Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
melakukan hal yang bisa dilakukan sekarang (serangan gelombang 2)


__ADS_3

Episode 181


Ardian bersama dengan keempat temannya yang sudah berjaga-jaga untuk menghadapi gelombang ke dua...........


"Ardian, seharusnya kau beristirahat lah dulu, sebelumnya kau terluka cukup parah di gelombang pertama kan. " kata Alan yang mengkhawatirkan kondisi Ardian.


"sekarang aku sudah tidak apa-apa, berkat Nizar dan gacha, luka ku tidak terlalu patah seperti mereka berdua, aku akan bertahan sampai gelombang berakhir. " kata Ardian yang sudah membulatkan tekad dengan ekspresi serius.


"Ardian. " ucap Alan yang masih khawatir.


"bersiaplah semuanya, dalam 5 menit kita akan memasuki gelombang kedua. " kata razord dengan keras.


setelah mendengar itu, Ardian dan keempat temannya pun langsung berpencar dan berjaga di tempat-tempat tertentu, lalu 5 menit kemudian tiba-tiba saja awan berubah warna menjadi merah untuk yang kedua kalinya disertai Guntur dan angin kencang.


"semuanya, berhati-hatilah. " kata razord didalam hatinya sambil mengemudikan kapal yang mereka naiki.


"Ardian, semoga kau baik-baik saja dengan luka mu itu. " kata Alan didalam hatinya yang masih khawatir.


"aku harus bisa bertahan sampai akhir di gelombang kedua ini demi gacha, aku akan melakukan**nya. " kata Opel didalam hatinya yang sudah siap ditempatnya.


lalu beberapa saat kemudian, makhluk astral pun muncul dari bawah laut dan atas langit mendarat di atas kapal mereka.


"aku tidak tahu bagaimana caranya bisa mengeluarkan api biru itu, tapi aku akan melakukan apa yang bisa kulakukan dengan kekuatan ku sendiri. " kata Ardian yang langsung berlari ke arah muncul nya para makhluk astral itu.


"aku akan menunjukkan hasil latihan ku selama ini, akan ku buktikan kalau aku sudah berkembang, gerakan smbaran petir !!. " ucap Opel sambil melangkah maju dengan kecepatan petir menyambar beberapa makhluk astral dalam waktu singkat.


"kekuatan kegelapan ku memang tidak sehebat miliki gacha, tapi aku mempunyai kekuatan yang tidak bisa dia lakukan, Area kegelapan kehampaan !!. " ucap Zela sambil merentangkan tangannya ke kiri dan kanan dengan tegak lalu area di sekitar nya tiba-tiba saja menjadi gelap dan hampa sehingga beberapa makhluk astral yang berada di jangkauan nya pun perlahan-lahan terhisap ke bawah.


"laser cahaya !!. " ucap Legis dengan lincah menghindari beberapa serangan dari makhluk astral sambil menembakinya secara beruntun.


"daun pisau !! " ucap Alan sambil melempari beberapa makhluk astral dengan sebuah daun sambil melompat melayang di udara.


lalu setelah beberapa lama bertahan dari serangan makhluk astral itu, akhirnya datanglah seekor burung besar di atas kapal mereka.

__ADS_1


"akhirnya muncul juga. " ucap razord didalam hatinya yang melihat burung itu.


"besar sekali. " kata Opel saat melihat burung itu di atas nya.


"burung apa itu. " ucap Legis didalam hatinya yang juga melihat burung itu di atas nya.


lalu beberapa saat kemudian setelah burung itu terbang di atas kapal mereka, burung itu pun akhirnya mendarat di bagian atas kapal mereka sehingga menimbulkan guncangan karena mempengaruhi keseimbangan kapal nya.


"sial, burung itu sudah mendarat di atas kapal. " kata razord yang berusaha mengendalikan dan menyeimbangkan kapal agar tidak tenggelam.


beberapa bagian kapal pun menjadi hancur sebagian akibat burung itu mendarat, sontak Ardian dan keempat temannya pun langsung berlari ke arah butung itu mendarat.


"gawat, jika burung itu merusak kapal lebih dalam, kapal nya bisa tenggelam. " kata Ardian yang langsung berlari ke arah burung itu mendarat.


lalu sesampainya Ardian di sana, di waktu yang sama keempat temannya pun datang.


