Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
pertarungan terakhir melawan deros sensei (prolog: masa lalu kakek jelan bab 15)


__ADS_3

episode 87


"teman-teman, lakukan saja sebisa mungkin dan jangan memaksa, aku tahu deros sensei belum serius sejak awal, aku tahu ini sulit, tapi bagaimana pun juga kita harus membuatnya bicara tentang keberadaan sensei. " kata jelan menyemangati teman-temannya.


lalu jelan pun melakukan teknik kuda-kuda ksatria pedang, deros sensei yang melihatnya langsung mengalihkan perhatiannya kepada jelan dengan ekspresi serius.


"teman-teman, maju !!. " teriak jelan setelah itu mendorong dirinya ke arah deros sensei dengan cepat menggunakan elemen anginnya.


"menarik sekali, kau cukup cerdas juga ya. " ucap deros sensei saat menangkal serangan jelan menggunakan pedangnya.


"jelan, aku akan membantumu. " kata zenah yang datang membantu menggunakan pedangnya.


mereka berdua pun melakukan kombinasi serangan bersama menggunakan pedang dengan tebasan beruntun, tapi lagi-lagi deros sensei hanya menangkis serangan mereka berdua tanpa bergerak melangkah sedikitpun


"zenah, kau bisa menggunakan pedang. " ucap jelan yang terkejut saat melihatnya.


"ya, sebenarnya aku petarung jarak dekat. " kata zenah dengan pelan.


"begitu ya, baguslah kalau begitu. " kata jelan.


"hmp, kedua petarung jarak dekat, menarik sekali. " kata deros sensei dengan bersemangat.


"kalian berdua majulah. " kata mireha sambil menggenggam api panas ditangannya.


"kita juga jangan ketinggalan, ayo dyrados. " kata nizuan sambil mengeluarkan sayap apinya.


"sayap api. " ucap mireha didalam hatinya dengan terkejut.


"oy, nizuan, apakah kau benar-benar akan menggunakannya ?. " tanya dyrados dengan ekspresi khawatir.


"tentu saja, inilah saatnya untuk menguji sayap api ku ini. " kata nizuan dengan bersungguh-sungguh.


"nizuan, jangan memaksakan diri mu lho. " kata jelan menasihatinya.


"aku tahu itu. " ucap nizuan dengan percaya diri.


"aku juga akan membantu. " kata Nitin sambil mengeluarkan busurnya.


"Nitin, berhati-hati lah. " kata zenah dengan ekspresi khawatir.


"aku akan membantu kalian sebisaku. " kata Nitin.


"ayo maju. " kata dyrados sambil mengeluarkan senjata rantainya.


mereka berenam pun maju bersama dan melakukan kombinasi serangan bertubi-tubi kepada deros sensei.


"gabungan elemen api dan angin, tornado api !!. " teriak jelan sambil menggabungkan kedua elemen kekuatannya dan memutar dirinya kedepan dengan cepat sehingga membentuk tornado api lalu menuju ke arah deros sensei.


"menarik sekali. " ucap deros sensei saat berusaha menahan tornado api itu dengan pedangnya.


saat masih berusaha menahan serangan tornado jelan yang belum berhenti, zenah pun menyerangnya tapi deros sensei masih bisa menangkal serangan zenah dengan mengangkat pedangnya menggunakan kedua tangan, lalu saat deros sensei terpojok karena masih menahan kedua serangan jelan dan zenah menggunakan pedangnya, mireha pun melompat ke arah deros sensei dan memukulnya dengan keras.


"pukulan berapi rubah !!. " teriak mireha saat memukul deros sensei dengan genggaman berapi yang panas.


deros sensei dengan cepat langsung mendorong jelan dan zenah sehingga terpental, lalu menangkis serangan mireha dengan kedua tangannya karena pedangnya ikut terhempas ke udara saat mendorong jelan dan zenah, deros sensei pun terdorong ke belakang untuk pertama kalinya dan tangan yang terkena pukulan mireha


"oh, lumayan juga kau, gadis rubah. " kata deros sensei sambil tersenyum kecil.


"grr, apa maksudmu ?. " tanya mireha yang berusaha menyembunyikan identitasnya.


"hmp, tidak perlu menyembunyikan identitas mu, aku sudah tahu jika kau adalah seorang calestical rubah. " kata deros sensei yang mengetahuinya.

