Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Misi penyelamatan berlanjut


__ADS_3

Episode 204


di ruangan singgasana raja Undead, Ardian yang bertarung melawan Alkane.......


"kekuatan fisik nya benar-benar kuat. " kata Ardian yang menahan rasa sakitnya setelah beberapa saat yang lalu bertarung adu fisik.


"hmp, kelihatannya tubuh mu itu tidak sebanding melawan ku, benar-benar membosankan. " kata Alkane sambil tersenyum sombong.


"jangan sombong dulu, aku masih belum berniat menyerah melawan mu. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"huh, kau sangat merepotkan sekali ya. " ucap Alkane yang terlihat kesal saat mendengar perkataan Ardian.


I---------------------------------------I


Sementara itu Zela dan Zahra yang turun dari menara pengintai setelah berhasil mengalahkan raja Undead........


"hey, apa aku boleh meminta satu hal egois ku kepada mu. " pinta Zahra dengan ekspresi gelisah.


"selama aku bisa melakukannya akan kulakukan. " kata Zela mengentikan langkah kakinya dengan ekspresi tenang sambil memejamkan matanya.


"tolong selamatkan mereka semua *yang di penjara di kawasan t*empat ini, kumohon. " pinta Zahra sambil menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya.


"angkat kepala mu dan tunjukkan jalan nya. " ucap Zela dengan ekspresi tenang setelah menoleh kebelakang.


"baiklah, dan terimakasih. " ucap Zahra dengan pelan.


lalu setelah itu Zahra pun menunjukkan jalan menuju penjara di kawasan kastil itu.


I--------------------------------------------I


di dalam kastil, Ardian yang terlempar berulangkali menahan serangan Alkane........


"uhuk, uhuk, (dia memang sangat keras). " ucap Ardian didalam hatinya sambil muntah darah dan menahan rasa sakitnya akibat serangan keras dari Alkane.


"sudah cukup, aku akan menyegel sisa kekuatan Undead ini, sebaiknya kau diam saja disitu dan jangan mengganggu. " kata Alkane sambil perlahan-lahan berjalan ke arah mesin penyegel kekuatan Undead yang sudah dibocorkan oleh Ardian itu.


lalu saat hendak menyentuh mesin itu, sebuah bola api biru mengarah ke arah Alkane dan membuatnya langsung mengindari serangan yang satu itu.


"kau !!. " ucap Alkane yang menoleh ke arah Ardian dengan ekspresi kesal dan marah.


"mana mungkin aku hanya diam saja disini. " kata Ardian sambil tersenyum kecil setelah melemparkan bola api biru ke arah Alkane.


"baiklah kalau begitu, aku tidak akan segan-segan menghancurkan mu dengan satu pukulan. " kata Alkane sambil berjalan perlahan-lahan ke arah Ardian dengan mengepalkan sarung tangan besinya yang amat keras itu.

__ADS_1


"coba saja kalau kau bisa. " ucap Ardian sambil mundur perlahan-lahan ke belakang melihat posisi serangan Alkane dengan menggunakan kacamata Otobot nya.


"rasakan ini !!. " kata Alkane dengan lantang sambil memukul tepat ke arah Ardian dengan mengayunkan nya ke depan.


I----------------------------------------I


sementara itu Zela dan Zahra yang sampai di tempat kawasan penjara kastil........


"inikah tempatnya ?. " tanya Zela.


"ya. " ucap Zahra sambil berjalan perlahan-lahan melihat sekeliling penjara itu.


lalu tiba-tiba saja Zahra menghentikan langkah kaki nya dan terkejut saat melihat jaken bersama seorang nenek yang juga kebetulan lewat didepannya.


"nenek. " ucap Zahra yang langsung terdiam dan meneteskan air mata saat melihatnya.


"siapa kalian ?. " tanya jaken dengan ekspresi waspada.


"jaken, tenanglah sedikit. " kata Zahra sambil perlahan-lahan menyentuh dahi nya.


lalu sebuah aura kegelapan pun keluar dari dahi jaken dan ingatan nya juga kembali, lalu saat melihat Zahra, jaken pun terkejut dan senang dengan terharu.


"aku sudah mengingatnya, Zahra. " ucap jaken yang terbaru saat melihat Zahra.


melihat itu nenek nya pun langsung memeluknya dengan erat dan menangis karena terharu.


