Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
perjanjian monster kegelapan (prolog: masa lalu gacha bagian 2)


__ADS_3

episode 58


di tempat makan, gacha,serin dan jaylain sedang makan bersama di siang hari.


"aku yakin dia tidak akan datang kesini. " kata jaylain pesimis.


"tunggu lah sebentar, aku yakin dia akan datang kok. " kata serin sambil tersenyum.


"jangan terlalu banyak berharap. " ucap jaylain dengan ekspresi tenang.


tiba-tiba saja pemilik tempat penampungan pengendali monster datang menghampiri mereka bertiga.


"maaf mengganggu kalian, kau gacha kan. aku punya sesuatu untuk mu. " kata pemilik tempat pengendali monster tersebut menatap gacha.


"eh, tuan nozaki. " ucap serin dengan terkejut.


"ada keperluan apa anda datang kepada ku. " tanya gacha dengan ekspresi tenang.


"Rowi memintaku untuk memberikan surat ini kepada mu. " jawab nozaki pemilik tempat penampungan pengendali monster sambil memberikan surat dari Rowi kepada gacha.


"surat. " ucap serin sambil berfikir.


"sudah kuduga dia tidak akan datang. " kata jaylain dengan tenang.


"baiklah, nikmati makanan kalian setelah itu kembali ke aula. " kata nozaki setelah itu pergi meninggalkan mereka bertiga.


"baik. " ucap serin.


setelah itu mereka bertiga pun membaca surat tersebut.


isi surat Rowi:


"gacha, maaf, aku tidak bisa pergi ke sana, sekarang kau mengerti kan, aku adalah teman yang buruk, aku tidak bisa menepati janji ku, sekarang ini aku akan ditelan oleh kegelapan, jadi, seandainya aku bisa terlahir kembali, aku ingin menjadi manusia normal dan bisa berteman dengan banyak orang, aku tidak peduli dengan kekuatan yang ku miliki, yang ku inginkan hanyalah sebuah teman pertama yang berharga bagi ku, aku sudah pernah kehilangan seorang teman di dalam hidup ku sebelum bertemu dengan mu, dia terbunuh karena aku, karena itulah aku membenci diriku sendiri, sepertinya kemarin adalah waktu terakhir yang indah sebelum aku menghilang, sekarang, kau bisa melupakan ku, gacha, selama tinggal, aku senang bisa bertemu dengan mu untuk pertama dan terakhir kalinya. " isi surat dari Rowi.


"Rowi, dia.... " ucap serin dengan terkejut.


"cih, aku tidak akan tinggal diam. " kata gacha setelah itu berdiri dengan ekspresi marah.


"apa yang ingin kau lakukan ? (ini baru pertama kalinya aku melihat dia berekspresi seperti itu). " tanya jaylain sambil berbicara sendiri didalam hatinya.


setelah itu gacha langsung pergi berlari meninggalkan mereka berdua tanpa menjawab pertanyaan jaylain.


"tunggu, gacha. " teriak serin tapi gacha tidak menghiraukannya.


"sepertinya dia tidak bisa dihentikan, ayo kita ikuti dia. " ujar jaylain.


serin dan jaylain pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti gacha.


---------------------------------------------


di lain tempat, di ruangan tersembunyi, Rowi sedang di sekap oleh nozaki, pemilik tempat penampungan pengendali monster.


"hehehe, aku sudah menuruti permintaan terkahir mu, sekarang, giliran mu untuk menuruti permintaan ku. " kata nozaki tertawa kecil sambil melihat Rowi yang sedang di kurung didalam bola khusus miliknya.


"baiklah, akan ku lakukan. " ucap Rowi yang sedang di kendalikan.


---------------------------------------------


"tidak salah lagi, ini adalah aroma elemen kegelapan Rowi. " kata gacha di depan tembok yang kosong sambil merasakan sesuatu di balik tembok tersebut.


"apa yang sedang dia lakukan ?. " tanya jaylain dengan heran.


"apakah ada sesuatu di balik tembok itu ?, sebenarnya aku sudah lama curiga dengan tembok yang retak tersebut, ku kira itu hanyalah retakan biasa, tetapi semakin lama, tembok itu semakin mencurigakan karena semakin retak saja. " kata serin sambil mengingat ingat hari dimana dia berjalan berkali kali melewati tembok tersebut.


saat gacha menyentuh tembok tersebut, elemen kegelapan nya terlepas dan membuat dia hilang kendali, alhasil tembok yang disentuhnya langsung hancur berkeping keping.


