
episode 68
setelah melewati terleportasi ruang dimensi, Ardian, Nizar dan pamannya akhirnya tiba di benua karang jaru, di pegunungan kota lesar, mereka juga keluar dari sebuah sumur yang tidak digunakan disebuah pegunungan, lalu setelah itu mereka bertiga pun memanjat untuk keluar dari sumur tersebut.
"akhirnya kita sampai. " ucap Nizar sambil menahan rasa mual nya.
"sepertinya kau belum terbiasa. " kata pamannya.
"aku heran kenapa kakak ku tidak merasa mual. " kata Nizar sambil melihat Ardian yang melihat pemandangan kota lesar dari atas pegunungan.
"wah, inikah kota tempat lahir kita, indah sekali. " ucap Ardian yang memandangi kota lesar dari atas.
setelah itu mereka bertiga pun turun dari pegunungan dan memasuki kota.
"ayo kita makan disini dulu. " pinta Nizar sambil menatap kedai makan di kota lesar.
"ayo. " ucap pamannya sambil masuk ke kedai tersebut.
lalu mereka bertiga pun duduk di kedai tersebut, beberapa saat kemudian, pelayan menghampiri mereka.
"silahkan tuan, apa yang ingin anda pesan. " kata pelayan tersebut sambil memberikan daftar menu makanan kepada mereka bertiga.
"oh, makanan apa ini ?. " tanya Ardian yang bersemangat melihat makanan di daftar yang menurutnya menarik.
"ini adalah makanan khas kota lesar, namanya adalah kue serabi. " jawab pelayan tersebut.
"aku ingin mencobanya. " ucap Ardian dengan bersemangat.
"aku juga, sepertinya menarik. " ucap Nizar.
"pesan 2 kue itu, 2 teh hangat dan 1 kopi panas. " kata pamannya dengan ekspresi tenang.
"baik, segera diantar. " kata pelayan tersebut mencatat pesanan mereka setelah itu kembali.
"paman tidak suka kue itu ?. " tanya Ardian.
"bukan begitu, aku hanya sudah bosan dengan makanan itu, makanan itu adalah makanan yang ku makan dulu saat masih seumuran kalian bersama teman ku, sepertinya aku tidak punya selera untuk memakannya lagi. " jawab pamannya.
"oh, begitu ya. " ucap Ardian.
lalu beberapa saat kemudian, pelayanan itu pun datang membawa pesanan mereka.
__ADS_1
"ini kue serabi, 2 teh hangat dan 1 kopi panas. " kata pelayan tersebut sambil menaruh makanan pesanan mereka di meja setelah itu pergi.
"kakak sepertinya pelayan itu terlalu menggoda. " kata Nizar membisiki Ardian.
"apa maksudmu ?. " tanya Ardian dengan ekspresi datar.
"tidak, lupakan saja, (kakak tidak mempunyai gairah). " ucap Nizar dengan cemberut.
"apa yang kalian tunggu, cepat kalian makan, sebelum kuenya dingin. " kata pamannya dengan lantang.
"ya. " ucap mereka berdua ketakutan.
setelah itu mereka pun menikmati kue serabi khas kota lesar tersebut.
"kue ini benar-benar enak. " ucap Nizar.
"sepertinya aku tidak asing dengan santannya. " kata Ardian yang merasa pernah meminumnya.
"(dia bisa mengingat rasanya, padahal dia meminum santan itu saat masih berusia 3 bulan). " kata pamannya didalam hatinya sambil mengingat dulu Ardian pernah meminumnya waktu ia masih 3 bulan.
"paman, kami sudah selesai, bukankah sebaiknya kita bergegas. " ujar Ardian sambil memandang pamannya yang sedang melamun.
"kau benar, ayo. " ucap pamannya setelah itu berdiri.
