Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Insting dan Taktik bertarung


__ADS_3

Episode 193


jaken setelah dipukul oleh Ardian tiba-tiba saja teringat sesuatu yang samar-samar dilihatnya.......


jaken yang berada di suatu tempat bersama beberapa orang yang tidak diingat wajahnya sedang berbicara satu sama lain.


"kau selalu saja gegabah, hilangkan kebiasaan buruk mu itu, jaken. " kata suara seorang gadis yang berbicara kepadanya tapi jaken tidak mengingat wajahnya.


"(siapa). " ucap jaken didalam hatinya yang kebingungan sendiri saat melihat ingatan nya itu.


"memang seperti itulah jaken, benar begitu kan, ketua. " ucap seorang pria yang tidak diingat wajahnya.


"(kenapa aku merasa seperti melupakan sesuatu yang penting didalam hidupku, sejak awal darimana aku ini datang, dan siapa mereka semua ini, rasanya tidak asing mendengar suara mereka). " kata jaken yang kebingungan sendiri.


"tetaplah dijalan yang benar, semuanya. " ucap ketua yang tidak diingat wajahnya.


"(tetap di jalan yang benar, begitu ya, aku terlambat menyadarinya, apa yang sebenarnya kulakukan disini, harusnya aku bersama mereka, tapi siapa). " kata jaken didalam hatinya sambil memegang kepalanya yang terasa pusing setelah mengingat beberapa hal.


"huh, akhirnya selesai juga. " ucap Ardian sambil duduk kelelahan setelah berhasil mengalahkan jaken.


"kau berhasil Ardian. " ucap Otobot yang ikut senang.


"ya, tanpa bantuan penglihatan mu tadi aku tidak mungkin bisa melihat celah sedekat itu. " kata Ardian yang sempat menggunakan penglihatan Otobot untuk memukul jaken sebelum terjatuh.


"kalau begitu syukurlah, aku akan kembali beristirahat dengan tenang sekarang. " kata Otobot yang hendak menonaktifkan sistem penglihatan nya.


"tidurlah dengan nyenyak, partner. " kata Ardian sebelum Otobot menonaktifkan sistem nya.


lalu setelah berbicara sebentar dengan Otobot, Ardian pun perlahan-lahan berjalan ke arah jaken yang terlihat kesakitan sambil erat memegang kepalanya, saat jaken perlahan-lahan membuka matanya, ia melihat Ardian yang mengulurkan tangannya berniat untuk membantu nya berdiri.

__ADS_1


"kenapa, kenapa kau menolong musuh mu, aku lah yang sudah menyerang mu duluan. " tanya jaken dengan tatapan serius di mata nya.


"kau masih punya sesuatu yang ingin kau lakukan selama hidup mu kan, kenapa kau tidak mencari tujuan hidup mu daripada membuang sia-sia hidup mu hanya untuk berada dijalan tidak benar, sejak awal aku tidak mempunyai niat untuk bertarung tanpa alasan, selama ini aku hanya mengikuti prinsip ku sendiri, apa yang bisa kulakukan akan kulakukan, aku tidak suka memaksa dan aku juga tidak ingin dipaksa, jika kau sudah mendapatkan tujuan untuk hidup, kau bisa menjadi apa saja yang kau inginkan. " kata Ardian sambil tersenyum.


"tujuan hidup ya, sepertinya aku tidak asing mendengar perkataan mu itu, mirip dengan seseorang yang pernah kukenal. " ucap jaken yang mengingat beberapa hal yang tidak asing baginya lalu meraih tangan Ardian untuk berdiri.


"benarkah, sejujurnya aku tidak mempunyai banyak waktu disini, aku harus segera mencari teman-teman ku dan menyelamatkan ketiga penjaga terkuat kota zenai. " kata Ardian yang hendak langsung pergi begitu saja.


"tunggu, kau tidak akan semudah itu menemukan teman-teman mu di kota seluas ini. " kata jaken.


"kau benar, aku juga tidak mempunyai banyak waktu untuk mencari mereka semua di kota ini., huh, apa yang harus kulakukan. " kata Ardian yang kebingungan sendiri sambil menghela nafas.


"hey, apakah kau berencana memasuki kastil itu nanti ?. " tanya jaken.