---------------------------------------------


di alam bawah sadar gacha......


"sepertinya kau telah melewati batas kekuatan mu, gadis kecil. " kata monster kegelapan yang ada didalam diri gacha.


"aku tidak tahu apa yang harus ku lindungi, tapi jika aku sudah mempunyai seorang teman yang menerima diriku, rasanya aku tidak ingin membiarkannya hilang begitu saja, aku tidak tahu arti pertemanan, karena itu aku akan membebaskannya untuk menunjukkan ku arti pertemanan yang sebenarnya. " kata gacha dengan ekspresi tenang sambil memejamkan matanya dan melayang di antara partikel partikel kegelapan yang menyelimutinya.


"heh, aku tidak menyangka kau bisa tertarik dengan hal seperti itu, ibumu dulu adalah orang yang sangat pendiam, dia tidak pernah mempunyai teman selama hidupnya, tapi, ayahmu yang bodoh telah membuka matanya, dulu beberapa kali dia selalu di tolak dan tidak dipedulikan oleh ibumu sampai waktu tiba, perang besar terjadi, ayah mu menyelamatkan ibumu yang lepas kendali karena melewati batas kekuatannya. " kata monster kegelapan sambil mengingat ingat kejadian yang terjadi saat ayah gacha berusaha menyadarkan ibu gacha yang lepas kendali.


---------------------------------------------


saat perang di kota zenai beberapa tahun yang lalu.........

__ADS_1


"mileha, aku mohon, sadarlah. " teriak garen sambil menghindari serangan dari ibunya gacha.


"kau sudah tahu seberapa mengerikannya diriku kan, karena itu, tinggalkan lah aku. " ujar mileha yang dikendalikan oleh kekuatan kegelapan nya.


"aku tidak akan meninggalkan mu !!. " teriak garen sambil melompat dengan kecepatan petirnya dan mendorong mileha ketanah, alhasil mileha tersadarkan, aura kegelapan yang di sekeliling mileha juga ikut menghilang.


"garen, kenapa ?. " tanya mileha sambil menatap garen yang berusaha menahannya.


"aku tidak akan meninggalkan mu sendirian lagi, aku tahu kau adalah gadis yang pendiam dan tidak mempunyai teman satu pun, tapi, saat aku melihat mu, kau berbeda dengan yang lain, kau yang mengajariku hal tentang ketenangan, aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa, karena itulah, aku setidaknya ingin membuat mu bahagia, lalu hidup bersama, senang maupun susah, aku tetap akan terus mengikuti mu, karena mu lah, aku bisa berubah. " kata garen sambil menahan rasa sakitnya.


setelah mendengar perkataan garen, mileha tersenyum kecil, lalu mengusap dahi garen yang bersimpah darah.


"apakah aku membuatmu terluka ?. " tanya mileha.


"luka ini tidak ada apa-apa nya di bandingkan lukamu yang kau simpan sendiri. " kata garen menahan lukanya.


"apakah kau siap menanggung resikonya ?. " tanya mileha sambil tersenyum kecil.


"ya, aku selalu siap dengan resiko itu. " kata garen setelah itu terjatuh dan pingsan.


beberapa hari kemudian, mereka berdua akhirnya menikah, lalu setelah menikah, mereka berdua membuat rumah yang agak jauh dari kota, agar warga tidak mencurigai jika mileha mempunyai monster didalam dirinya.


"aku akhirnya menikah dengan mileha, orang yang ku ikuti selama ini, walaupun dia jarang berbicara, setidaknya dia sudah bisa tersenyum. " kata garen didalam hatinya yang sedang duduk didepan rumahnya sambil melihat awan dan menikmati udara yang segar.


"ternyata kau ada disini. " kata mileha tiba-tiba saja datang dengan membawa kopi hitam.


"oh, mileha, duduklah dulu. " pinta garen.


"ini minumlah. " ucap mileha setelah duduk sambil memberikan kopi hitam kepada garen.


"terimakasih. " ucap garen setelah itu meminum kopinya.


"aku terkejut kau bisa meminum kopi sepahit itu. " kata mileha tersenyum kecil melihat garen menghabiskan kopi hitamnya.


"aku sudah terbiasa meminum kopi sepahit ini, mungkin sejak dulu saat aku di asingkan teman-temanku. " kata garen sambil mengingat dia saat masih di sekolah ninja.


