar sudah berada di taman kota, terlihat tim Ardian, tim Opel dan tim Rowi sudah menunggunya dengan tatapan serius.
"akhirnya muncul juga lawan ku. huh, anak-anak ya. " kata Sazar yang terlihat kecewa saat melihat lawannya itu.
"kami tidak akan membiarkan mu menuju ke kerajaan. " kata Opel yang bersedia untuk bertarung.
"cih, pemimpin kota ini pasti sudah meremehkan ku, aku memberikan kesempatan kalian hidup, jika kalian menyingkir dari jalanku. " kata Sazar dengan ekspresi serius.
"hmp, kau kira kami akan mundur begitu juga, jangan terlalu banyak berharap. " kata Rowi sambil tersenyum kecil.
"kalian memang ingin mati ya, baiklah, aku tidak akan segan-segan membantai kalian. " kata Sazar sambil menghunuskan pedangnya yang sudah diperkuat itu.
sementara itu di lain tempat, salah satu rekannya Kazai yang hendak menuju ke kerajaan dengan memanjat bangunan satu ke bangunan lain, tiba-tiba saja di hentikan oleh tim Alan di atap gedung bangunan yang tinggi.
"padahal kukira tidak ada yang tahu jika aku menyusup dari atas, ternyata tetap saja ketahuan ya. " kata Kazai sambil menghela nafas sejenak lalu menyiapkan senjata tali nya untuk bertarung.
"pengguna senjata tali ya. " Alan yang melihatnya dengan ekspresi serius.
"Alan kita harus berhati-hati, sepertinya tali itu bukanlah tali biasa. " kata Pinksy yang menasehatinya.
"ya, aku tahu itu. " ucap Alan yang bersiap untuk bertarung.
Sementara itu di diluar benteng, pasukan kota zenai dan pasukan kota pasir yang masih bertarung satu sama lain.............
"ini rencananya, suna dan saki alihkan perhatian para pasukan kota pasir, buat mereka sibuk, sementara Zahra, Seina, Konori dan aku akan diam-diam memberitahu secara singkat apa yang terjadi kepada kak razord, dia pasti bisa memahami perkataan kita, karena saat ini hanya kak razord yang paling tahu kita dan percaya kepada kita. " kata Nijin yang sudah memikirkan rencananya.
"huh, aku dan saki yang harus mengalihkan perhatian mereka ya. " kata suna yang terkejut mendengar rencana Nijin itu.
"apakah kalian sanggup ?. " tanya Nijin dengan ekspresi serius.
"ya, kami akan melakukan apapun jika itu bisa menghentikan perang ini. " jawab suna dengan ekspresi serius.
"lalu bagaimana dengan ku ?. " tanya Radin.
"Radin, kau carilah tempat yang tepat untuk memantau, jika ada seseorang yang mencurigakan bidik lah dengan menggunakan senapan mu. " jawab Nijin.
"baiklah, akan kulakukan. " kata Radin dengan bersemangat.
"Jaken, kau bersedia lah jika ada kemungkinan terburuk. " kata Nijin.
"hah, tidak perlu kau beritahu aku sudah tahu. " kata Jaken sambil memejamkan matanya dengan tenang.
"kalau begitu baguslah, semuanya bersiap sedia lah, mulai dari sini kita akan bertarung melawan waktu, tingkat keberhasilannya lima puluh banding lima puluh, keberuntungan yang akan menentukan keberhasilan kita. " kata Nijin yang hendak memulai rencananya itu.
setelah itu mereka pun menjalankan rencana mereka, di tengah peperangan itu.
"sudah berjam-jam berlalu sejak peperangan ini dimulai, sebenarnya berapa banyak pasukan kota pasir itu. " kata Stalker yang sudah mulai kelelahan.
"apa tidak ada sesuatu yang bisa menghentikan perang ini ya. " kata Saula didalam hatinya yang juga sudah mulai kelelahan.
__ADS_1
"mereka sudah mulai kelelahan, semuanya tetap semangat dan serang terus, jangan biarkan mereka beristirahat. " kata salah satu pasukan dari kota pasir itu yang masih bersemangat.
"berhenti !!. " teriak suna yang menampakkan dirinya di tengah-tengah peperangan itu.
"huh, siapa. " salah satu pasukan dari kota pasir yang melihatnya.
seketika seluruh pasukan pun melihat Suna yang menampakkan dirinya dengan mencolok itu.
"(semoga berhasil, semoga berhasil, semoga berhasil). " kata Saki dibelakangnya yang ketakutan ketika seluruh pasukan melihat ke arah Suna.
"huh, bukankah dia itu orang termuda yang masuk pasukan kerajaan. " kata salah satu pasukan kota pasir yang pernah mendengarnya.
setelah melihat Suna dan Saki berusaha mengalihkan perhatian mereka, Zahra, Seina, Konori dan Nijin pun dengan sigap segera masuk dan berbaur di antara para pasukan kota zenai lalu menghampiri razord dengan diam-diam.
"semuanya, hentikanlah peperangan konyol ini. " kata Suna yang menahan rasa takutnya.
"apa yang dikatakan pengkhianat ini yang lari dari peperangan lebih dulu. " kata salah satu pasukan yang melihatnya kabur.
mendengar itu suna pun langsung terdiam ketakutan dengan ekspresi memucat, lalu tiba-tiba saja ia membayangkan dirinya di hukum dan siksa raja tanah di ruang penyiksaan yang pernah dilihatnya, di tengah kepanikan itu, Saki yang tadinya juga ketakutan pun akhirnya memaksakan dirinya untuk berbicara karena khawatir melihat Suna yang terus meneteskan keringat dinginnya.
