
episode 115
saat melihat tangan Ardian yang gosong terbakar, nenek mireha pun mendekatinya lalu menyembuhkan luka bakarnya itu.
"tahanlah sebentar. " ucap nenek mireha sambil menyembuhkan Ardian dengan kekuatan rubah nya.
beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja mizhura menghampiri mereka di ruangan pribadi nenek nya.
"apa yang terjadi ?. " tanya mizhura yang terlihat seperti terburu-buru.
saat melihat neneknya sedang menyembuhkan Ardian, mizhura pun langsung memejamkan matanya dan menghela nafasnya.
"sudah kubilang kan, aku ingin bicara empat mata dengan anak ini. " kata nenek mireha.
"aku tahu itu, tapi aku mencium bau kebakaran dari ruangan nenek, makanya aku langsung bergegas ke sini. " kata mizhura.
"anak ini sudah memadamkan apinya, api roh milikku. " kata nenek mireha sambil melihat ke arah Ardian yang masih menahan rasa sakitnya.
"tidak mungkin, bagaimana bisa dia memadamkan api dengan tangan kosong, apalagi itu adalah api roh, itu sangat tidak masuk akal kan. " kata mizhura yang terkejut setelah mendengar perkataan neneknya.
"tapi itulah kenyataannya. sudah kuduga cucu jelan memang hebat. " kata nenek mireha sambil tersenyum kecil.
setelah beberapa saat, Ardian pun terbangun dan bekas luka bakar nya juga menghilang.
"(luka bakar ku sudah hilang semua, hebat sekali teknik penyembuhan dari nenek mireha itu). " kata Ardian didalam hatinya sambil melihat tangannya yang gosong tadi sudah kembali seperti semula.
"kau sudah bangun ya, ini minumlah. " ucap nenek mireha yang datang menghampirinya sambil membawa segelas air putih untuk Ardian.
"terimakasih, ternyata nenek adalah orang yang baik. maaf sudah mengatakan hal buruk kepada nenek sebelumnya. " kata Ardian sambil menerima segelas air putih itu.
"tidak apa-apa, lagipula perkataan mu sebelumnya ada benarnya juga. " kata nenek mireha dengan tenang.
"huh. " ucap Ardian dengan terkejut saat mendengar perkataan nenek mireha.
"seharusnya aku tidak memancing mu dari awal, aku tahu alasan nya kenapa nenek mu tidak memberitahu mu dengan lengkap tentang tragedi naga itu, jawabannya simpel saja, itu karena nenek mu masih trauma dengan kejadian itu, benarkan. " kata nenek mireha.
setelah mendengar perkataan nenek mireha, Ardian hanya menundukkan kepalanya kebawah dan memasang ekspresi gelisah.
"ayo kita keluar, aku ingin memberitahukan sesuatu kepada mu. " kata nenek mireha mengajak Ardian untuk keluar rumah dan pergi ke halaman.
"Ardian, kau sudah selesai ya ?. " tanya gerad yang melihat Ardian sudah kembali.
"belum, ada hal yang nenek mireha ingin katakan kepada ku diluar. " jawab Ardian kemudian berjalan keluar dari rumah menuju halaman.
__ADS_1
"aku penasaran, apa yang dilakukannya ya. " kata mbak ciria.
"sebaiknya ayo kita lihat. " ucap gerad.
kemudian teman-teman Ardian pun menguntit Ardian dari belakang sambil mengendap-endap.
"nama mu ?. " tanya nenek mireha tiba-tiba saja berhenti saat sampai di halaman rumah.
"Ardian. " jawab Ardian.
"bagaimana keadaan nenek mu ?. " tanya nenek mireha sambil memejamkan matanya.
"untuk saat ini sepertinya nenek baik-baik saja. " jawab Ardian.
"syukurlah kalau begitu. " ucap nenek mireha.
"kenapa nenek membawa ku kesini ?. " tanya Ardian.
"serang aku. " ucap nenek mireha dengan tenang.
"huh, kenapa aku harus menyerang nenek ?. " tanya Ardian dengan terkejut saat mendengar ucapan nenek mireha.
"sudahlah, cepat serang aku. " kata nenek mireha membalikkan badannya.