"maaf membuat mu mengingatnya. " ucap mileha dengan ekspresi tenang.


"tidak masalah, menurut ku sekarang, hidupku lebih tenang bersama dengan mu, terimakasih. " ucap garen sambil tersenyum.


"untuk apa ?. " tanya mileha dengan ekspresi tenang.


"untuk menerima ku apa adanya. " kata garen.


"sepertinya kita mempunyai kesamaan. " kata garen dengan tersenyum sambil melihat awan di langit.


"aku pikir juga begitu. " ucap mileha.


lalu beberapa bulan kemudian, mileha mengandung anak, garen yang mengetahuinya sangat senang, tapi, mileha justru merasa gelisah, akhirnya tibalah saatnya mileha melahirkan, anak pertama yaitu gacha, lalu beberapa bulan kemudian, mileha melahirkan lagi anak kedua, yaitu Opel, lalu tidak selang lama, mileha melahirkan anak ketiga, yaitu gicha.


beberapa Minggu kemudian, kegelisahan mileha yang dipendamnya akhirnya muncul, lalu mengatakan sebenarnya kepada garen.


"garen, aku ingin kita bicara sebentar. " kata mileha dengan gelisah.


"baiklah, gacha, tolong jaga adik-adik mu sebentar. " pinta garen kepada gacha yang sudah berusia 3 tahun lebih.


gacha hanya mengangguk lalu melihat adik-adiknya yang sedang bermain.


setelah itu garen pun menghampiri mileha di depan rumah yang sudah menunggunya.


"ada apa, mileha. " tanya garen sambil duduk.


"kau tampan. " ucap mileha sambil tersenyum kecil.


"apakah hanya itu saja yang ingin kau katakan ?. " tanya garen dengan menahan rasa malunya.


"tidak, sebenarnya sudah lama aku merasa gelisah, kau masih ingat kan, sebelum kita menikah, aku pernah bilang kepada mu, kau akan mempunyai resiko jika menikah dengan ku. " kata mileha dengan ekspresi tenang.


"bukankah resiko itu hanya monster kegelapan yang ada di dalam dirimu. " kata garen.


"bukan itu saja resikonya, " ucap mileha.


"apa ?. " tanya garen dengan terkejut.


"aku sudah menaruh monster kegelapan didalam diri gacha, saat dia lahir. " kata mileha.


"bagaimana bisa ?. " tanya garen dengan heran.


"sebelumnya, gacha yang pertama lahir mewarisi kekuatan ku, tapi, saat gicha dan Opel lahir, mereka berdua tidak akan sekuat gacha dimasa depan. " kata mileha.

__ADS_1


"apa maksudmu ?. " tanya garen.


"gacha mewarisi sebagian besar kekuatan ku, oleh karena itu, aku percaya kepadanya, dia pasti bisa mengendalikan monster kegelapan dimasa depan nanti dan juga melindungi kedua adiknya. " jawab mileha sambil tersenyum kecil.


"lalu apa masalahnya ?. " tanya garen heran.


"aku akan melepaskan kegelapan didalam diriku, oleh karena itu, untuk mencegahnya, aku harus pergi sejauh mungkin. " jawab mileha dengan gelisah.


"tidak, aku tidak akan membiarkan mu pergi, apakah kau tidak memikirkan nasib anak-anak kita nanti. " kata garen menahan emosinya.


"aku juga memikirkan mereka, aku juga ingin terus bersamamu, melihat mu dan melihat anak-anak kita tumbuh bersama, tapi, lihat ini. " kata mileha meneteskan air mata sambil menunjukkan tangan kanannya yang berubah menjadi monster.


"apa yang terjadi dengan tanganmu ?. " tanya garen dengan terkejut saat melihat tangan kanan mileha.


"setelah aku melahirkan, kekuatan inti kegelapan yang tersegel didalam diriku akan merasuki tubuh ku, itulah resiko terbesarnya, bukan aku saja yang bisa berubah setelah melahirkan, tapi para pengguna elemen kegelapan juga akan mengalami hal yang sama dengan ku, karena itu, aku harus pergi. " kata mileha mencoba tenang.


"tapi kemana kau akan pergi ?. " tanya garen dengan pelan sambil menundukkan kepalanya.


"aku akan pergi sejauh mungkin untuk bisa menemukan solusinya, tenang saja, aku tidak akan jatuh kedalam kegelapan kok. " kata mileha sambil mencoba tersenyum kecil.


