Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
kebenaran seorang calestical (prolog: masa lalu kakek jelan bab 7).


__ADS_3

episode 79


keesokan harinya kakek tua itu menghampiri jelan di kamarnya.


"nak jelan, apakah kau sudah bangun, ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan mu. " kata kakek tua itu sambil mengetuk pintu kamar jelan.


"hal yang penting. " ucap jelan sambil membuka pintu kamarnya.


lalu jelan pun menyuruh kakek tua itu untuk masuk.


"hal penting apa yang membuat sensei kesini ?. " tanya jelan.


"aku sudah mendaftarkan kalian ke sekolah ninja, hanya saja aku minta tolong kepada mu. " jawab Kakek tua itu.


"tolong apa ?. " tanya jelan.


"tolong berikan formulir pendaftaran ini kepada mireha dan zenah lalu jangan lupa menandatangani nya. " pinta kakek tua itu sambil memberikan formulir pendaftaran kepada jelan.


"eh, kenapa harus aku, bukankah sensei bisa memberikannya sendiri, lagipula sepertinya tidak mungkin aku bisa memberikan formulir pendaftaran ini kepada zenah. " kata jelan dengan kaku.


"kau tahu kenapa aku menyuruh mu untuk melakukannya, itu karena ini adalah latihan untuk mu, latihan pendekatan diri dan berinteraksi dengan seseorang, ini akan berguna saat kau disekolah ninja nanti. " kata kakek tua itu.


"baiklah, aku berubah pikiran, aku akan melakukannya. " kata jelan tiba-tiba saja langsung bersemangat.


"hmp, baiklah, semoga berhasil. " ucap Kakek tua itu kemudian keluar dari kamar jelan lalu pergi.


setelah itu jelan langsung menyiapkan diri untuk memberikan formulir pendaftaran kepada mireha dan zenah, selang beberapa saat jelan pun pergi menuju ke kamar mireha terlebih dahulu, sebelum mengetuk pintu kamarnya, jelan menarik nafas dalam-dalam.


"mireha, apakah kau sudah bangun, ada hal yang ingin ku bicarakan dengan mu. " kata jelan sambil mengetuk pintu kamar mireha.


"masuklah. " ucap mireha dengan ekspresi menakutkan sambil membuka setengah pintu kamarnya.


"baiklah, aku masuk. " ucap jelan setelah menelan ludahnya.


saat berada dikamar mireha, jelan langsung terkejut melihat kamarnya yang kosong tanpa perabotan ataupun hiasan.


"hey mireha, apakah kau benar-benar tinggal di kamar seperti ini ?. " tanya jelan dengan terkejut saat melihat kamar mireha yang kosong.

__ADS_1


"tentu saja. " jawab mireha lesu.


"jadi dimana kau tidur ?. " tanya jelan.


"dimana saja. " jawab mireha sambil duduk.


"hey mireha, tidak kah sebaiknya kau mencuci muka mu dulu. " ujar jelan yang masih berdiri memperhatikan mireha.


"heh, apakah kau keberatan jika penampilan ku berantakan. " ucap mireha sambil tersenyum kecil.


"bukan begitu, hanya saja tidak enak dipandang, mungkin. " kata jelan dengan kaku.


"baiklah, aku akan mencuci muka ku, tunggu lah sebentar. " kata mireha yang masih lesu.


"baiklah,(menakutkan, ku harap dia bukan hantu). " kata jelan didalam hatinya dengan gemetar.


beberapa saat kemudian mireha pun kembali setelah mencuci mukanya.


"apa yang ingin kau bicarakan dengan ku ?. " tanya mireha dengan ekspresi serius.


"begini, ini formulir pendaftaran sekolah ninja, tolong isi formulir ini dan jangan lupa beri tanda tangannya. " pinta jelan sambil memberikan formulir pendaftaran itu kepada mireha.


"baiklah kalau begitu aku pergi dulu. " kata jelan sambil berdiri.


"tunggu, bukankah ada hal yang ingin kau bicarakan dengan ku kemarin. " kata mireha.


"ya, aku juga ingin menanyakan banyak hal kepada mu, tapi, tidak bisa sekarang. " kata jelan dengan ekspresi serius setelah itu pergi dari kamar mireha.


mireha yang melihatnya hanya terdiam dan memejamkan matanya.


saat perjalanan ke kamar zenah, jelan masih mengingat kejadian kemarin di gua tumbuhan pemakan itu saat mireha menggunakan mode rubah nya.


