
episode 54
"sensei, apakah sensei serius untuk itu. " tanya stalker melihat kebawah dan tidak bergerak ataupun menghindar sedikitpun.
"ya, aku serius. " jawab garen mengentikan langkah kakinya yang hampir menyerang stalker dengan petir hitam.
"tapi kenapa sensei ?. " tanya stalker menatap garen dengan serius.
"mereka para murid sekolah ninja membawa sebuah kabar buruk untuk raja api, oleh karena itu, aku tidak akan membiarkan siapapun mengentikan mereka sampai mereka bertemu dengan raja api secara langsung. " jawab garen.
"kabar buruk ?, apa kabar buruknya. " tanya stalker dengan terkejut.
"kau tahu tentang iblis api kan, tidak ada waktu untuk menjelaskannya, jika kau bersedia membantu ku untuk menyelesaikan semua ini, maka semua akan lebih jelas. " kata garen.
"jika ini untuk kebaikan kota ini, aku bersedia ikut dengan sensei. " kata stalker.
"hmm, ayo bergegas. " ucap garen sambil tersenyum setelah mendengar jawaban stalker.
-------------------------------------------
di lorong bawah tanah.......
"sepertinya kita sudah dekat. " kata Alan.
"kita juga harus berhati-hati. " kata Ardian.
setelah itu mereka bertiga sampai di kerajaan melewati lorong bawah tanah.
"sepertinya disini sepi. " kata gicha.
"tetap waspada semua, jangan sampai lengah. " kata Alan.
"tunggu, sepertinya aku merasakan sesuatu di sekitar ruangan ini. " kata Ardian.
"lihat, sebuah pedang !!. " kata gicha sambil menunjuk ke arah pedang yang tertancap di tanah yang agak panas.
"ayo kita lihat. " ujar Alan sambil berlari mendekati pedang itu.
"wow, sepertinya ini pedang api. " kata Ardian.
"ternyata disimpan di sini ya. " kata gicha.
"pedang ini mirip dengan pedang yang dibawa oleh raja api saat di hutan seka waktu itu, apakah ini asli ?. " ujar Ardian.
__ADS_1
"dari bentuknya, ini menang pedang yang waktu itu. " kata Alan.
"ada yang datang. " ucap gicha sambil melihat ke arah pintu ruangan.
"ternyata kalian punya nyali untuk mencuri pedang itu ya, aku tidak akan membiarkan satu pun dari kalian kabur dari sini. " kata seseorang yang datang dari pintu ruangan.
"kami tidak mencuri. " ucap gicha.
"siapa kau ?. " tanya Alan dengan menggertak.
"namaku adalah saula, kalian murid dari sekolah ninja kan, aku adalah angkatan sebelum kalian. " kata orang yang bernama saula.
"bagaimana kau bisa tahu kalau kami berasal dari sekolah ninja ?. " tanya Alan.
"tentu saja, kalian salah satu dari mereka yang diluar bukan, seharusnya stalker sudah membereskan kalian di lorong, tapi sepertinya kalian berhasil melewatinya ya, dasar payah, aku tidak akan segan segan melawan kalian lho. " jawab saula sambil mengeluarkan pedangnya yang mengeluarkan cahaya hijau.
"kau juga pengguna pedang kekuatan ya. " ucap Ardian.
"ya, ini adalah pedang kekuatan kelumpuhan, (walaupun ini pedangnya stalker). " kata saula.
"kelumpuhan, apa elemennya ?. " tanya Ardian.
"itu.... " jawab saula dengan kebingungan.
"eh, kenapa dia malah bingung, itu kan pedangnya, aneh. " kata Alan.
"sepertinya kita harus melawannya, ayo maju Ardian. " kata Alan sambil maju ke arah saula.
"ya. " ucap Ardian yang ikut maju.
"kalian berdua, tunggu. " kata gicha tidak ikut maju.
"heh, kalian punya nyali juga ya. " kata saula mulai bergerak maju menyerang mereka berdua.
petarungan pun berlanjut sampai Ardian dan Alan kewalahan menghadapi saula karena ia menggunakan pedang.
"sial, dia menggunakan pedang, jika terus begini kita tidak akan bisa mengalahkannya. " kata Alan dengan kesal.
"Alan, kita gunakan kombinasi serangan. " ujar Ardian.
"ehh, bagaimana caranya, kekuatan kita tidak bisa bersahabat kan. " ucap Alan.
"memang, api dan tumbuhan itu tidak bersahabat, tapi aku punya rencana, mendekat lah. " kata Ardian membisiki Alan.
__ADS_1
"kalian tidak akan bisa mengalahkan ku, kalian masih harus banyak belajar. " kata saula dengan tersenyum sambil melihat Ardian membisiki Alan.
"begitu ya, ayo kita coba. " ucap Alan setelah mendengarkan rencana Ardian.
"sebenarnya apa yang mereka rencanakan. " kata gicha didalam hatinya sambil melihat mereka berdua.
mereka berdua pun akhirnya maju secara terpisah, pertama Ardian menyerang saula dengan bola apinya, tapi saula berhasil menghindarinya lalu maju menyerang Ardian, seketika itu Alan menjerat tangan saula dengan akar penjeratnya yang berasal dari bawah tanah.
"apa ini, akar penjerat ?, dari bawah tanah ya, jadi begitu rupanya. " kata saula melihat kedua tangannya sedang terjerat oleh akar penjerat milik Alan yang keluar dari tanah.
"Ardian, aku tidak bisa menahannya lebih lama, cepat lakukan !!. " kata Alan yang berusaha menahan akar penjeratnya agar tidak putus.
"baiklah, pukulan berapi !!. " teriak Ardian sambil melepaskan pukulannya yang dipenuhi dengan api ditangan kanannya kepada saula sehingga terpental dan terhantam ke tembok ruangan dengan agak keras.
"hebat, jadi begitu rencana mereka, Alan mencari tempat untuk bisa melihat gerakan saula lalu menjerat tangannya saat Ardian berhasil memancingnya ke posisi yang sudah mereka tentukan, kerja sama yang bagus. " kata gicha di dalam hatinya dengan senang.
"o**oh, hebat juga kerja sama kalian, tapi sepertinya ini bukan apa-apa. " kata saula yang masih bisa berdiri saat menghantam tembok lalu bergerak dengan cepat menyerang Ardian dan Alan.
"aku tidak bisa bergerak. " kata Ardian terbaring setelah menerima serangan pedang dari saula.
"aku merasa lumpuh. " kata Alan yang juga terbaring karena terkena serangan pedang dari saula.
"aku lupa menjelaskan jika pedang ini juga bisa membuat penggunanya bergerak dengan cepat walaupun sepertinya elemen pedangnya bukan petir. " kata saula dengan tersenyum kecil.
"sebenarnya seberapa kuat dia itu. " kata Ardian sambil menggeliat sedikit demi sedikit menuju ke arah pedang api yang masih tertancap.
"kalian bukanlah tandingan ku, sudah kubilang kan, kalian masih harus banyak belajar. " kata saula sambil mengembalikan pedang ke sarung khususnya.
"cih, menyebalkan. " ucap Alan dengan kesal.
BERSAMBUNG..........
--------------------------------------------
Karakter : tim 8
Ardian : type elemen api
Nizar : type elemen petir
__ADS_1
veysa : type elemen es