
episode 88
"kalian dari mana saja, lama sekali. " kata zenah yang melihat nizuan, dyrados dan mireha yang baru saja datang ke kantor.
"bukan urusan mu. " kata mireha.
"kami hanya membicarakan hal penting sebentar, itu saja. " kata nizuan.
"ya, begitulah. " ucap dyrados dengan tenang.
"oy, apa kau masih marah ?. " tanya nizuan kepada dyrados.
"tidak juga. " jawab dyrados dengan ekspresi tenang.
"maaf menunggu lama. " kata deros sensei yang tiba-tiba saja datang.
"tidak apa-apa kok, teman kami juga baru datang. " kata jelan.
"begitu ya. " ucap deros sensei kemudian duduk.
"lalu dimana keberadaan sensei kami, deros sensei ?. " tanya jelan dengan ekspresi serius.
"kakek tua itu berada di puncak bukit kota lesar, dia bilang, dia ingin melakukan sesuatu yang penting, sebenarnya aku tidak tahu apa yang sedang kakek tua itu lakukan. " jawab deros sensei.
"di puncak bukit ya. " ucap jelan.
"tunggu sebentar, kalian benar-benar murid dari kakek tua itu kan ?. " tanya deros sensei yang masih mencurigai mereka.
"apakah deros sensei masih belum mempercayai kami. " jawab jelan dengan ekspresi serius.
"aku hanya memastikannya saja, sekarang kalian bisa pergi, dan satu hal lagi, berhati-hati lah dengan anak-anak pembunuh itu. " kata deros sensei memperingati mereka.
"oh, kalian masih belum pulang ya. " kata Sima sensei yang tiba-tiba saja datang bersama dengan Lena sensei.
"Sima sensei dan Lena sensei. " kata jelan dengan terkejut.
"apakah kalian akan benar-benar menemui kakek tua itu ?. " tanya Sima sensei.
"tentu saja, dia adalah sensei kami dan kami semua menghawatirkan nya. " jawab jelan dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"begitu ya, semoga berhasil. " kata Sima sensei kemudian pergi bersama dengan Lena sensei.
"Sima, apakah kau akan membiarkan mereka pergi menemuinya ?. " tanya Lena sensei setelah keluar dari kantor bersama dengan Sima sensei.
"sejujurnya aku juga khawatir anak-anak itu pergi untuk menemui kakek tua itu, tapi tekad dari anak-anak itu sangatlah kuat, aku tidak bisa menghalangi mereka. " jawab Sima sensei dengan ekspresi resah sambil duduk di tempat duduk halaman sekolah untuk menenangkan pikirannya bersama Lena sensei.
lalu jelan dan teman-temannya pun keluar dari kantor dan membicarakan lebih lanjutnya ke kelasnya yang kosong.
"jelan, kita sudah mengetahui tempat keberadaan sensei, bagaimana sekarang ?. " tanya zenah.
"kita harus bergegas ke sana. " jawab jelan.
tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dari pintu kelas dan mengancam mereka.
"tunggu dulu, kalian mengetahui keberadaan Kakek tua bangsawan itu kan, kalian katakan dimana dia, kalau tidak aku akan membuat kalian mengatakannya dengan pisau ini. " kata anak lelaki yang tiba-tiba saja datang ke kelas mereka.
"kau, bukankah kau anak sekelas. " kata nizuan yang mengetahuinya.
"benar, namaku adalah anaki, sang pembunuh bayaran. " kata anaki memperkenalkan dirinya.
"jadi dia anak yang dimaksud oleh deros sensei. " kata jelan dengan terkejut.
"masih ada rekan ku yang lainnya, lagipula kami sudah bosan menyamar tanpa membunuh, sekarang aku akan membunuh kalian setelah mengetahui dimana keberadaan Kakek tua itu sebagai pelampiasan ku. " kata anaki yang semakin tidak terkendali.
"hmp, hidup kami sudah hancur, oleh karena itu kami akan terus mengucurkan hidup orang orang penting di kota ini sebagai pelampiasan kami, kami sudah muak dengan kehidupan ini. " jawab anaki dengan ekspresi tersenyum kecil sambil mengatakan dengan lantang lalu di seluruh tubuhnya mengeluarkan aura kegelapan yang sangat kuat.
lalu dengan cepat anaki langsung menyerang jelan menggunakan pisau dengan cepat, beruntung jelan bisa menghindarinya tapi pipinya berdarah karena terkena goresan pisau itu.
