
episode 83
dimalam hari jelan, zenah dan mireha bersiap-siap untuk pergi ke festival yang diadakan di pasar pada malam hari.
"dia itu lama sekali. " ucap mireha yang menunggu di depan rumah bersama jelan yang sudah bersiap-siap.
"sabarlah sebentar. " kata jelan.
"maaf menunggu lama, bagaimana dengan pakaian ku ?. " tanya zenah yang sudah selesai bersiap-siap dan menghampiri mereka berdua didepan rumah.
"cocok, sekarang ayo kita berangkat. " ujar jelan setelah menunjukkan jempolnya ke arah zenah.
mereka bertiga pun pergi ke festival itu yang diadakan di pasar besar kota lesar, lalu sesampainya di sana mereka melihat festival itu sangat ramai.
"hey kalian, kemarilah. " teriak pedagang yang memanggil mereka bertiga.
"paman, kau juga berjualan disini ya. " kata jelan saat menghampiri pedagang yang ia kenal itu.
"tentu saja, ini adalah festival kota yang diadakan satu tahun sekali di kota lesar, mana mungkin aku melewatkan kesempatan ini untuk berdagang, ini untuk kalian aku berikan gratis sebagai terimakasih ku kepada mu yang waktu itu menolong ku menghentikan gerobak ku yang lepas kendali. " kata pedagang itu sambil memberikan 3 bungkus bakso kepada jelan.
"paman, tolong jangan bahas itu lagi, waktu itu aku hanya kebetulan melihatnya saja kok, terimakasih dengan bakso nya, ternyata paman sangat baik. " ucap jelan sambil menerima 3 bungkus bakso itu.
"hehehe, ini balas budiku kepada mu, jadi jangan sungkan sungkan mendatangiku lagi, oke. " kata pedagang itu sambil tertawa kecil.
"kalau begitu sampai jumpa paman, semoga bisnis paman berjalan lancar. " kata jelan setelah itu pergi.
"aku harap begitu, (sensei, sepertinya murid di generasi mu adalah murid yang memiliki semangat tinggi, terutama anak laki-laki itu). " ucap pedagang itu sambil tersenyum senang.
lalu mereka bertiga pun duduk di di kursi dekat taman pasar untuk menikmati bakso yang diberikan oleh pedagang itu tadi.
"jelan, sejak kapan kau mengenalnya ?. " tanya mireha sambil menikmati bakso nya.
"maksudmu paman itu, aku mengenalnya saat aku berjalan-jalan pertama kali di kota ini lalu melihat gerobak paman itu yang lepas kendali dan hampir menabrak sensei waktu itu. " jawab jelan.
"jadi sebab itu kakek tua itu menjadikan mu muridnya. " kata mireha dengan tenang.
"jelan, apakah kau tidak tahu siapa pedagang yang kau tolong itu. " ucap zenah.
"heh, memangnya siapa ?. " tanya jelan dengan heran.
"kenapa sensei tidak memberitahu mu, sebenarnya pedagang itu adalah mantan muridnya yang dulu sama seperti kita. " jawab zenah.
"oh, aku tidak tahu itu, apakah dia orang hebat ?. " tanya jelan dengan bersemangat sambil mendekati zenah.
"ya mungkin, tolong jauhkan wajahmu. " jawab zenah dengan kaku.
"jika sudah selesai ayo kita berkeliling lagi. " kata jelan dengan bersemangat.
setelah selesai menikmati bakso nya, mereka bertiga pun melanjutkan berkeliling melihat lihat, lalu saat sampai didepan toko cinderamata, mereka bertiga bertemu dengan nizuan dan dyrados.
"kalian datang juga ya. " kata jelan saat menghampiri mereka berdua.
"oh, kalian, tentu saja kami datang, ngomong-ngomong festival tahun ini sangat meriah daripada tahun sebelumnya. " kata nizuan.
"heh, memangnya bagaimana festival tahun sebelumnya ?. " tanya jelan.
"hujan lebat. " ucap mireha yang menjawabnya dengan tenang.
"begitulah, kami jadi tidak bisa pergi ke festival, benarkan dyrados. " kata nizuan.
"ya. " ucap dyrados yang masih melihat lihat cinderamata yang di pajang di depan toko.
"ngomong-ngomong apa yang sedang kalian lakukan ?. " tanya jelan.
__ADS_1
"kami hendak membeli beberapa cinderamata yang bagus untuk kenang-kenangan pertama kami datang ke festival ini. " jawab nizuan.
"kalau begitu kami juga akan membantu kalian. " kata jelan.
"benarkah, terimakasih banyak. " ucap nizuan dengan bersemangat sambil memeluk jelan.
lalu mereka semua pun masuk kedalam toko cinderamata itu untuk membeli sebuah kenang-kenangan, setelah beberapa saat, mereka semua pun keluar dari toko itu setelah membeli cinderamata yang mereka inginkan begitu juga dengan jelan, zenah dan mireha yang ikut membeli.
"terimakasih sudah menemani kami membeli. " ucap nizuan dengan senang.
"tidak masalah. " kata jelan.
"lalu kemana kalian akan pergi selanjutnya ?. " tanya dyrados.
"sebenarnya dari tadi kami hanya berkeliling keliling saja. " jawab jelan.
"begitu ya. " ucap dyrados.
"bagaimana kalau kita semua menikmati festival ini bersama-sama. " ujar nizuan.
