Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Mengandalkan


__ADS_3

Episode 255


Flashback sebelumnya di laboratorium..............


"pemeriksaannya sudah selesai, tunggulah sebentar, aku akan membawakan hasil tes nya. " kata Professor nemasis setelah selesai memeriksa Ardian.


"baiklah. " kata Ardian sebelum Professor nemasis pergi meninggalkannya di ruangan.


di waktu yang sama tiba-tiba saja ia pun teringat dengan surat dari raja petir yang diberikan oleh sonik saat di jalan.


"apa isi surat nya ya. " gumam Ardian didalam hatinya yang penasaran dengan surat itu.


kemudian saat Ardian membaca sifat itu.........


"dari raja petir, apa kabar Ardian, tentu saat ini kau pasti sudah mengetahui apa yang sedang terjadi di kota zenai, aku disini tidak akan berbicara panjang lebar, aku hanya akan menyampaikan sesuatu kepada mu, Ardian, jangan pernah berfikir untuk mengemban beban masalahmu sendirian....... " isi surat dari raja petir itu.


"huh, aku......, bukan begitu, aku sebenarnya hanya tidak ingin melibatkan orang lain kedalam masalah ku sendiri. " gumam Ardian yang terkejut saat membacanya.


"terkadang solusi yang paling tepat adalah untuk membicarakan masalahmu kepada orang lain, Ardian. " kata Professor nemasis yang mendengar sekilas gumaman Ardian saat membaca surat dari raja petir.


"Professor nemasis. " Ardian yang terkejut lalu menoleh ke arahnya.


"memang benar jika itu adalah masalah mu sendiri kau harus membereskannya sendiri, tapi bantuan dari orang lain juga tidak ada salahnya kan, terkadang kau harus mengandalkan teman-teman mu, percayalah kepada mereka. " kata Professor nemasis sambil membaca sekilas dari hasil tes Ardian itu.


kemudian Ardian pun meneruskan untuk membaca isi surat dari raja petir itu............


"kalau tidak salah impian mu adalah untuk membuat kedamaian di seluruh dunia kan, aku tidak bermaksud buruk memberi tanggapan mengenai impian mu itu, tapi impian itu tidak akan pernah tercapai jika kau berusaha meraihnya sendirian, aku kenal dengan seseorang yang mempunyai impian yang sama sepertimu, dia seseorang yang sangat ku kagumi dan ku hormati waktu itu, banyak hal yang sudah diajarkan kepada ku, tapi saat selangkah menuju impiannya hambatan besar datang kepadanya, walaupun dia adalah orang yang sangat hebat tetap saja ada batasan yang bisa dilakukan oleh manusia, orang itu pun akhirnya menghilang setelah menyadari kesalahannya karena tidak mengandalkan teman-temannya waktu itu, hanya itu yang ingin ku sampaikan, Ardian, setelah kau membaca surat ini semoga kau bisa menyadari kekurangan mu, waktu kau berada di kota sonase mengahadapi jubah hitam aku mengakui tekad mu yang hampir sama dengan orang itu tapi juga seperti orang yang satu nya lagi..... " isi surat dari raja petir itu yang sudah mencapai tengah-tengah.


"orang satunya lagi, apa maksudnya itu. " kata Ardian didalam hatinya yang semakin serius membacanya.


"hidup adalah pilihan, baik dan buruk itu adalah jalan yang di pilih seseorang, pemikiran yang berbeda akan menghasilkan sebuah pertentangan, orang baik mempunyai alasan untuk menjadi baik, begitu juga orang buruk yang juga mempunyai alasan untuk menjadi buruk, setiap orang memiliki jalur takdir yang berbeda, kau bisa berakhir baik atau buruk itu tergantung dari caramu melakukan sesuatu, mungkin saja musuh yang kau dan teman-teman mu hadapi saat ini adalah musuh yang berasal dari perbedaan pemikiran di era kami, karena itu kami minta maaf selagi masih hidup, Ardian, anggaplah semua cobaan ini adalah sebuah langkah menuju impian mu itu, hampir semua orang pastinya menginginkan dunia yang damai, tapi kedamaian tidak akan bisa diraih jika tidak ada niatan untuk berjuang dan melakukannya, seperti aku dan zeyra, kami hanya bisa membimbing kalian ke jalan yang benar, sisanya kalianlah yang harus memutuskannya sendiri, apa yang ingin kalian lakukan sekarang, di era ini. " isi surat raja petir yang sudah mencapai bawah akhir.


"rasa takut, emosi yang tidak stabil, kecemasan, itu adalah masalah pribadi mu yang saat ini harus kau hadapi sendiri. " kata Professor nemasis yang membaca hasil tes psikolog Ardian yang bersifat pribadi.


"huh, apa maksudnya ?. " tanya Ardian yang sedikit terkejut mendengarnya.