"baru pertama kali ada orang yang bisa menghindari serangan membunuh ku dengan cepat, kau pasti berbakat ya. " kata anaki dibelakangnya yang hendak menusuk jelan dari belakang.
"jelan, awas dibelakang mu !!. " teriak zenah.
lalu saat jelan hampir ditusuk dari belakang, tiba-tiba deros sensei datang dan menyelamatkan jelan dengan menendang anaki dengan cepat sehingga ia terpental lalu menghantam dinding kelas dengan keras.
"apakah kau baik-baik saja ?. " tanya deros sensei yang datang tepat waktu.
"ya, terimakasih sudah menyelamatkanku deros sensei. " ucap jelan.
"nanti saja terimakasihnya, sekarang kalian pergilah ke tempat kakek tua itu. " ujar deros sensei.
__ADS_1
"tapi dia... " ucap jelan sambil melihat anaki yang masih bisa bangun dan bersiap untuk menyerang dengan gerakan membunuhnya.
"aku akan menanganinya, lagipula sudah tugas ku untuk menangkap anak-anak pembunuh itu, sekarang pergilah. " kata deros sensei sambil mengeluarkan pedang merahnya.
"berhati-hatilah, deros sensei, teman-teman, ayo. " kata jelan kemudian pergi melewati jendela kelasnya bersama teman-temannya.
"aku tidak akan membiarkan kalian pergi. " kata anaki yang ingin mengejar mereka tapi dihalangi oleh deros sensei.
"lawanmu adalah aku, aku tidak akan membiarkan mu menyentuh murid-murid ku. " kata deros sensei menghalangi anaki untuk pergi mengejar mereka.
"cih, menyebalkan. " ucap anaki dengan ekspresi kesal sambil mengeluarkan aura kegelapan dari dalam tubuhnya.
setelah itu jelan dan teman-temannya pun bergegas keluar dari sekolahan dan pergi menuju ke arah bukit kota lesar yang menjadi tempat dimana keberadaan Kakek tua itu, lalu salah satu rekan anaki yang memantau jelan dan teman-temannya dari atas atap sekolahan langsung bergegas pergi mengikuti mereka.
"mereka sudah keluar. " ucap salah satu anak rekan pembunuh itu.
"ayo kita ikuti mereka. " kata salah satu anak pembunuh itu sambil tersenyum kecil.
lalu Sima sensei yang merasakan firasat buruk langsung mendadak panik.
"semakin lama aku mempunyai firasat buruk, Lena, ayo kita susul anak-anak itu. " kata Sima sensei dengan tiba-tiba dan panik.
"eh, sekarang, tenangkan lah dulu Sima. " kata Lena sensei mencoba menenangkannya.
"tidak, ini buruk, ayo Lena. " kata Sima sensei dengan ekspresi resah kemudian bergegas pergi menyusul jelan dan teman-temannya.
lalu kakek tua itu yang berada di sebuah gua yang ada di puncak bukit langsung merasa khawatir saat melakukan meditasi nya.
"bodoh, kenapa anak-anak itu mencari ku. " kata kakek tua yang merasakan keberadaan jelan dengan ekspresi khawatir.
"hmp, tidak lama lagi mereka pasti akan menemukan mu. " kata naga yang berbicara lewat alam bawah sadar kakek tua itu.
"hey, kau naga nya gezan kan, kenapa kau tidak memberontak kepadanya ?. " tanya Kakek tua itu dengan ekspresi kesal.
"orang tua itu sudah membuang ku hanya karena dia sudah cukup kuat dengan dirinya sendiri, dia sudah membuang ku didalam tubuh anaknya sendiri, tapi aku heran kenapa anak itu malah menerima apa yang terjadi dengan dirinya, dia masih saja diperdaya oleh orang tua itu untuk menuruti perkataannya. " kata naga itu dengan lantang.
"gezan pasti mempunyai alasan tersendiri kan, aku yakin dia tidak bermaksud untuk membuang mu. " kata kakek tua itu mencoba meyakinkannya.
"apa yang kau tahu tentang dirinya. " ucap naga itu dengan lantang.
__ADS_1
"aku tahu banyak tentang dirinya, dia adalah teman masa kecil ku yang berharga. " kata kakek tua itu sambil mengingat masa kecilnya saat masih bersama dengan gezan dengan tersenyum kecil waktu mengingatnya.
BERSAMBUNG...........