
episode 29
"battle kedua akan segera dimulai, Rega dengan lawannya laka, silahkan kalian berdua maju ke depan dan menempati posisi masing masing. " kata niver sensei dengan keras.
"aku tidak tahu jika Rega sudah sejauh itu. " kata legis.
"benar, padahal dia hanya mengandalkan kekuatan pedang. " kata Ardian.
"tidak, dia juga mendapat semangat karena Risa mendukungnya, apalagi di pertarungan sebelumnya melawan zeker, dia sengaja memilih tembok tanjakan untuk dinaiki tepat di depan Risa, itulah kekuatan penyemangat nya. " kata Pingo.
"begitu ya, bisa dibilang mereka berdua pasangan. " ucap legis.
"itu belum saatnya. " ucap Ardian dengan terkejut.
"benar, aku akan melihat mereka berkembang. " kata Pingo dengan tersenyum.
"jadi kau ini yang berhasil mengalahkan zeker, kuberitahu ya, aku tidak selemah zeker. " kata laka dengan sombong.
"aku tidak peduli, aku juga tidak sabar melawan mu, karena kita juga sama-sama pengguna pedang. " kata Rega.
"begitu kah, pedang ku ini lebih besar dari mu lho. " kata laka sambil tersenyum sombong.
"aku tidak takut, kita lihat saja. " ucap Rega sambil mengarahkan pedangnya ke arah laka.
"pertarungan pedang, aku sudah tidak sabar menantikannya. " kata niver sensei.
"tapi bukankah pedang milik laka dua kali lebih besar daripada milik Rega, bagaimana bisa kau anggap adil. " kata Kirana sensei.
"laka, pedangnya saja yang besar tapi dia itu sangat sombong, sekarang Rega akan menunjukkan tekadnya kepada laka, itulah kebalikannya, maka dari itu aku menganggap pertarungan mereka berdua sudah adil. " kata niver sensei.
"begitu ya, pemikiran mu itu sangat lancip. " kata Kirana sensei dengan tersenyum.
"oh, terimakasih. " ucap niver sensei.
"ayo mulai saja. " ucap Kirana sensei.
"baiklah, pertarungan pertama dimulai. " ucap niver sensei dengan keras.
__ADS_1
"ayo kita mulai, Rega !!. " ucap laka sambil berlari menyerang Rega dengan pedang besarnya.
"aku harus berjuang. " ucap Rega di dalam hatinya sambil menangkis pedang besar serangan laka.
mereka berdua pun saling beradu pedang, saat Rega menghindar, dia kehilangan konsentrasi sehingga dia terkena serangan laka dan terhempas ke dinding arena.
"sepertinya kelemahan mu sudah mulai muncul ya, Rega. " ucap laka sambil tersenyum.
"kau bisa menyebutnya kelemahan, tetapi aku masih bisa berdiri. " kata Rega sambil mengelap darah yang keluar dari mulutnya.
seketika itu Rega mulai gesit menyerang laka yang kecepatan menggerakkan pedangnya lambat sehingga terkena tebasan pedang milik Rega.
"cih, akan ku gunakan kemampuan pedang ku, putaran pedang gangsing !!. " ucap laka sambil memutar pedangnya dengan cepat.
Rega yang tidak sempat menghindar dengan sempurna dari serangan laka membuat tangan kanannya berdarah.
"sepertinya kau terlalu terburu buru. " ucap Rega.
"kita akhiri ini saja. " ucap laka sambil menodongkan pedangnya ke arah Rega.
"baiklah, tebasan pedang angin !!!. " ucap Rega sambil maju ke arah laka.
saat Rega sampai di depan laka, ia pun berhenti berlari dan menggunakan tebasan anginnya dari jarak jauh tanpa menyentuhnya.
"apa !!. " ucap laka terkena tebasan angin dan terhempas ke dinding arena dengan keras sehingga tidak bisa berdiri lagi.
"sudah ku bilang, kau terlalu terburu buru. " ucap Rega sambil mendekati laka dan menodongkan pedang ke arahnya.
"cih, ternyata kau licik juga. " ucap laka.
"aku membuatmu mengeluarkan kekuatan pedang mu terlebih dahulu, saat itulah aku tahu kelemahan kekuatan pedang mu adalah serangan jarak jauh sesuai dengan dugaan ku. " kata Rega.
"baiklah, pertarungan kedua dimenangkan oleh Rega, kalian berdua silahkan kembali ke tempat duduk. " kata niver sensei dengan keras.
---------------------------------------------
"tadi itu pertarungan yang sangat mengejutkan. " ucap Kirana sensei.
__ADS_1
"ya, Rega sangat jenius dengan menipu lawannya mengeluarkan kekuatan terlebih dahulu sehingga Rega bisa tahu kelemahan lawannya. " kata niver sensei.
"padahal pedangnya tidak sebanding tapi kekuatannya cukup besar, hebat sekali anak itu. " kata Kirana sensei.
"iya, kekuatannya adalah elemen angin. " ucap niver sensei.
---------------------------------------------
"kau sangat hebat Rega. " ucap pingo dengan senang.
"terimakasih. " ucap Rega.
"Rega, perlihatkan luka mu. " ucap Risa sambil menatap Rega.
"tidak, ini tidak terlalu parah kok. " ucap Rega dengan ragu ragu.
"jangan berbohong kepada ku. " ucap Risa sambil mengelap darah yang ada di bibir Rega.
"oh, oke, baiklah, ini. " ucap Rega sambil mengulurkan tangan kanannya.
"sepertinya itu lumayan parah. " ucap Ardian.
"iya, dasar kau ini. " ucap legis.
"aduh, aduh. " ucap Rega kesakitan saat Risa memperban tangan kanannya.
"maaf, sakit ya. " ucap Risa.
"seharusnya kau tidak perlu repot-repot melakukannya. " kata Rega.
"tidak, ini tugas ku sebagai temanmu, nah, sudah selesai. " ucap Risa dengan tersenyum.
"terimakasih banyak Risa. " ucap Rega dengan senang.
"ya, sama-sama. " ucap Risa.
"Rega sangat beruntung mempunyai teman seperti Risa. " kata Ardian di dalam hatinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...........