
Episode 239
Ardian, Zela dan Zahra yang berkumpul menjauh dari kerumunan dan membuat rencana untuk mengalahkan Sure si penyu raksasa itu...........
"kita harus membantu mereka, jika saja kita tahu kelemahan penyu raksasa itu. " kata Ardian yang melihat ketiga penjaga terkuat kota zenai dan Helen kewalahan menghadapi penyu raksasa itu.
"kelemahan ya......, huh. " Zela yang mendapat sebuah ide setelah berfikir sejenak.
"ada apa, Zela ?. " tanya Zahra.
"cangkangnya. " ucap Zela.
"cangkangnya, ada apa dengan cangkangnya ?. " tanya Ardian.
"dia itu seekor penyu, hanya saja ukurannya besar, jika cangkangnya itu mempunyai fungsi untuk melindungi dirinya maka akan sulit untuk menyerangnya dari luar, karena itu...... " jawab Zela yang menjelaskan sekilas kepada mereka.
"karena itu ?. " Zahra yang penasaran dengan rencana yang akan dibuat Zela.
"harus ada seseorang yang menyerangnya dari dalam. " kata Zela yang sudah membuat rencana.
"itu berarti, masuk kedalam cangkangnya, begitu. " kata Ardian yang memahaminya.
"tepat sekali. " ucap Zela sambil tersenyum kecil.
"tapi bagaimana cara masuk kedalam cangkangnya itu, penyu itu pasti akan menghalangi kita. " kata Zahra.
"cukup satu orang yang masuk kedalamnya, Ardian, aku serahkan itu kepada mu. " kata Zela.
"ho**y, jangan seenaknya mengambil keputusan. " kata Ardian yang agak terkejut dengan perkataan Zela.
"tenang saja, kami berdua akan melindungi dari luar, berjuanglah " kata Zahra dengan ekspresi datar.
"dengarkan aku dulu. " kata Ardian yang tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara.
"hahahaha, aku hanya bercanda. " kata Zela yang tertawa kecil.
"kau ini ya. " Ardian yang terlihat kesal.
setelah itu Zela pun menyampaikan rencana yang sudah dibuatnya itu.
"pertama-tama kita harus memberitahu rencana ini dan kelemahannya kepada kak stalker dan teman-temannya, setelah itu kita akan mendekati pintu masuk cangkangnya. " kata Zela yang menyampaikan rencananya.
__ADS_1
"pintu masuk, memangnya ada ?. " tanya Ardian.
"tentu saja ada, bukankah dia itu penyu raksasa, seharusnya lubang di kepalanya itu muat untuk di masuki. " jawab Zela.
"begitu ya, ayo kita lakukan rencana itu !!. " kata Ardian dengan bersemangat.
lalu tiba-tiba saja teman-teman lainnya pun datang saat mereka hendak menjalankan rencana nya.
"tunggu, ku harap kalian tidak meninggalkan kami kali ini. " kata veysa yang datang bersama teman-teman lainnya.
"kalian, bagaimana kalian bisa lolos dari penjagaan kak zuros ?. " tanya Ardian yang terheran-heran dan terkejut melihatnya.
"oh, kalau itu, kak zuros ikut membantu mereka tanpa pikir panjang meninggalkan kami karena situasinya semakin mendesak. " jawab jaylain dengan tenang.
"tidak ada waktu lagi, maaf melibatkan kalian, akan ku jelaskan rencananya sesingkat mungkin. " kata Zela dengan ekspresi serius.
"Zela, jangan menganggap kami ini orang asing, kita semua di sini adalah teman, jika kau membutuhkan bantuan, kami siap membantu. jangan mengembannya sendirian. " kata Mauli.
"mauli. " Zela yang langsung sadar dengan perkataan mauli itu.
"kau dengar itu kan Zahra. " ucap Nijin dengan pelan.
"maaf, (jika saja Seina disini dia pasti juga akan berkata seperti itu) " kata Zahra didalam hatinya yang memikirkan adiknya berada di kota lain mengembara seorang diri semenjak datang ke kota zenai.
"dimana anak-anak itu, aku sangat bosan mengahadapi kalian, serangan kalian tidak ada apa-apanya, ku harap aku segera menyelesaikan misi ku. " kata penyu raksasa yang belum terluka sedikitpun.
