Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Suara hati dan perasaan yang menyalurkan


__ADS_3

Episode 155


"kenapa Nizar bisa memegang pedang itu. " ucap veysa yang terkejut saat melihat nya.


"pedang petir pasti memilih anak itu dengan sendirinya. " kata raja petir didalam hatinya sambil memperhatikan ke arah Nizar.


"kenapa dengan pedang petir ini. " kata Nizar melihat ke arah pedang petir yang ada di genggaman tangan kanannya itu.


"dasar anak itu. " ucap nyoren dengan ekspresi kesal kemudian mulai menembaki Nizar dengan laser bintang nya.


Nizar dengan refleks menangkis beberapa serangan laser itu menggunakan pedang petir yang dibawa nya.


"hey, kau, berikan pedang petir itu kalau ingin selamat. " kata nyoren yang membuat gumpalan cahaya di atas dan hendak mengarahkan nya ke Nizar.


"aku tidak akan menyerahkan pedang petir ini kepada orang seperti mu, aku akan melindungi pedang petir ini walaupun nyawa ku taruhan nya. " kata Nizar sambil mengarahkan pedang petir nya ke arah nyoren.


lalu tiba-tiba saja sebuah tekanan petir menyambar keluar dari ujung mata pedang mengarah ke arah nyoren dengan cepat sehingga nyoren terhempas lalu tersetrum dan gumpalan cahaya itu juga menghilang dengan sendirinya.


"huh, apa yang terjadi. " ucap Nizar yang melihatnya dengan ekspresi bingung karena hanya mengarahkan pedang petir nya saja.


"sepertinya pedang petir sudah terikat dengan perasaan anak itu, pedang petir menjawab nya dengan serangan tak terduga, sepertinya aku sudah menemukan siapa yang akan menjadi pewaris pedang petir. " kata raja petir sambil tersenyum kecil.


"Nizar. " ucap Ardian yang hendak menghampiri Nizar tapi di hadang oleh iblis api.


"lawan mu adalah aku, sebelum kau menyerahkan pedang api itu kepada ku, aku tidak akan membiarkan mu hidup. " kata iblis api yang menghadang nya kemudian berlari ke arah Ardian dan hendak menebasnya dengan pedang nya itu.


"jangan menghalangi ku !!. " teriak Ardian dengan lantang.


seketika dari tubuh Ardian mengeluarkan aura naga api yang menyelimuti dirinya, pedang api yang masih ditangan nya juga sontak terpicu mengeluarkan api yang berkobar dari ujung mata pedang sampai pegangan nya, dengan mata yang berkobar api, Ardian pun maju tanpa ragu dan beradu pedang dengan iblis api itu.

__ADS_1


"anak itu, dia berhasil menggunakan mode bertarung api yang hampir sempurna, tapi bagaimana bisa, zeyra saja tidak mampu menggunakan mode itu dengan begitu sempurna nya. " kata raja petir yang terkejut saat melihat Ardian.


lalu saat saling beradu pedang, di tebasan pertama, Ardian langsung mematahkan pedang iblis api itu dengan mudahnya, kemudian di tebasan kedua iblis api menangkis nya dengan perisai kekuatan api nya menggunakan satu tangan, lalu saat tebasan ketiga Ardian menghempaskan iblis api ke atas dan membuat tangan nya berdarah karena berhasil menghancurkan perisai nya itu, kemudian iblis api mendarat ke tanah dengan ekspresi kesal.


"cih, anak ini benar-benar merepotkan, ini tidak bagus, untuk sementara aku dan nyoren akan mundur terlebih dahulu dari sini. " kata iblis api didalam hatinya dengan ekspresi kesal.


seketika iblis api pun langsung melompat ke arah nyoren dan membuat dirinya menghilang bersama nyoren dengan bom api nya mengalihkan pandangan mereka.


"dia melarikan diri. " ucap raja petir.


seketika itu Ardian pun terlihat kelelahan lalu terjatuh duduk dan kembali ke wujud semula nya bersamaan dengan pedang api nya yang juga menghilang, teman-temannya sontak langsung menghampiri nya.


"hey Ardian, bertahanlah. " kata Opel yang membantunya berdiri.


Nizar yang terlihat gelisah saat masih memegang pedang petir itu......


