Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
latihan yang berbahaya (prolog: masa lalu kakek jelan bab 4)


__ADS_3

episode 76


setelah latihan melawan kloningan selesai, jelan ketiduran di pondok karena kelelahan.


"hey anak muda, kau ingin melanjutkan latihan mu atau tidak. " kata Kakek tua sambil membangunkan jelan yang ketiduran.


"sensei, maaf aku ketiduran, berapa lama aku beristirahat ?. " tanya jelan setelah terbangun.


"mungkin kurang lebih 20 menit. " kata mireha yang duduk di sampingnya.


"selama itukah kalian menunggu ku bangun. " ucap jelan dengan terkejut.


"kau tidur sangat nyenyak, aku tidak tega membangunkan mu, satu-satunya orang yang tega membangunkan mu adalah kakek tua ini. " kata mireha sambil melihat ke arah kakek tua itu.


"apa boleh buat. " ucap Kakek tua itu dengan pelan.


"sekarang tenagaku sudah kembali, berikan aku latihan selanjutnya, sensei. " pinta jelan dengan bersemangat.


"baiklah, latihan selanjutnya akan lebih sulit lagi. " kata kakek tua itu.


"aku tidak perduli. " ucap jelan dengan lantang.


"sudah kuduga kau akan mengatakannya. " kata Kakek tua itu dengan ekspresi tenang.


mireha yang mendengarnya hanya tertawa kecil.


"latihan selanjutnya adalah pergi ke hutan. " kata kakek tua itu.


"ke hutan. " ucap jelan.


"carilah bubuk obat dari tanaman pemakan di sebuah gua terpencil di tengah hutan bukit, itulah latihan mu kali ini. " kata kakek tua itu.


"tunggu, bukankah itu terlalu berbahaya. " kata mireha dengan ekspresi serius.


"akan kulakukan. " ucap jelan dengan percaya diri setelah itu langsung pergi menuju ke hutan.


"apakah kau akan membiarkannya begitu saja ?, kakek tua. " tanya mireha dengan resah.


"jika kau menghawatirkan nya, kenapa kau tidak mengikutinya saja. " jawab kakek tua itu dengan tenang.

__ADS_1


"cih. " ucap mireha dengan kesal kemudian pergi ke arah hutan menyusul jelan.


lalu saat berjalan di hutan, jelan dihadang oleh para bandit hutan yang akan menyergapnya.


"hey, kau bocah yang kemarin menyerang anak buah ku kan. " kata bos bandit hutan itu.


"jadi kau bosnya ya. " ucap jelan dengan ekspresi serius.


"hehehe, aku tidak akan membiarkan mu kabur, bocah. " kata bos bandit hutan itu setelah tertawa kecil.


"aku tidak akan kabur. " kata jelan sambil mengeluarkan pedangnya untuk kedua kalinya.


para bandit hutan itu pun menyerang jelan dengan bersamaan, lalu saat para bandit hutan itu sudah berada didepannya dan hendak menebasnya, jelan langsung menyerang mereka dengan gesit menggunakan elemen anginnya sebagai kecepatan lalu elemen apinya sebagai serangannya, seketika itu semua bandit hutan itu pun tumbang dan diwaktu bersamaan jelan sudah kehabisan tenaganya.


"sepertinya untuk bocah seperti mu tenaga mu tidaklah banyak. " kata bos bandit hutan itu yang tersisa.


"ternyata menggunakan kekuatan elemen secara bersamaan itu mengonsumsi banyak tenaga, kukira aku bisa lebih cepat untuk mengalahkan mereka. " kata jelan didalam hatinya dengan kelelahan karena kehabisan tenaga.


lalu bos bandit hutan itu pun maju ke arah jelan dan hendak menebasnya, karena kelelahan, jelan tidak bisa bergerak dari tempatnya ataupun menghindar, saat jelan sudah pasrah, tiba-tiba saja mireha datang diwaktu yang tepat.


"api rubah. " ucap mireha yang tiba-tiba saja datang menyelamatkan jelan.


"mireha, kenapa kau ada disini ?. " tanya jelan dengan terkejut saat melihat mireha datang menyelamatkannya.


"apa maksudmu, kau hampir mati tadi jika aku tidak datang. " jawab mireha dengan ekspresi serius.


"kalau begitu terimakasih, aku tertolong. " ucap jelan sambil tersenyum.


"apakah kau serius untuk mencari bubuk obat itu ?. " tanya mireha dengan ekspresi tenang.


"tentu saja. " jawab jelan dengan bersemangat.


"kalau begitu aku akan mengantarkan mu ke gua itu. " kata mireha.


"heh, kau tahu tempatnya ?. " tanya jelan.


"jadi kau kesini tanpa tahu tempatnya ya. " ucap mireha.


"ya begitulah, aku terlalu bersemangat untuk latihan ini. " kata jelan sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"dasar, kalau begitu ikuti aku. " kata mireha kemudian berjalan menunjukkan jalannya.


lalu sesampainya di depan pintu masuk gua itu.......


"ini gua nya. " kata mireha sambil menunjuk ke arah gua itu.


"oh, aku tidak tahu ada gua sebesar ini. " kata jelan kagum.


"berhati-hati lah, aku akan menunggu mu di luar. " kata mireha sambil memejamkan matanya.


"kenapa ?. " tanya jelan.


"ini latihan mu kan. " jawab mireha yang masih memejamkan matanya.


"tidak, aku tidak akan bisa mengalahkan tumbuhan pemakan itu sendirian, ku mohon, tolong lah. " pinta jelan sambil memegang tangan mireha.


"cih, bukankah kau sangat bersemangat untuk latihan mu ini, hadapi saja sendirian. " kata mireha membuka matanya.


"saat aku melawan bandit hutan itu sendirian, aku pikir diriku mampu untuk mengalahkan mereka semua, tapi kenyataannya aku tidak bisa mengalahkannya sendirian tanpa bantuan mu tadi, sekarang aku sudah mengetahui dimana batas kemampuan ku saat ini berkat dirimu, mireha. " kata jelan dengan ekspresi serius.


"baguslah jika kau sudah peka dengan kemampuan mu sekarang. " kata mireha dengan senang.


"jadi, apakah kau akan membantu ku ?. " tanya jelan.


"terserah. " jawab mireha dengan tenang.


"baiklah, ayo masuk. " kata jelan dengan bersemangat.


lalu saat didalam gua itu, jelan dan mireha menggunakan kekuatan elemen api mereka untuk membuat obor dari tangannya.


"sepertinya gua ini sangat dalam, apakah kau sudah pernah memasukinya ?. " tanya jelan.


"tidak, sebenarnya Kakek tua itu melarang ku untuk memasukinya karena berbahaya, aku menemukan gua ini saat mencari zenah yang kabur dari rumah, lalu saat aku kembali untuk bertanya kepada kakek tua itu mengenai gua yang kutemukan, dia bilang jika gua itu adalah gua tempat dimana tumbuhan pemakan hidup dan panjang gua ini juga seperti ular raksasa, begitulah kata kake**k tua itu. " jawab mireha.


"sepertinya aku merasakan ada sesuatu yang datang dari arah berlawanan. " kata jelan mengentikan langkah kakinya dan memperhatikan dengan seksama sesuatu yang akan datang ke arahnya.


"aku juga merasakannya. " kata mireha yang baru saja menggerakkan telinga tubuhnya.


"hmm, apa itu. " ucap jelan melihat sesosok makhluk yang samar-samar dari balik kegelapan gua.

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2