__ADS_1


"cih, (kenapa dia bisa tahu). " kata mireha didalam hatinya dengan kesal.


"mireha, aku tidak tahu selama ini kau menyembunyikannya dari kami. " kata nizuan yang mendengarnya dari belakang mireha.


"aku sebenarnya khawatir jika kalian tidak bisa menerima ku. " kata mireha dengan ekspresi resah.


"sejujurnya aku tidak peduli jika kau berbeda dengan yang lain karena kita sudah berteman dan juga sesama anggota tim kan. " kata nizuan sambil tersenyum.


"nizuan, maaf sudah merahasiakannya. " ucap mireha dengan cemberut.


"sejujurnya aku juga marah karena kau tidak mengatakannya dari awal, tapi setelah ini kau harus berjanji untuk tidak merahasiakan apapun dari kami. " kata nizuan dengan ekspresi serius sambil memegang kepala mireha.


"baiklah, bisa kau singkirkan tanganmu. " ucap mireha.


"maaf, (aku ingin menyentuh telinganya). " kata nizuan didalam hatinya sambil mencoba menahan dirinya.


"aku terkejut kau masih menerimanya walaupun kau tahu jika dia seorang calestical, seorang penampung kebencian. " kata deros sensei memprovokasinya.


"sudah cukup, aku tidak akan membiarkan mu mengatakan lebih jauh lagi, jangan mencoba untuk membuat mireha sedih, sambaran sayap api !!. " teriak nizuan sambil menyerang deros sensei dengan cepat menggunakan sayap apinya.


"sayap api ya, menarik. " ucap deros sensei yang lagi-lagi berhasil menangkis serangan.


"nizuan aku datang, rantai tanah !!. " teriak dyrados sambil melemparkan rantainya ke arah pedang deros sensei sehingga pedangnya berhasil tersegel untuk sementara.


"apa, rantai ini. " ucap deros sensei dengan terkejut saat melihat pedangnya yang dililiti oleh rantai milik dyrados.


"Nitin sekarang. " teriak nizuan kepada Nitin yang sudah bersiaga menarik anak panahnya.


"cepat, aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. " kata dyrados yang mulai kelelahan karena tenaganya hampir habis.


"panah alam peningkatan !!. " teriak Nitin sambil melepaskan anak panahnya.


"bagus Nitin, kobaran sayap api !!. " teriak nizuan sambil membakar dirinya bersama deros sensei didalam kobaran apinya sendiri.


lalu saat nizuan akan terlahap oleh apinya sendiri, tiba-tiba saja mireha datang menyelamatkannya dengan tepat waktu.


"bodoh, tolong jangan lakukan itu lagi. " kata mireha saat berhasil menyelamatkan nizuan dengan mata berkaca-kaca lalu meneteskan air matanya di pipi nizuan.


"pada akhirnya aku membuatmu menangis ya. " kata nizuan dengan batuk-batuk karena menerima serangan bakarnya sendiri.


"ini makanlah, kau tadi menginginkannya kan. " kata mireha sambil memberikan biskuitnya kepada nizuan.


"apa tidak masalah, itu biskuit mu yang berharga kan. " kata nizuan.


"kau mau apa tidak, sudahlah makan saja. " kata mireha sambil memberikan biskuitnya ke mulut nizuan dengan paksa.


"kau ingin membunuh ku ya. " ucap nizuan yang tersedak.


"deros sensei, sekarang tolong katakan dimana keberadaan sensei kami. " pinta jelan sambil menodongkan pedangnya ke arah deros sensei dengan ekspresi serius.


"tunggu jelan, jangan berlebihan, dia juga sensei kita kan. " kata zenah yang menasihatinya.


"sesuai janji ku aku akan mengatakannya sekarang, sebenarnya aku masih menahan kekuatan ku tapi ya sudahlah, pertarungan ini sudah berakhir. " kata deros sensei yang duduk dan hanya menerima sedikit luka bakar di badannya.


"deros sensei hanya merima sedikit luka bakar, tidak mungkin. " kata dyrados didalam hatinya dengan terkejut saat melihat dampak serangan yang diterima oleh deros sensei.