"namamu Nizar kan. " ucap raja petir yang menghampirinya.


"kau sudah melakukan hal yang benar kok. " kata raja petir sambil tersenyum.


"raja petir. " ucap Nizar yang terkejut melihat ekspresi raja petir itu.


"walaupun ada kemungkinan anak yang tadi itu tidak bisa menarik pedang petir yang menancap tadi, jika kau tidak berlari ke arah nya, pedang petir mungkin tidak akan menemukan orang yang dipilihnya. " kata raja petir.


"tapi bukankah pedang ini sangat berharga untuk melindungi kota sonase ?. " tanya Nizar.


"tentu saja, tapi aku sudah tidak bisa seperti dulu lagi, umurku juga tidak akan bertahan lama, jadi aku sudah memutuskan untuk mencari siapa yang dipilih pedang petir untuk menjadi penerus nya itu, aku yakin kota zenai lebih membutuhkan nya daripada kota sonase, kalian akan maju ke Medan perang 6 bulan dari sekarang kan. " jawab raja petir.


"huh, anda mengetahui nya ya. " ucap Nizar yang agak terkejut.

__ADS_1


"tentu saja, raja Api adalah teman ku, dia tidak akan menyembunyikan hal yang tidak bisa dia lakukan nya sendiri, sejujurnya aku tidak suka dengan adanya peperangan, peperangan selalu saja merenggut banyak nyawa dan tidak ada manfaatnya sama sekali. " kata raja petir.


"kakak ku juga pernah mengatakan kalau dia benci dengan adanya perang, impian nya adalah untuk membuat dunia damai dengan caranya sendiri, setelah itu dia ingin melihat kehidupan yang damai sejahtera itu, itulah yang dia inginkan, tapi untuk menghentikan peperangan maka dia harus berperang. " kata Nizar melihat ke arah kakak nya yang dibawa oleh teman-temannya itu.


"*kata kata kakak mu itu ada benar juga, jika kita menginginkan tidak adanya peperangan maka kita juga harus berperang, aku akan selal*u mengingat kata-kata itu, jadi siapa kakak mu itu ?. " tanya raja petir.


Nizar pun dengan ekspresi tersenyum menunjuk ke arah Ardian yang di bawa oleh teman-temannya itu.


"jadi dia kakak mu. " kata raja petir yang terkejut saat mengetahui nya.


"dia kakak yang hebat. " kata Nizar setelah menganggukkan kepalanya.


"hmp, kau memang beruntung mempunyai kakak seperti dia ya. " kata raja petir.


setelah beberapa saat setelah itu, raja petir bersama rombongan anak-anak dari kota zenai itu pun menuju kedalam kerajaan untuk yang terakhir.


"Niver sensei, murid anda benar-benar hebat. " kata raja petir yang kagum.


"maksud anda Ardian dan Nizar ?. " tanya Niver sensei.


"ya, dan yang menopang adalah teman-temannya, aku merasa di masa depan anak-anak seperti mereka lah yang bisa menyelamatkan dunia ini dari kehancuran. " kata raja petir.


"saya setuju dengan anda, mereka selalu berlatih dengan sungguh-sungguh selama ini, saya juga tidak banyak membantu mereka. " kata Niver sensei.


"tapi kau sudah mengarahkan murid-murid mu ke jalan yang benar, itulah hal yang terpenting yang bisa dilakukan oleh seorang sensei seperti kalian, aku hanya bisa mengucapkan berjuanglah kota zenai, semoga kalian bisa menyelesaikan masalah peperangan itu, kami tidak bisa banyak membantu kalian, setidaknya hanya ini yang bisa kami lakukan dan juga aku akan membawakan beberapa pasukan sekutu untuk membantu kalian nanti. " kata raja petir.


"kurasa itu sudah lebih dari cukup, terimakasih banyak atas kebaikan anda dan semoga kota sonase selalu menjadi kota yang damai. " kata Niver sensei menundukkan kepalanya.


"tidak perlu formal begitu, lalu ada sesuatu yang ingin ku bicaran, ini mengenai pedang petir itu. " kata raja petir.

__ADS_1


"huh. " ucap Niver dengan ekspresi terkejut setelah mendengar perkataan raja petir.


BERSAMBUNG............


__ADS_2