"tapi bagaimana dengan.... " tanya garen langsung dipotong mileha.


"bilang saja aku sudah tiada. " ujar mileha memotong pertanyaan garen.


"bagaimana aku bisa mengatakannya. " ucap garen dengan frustasi.


"ini permintaan terakhir ku, jagalah mereka bertiga, walaupun jarak memisahkan kita, aku akan tetap di hatimu, aku tidak ingin membuat mereka khawatir lalu mencari ku. " kata mileha dengan tenang.


"karena ini resiko yang kau bilang waktu itu, aku akan menepatinya. " kata garen.


"itu baru suamiku. " ucap mileha setelah itu mencium pipi garen.


lalu keesokan harinya, mileha pergi meninggalkan garen dan anak-anaknya, sebelum pergi, mileha memberikan kristal kegelapan kepada garen agar digunakan sebaik-baiknya untuk melindungi anak-anaknya setelah itu dihancurkan saat sudah waktunya tiba, mileha, tidak ada yang tahu dimana dia berada sekarang, dia selalu diselimuti oleh rasa gelisah dan berusaha untuk terus berjalan.


1 tahun kemudian.......


"mileha, semoga kau baik-baik saja, kembalilah kapanpun. " kata garen didalam hatinya sambil melihat awan.


"ayah, apa yang sedang ayah lakukan ?. " tanya gacha dengan ekspresi tenang


"ayah hanya teringat dengan ibumu. " jawab garen dengan gelisah.


"dimana dia sekarang ?. " tanya gacha.


"dia sudah tiada saat melahirkan kalian. " jawab garen dengan sangat gelisah.


"bohong. " ucap gacha setelah itu langsung pergi meninggalkan ayahnya dan masuk ke dalam rumah.


"apakah gacha sudah tahu, tidak, tidak, dia pasti hanya merasa sulit menerimanya karena mileha... " kata garen didalam hatinya sambil mengingat janji terakhirnya dengan mileha.


---------------------------------------------


didalam alam bawah sadar gacha.......


"heh, sepertinya sudah saatnya untukku menepati janjiku kepada ibumu. " kata monster kegelapan.


"janji ?, janji apa ?. " tanya gacha membuka kedua matanya.


"janji untuk menjagamu, sebenarnya, akulah yang membuat ibumu merasakan kekuatan kegelapan ku dan membuatnya mati. " kata monster kegelapan dengan serius.


"bohong, ibu ku belum mati. " kata gacha sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


"apakah kau sudah tahu yang sebenarnya ?. " tanya monster kegelapan sambil mengingat perkataan mileha sebelum meninggalkan garen dan anak-anaknya.


"tidak, aku tidak tahu, tapi ibuku memang masih hidup. " kata gacha sambil menunjukkan tanda segitiga hitam ditangan kanannya yang masih bersinar gelap.


"kau sangat jenius diantara kedua adikmu, sepertinya hanya kau saja yang mengetahuinya, aku ingin kau merahasiakannya demi perjanjian untuk ibumu. " kata monster kegelapan sambil tersenyum kecil.


"tidak masalah, jadi, apa yang akan kau tepati dengan perjanjian yang dilakukan ibuku kepada mu ?. " tanya gacha dengan ekspresi tenang.


"mulai saat ini, aku akan melindungi mu, tapi dengan caraku sendiri, jadi, aku tidak ingin diperintah oleh mu, walaupun kau adalah seorang pengendali monster. " jawab monster kegelapan.


"aku juga tidak peduli dengan itu, lakukanlah semau mu. " kata gacha dengan tenang sambil memejamkan matanya.


"baiklah kalau begitu, aku akan memberi mu kekuatan elemen kegelapan tambahan agar kau bisa mengendalikan setengah dari jiwa mu yang akan dirasuki. " kata monster kegelapan setelah itu menyelimuti gacha dengan kekuatan kegelapannya.


----------------------------------------------


kembali saat gacha menghancurkan tembok yang retak tersebut, nampak Rowi yang di kurung didalam kurungan bola khusus, didekatnya ada pemilik tempat penampungan pengendali monster yang terkejut melihat gacha yang tiba-tiba datang menghancurkan tembok rahasianya.

__ADS_1


"aku hanya harus menyelamatkan Rowi. " ucap gacha didalam hatinya sambil mengeluarkan kekuatan elemen kegelapan yang sangat dahsyat menyelimuti seluruh tubuhnya.


BERSAMBUNG.............


__ADS_2