"kakak, kegaduhan apa itu ?. " tanya Nizar yang mendengarnya.
setelah itu Ardian langsung berlari menuju tempat kegaduhan itu berasal, lalu Ardian saat Ardian hendak menuju ke arah kegaduhan itu berasal, ditengah jalan ia menabrak seseorang yang memakai penutup kepala.
"aduh, tunggu, siapa dia. " ucap Ardian didalam hatinya sambil melihat orang yang ditabraknya memiliki telinga seperti rubah.
lalu tanpa panjang berfikir, Ardian langsung menutup kembali telinganya dengan penutup kepalanya yang terjatuh.
"untung saja tidak ada yang melihat, telinga mu.... " kata Ardian setelah menutup kembali telinganya dengan penutup kepala.
tiba-tiba saja saat Ardian hendak berbicara, ia mendengar kegaduhan itu lagi.
"maaf, aku buru-buru. " kata Ardian setelah itu meninggalkan orang yang memakai penutup kepala.
ditempat sepi saat menelusuri kegaduhan itu berasal, Ardian bertemu lagi dengan orang yang memakai penutup kepala yang memberantas beberapa preman yang menyerang ibu-ibu di tempat sepi.
"terimakasih telah menyelamatkan ku. " ucap ibu-ibu itu setelah itu pergi.
__ADS_1
"hati-hati, disini banyak preman berkeliaran. " kata orang yang memakai penutup kepala dan penutup muka sebelum ibu itu pergi.
"kau, sejak kapan. " ucap Ardian yang panik melihat orang yang ditabraknya langsung berpindah dengan gesit.
"sepertinya kau sudah mengetahui penyamaran ku, ini pertama kalinya ada orang asing yang membongkar penyamaran ku. " kata orang yang memakai penutup kepala dan muka itu.
"siapa kau sebenarnya ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.
"kalau sudah begini apa boleh buat. " kata orang yang memakai penutup kepala dan muka itu.
setelah itu orang yang memakai penutup itu langsung membuka penutup kepala, penutup muka dan jubahnya, seketika itu Ardian langsung terkejut.
"apa, kau, seorang gadis, telinga itu, dan juga ekor. " ucap Ardian yang terkejut melihatnya.
"benar, aku rubah, dan jangan mengatakan ini kepada siapa pun, kau mengerti. " kata gadis rubah itu dengan ekspresi kesal.
"tapi kenapa kau menunjukkan penyamaran mu kepada ku ?. " tanya Ardian.
"aku benci mengatakannya, tapi jika kau tidak langsung menutup telinga ku saat di jalan, aku pasti langsung di usir. " jawab gadis rubah itu.
"begitu ya, jadi, kau mendengar kegaduhan itu juga. " ucap Ardian.
"tentu saja, telingaku bisa mendengar kegaduhan dari kejauhan, lalu, kenapa kau juga bisa mendengarnya, " tanya gadis rubah itu.
"aku tidak tahu, tiba-tiba saja aku mendengarnya setelah makan di kedai. " jawab Ardian.
"eeh, jadi kau seorang pengendali naga. " ucap gadis rubah itu.
"bagaimana kau bisa tahu ?. " tanya Ardian dengan terkejut.
"rahasia. " jawab gadis rubah itu.
"apa apaan itu. " ucap Ardian dengan kesal.
"baiklah, aku ingin pergi, ingat, jika kau membocorkan rahasia ku, aku akan membocorkan rahasia mu sebagai seorang pengendali naga. " kata gadis rubah itu setelah itu langsung pergi meninggalkan Ardian.
"siapa sebenarnya dia itu, baiklah tidak usah dipikirkan, aku akan kembali menemui Nizar dan paman. " kata Ardian setelah itu langsung pergi mencari Nizar dan pamannya.
lalu di atap bangunan, gadis rubah itu melihat Ardian dari kejauhan dengan ekspresi serius.
"pengendali naga ya. " ucap gadis rubah itu didalam hatinya sambil melihat Ardian dari atas bangunan.
__ADS_1
BERSAMBUNG............