
Episode 249
keesokan harinya, Ardian yang pagi-pagi sudah berada di taman belakang kerjaan sedang mengasah kemampuan berpedang nya........
"huh, huh, huh, aku harus bertambah kuat. " gumam Ardian yang berkali-kali mengayunkan pedang api nya.
saat bergumam seperti itu tiba-tiba saja dia teringat dengan pamannya yang sudah tiada di medan perang tepat didepan matanya.
"(kenapa aku mengingatnya). " kata Ardian didalam hatinya lalu menampar pipinya dua kali.
"kelihatannya kau bersemangat sekali berlatih pedang ya. " kata raja ombak yang kebetulan lewat dan melihatnya.
"paman. " Ardian yang menoleh kearahnya.
"kemarin malam aku lupa bertanya kepada mu, bisakah kau memberitahuku, alasan mu itu untuk menjadi kuat ?, aku rasa bukan hanya untuk meraih mimpi mu itu saja. " tanya raja Ombak yang ingin mendengarnya.
"satu bulan yang lalu, kota zenai berperang melawan kota ombak, ditengah peperangan itu aku melihat paman ku terbunuh didepan mata ku, ketika itulah aku menyadari jika diriku yang saat ini sangat lemah dan belum ada apa-apanya di dunia luar sana. " kata Ardian dengan ekspresi muram.
"pasti berat ya. " kata raja Ombak yang terdengar serius.
"pamanku memberikan ku keberanian, walaupun beliau itu sangat keras dan dingin, tapi paman masih memikirkan kami dengan tindakannya, bagiku saat ini pamanku adalah pahlawan, karena itu untuk mewujudkan impian ku, aku tidak akan menyerah. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
"hmp, baiklah kalau begitu, sebagai hadiah karena sudah menjawab pertanyaan ku, aku akan melatih mu disini. " kata raja Ombak dengan bersemangat setelah mengingat sesuatu di masa lalunya saat melihat Ardian.
"huh, benarkah. " Ardian yang terkejut dan bersemangat saat mendengarnya.
"ya, tapi ada satu syarat. " kata raja Ombak.
"satu syarat, apa itu paman ?. " tanya Ardian.
"semua yang akan aku ajarkan, gunakanlah untuk melindungi yang lemah. " jawab raja Ombak.
"pastinya. " kata Ardian sambil tersenyum.
"pertama-tama, aku akan mengajarimu teknik berpedang. " kata raja Ombak kemudian mengeluarkan pedang air dari gumpalan air yang dikeluarkannya.
"huh, tunggu, bukankah api akan kalah jika melawan air. " kata Ardian yang langsung menyadarinya.
"hahahaha, tapat sekali, memang benar api akan kalah jika melawan air dalam ilmu dasar elemen, tapi beda lagi jika hanya menggunakan pedang. " kata raja Ombak.
"maksud paman, aku tidak perlu mengeluarkan kekuatan api untuk beradu dengan pedang air. " kata Ardian.
"benar, kau cepat sekali belajar ya, keistimewaan pedang elemen adalah dapat menyalurkan kekuatan penggunanya kedalam pedang, tapi jika pengguna tidak terlalu menekan kekuatannya, keistimewaan itu tidak akan muncul dan hanya menjadi pedang biasa pada umumnya. " kata raja Ombak yang menjelaskan konsep pedang elemen.
"begitu ya, pantas saja aku merasa cepat lelah saat memakai pedang api, ternyata aku hanya terlalu menekan kekuatan ku. " kata Ardian yang baru saja menyadarinya.
"sekarang lawanlah aku dengan santai, tidak perlu terlalu menekan kekuatan mu, rasakan lah getaran gelombang dari pedang mu. " kata raja Ombak yang mulai mengayunkan pedang ke arah Ardian.
__ADS_1
"getaran gelombang. " Ardian yang mencoba untuk berfikir sambil mengayunkan pedangnya.
semakin lama mereka beradu pedang, Ardian pun merasa seperti terbiasa dengan alur nya.
"(begitu ya, aku bisa merasakan gelombangnya, aku mengingatnya !!). " kata Ardian yang mendapatkan celah serangan dari alur yang sama.
"huh. " raja Ombak yang sempat terkejut saat Ardian menjadi lebih agresif menyerangnya.
saat serangan dari celah itu berhasil di tangkis dengan pedang oleh raja ombak, Ardian masih menggunakan posisinya untuk melompat ke atas dengan kepala di bawah lalu menebas punggungnya, raja Ombak yang reflek pun mengeluarkan elemen air nya dan membuat Ardian terhempas.
"wahhh. " Ardian saat jatuh dan terbentur ke tanah.
"tadi itu nyaris saja. " kata raja Ombak yang pura-pura merasa kebetulan.
"curang, tadi itu paman memakai elemen air. " kata Ardian yang sedikit kesal.
"hahahaha, benarkah kurasa itu hanya kebetulan saja, tidak sengaja. " kata raja Ombak sambil tertawa.