"teman-teman. " ucap Ardian saat melihat keempat temannya datang.


"Ardian, sudah kuduga kau akan kesini. " kata Opel.


"aku akan mengalihkan perhatiannya, kalian carilah cara untuk bisa menjatuhkan burung itu. " kata Ardian dengan ekspresi serius langsung berlari ke arah burung besar itu yang sedang mengamuk di atas kapal.


"Ardian tunggu. " teriak Alan yang khawatir tapi Ardian tidak menghiraukan nya.


"dasar dia itu selalu melakukan hal yang gegabah. " kata Legis.


"memang begitulah dia. " ucap Opel yang memakhlumi nya sambil tersenyum kecil.


lalu di tengah Ardian berlari ke arah burung yang besar itu..........


"aku akan melakukan hal yang bisa kulakukan saat ini, jika saja aku bisa mengetahui cara untuk mengeluarkan api biru itu lagi mungkin aku bisa mengusirnya dari atas kapal. " kata Ardian didalam hatinya sambil berlari kearah burung yang besar itu.


lalu saat burung itu melihat Ardian, burung itu pun langsung menyerang Ardian dengan hempasan angin dari teriakan nya itu, beruntung Ardian memegang sebuah tiang kapal yang ada didepannya, lalu setelah teriakan dari burung itu selesai, Ardian pun langsung menggulingkan badan nya kesamping untuk bersembunyi terlebih dahulu di antara kotak-kotak yang masih tersusun itu.

__ADS_1


"aku tidak bisa mendekati burung itu secara langsung, aku harus mencari cara lain agar bisa mendekati nya. " kata Ardian didalam hatinya sambil bersembunyi di balik kotak-kotak yang masih tersusun.


"kita harus cepat membantu Ardian, pikirkan lah sebuah cara. " kata Alan.


"tunggu sebentar, sepertinya aku mempunyai sebuah ide yang bagus. " kata Zela yang masih memikirkan ide nya itu sambil memegang dahi nya.


sementara itu Ardian yang masih mengindari teriakan burung itu dengan menggulingkan badan nya ke arah tumpukan kotak-kotak uanh tersusun lainnya beberapa kali.


"aku tidak bisa terus mengindari nya, apa yang harus kulakukan. " kata Ardian didalam hatinya di tengah kebingungannya itu.


lalu beberapa saat kemudian, akhirnya Zela pun selesai menyempurnakan ide nya itu.


"apakah kau sudah tahu ide mu itu Zela ?. " tanya Legis.


"ya, mungkin ini beresiko, tapi inilah satu-satunya cara, kita harus percaya kepada Ardian. " kata Zela setelah selesai menyempurnakan ide nya itu.


lalu setelah Zela memberitahukan ide nya kepada mereka dengan singkat.....


"apakah kau bersungguh-sungguh dengan itu Zela ?. " tanya Alan yang sedikit khawatir.


"ya, aku tidak tahu lagi cara lain selain itu. " jawab Zela.


"lalu bagaimana caranya untuk menyampaikannya kepada Ardian mengenai ide itu ?. " tanya Legis yang melihat Ardian masih berusaha menghindari serangan teriakan burung itu.


"seharusnya dia bisa menyadari rencana ku ini. " jawab Zela dengan ekspresi tenang.


"huh, kenapa kau bisa berfikir seperti itu ?. " tanya Legis.


"karena dia adalah tipe orang yang akan melakukan hal yang bisa dia lakukan sekarang. " jawab Zela dengan simpel.


lalu saat Ardian menoleh ke arah teman-temannya, tiba-tiba saja Zela menunjukkan jari nya ke atas dan memberikan sebuah isyarat kepada Ardian, saat menoleh ke atas ada sebuah tempat memantau di kapal dan dibawah nya ada sebuah tangga Ardian pun bisa memahami rencana Zela itu.


"jadi begitu, terimakasih atas bantuan nya, Zela. " kata Ardian didalam hatinya sambil tersenyum kecil saat melihat tempat untuk memantau itu yang berada tepat di atas nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...........


__ADS_2