"Zahra, syukurlah kau baik-baik saja. " kata nenek nya yang memeluknya dengan menangis tersedu-sedu.


"ya, akhirnya kita berhasil nenek, kita sudah bebas. " ucap Zahra yang berusaha menenangkan neneknya itu.


"aku percaya kau bisa melakukannya. " kata nenek nya yang mencoba menenangkan dirinya.


"sebenarnya ada seseorang yang membantu ku disaat aku sedang pasrah dan putus asa, orang itu lah yang memikirkan apa yang harus kulakukan dan memberiku jalan keluar di setiap masalah ku. " kata Zahra.


"aku tahu orang itu, dia benar-benar seperti seorang pangeran ya. " kata neneknya sambil melihat Zela yang pura-pura tidak mendengar dan hanya memejamkan matanya.


"apa seharusnya aku tidak berada di sini. " ucap Zela dengan ekspresi tenang.


"aku ucapkan banyak terimakasih anak muda, kalian sungguh benar-benar pemberani saat mengambil keputusan. " kata neneknya Zahra itu sambil menundukkan kepalanya.


"tidak masalah, aku hanya melakukan hal yang bisa kulakukan, hanya itu saja, selain itu nenek bilang kalian, apakah ada seseorang yang berada disini sebelumnya ?. " tanya Zela.


"ya, dialah yang sudah membebaskan ku dari ruangan penjara. " jawab Zela.

__ADS_1


"tidak salah lagi itu Ardian, dia benar-benar sangat cepat membaca keadaan suasana, aku tidak mungkin bisa mendahului nya. " kata Zela sambil tersenyum kecil.


"maksudmu orang itu. " ucap Zahra yang teringat Zela pernah mengatakan orang itu.


"ya, dialah leader yang memimpin misi penyelamatan ini. " kata Zela.


"begitu ya. " ucap neneknya Zahra.


"selain itu dia benar-benar nekat sekali, walaupun ingatan ku sebelumya belum kembali, tanpa sadar aku sudah membantu perjalanan nya sampai disini, pada akhirnya dia meninggalkan ku dan berjuang sendirian. " kata jaken yang mengingat semuanya.


"dia dari dulu memang seperti itu. " ucap Zela sambil tersenyum kecil.


"lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, nak Zela ?. " tanya neneknya Zahra.


"jika temanku sekarang sedang berjuang mati-matian didalam kastil menyelesaikan semuanya, aku yang akan melakukan misi penyelamatan. " jawab Zela dengan ekspresi serius.


"aku juga akan membantu mu. " kata Zahra dengan ekspresi serius.


"baiklah kalau kau memaksa. " kata Zela yang tidak bisa menolak bantuannya saat melihat ekspresi nya itu.


"jaken, tolong bawa nenek keluar dulu, kami akan kembali setelah menyelamatkan semuanya yang masih ada didalam. " ujar Zahra.


"aku mengerti. " ucap jaken.


kemudian Zela dan Zahra pun masuk kedalam ruangan penjara itu lebih dalam dan bertemu dengan beberapa warga yang di kurung di tempat itu.


"lihat, putri kegelapan datang. " kata salah satu warga yang sangat senang saat melihatnya.


seketika semua warga disitu pun langsung bersorak gembira saat melihat Zahra mendatangi tempat penjara mereka itu.


"semuanya tenanglah, kami akan membebaskan kalian satu persatu. " ucap Zahra dengan ekspresi tenang.


"nak Zahra, siapa laki-laki dibelakang mu itu ?. " tanya salah satu warga.


"tenang saja, dialah orang yang akan membebaskan kalian semua. " jawab Zahra meyakinkan warga-warga.


"tolong jangan menganggap ku seperti sebuah alat. " kata Zela sambil memejamkan matanya.


"maaf, aku tidak tahu bagaimana cara ku memperkenalkan mu kepada mereka. " kata Zahra sambil tersenyum kecil.


"lupakan saja, selain itu tujuan ku datang ke tempat ini juga sudah tercapai. " kata Zela saat melihat ketiga penjaga terkuat kota zenai dengan keadaan lemas terkurung di salah satu penjara itu.


BERSAMBUNG...............

__ADS_1


__ADS_2