__ADS_1


"artinya, seperti yang kukatakan sebelumnya, kau harus lebih mengandalkan teman-teman mu mengenai masalah mu itu, jangan memukulnya sendirian karena itu hanya akan membebani mental mu, (maaf aku tidak bisa memberitahukan mu secara detail, Ardian). ' kata Professor nemasis yang terlihat menyembunyikan sesuatu.


"raja petir juga mengatakan hal yang sama. " kata Ardian.


"huh, raja petir, jadi surat itu...... " kata Professor nemasis yang sedikit terkejut mendengarnya.


"ya, ini dari raja petir, beliau mengatakan agar lebih mengandalkan teman-teman ku mengenai impian ku. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"begitu ya, maaf jika ini menyinggung mu, Ardian, apakah kau masih memikirkan paman mu ?. " tanya Professor nemasis yang memberanikan dirinya untuk bertanya.


"ya. " jawab Ardian yang tidak bisa menyangkalnya setelah Professor nemasis dan raja petir menasehatinya.


"(sudah kuduga). " kata Professor nemasis didalam hatinya sambil menghela nafas dengan pelan.


"Professor, apa yang harus kulakukan agar tidak memikirkan nya ?. " tanya Ardian.


"lawanlah. " jawab Professor nemasis.


mendengar itu Ardian pun langsung terkejut.


"huh, begitu ya, Professor nemasis dan raja petir, akhirnya aku mengerti, aku selalu bertanya tanya dimana letak kesalahan ku saat ini sampai-sampai aku melupakan teman-teman ku yang selalu berada di sisi ku . " kata Ardian yang teringat dia bisa melakukan sesuatu yang bisa dilakukannya untuk mengandalkan teman-temannya.


"baguslah kalau begitu. " kata Professor nemasis sambil tersenyum senang mendengarnya.


setelah mendapat ide dan motivasi itu, akhirnya Ardian pun mempunyai cara untuk menjebak kedua ninja pembunuh yang membayang-bayangi dan mengincarnya.


"huh, kau sedang incar. " Professor nemasis yang terkejut mendengar penjelasan dari Ardian.


"ya, Professor apakah kau mempunyai sebuah alat agar bisa membuat teman-teman ku datang ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.


"kata itu tidak tepat untuk penemuan ku Ardian, saat ini aku mempunyai alat untuk melihat tanpa menemui orangnya langsung. " kata Professor nemasis yang memperlihatkan alat itu.


"alat apa ini ?. " tanya Ardian yang penasaran saat Professor nemasis mengeluarkan alatnya.


"lihat saja. " kata Professor nemasis yang mengaktifkan alat itu dengan menggunakan batu yang berkilau.

__ADS_1


tiba-tiba saja sebuah cahaya seperti suar tapi lebih kecil muncul dari alat itu dan memperlihatkan raja api didalam cahaya yang dikeluarkan alat itu.


"zeyra, apakah kau bisa mendengar ku ?. " tahta Professor nemasis yang memanggilnya berkali-kali.


"oh, ya, aku bisa mendengar mu, huh, seperti biasa aku masih belum terbiasa menggunakan alat baru mu ini. " kata raja api yang mempunyai alat yang sama di ruangannya.


"sudahlah, kau pasti akan terbiasa menggunakannya dan syukurlah jika kau ada di situ. " kata Professor nemasis.


"aku sedang sibuk sekarang, cepatlah jika kau ingin mengatakan sesuatu. " kata raja api yang terlihat terburu-buru.


"Ardian ingin membicarakan sesuatu kepadamu. " kata Professor nemasis.


"huh, Ardian. " raja api yang terkejut melihatnya juga berada di situ.


"sebenarnya............. " Ardian yang menjelaskan semuanya kepada raja api lewat alat Professor nemasis itu.


"begitu ya, Venar juga sudah melaporkannya kepada ku, harusnya para penjaga sudah bergerak sejak tadi pagi. " kata raja api.


"ya, tapi saat ini aku mempunyai rencana yang bagus untuk menjebak kedua ninja pembunuh itu. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"huh, bisakah kau menjelaskannya lebih lanjut. " kata raja api yang meluangkan waktunya untuk mendengarkan rencana Ardian itu.


setelah menjelaskan rencananya, saat Ardian kembali ia pun menjadi umpan.


I------------------------------------------I


di gang sempit, Ardian yang sudah berhasil menggiring mereka dan ia dikepung kedua ninja pembunuh itu dari arah yang berlawanan.


"kenapa kau begitu tenang ?. " tanya fuka dengan ekspresi serius saat menyerang Ardian.


"kalian ingin membunuh ku kan, jangan terlalu berharap, aku tidak ingin dibunuh sebelum menggapai mimpi ku. " kata Ardian yang beberapa kali menangkis serangannya dengan pedang api.


"(sungguh tekad untuk hidup yang luar biasa). " kata Yana didalam hatinya yang kagum melihatnya.


"aku harus bisa mengulur waktu. " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi serius.

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2