Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Bertemu kenalan razord


__ADS_3

Episode 183


lalu setelah beberapa lama kemudian, akhirnya mereka semua pun sampai di pulau kegelapan itu.


"huh, akhirnya sampai juga. " ucap Legis.


"Nizar, apakah kau sudah lebih baik sekarang ?. " tanya Ardian.


"ya, aku baik-baik saja. " jawab Nizar.


"lalu bagaimana dengan mu gacha ?. " tanya Opel yang masih khawatir.


"aku sudah jauh lebih baik sekarang. " jawab gacha dengan ekspresi tenang.


"kita tidak bisa memasuki area ini sembarangan, kita butuh penyamaran. " kata razord.


lalu mereka pun mengendap-endap pergi ke sebuah toko pakaian yang ditunjukkan oleh razord, saat masuk ke dalam toko itu pemilik toko terlihat seperti mengenali razord.


"permisi. " ucap razord yang masuk terlebih dahulu.


"razord, kau kah itu. " ucap pemilik toko yang terkejut saat melihat razord datang ke toko nya.


"Yo, apa kabar. " kata razord sambil mengangkat tangan kanan nya.


"syukurlah kau baik-baik saja razord. " kata pemilik toko sambil memeluk razord dengan terharu.


Ardian dan teman-temannya pun hanya terdiam melihatnya.


"perkenalkan, dia adalah pemilik toko pakaian ini, aku bertemu dengan nya saat pertama kali datang ke kota ini. " kata razord.


"yah, aku merasa itu sudah lama sekali, tapi kau sudah membuat pengaruh besar terhadap daerah ini setelah kepergian mu, kukira kau sudah tidak akan datang lagi. " kata pemilik toko itu yang terharu.


"sudahlah, kami kesini untuk..... " kata razord langsung di potong.


"untuk mencari jubah ini kan. " kata pemilik toko itu memotong perkataan razord sambil menunjukkan beberapa jubah tertutup yang sudah disiapkan.


"kenapa kau bisa mempunyai jubah sebanyak itu ?. " tanya razord yang terkejut saat melihatnya.


"yah karena beberapa orang yang ingin menyelidiki tempat ini dari berbagai kota, mereka memang mencari jubah jubah seperti ini untuk penyamaran, maka dari itu aku sengaja membuat nya lebih banyak. " kata pemilik toko itu.

__ADS_1


"apakah kau tidak dicurigai ?. " tanya razord yang merasa khawatir.


"tenang saja, aku sudah mempersiapkan hal itu. " jawab pemilik toko itu dengan penuh percaya diri.


"begitu ya. " ucap razord.


"ngomong-ngomong kenapa kau kembali lagi ke sini, padahal kau sudah bisa selamat dengan pergi dari pulau ini ?. " tanya pemilik toko itu yang heran.


"ketiga teman ku dari kota zenai diculik di tempat ini kata anak-anak ini. " jawab razord.


"hmm, sepertinya aku pernah mendengarnya. " ucap pemilik toko itu sambil berusaha mengingat nya kembali.


"benarkah, apakah kau mengetahui sesuatu, katakanlah kepada ku. " pinta razord dengan terburu-buru.


"tenanglah dulu, kalau tidak salah sepertinya pemimpin kota astral membawa ketiga pemuda yang tidak sadarkan diri ke arah bangunan besar tempat makhluk astral kuat tunggal. " kata pemilik toko.


"sebenarnya tempat apa itu ?. " tanya Ardian yang penasaran.


"itu adalah tempat yang sangat luas dan besar, tempat itu dipenuhi oleh makhluk astral, tidak ada manusia yang ada di sana, jika mereka menemukan manusia yang berkeliaran di daerah itu maka mereka akan langsung membunuhnya atau menangkap nya, tempat itu seperti penjara kematian yang tak berujung, aku peringatkan kepada kalian, jangan sampai kalian tertangkap dan berakhir di sana. " kata pemilik toko yang menceritakan semuanya dengan menakutkan.


"sudah cukup cerita nya, bisakah kau memberikan beberapa jubah tertutup kepada anak-anak ini. " pinta razord.