"aku akan menanyakannya nanti, saat ini aku harus fokus dengan latihan ku. " kata jelan di dalam hatinya setelah sampai di depan kamar zenah.


saat jelan akan mengetuk pintu kamar zenah, tiba-tiba saja zenah membuka pintu kamarnya, setelah melihat siapa yang berdiri di depan pintu kamarnya, zenah langsung menutup kembali pintu kamarnya dengan lantang.


"hey zenah, ada hal yang ingin ku bicarakan dengan mu. " kata jelan sambil mendorong pintu kamar zenah dari luar.

__ADS_1


"pergilah, aku tidak ingin berbicara dengan mu. " kata zenah sambil berusaha menahan pintu kamarnya.


"kau boleh membenciku, tapi sekarang ini ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan mu, ini menyangkut pendaftaran sekolah ninja besok. " kata jelan dengan lantang.


setelah mendengar perkataan jelan, zenah pun membuka pintu kamarnya dengan pelan.


"masuklah. " ucap zenah dengan cemberut.


"wah ternyata kamar mu sangat rapi, berbeda sekali dengan kamarnya mireha. " kata jelan saat masuk kedalam kamar zenah.


"jadi kau selalu pergi kemarnya mireha ya. " ucap zenah dengan ekspresi menakutkan.


"bukan begitu, aku juga baru saja masuk ke kamarnya untuk memberikan formulir pendaftaran ini. " kata jelan sambil memberikan formulir pendaftaran itu kepada zenah.


"apakah kau tahu kenapa mireha memilih untuk tinggal di kamar seperti itu. " ucap zenah setelah menerima formulir pendaftaran itu lalu mencari pulpen di mejanya.


"kenapa ?. " tanya jelan setelah duduk.


"itu karena, dia seorang calestical. " ucap zenah sambil mengisi formulir pendaftaran itu.


"aku sudah tahu itu, kemarin saat aku di gua tempat tumbuhan pemakan, dia menggunakan mode rubah nya untuk melawan monster. " kata jelan mengingat kejadian kemarin di gua itu.


"kekuatan dari seorang calestical itu sangatlah besar dan mampu untuk menghancurkan apapun yang ada didepannya, bisa dibilang melampaui kekuatan manusia pada umumnya, dia adalah rubah penyempurna kekuatan jiwa. " kata zenah setelah berhenti mengisi formulir pendaftarannya sejenak.


"tapi aku merasa dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu. " kata jelan dengan serius.


"benar, dia menyembunyikan kepribadiannya sendiri, sekarang ini bisa dikatakan dia di ambang oleh perasaan baik dan kebencian didalam hatinya, aku benci mengatakannya, tapi dia sepertinya tidak akan bertahan lebih lama lagi melawan kebencian itu. " kata zenah setelah mengisi formulir pendaftaran itu.


"apa maksudmu ?. " tanya jelan dengan terkejut setelah mendengar perkataan zenah.


"maksudku adalah, dia akan tenggelam di dalam kegelapan jika tidak mempunyai perasaan baik di hatinya, ibaratnya seperti orang kerasukan setan, dia akan selalu berfikir negatif dengan sekitarnya, saat ini juga sama, sebenarnya aku sedikit khawatir dengannya, tapi tidak ada cara lain selain melihat apa yang akan terjadi nanti. " kata zenah setelah itu memberikan formulir pendaftaran yang sudah di isinya kepada jelan.


"kalau begitu aku akan menghilangkan kebencian didalam hatinya. " kata jelan dengan ekspresi serius sebelum pergi dari kamar zenah.


lalu setelah pergi dari kamar zenah, jelan masih terfikir kan oleh perkataannya tadi.


"jadi itu sebabnya kenapa kamarnya kosong, dia mencoba berfikir positif supaya tidak kehilangan kendali pikirannya, begitu kan menderitanya dia sampai sekarang, jika itu manusia, pasti sekarang sudah menjadi seorang pembunuh, mireha, suatu saat nanti, aku akan menyelamatkan mu dari kebencian mu selama ini. " kata jelan didalam hatinya dengan ekspresi serius sambil melihat pemandangan dari jendela rumah.

__ADS_1


BERSAMBUNG.............


__ADS_2