"jadi kau mengincar anak-anak itu ya, tidak akan kubiarkan kau menyentuh mereka. " kata Stalker yang terus bangkit setelah terhempas beberapa kali saat melawan penyu raksasa itu.
"Stalker. " Helen yang terkagum dan khawatir melihat Stalker yang terus bangkit melawan penyu raksasa itu walaupun sudah babak belur.
"(kurasa ini semua percuma, kita hanya bisa menahannya selama beberapa jam sampai kita semua kehabisan tenaga, semua serangan juga tidak mempan kepadanya). " kata Saula didalam hatinya dengan ekspresi kesal.
"hmp, kau memang tidak tahu kapan harus menyerah ya, manusia bodoh. " kata penyu raksasa itu menghempaskan Stalker yang berjuang mati-matian itu.
"Stalker, sudah cukup. " teriak Helen yang khawatir melihatnya.
"masih belum..... " kata Stalker yang hendak mencoba bangkit lagi.
"kak stalker !!. " panggil Ardian yang membawa semua teman-temannya datang membantu.
"kalian, kenapa kalian kemari, menjauhlah, biar kami yang mengurusnya. " kata Stalker dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"kami tidak ingin hanya diam dan melihat dari kejauhan, kami sudah memutuskan untuk membantu, seorang ninja harus berani mempertaruhkan segalanya untuk melindungi yang lemah, kami sudah siap untuk menerima semua resikonya. " kata Ardian yang membalas dengan ekspresi serius.
"zuros, kau sudah tahu ini akan terjadi kan. " kata Stalker yang melihat ke arah zuros yang juga terlihat kelelahan setelah menghadapi penyu raksasa itu berjam-jam.
"bagaimana ya aku harus menjawabnya. " kata zuros sambil tersenyum kecil.
"kau sengaja meninggalkan penjagaan mu ya. " ucap Stalker dengan ekspresi kesal.
"Stalker, apakah kau tidak melihat mata mereka, tekad mereka sudah bulat, mereka juga bilang akan mempertaruhkan segalanya, bagi seorang ninja itu adalah keberanian yang dibutuhkan untuk generasi ke generasi, percayalah kepada mereka. " kata zuros.
"kalau begitu, aku akan bertanya kepada mereka, apakah kalian siap untuk mati ?. " tanya Stalker dengan ekspresi serius.
mendengar itu Ardian pun gemetaran dan teringat kembali dengan paman Yazerd saat terbunuh di peperangan sebelumnya, lalu Nizar yang melihat kakaknya pun langsung memegang pundaknya dengan ekspresi serius, melihat Nizar yang menatapnya dengan tajam, seketika Ardian pun kembali tenang setelah memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam.
"kami siap. " ucap Ardian yang kembali dengan tatapan tajam.
"huh, baiklah, aku tidak akan menghentikan kalian, tapi kalian harus menjaga diri kalian baik-baik. " kata Stalker.
"kami tidak sendirian disini, kami saling bergantung satu sama lain, karena itu, kak Stalker, berkerjasama lah dengan kami. " pinta Ardian.
"kukira kalian akan langsung mencoba menyerangnya. " kata Stalker.
"itu percuma, semua serangan tidak akan mempan kepada penyu raksasa itu. " kata Zela.
"itu yang hanya bisa kita lakukan untuk saat ini, kalau saja bisa menemukan kelemahannya. " kata Stalker yang geram.
"aku sudah menemukan kelemahannya. " kata Zela sambil tersenyum kecil.
"huh. " ketiga penjaga terkuat kota zenai, Helen dan zuros yang seketika terkejut mendengarnya.
"kelemahannya ada di dalam cangkang itu. " kata Zela dengan lantang.
"cih, kalian sudah menyadarinya ya, tidak akan kubiarkan kalian pergi hidup-hidup. " kata penyu raksasa itu yang langsung melompat-lompat ke arah mereka.
seketika Helen pun menghadangnya tepat waktu dengan menggunakan kekuatan dan pedang roh peri nya untuk membangun sebuah barrier yang kuat.
"lawan mu adalah aku. " kata Helen yang terbang menggunakan sayap peri nya yang muncul di belakang badannya.
"aku akan menjelaskan rencananya sesingkat mungkin. " kata Zela yang menyuruh semuanya berkumpul.
kemudian Zela pun menyampaikan rencana nya untuk masuk kedalam cangkangnya itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG..............