"kalau begitu aku akan memaksamu untuk menyerang ku. " kata nenek mireha kemudian mengeluarkan api rubah nya dan melemparkannya ke arah Ardian.
seketika itu Ardian langsung menghindari serangan beruntun dari nenek mireha itu, tapi Ardian masih belum menggunakan kekuatannya sedikitpun, di balik pohon yang berada di halaman, teman-temannya Ardian masih menguntit Ardian dan melihat pertarungan mereka dari kejauhan.
"apakah nenek mireha serius untuk bertarung dengan Ardian ?. " tanya mbak ciria dengan khawatir.
"tentu saja serius, kapan nenek mireha pernah bermain-main. " jawab gerad.
"kenapa Ardian hanya mengindari serangannya dan tidak membalasnya. " kata Lena.
"pasti ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. " kata grane.
"(kak Ardian, berhati-hati lah). " kata Nizar didalam hatinya.
"apa yang kalian semua lakukan disini ?. " tanya gadis yang menghalangi mereka saat akan masuk kedalam rumah mizhura.
"kau adiknya mizhura kan. " ucap mbak ciria.
setelah mendengar ucapan mbak ciria, gadis itu memasang ekspresi serius dan menodong kan tombaknya ke arah mereka.
__ADS_1
"tenanglah, kami hanya..... " kata Lena langsung dipotong oleh gerad.
"biar aku yang akan bicara dengan gadis itu. " kata gerad memotong perkataan Lena dan perlahan-lahan berjalan ke arah gadis itu dengan ekspresi datar.
saat perlahan-lahan mendekatinya, gadis itu merasa terancam, lalu mengayunkan tombaknya, seketika gerad langsung memegang mata tombak itu dengan tangan kosong, alhasil tangannya mengeluarkan darah tapi ekspresinya tidak berubah dan itu membuat gadis itu gemetaran sampai terdiam tidak bisa berkata-kata lagi.
"aku hanya ingin mengembalikan ini kepada mu. " kata gerad sambil mengeluarkan liotin dari sakunya dan memberikannya kepada gadis itu.
"itu liotin yang ketiga, kenapa bisa ada padamu ?. " tanya gadis itu dengan terkejut saat melihat liotin itu.
"huh, aku tidak mengerti apa yang kau maksud, tapi ini adalah pemberian dari kakakmu, kau sudah besar ya, miluna. " jawab gerad sambil tersenyum.
"kenapa, kenapa kau bisa tahu namaku ?. " tanya miluna dengan terkejut karena gerad mengetahui namanya.
"karena dialah orang yang membantu ku merawat mu saat kau masih kecil. " kata mizhura yang tiba-tiba saja datang dengan tenang.
"seharusnya kau tidak perlu mengatakannya lagi. " kata gerad sambil menahan rasa malunya.
"cih. " ucap miluna kemudian pergi meninggalkan mereka semua dengan ekspresi kesal.
"gerad, kenapa kau hendak memberikan liontin itu kepada nya, bukankah aku menyuruhmu untuk tidak menampakkan nya lagi ?. " tanya mizhura dengan ekspresi serius.
"aku merasa bersalah kalau terus membawanya, sebaliknya aku tidak bisa membuangnya karena ini adalah kenangan terbaik ku, ku harap ada seseorang yang bisa ku percaya untuk menyimpannya. " kata gerad dengan ekspresi resah sambil menggenggam erat liotin nya itu.
"huh, terserah kau saja, cepatlah kalian semua kembali ke dalam jika tidak ingin berurusan dengan nenek ku. " kata mizhura menyuruh mereka semua kembali masuk kedalam rumahnya.
saat gerad hendak mengikuti mereka semua masuk kedalam, tiba-tiba saja mizhura mencegahnya.
"tunggu dulu. " ucap mizhura kepada gerad.
"ada apa ?. " tanya gerad dengan ekspresi datar.
"aku ingin bicara sebentar dengan mu. " kata mizhura dengan tenang.
kemudian mereka berdua pun duduk di bawah pohon itu lalu memulai pembicaraan pribadi mereka....
"apa yang ingin kau bicarakan ?. " tanya gerad menoleh ke arah mizhura.
"maaf. " ucap mizhura sambil menundukkan kepalanya kebawah.
"huh, kenapa. " ucap gerad yang kebingungan saat mendengar ucapan mizhura.
seketika itu pembicaraan mereka berdua menjadi membingungkan dan terungkap sudah apa yang terjadi di masa lalu mereka berdua di episode selanjutnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........