"kalian ingin mengetahui keberadaan kakek tua itu kan, ayo ikut aku. " kata deros sensei setelah itu berdiri mengambil pedangnya dan mengajak mereka untuk pergi ke kantor terlebih dahulu.


"aku tidak percaya jika deros bisa dikalahkan oleh bocah bocah itu, mengejutkan. " kata Sima sensei yang sudah lama memantau pertarungan mereka.


"tidak mungkin, pasti deros masih menahan kekuatannya kan. " kata Lena sensei.

__ADS_1


"kau benar, lalu tentang gadis itu. " kata Sima sensei mengalihkan pandangannya ke arah mireha.


"sebaiknya kita juga merahasiakannya, mungkin itu lebih baik. " ujar Lena sensei.


"aku juga berfikir begitu, bagaimanapun juga dia tetaplah seorang calestical, kita harus mengawasinya untuk sementara ini sampai sensei kembali. " kata Sima sensei.


lalu saat perjalanan hampir sampai di kantor, tiba-tiba saja mireha menarik nizuan ke kelas yang kosong.


"mireha, kita akan tertinggal lho. " ucap nizuan.


"ada hal yang ingin aku tanyakan kepada mu. " kata mireha dengan ekspresi serius.


"kau tidak seperti biasanya, ada apa ?, (apakah dia ingin.....). " kata nizuan dengan kaku didalam hatinya.


"nizuan, apakah kau masih menerima ku sebagai teman ?. " tanya mireha.


"aku kira apa. " ucap nizuan dengan ekspresi kecewa dan lega.


"tolong jawablah. " pinta mireha dengan ekspresi datar.


"aku sudah mengatakannya kan, aku tidak peduli jika ada teman ku yang berbeda, jelan pasti juga berfikir begitu, aku yakin semuanya juga berfikir begitu. " kata nizuan setelah menghembuskan nafasnya.


"terimakasih, terimakasih sudah menerima ku apa adanya sebagai teman, kukira aku tidak akan bisa berteman dengan orang banyak dikelas. " kata mireha sambil memeluk nizuan dengan menangis karena senang.


"kau terlalu berlebihan mireha, semua orang bisa berteman dengan siapa saja asalkan orang itu menerima dirinya apa adanya, aku juga menerima apa adanya, lagipula kau adalah teman yang sangat lucu dikelas. " kata nizuan yang mencoba menghibur mireha.


"apakah benar itu ?. " tanya mireha sambil menahan rasa malunya.


"jika yang kukatakan tidak benar, untuk apa kau berteman dengan ku. " jawab nizuan sambil berusaha menyentuh telinga mireha yang masih memeluknya.


"kau ingin memegang telinga ku kan ?. " tanya mireha yang merasakannya.


"hehehehe, ketahuan ya, sudah kuduga insting rubah sangat hebat, sebenarnya aku hanya penasaran saja. " jawab nizuan yang tidak jadi memegang telinga mireha.


"kau boleh memegangnya. " kata mireha.


"heh, apa kau serius ?. " tanya nizuan dengan terkejut.


"hanya sekali saja. " jawab mireha dengan gugup.


"baiklah kalau begitu, (huh, ternyata telinga rubah lembut juga, aku ingin membawanya pulang). " kata nizuan kemudian memegang telinga mireha dan menahan dirinya.


"kyaa, apakah kau sudah selesai ?. " tanya mireha yang masih gugup setelah mengeluarkan suara aneh.


"ya, tepat dimana kau mengeluarkan suara aneh. " kata nizuan setelah itu melepaskan pelukannya.


"ternyata kalian disini, apa yang sedang kalian lakukan ?. " tanya dyrados yang mencari mereka berdua.


"kami hanya membicarakan hal yang serius tadi, jadi kami butuh tempat yang sepi untuk berbicara. " jawab nizuan dengan panik.


"huh, lagi-lagi kau mendapat kesempatan ya, bikin iri saja, semuanya sudah menunggu lho. " kata dyrados sambil menahan kesalnya setelah itu pergi.


"dia salah paham pula. " ucap nizuan.


"ayo kita kembali. " kata mireha.


"ya. " ucap nizuan.


setelah itu mereka berdua pun menyusul dyrados yang tidak jauh, lalu pergi ke kantor bersama-sama.


BERSAMBUNG.............

__ADS_1


__ADS_2