"dari wajahnya kelihatan jelas kalau paman sengaja. " kata Ardian.
"kita lanjutkan nanti, untuk sekarang kita akan makan bersama, cepat berkumpul ya. " kata raja Ombak sebelum meninggalkan Ardian dengan santai.
"(kurasa ini akan menjadi pengalaman yang berharga disini, tidak buruk juga). " kata Ardian didalam hatinya sambil tersenyum senang.
dari kaca kerajaan, Opel dan jaylain yang sempat melihat Ardian latihan sebelumnya.........
"sejauh ini yang kulihat, dia terus berkembang sepanjang waktu, kurasa aku bukanlah tandingannya. " kata jaylain dengan ekspresi tenang lalu pergi.
"hey, tunggu, jaylain. " Opel yang juga ikut menuju tempat makan bersama.
setelah semua selesai makan bersama, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka mengelilingi pulau yang menjadi tempat kerajaan itu, yang menjadi pemandu mereka seperti biasa adalah Helen dan zuros yang merupakan tangan kanan raja Ombak.
beberapa hari pun berlalu dan mereka siap untuk kembali ke kota zenai, lalu di malam hari itu saat makan bersama..............
"kelihatannya ini menjadi makan malam terakhir kalian disini ya, aku tidak bisa mengucapkan banyak hal, tapi aku berharap kalian bisa menjadi generasi penerus yang hebat di masa depan nanti dan aku percaya kalian pasti bisa menggapai mimpi-mimpi kalian, sekian. " kata raja Ombak setelah selesai makan.
"huh, aku akan merindukan makanan laut yang segar-segar ini. " kata Pingo yang menangisi nya.
"itu yang kau pikirkan ya. " Lisa yang terkejut mendengarnya.
"raja Ombak, kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada anda yang sudah menjaga kami disini. " ucap Legis.
"tidak perlu formal begitu, kau adalah anak dari zeyra kan. " kata raja Ombak yang mengingatnya.
"ya. " ucap Legis.
"sampaikanlah kepadanya, kerajaan dan kota ku akan selalu terbuka kepada kalian. " kata raja Ombak.
__ADS_1
"baik. " ucap Legis dengan ekspresi serius.
"(dia bisa menjadi pemimpin yang hebat suatu saat nanti). " kata raja Ombak didalam hatinya sambil tersenyum.
"paman, terimakasih sudah melatihku disini, berkat paman aku belajar banyak hal. " ucap Ardian sambil tersenyum.
"jadikanlah itu sebagai bekalmu di masa depan nanti, Ardian. " kata raja Ombak yang berusaha terlihat keren.
"ya, aku tidak akan mengecewakan paman. " ucap Ardian dengan bersemangat dan meniru gaya yang diajarkan oleh raja Ombak.
"mereka berdua kelihatannya sangat akrab ya. " kata veysa yang tidak percaya melihatnya sambil tersenyum kaku.
"kelihatannya Ardian menemukan guru baru di sini. " gicha yang tiba-tiba teringat dengan Niver sensei.
setelah bercanda gurau, mereka semua pun beristirahat di ruangan mereka masing-masing.
"aku sudah menyiapkan kapal untuk mereka. " kata Helen kepada raja Ombak saat berada di tempat singgasana.
"kerja bagus, (zeyra, aku sudah membalas hutang budi ku yang dulu kepada mu, setelah ini apa yang akan kau lakukan sekarang). " kata raja Ombak sambil melihat ke arah bulan di malam hari itu.
kemudian di keesokan harinya, mereka semua pun menaiki kapal yang sudah disiapkan untuk kembali pulang............
"raja ombak, terimakasih untuk semuanya. " ucap Stalker mengulurkan tangannya.
"ya, tidak masalah, datanglah kapanpun yang kau mau. " kata raja Ombak menjabat tangannya.
"Helen, sampai jumpa ya. " kata Stalker melihat ke arahnya.
"ya, datanglah kapan saja. " ucap Helen yang mengalihkan pandangannya untuk menutupi rasa malunya.
"aku akan datang untuk mu. " kata Stalker yang sedikit menggodanya.
"aapa, apa yang kau katakan, cepatlah pergi. " kata Helen yang seperti biasa tidak bisa jujur dengan perasaannya sendiri.
saat kapal mereka bergerak, Ardian dan teman-temannya pun melambaikan tangan kepada raja Ombak.
"sampai jumpa lagi, paman !!. " teriak Ardian sambil melambaikan tangannya melihat raja Ombak yang masih melihat mereka.
"kau sudah merindukannya kan. " kata zuros yang sedikit menggoda Helen setelah kapal mereka sudah tidak terlihat.
"bodoh, apa yang kau katakan. " kata Helen yang berusaha menutupi rasa malunya saat meneteskan air mata.
"(teman seperjuangan ku, terimakasih sudah datang). " kata zuros didalam hatinya sambil tersenyum senang.
"tetaplah hidup, kalian semua. " kata raja Ombak sebelum meninggalkan pelabuhan.
BERSAMBUNG...............
__ADS_1