"itu terlalu berlebihan. " ucap razord.


kemudian setelah mendapatkan jubah itu dan mengenakan nya, mereka pun keluar dari toko pakaian dan melanjutkan perjalanannya menuju ke sebuah bangunan besar tempat ketiga penjaga terkuat kota zenai di tahan, lalu mereka pun berjalan perlahan-lahan ke tempat yang agak sepi supaya tidak di ketahui oleh beberapa makhluk astral yang juga menyebar banyak disitu.


"kak razord, kita mau kemana, bukanlah bangunan besar itu masih berada di depan sana ?. " tanya Ardian.


"kita tidak bisa langsung ke sana tanpa sebuah rencana, kita membutuhkan rencana untuk bisa menyusup ke daerah itu, karena itu aku mempunyai seorang kenalan disini yang mungkin bisa membantu kita saat ini. " jawab razord.


"kak razord, sebenarnya berapa banyak kenalan mu di tempat ini. " ucap Legis dengan ekspresi heran.


lalu beberapa saat kemudian setelah berlari ke suatu tempat yang terpencil, akhirnya mereka pun sampai di depan rumah kenalan razord itu.


"Kana, apakah kau ada didalam ?. " tanya razord dengan berteriak.


"kak razord, apakah kau tidak menarik perhatian makhluk astral dengan teriakan mu itu. " kata Opel.


"tidak masalah, daerah ini sangatlah terpencil, kita tidak akan ketahuan oleh para makhluk astral jika tidak berteriak berulang-ulang kali. " kata razord.

__ADS_1


"begitu ya. " ucap Nizar.


"huh, kak razord, kukira kau tidak akan kembali ke sini. " kata seorang gadis yang keluar dari rumah itu langsung berlari memeluk razord dengan menangis terharu.


"sudahlah, aku juga bersalah karena tiba-tiba saja meninggalkan mu sendirian di rumah ini. " kata razord.


"huh. " ucap Ardian dan teman-temannya yang langsung penasaran.


"rumah ini dulu nya adalah markas kami untuk menyelidiki daerah yang penuh dengan makhluk astral ini. " kata razord.


"hik, hik, kak razord, kau jahat sekali tiba-tiba saja meninggalkan ku dengan sepucuk surat. " kata gadis itu yang menangis saat mengingat nya.


"sudahlah, aku tidak bermaksud untuk meninggalkan mu. " kata razord.


"kalau begitu bawalah aku bersama mu. " kata gadis itu dengan lantang.


mendengar perkataan itu tiba-tiba saja razord seperti tersengat sesuatu dan membuatnya terdiam serta mematung tidak bergerak sedikitpun.


"apa maksudnya itu ?. " tanya Ardian yang merasa aneh saat mendengarnya.


"sudah kubilang kan, aku ingin bersama kak razord selamanya !!. " kata gadis itu dengan lantang.


"dia terlalu blak-blakan. " ucap Ardian, Legis dan Opel didalam hatinya yang terkejut saat mendengarnya.


lalu di waktu yang sama tiba-tiba saja razord merasakan adanya kedatangan yang asing, sontak, razord pun menyuruh Ardian dan teman-temannya masuk kedalam rumah segera.


"huh, aku merasakan adanya kedatangan langkah kaki yang asing, semuanya masuklah kedalam rumah, ayo Kana. " kata razord langsung bergegas kedalam rumah sambil menggendong gadis itu tanpa pikir panjang.


lalu razord pun langsung menutup rumahnya dengan rapat dan mengintip sedikit dari jendela terlihat ada dua makhluk astral yang sepertinya mendengar suara teriakan gadis itu sebelumnya, beberapa saat kemudian, makhluk astral itu pun akhirnya pergi setelah tidak dapat menemukan suara nya lagi.


"untung saja makhluk astral itu tidak menyadari keberadaan kita. " kata razord setelah mengintip nya dengan ekspresi lega setelah melihat kedua makhluk astral itu pergi.


"ini bukan salahku kan. " ucap gadis itu yang ingin mengindari nya sambil tersenyum.


"tentu saja ini salah mu, dasar, kau memang tidak pernah berubah ya. " ucap razord sambil memejamkan matanya dengan ekspresi tenang.


"hehehehe, maaf. " ucap gadis itu sambil tersenyum polos dan memukul kepalanya sendiri satu kali dengan pelan.


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2