"jika di sana tempat ketiga penjaga terkuat kota zenai di sandra, aku mungkin akan ke sana, tapi aku harus mencari petunjuk terlebih dahulu untuk menemukan tempat itu. " jawab Ardian.


"kau beruntung, aku tahu tempat itu. " ucap jaken dengan ekspresi tenang.


"ikuti aku. " kata jaken sambil berjalan ke tempat kastil itu berada untuk mengantarkan Ardian ke sana.


I-------------------------------------------I


Sementara itu di sebuah gedung besar, kelompok razord..........


"heh, sepertinya aku terlalu berlebihan. " kata Radin sambil tersenyum sombong.


lalu beberapa saat kemudian setelah asap dari reruntuhan itu perlahan-lahan menghilangkan, Radin seketika terkejut melihat razord, Nizar dan Alan yang masih berdiri di dalam perisai mistis membentuk bola yang dikeluarkan oleh razord.


"tidak, ini bahkan belum ada apa-apa nya. " kata razord sambil mengangkat tangan kanannya yang menahan perisai mistis itu agar tetap kokoh.

__ADS_1


"cih. " ucap Radin terkejut saat melihatnya.


"Nizar, Alan, kalian mundurlah, aku sendiri yang akan melawan nya, aku tidak akan menahan diri setelah mengetahui kemampuan musuh. " kata razord yang mengeluarkan aura spiritnatural berwarna ungu dari dalam tubuhnya.


"kami mengerti, jangan mengecewakan kami, kak razord. " kata Nizar sambil tersenyum kecil.


"ya, hajar dia. " ucap Alan dengan bersemangat.


lalu razord pun perlahan-lahan mendekati Radin yang memegang shotgun nya dengan ekspresi serius itu.


"tunggu, aku tahu kau sedang menahan diri, tapi kenapa kau tidak mengeluarkan kekuatan mu itu dari awal saja. " kata Radin yang memegang senjata shotgun nya itu dengan tatapan mencurigakan.


"aku tahu kau juga menyembunyikan sesuatu, kita sama-sama mempunyai kartu andalan tapi belum ada satupun dari kita yang mengeluarkan nya, aku sempat menduga jika senapan yang meledak seperti bom itu adalah kartu andalan mu, tapi melihat tatapan mu itu aku pun mulai berfikir mungkin kau mempunyai senjata yang lebih berbahaya dari itu, dari awal aku sudah curiga dengan salah satu shotgun mu yang kau kantongi di sarung samping celana mu, ternyata benar, shotgun itulah kartu andalan mu yang kau sembunyikan, padahal letak nya sangat mencolok kau menaruh nya di sarung samping celana mu, orang yang kurang teliti pasti hanya menduga jika shotgun itu hanyalah senjata cadangan yang kau pakai, tapi di mata orang yang sudah berpengalaman dan teliti senjata yang jarang digunakan itu pasti langsung dicurigai sebagai kartu andalan nya, huh, aku benarkan. " kata razord yang memutar otak nya.


"hmp, aku terkejut kau bisa mengetahui sejauh itu di waktu sesingkat ini, kau mirip detektif saja, sekarang akan sangat menarik melawan mu. " kata Radin sambil tersenyum kecil.


"huh, sekarang aku sudah mengetahui dimana kartu andalan mu, apa kau tidak akan mengeluarkan nya ?. " tanya razord dengan tatapan serius di matanya.


"hmp, sepertinya sudah tidak ada pilihan lain ya, walaupun kau mengetahui keberadaan kartu andalan ku, kau tidak mungkin mengetahui isi kartu andalan ku. " jawab Radin dengan tersenyum kecil sambil perlahan-lahan menarik salah satu shotgun nya dari sarung samping celana nya itu.


"ini dia. " ucap razord didalam hatinya sambil menatap Radin dengan ekspresi serius melihat tangannya yang perlahan-lahan mengeluarkan salah satu shotgun nya itu.


"dia mengeluarkan salah satu shotgun nya. " kata Nizar yang melihatnya.


"ya, sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang sangat berbahaya. " kata Alan yang juga melihatnya.


"baiklah, ayo kita mulai saja, pertarungan terakhir kita antara hidup dan mati. " kata Radin sambil memegang kedua shotgun nya dengan mengangkat nya ke atas.


"dia sepertinya sangat serius. " ucap razord didalam hatinya dengan tatapan serius di mata nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG................


__ADS_2