"hmp, sudah terlambat, kami semua akan melaporkan semua tindakan mu kepada raja tanah. " kata salah satu pasukan dari kota pasir.
"lalu memangnya kenapa, sebenarnya kalian hanya mengincar jabatan istimewa dan kekayaan yang dihadiahkan oleh raja tanah kan, hmp, hal seperti itu harus didapat dari usaha kalian sendiri, wahai orang-orang bodoh !!. " kata Saki dengan lantang.
"(huh, aku tidak pernah tahu Saki bisa marah seperti itu, ini pertama kalinya aku melihat ekspresi nya seperti itu, benar-benar keren). " kata Suna didalam hatinya yang kagum dengan sahabatnya itu.
"cih, bunuh mereka berdua. " kata salah satu pasukan kota pasir yang kesal mendengarnya.
setelah itu beberapa pasukan pun langsung mengepung Suna dan Saki dan hendak membunuhnya........
"tenang saja, aku akan selalu bersama mu sampai di alam sana. " kata Suna sambil menggenggam tangan Saki dengan tersenyum.
"Suna, aku menyukai mu. " ucap Saki disaat-saat terakhir itu.
"Aku juga. " ucap Suna dengan ekspresi serius sambil menahan rasa malunya.
lalu saat keduanya hendak dibunuh dalam situasi itu, tiba-tiba saja beberapa orang yang mengepungnya tidak bisa bergerak.
"huh, apa ini, aku tidak bisa bergerak. " kata salah satu pasukan kota pasir yang mengepungnya.
"jari-jari bayangan penjerat. " ucap Zahra yang menghentikan pergerakan pasukan kota pasir yang mengepung Suna dan Saki.
kemudian disusul oleh Stalker yang menyelamatkan Suna dan Saki di tengah-tengah kepungan itu.
"posisi yang bagus kalian berdua. " kata Zahra sambil tersenyum kecil.
"huh, kami selamat. " suna yang tadinya putus asa bisa bernafas kembali.
"kalian sudah berjuang, syukurlah bisa tepat waktu. " kata Seina yang tadinya panik melihat Suna dan Saki hendak dibunuh.
"tapi bagaimana bisa ?, ini tidak ada dalam rencana kan. " tanya Saki mengingat rencananya itu.
"ya, sepertinya tadi itu adalah keberuntungan bisa menyelamatkan kalian, Zahra tiba-tiba saja mempunyai firasat buruk di tengah-tengah kegentingan itu. " kata Nijin.
I--------------------------------------------I
__ADS_1
flashback beberapa saat yang lalu..........
sesaat Zahra, Nijin, Seina dan Konori hendak menghampiri razord dan membicarakan semua yang terjadi, tiba-tiba saja Zahra berhenti di tengah-tengah nya.
"huh, Zahra, kenapa kau berhenti, kita harus cepat. " kata Nijin.
"aku khawatir dengan mereka berdua, Nijin, Konori, Seina, kalian bertiga teruskan lah rencananya. " kata Zahra yang langsung berlari ke barisan depan.
"Nijin, bagaimana ini ?. " tanya Konori yang khawatir melihat Zahra.
"kita harus meneruskannya. " kata Nijin dengan ekspresi serius.
"tapi... " Konori yang masih khawatir.
"percayalah kepada Zahra, dia pasti akan baik-baik saja. " kata Nijin.
"baiklah. " ucap Konori yang akhirnya terus mengikuti Nijin melanjutkan rencananya.
sementara Nijin, Konori dan Seina menjelaskan semua yang terjadi kepada Razord, sesampainya Zahra di barisan depan pun langsung terkejut dengan ekspresi khawatir melihat Suna dan Saki dikepung oleh pasukan kota pasir, Venar yang tidak jauh dari situ melihat Zahra pun langsung menghampirinya.
"hey kau, ini adalah Medan perang, anak-anak harus segera mengungsi. " kata Venar yang hendak mengevakuasinya.
"tunggu, teman ku yang di sana dalam bahaya, aku harus segera menolongnya. " kata Zahra yang mencoba berfikir untuk menyelamatkan Suna dan Saki.
"mereka berdua teman mu ya, sayang sekali ya. " kata Venar yang merasa tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkannya.
"tolong bantu aku. " ucap Zahra yang terfikir kan sesuatu.
"huh, itu mustahil, kita tidak akan bisa...... " kata Stalker yang langsung dipotong oleh Zahra.
"tentu saja bisa, ada satu hal yang bisa dilakukan. " kata Zahra kemudian menyampaikan ide nya itu di saat-saat genting.
di waktu yang kebetulan, Razord menyampaikan semua yang terjadi kepada para ninja elite dan itu membuat waktu menjadi singkat, pada akhirnya Suna dan Saki bisa diselamatkan karena ide dari Zahra itu.
I--------------------------------------------I
"ini semua karena Zahra, rencananya menjadi jauh lebih mulus. " kata Nijin.
"itu berlebihan. " kata Zahra yang menyembunyikan rasa malunya.
"terimakasih Zahra, kalau tidak ada kau kami berdua pasti sudah terbunuh. " kata Suna.
"janji adalah janji, aku tidak akan melanggar janji ku, tidak akan pernah. " kata Zahra sambil tersenyum kecil.
"kau telah menjamin keselamatan kami, kami benar-benar berterimakasih kepada mu. " kata Saki.
"tidak perlu berterimakasih, kita adalah teman kan. " kata Zahra.
"ya, kami senang menjadi salah satu teman kalian. " kata Suna.
"kami juga. " kata Zahra.
setelah itu kedua pasukan itu pun akhirnya mencoba menyelesaikan masalah dengan berbicara secara perwakilan.
BERSAMBUNG...............
__ADS_1