"ide bagus, sepertinya itu akan menyenangkan. " kata jelan.
lalu saat jelan berkeliling keliling sendiri saat teman-temannya menyuruhnya duluan tanpa diduga, ada seorang gadis yang menabrak jelan, tapi untungnya jelan bisa menghentikan gadis itu dengan elemen anginnya sehingga mereka tidak jadi jatuh.
"maaf, aku tidak sengaja menabrak mu. " ucap gadis itu.
"ya, tidak apa-apa, tunggu, kau..... " kata jelan yang pernah melihat gadis itu sebelumnya.
"ternyata kau disini, jangan kabur begitu saja, bagaimana kalau kau nanti tersesat, siapa yang susah. " kata teman gadis itu yang mencarinya.
"maaf, habisnya aku sangat ketakutan saat didalam rumah hantu itu. " kata gadis itu yang bersembunyi dibelakang jelan.
"dasar kau ini penakut sekali. " kata teman gadis itu.
"siapa kau, jangan menakutiku. " ucap jelan dengan terkejut saat melihat orang berjubah hitam itu muncul tiba-tiba di belakang mereka.
"oh, zex, kau juga darimana saja, kau itu paling susah dicari jadi jangan ikut ikutan menghilang. " kata teman gadis itu dengan ekspresi agak kesal.
orang berjubah hitam itu hanya mengangguk.
"zex, aku sangat ketakutan. " ucap gadis itu sambil memeluk orang berjubah hitam itu dengan erat.
"sepertinya aku pernah melihat kalian. " kata jelan sambil berfikir.
orang berjubah hitam itu hanya menunjukkan jempolnya kepada jelan.
"tentu saja, kita satu kelas kan, bagaimana kau bisa lupa. " kata teman gadis itu.
"oh, aku baru ingat sekarang. " kata jelan yang sudah mengingatnya.
"begitulah jelan. " ucap mireha yang baru saja datang bersama zenah, nizuan dan dyrados.
"kalian juga. " ucap teman gadis itu dengan terkejut saat melihat mereka.
"oh ternyata tim 4, kalian juga bersenang-senang di festival ini ya ?. " tanya nizuan.
orang berjubah hitam itu hanya menunjukkan jempolnya ke arah nizuan.
"ya begitulah. " jawab teman gadis itu.
"sejak kapan kau mengenal mereka ?. " tanya zenah dengan pelan kepada nizuan.
"mungkin sejak saat dyrados terkena sebuah jebakan yang dipasang oleh temannya yang berjubah hitam itu pada saat jam istirahat. " jawab nizuan sambil menahan tertawanya.
__ADS_1
"tolong jangan bahas itu lagi. " ucap dyrados sambil menahan rasa malunya saat mengingatnya.
"kalau begitu bisakah kalian memperkenalkan diri kalian. " ujar jelan kepada mereka bertiga.
"oh, benar, aku lupa tentang itu, perkenalkan, namaku mirain. " kata gadis yang bersembunyi di belakang jelan memperkenalkan dirinya.
"namaku kirena, dan teman kami yang berjubah hitam itu namanya zex. " kata teman gadis itu memperkenalkan dirinya dan temannya.
zex hanya menunjukkan jempolnya ke arah jelan.
"apakah dia bisu ?. " tanya mireha dengan pelan kepada nizuan.
"dia hanya jarang berbicara, memang begitulah dia. " jawab nizuan.
"namaku jelan. " ucap jelan memperkenalkan dirinya.
"namaku zenah. " ucap zenah memperkenalkan dirinya.
"mireha. " ucap mireha dengan tenang memperkenalkan dirinya.
"lalu apa yang akan kalian lakukan sekarang ?. " tanya jelan.
"entahlah, kami baru saja masuk dan keluar dari rumah hantu itu dan sekarang kami juga akan berkeliling sepertinya. " jawab kirena.
"bagaimana kalau kalian ikut saja bersama kami. " ujar jelan kepada mereka.
zex menunjukkan jempolnya.
"sepertinya itu akan lebih menyenangkan. " kata mirain.
"tunggu, kalian....... " ucap kirena yang masih keberatan.
"semakin banyak orang akan semakin baik kan. " kata mirain.
"hmp, jika zex ikut, aku juga akan ikut. " kata kirena dengan cemberut.
zex menunjukkan jempolnya kepada kirena.
setelah itu mereka semua pun memutuskan untuk bersenang-senang di festival itu dengan bersama-sama, lalu setelah waktu menunjukkan pukul tengah malam, mereka semua pun menikmati melihat petasan yang di luncurkan selama 5 menit tanpa henti,
setelah puas bersenang-senang mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
"jelan, zenah, mireha, terimakasih banyak untuk hari ini. " ucap nizuan yang senang.
"tidak apa-apa kok, kami juga bersenang-senang. " kata jelan.
"kalau begitu sampai jumpa besok di sekolah. " kata nizuan setelah itu pergi bersama dyrados.
setelah itu mereka bertiga pun kembali ke rumah, lalu sesampainya di rumah........
"kami kembali. " ucap jelan saat masuk ke dalam rumah.
"sepertinya sensei belum pulang. " kata zenah.
"kakek tua itu, kemana saja dia. " kata mireha.
"aku menghawatirkan nya. " ucap jelan dengan ekspresi resah.
"sudahlah, kita istirahat saja, sensei pasti akan pulang nanti. " kata zenah setelah itu pergi menuju kamarnya.
"aku harap juga begitu. " ucap jelan setelah itu pergi ke kamarnya dengan ekspresi gelisah.
"apa yang dilakukan kakek tua itu sebenarnya. " kata mireha didalam hatinya sambil mengingat perkataan Kakek tua itu sebelum pergi saat sepulang sekolah.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........