Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Respect


__ADS_3

Episode 173


setelah Nizar kembali dari rumah sakit, beberapa hari telah berlalu sejak kejadian naga petir yang mengamuk, Ardian dan Nizar seperti biasa menjalani keseharian mereka dengan bersekolah dan berlatih, lalu sampailah mereka pada hari dimana ujian akan dilakukan 1 Minggu yang akan datang, mengetahui itu suasana di dalam kelas langsung terlihat tegang.


"tanpa terasa, beberapa hari sudah berlalu cepat dan sekarang Minggu depan kita akan melaksanakan ujian akhir. " kata Legis yang masih terlihat santai.


"kau benar, aku tidak menduga kalau hari itu akan datang begitu cepat. " kata Opel yang terlihat agak gelisah.


"kejadian amukan dari naga petir juga sudah berlalu 2 bulan yang lalu. " kata Pingo.


"ya, sejak kejadian itu semuanya kembali normal seperti biasa. " kata Nizar yang merasa lega.


"setelah ujian selesai, kita juga ikut ke Medan perang. " kata Ardian yang terlihat tegang.


"Ardian benar, kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu kita, selama ini kita berlatih dan terus berlatih, aku yakin kita bisa menghadapi perang itu. " kata Legis dengan bersemangat.


"ya. " ucap hampir seluruh kelas yang mendengarnya dengan bersemangat.


"kalian bersemangat sekali seperti biasanya ya. " kata Niver sensei yang mendengarnya dan baru saja masuk kedalam kelas.


"Niver sensei. " ucap Opel yang terkejut dan langsung kembali ke tempat duduk nya.


semuanya pun langsung kembali ke tempat duduk mereka masing-masing setelah melihat Niver sensei.


"kalian pasti sudah mendengar kan, Minggu depan kita akan melaksanakan ujian akhir. " kata Niver sensei kemudian menulis sesuatu di papan tulis.


di papan tulis, Niver sensei menulis peraturan yang tidak boleh dilakukan saat ujian berlangsung.


isi papan tulis :


Peraturan ujian akhir.



tidak boleh mencontek dalam bentuk apapun.


tidak boleh menggunakan kekuatan saat ujian berlangsung.

__ADS_1


tidak boleh digantikan saat mengerjakan soal ujian.


DLL..........



I------------------------------------------I


"ternyata lebih ketat daripada dugaan ku. " kata Ardian didalam hatinya sambil memperhatikan peraturan ujian yang tertulis di papan tulis itu.


lalu saat jam istirahat, Ardian yang sedang berjalan menuju atap sekolah melihat ketiga orang yang mencurigakan, karena penasaran Ardian pun diam-diam mendekati nya dan menguping pembicaraan mereka bertiga.


"bagaimana kalau kita bekerja sama mengerjakan soal ujian nya dengan diam-diam. " ujar anak kelas sebelah.


"tapi kalau kita ketahuan, kita bisa dihukum. " kata salah satu temannya yang agak ketakutan.


"tidak masalah, aku punya sebuah rencana. " kata salah satu teman nya yang keras kepala.


"cukup sampai disitu saja rencana busuk kalian. " kata Ardian yang langsung menampakkan dirinya dengan ekspresi serius.


"dia, anak sebelah, Ardian. " kata salah satu dari ketiga teman anak sebelah itu dengan ekspresi ketakutan saat melihat Ardian.


"hey, dia itu orang yang sudah menghentikan naga petir, apakah kau mau melawan nya ?. " tanya salah satu teman dari anak yang mempunyai rencana menyontek itu mengetahui tentang Ardian.


"tentu saja, aku masih tidak percaya dia sekuat itu sampai menghentikan naga petir, aku akan menghajar nya sampai babak belur karena sudah mengacaukan rencana kita. " jawab anak yang mempunyai rencana menyontek itu sambil tersenyum sombong.


"aku tidak berniat untuk bertarung dengan kalian, sebaiknya kalian mengerjakan soal ujian dengan jujur kalau ingin berhasil. " kata Ardian yang mencoba menasehatinya.


"heh, kau takut ya, tapi sayang sekali aku tidak akan membiarkan mu kabur setelah mendengar rencana kami, aku akan membuat mu tutup mulut. " kata anak yang mempunyai rencana menyontek itu yang hendak berniat menghajar Ardian.


"(sepertinya perkelahian ini tidak bisa dihindari lagi, ya ampun). " kata Ardian dengan ekspresi tidak bersemangat.


"sepertinya kau sudah siap untuk dihajar ya, Ardian !!. " teriak anak yang mempunyai rencana menyontek itu langsung berlari ke arah Ardian sambil mengayunkan genggaman tangannya dan hendak memukul Ardian.


lalu saat anak yang mempunyai rencana menyontek itu sudah berada didepannya, Ardian melihat sebuah celah yang bisa ia serang dengan bantuan penglihatan cerdas Otobot kacamatanya, seketika itu Ardian pun berhasil menghindari serangan anak itu dengan merunduk ke bawah dengan mulus lalu melepaskan pukulan berapi nya tepat di perut anak itu sehingga terhempas ke belakang dan menabrak kedua temannya yang berada di belakangnya itu.


"bagaimana bisa. " ucap anak yang mempunyai rencana menyontek itu sudah tidak kuat berbicara karena perutnya terpukul keras.

__ADS_1


lalu anak yang mempunyai rencana menyontek itu pun langsung di gotong oleh kedua temannya pergi lari terbirit-birit karena ketakutan dengan Ardian.


"sepertinya aku terlalu berlebihan. " ucap Ardian yang merasa bersalah dengan tatapan kaku.


"itu pukulan yang bagus. " kata gacha yang dari tadi berada di atas tiang atap sekolah melihat semuanya sambil berkonsentrasi agar tidak terjatuh dari situ.


"gacha, sejak kapan kau disitu, turunlah, berdiri di atas sana itu berbahaya. " kata Ardian yang terkejut saat melihat gacha tepat diatasnya.


lalu setelah berkata seperti itu, beberapa detik kemudian gacha pun kehilangan keseimbangan nya dan jatuh dari situ, beruntung saat dia terjatuh masih di atas atap sekolah dan hanya menerima luka kecil.


"hey, kau baik-baik saja ?. " tanya Ardian yang langsung mendekati nya dengan ekspresi khawatir.


"ya, ini sudah ke 35 kali nya aku jatuh dari situ. " jawab gacha dengan ekspresi tenang kemudian duduk dengan santai nya.


"mau sampai kapan kau terus melakukan nya, jangan terlalu memaksakan diri mu, gacha. " kata Ardian yang menasehatinya lagu.


tiba-tiba saja setelah mendengar perkataan Ardian, gacha pun terdiam dan langsung memasang ekspresi gelisah.


"apakah ada sesuatu yang membuat mu ingin melakukan nya ?. " tanya Ardian yang melihat ekspresi gacha itu.


"jaylain, aku merindukan nya. " jawab gacha dengan ekspresi gelisah.


"huh, aku juga mempunyai pertanyaan kepada mu mengenai nya. " kata Ardian yang baru saja teringat.


"apa. " ucap gacha yang sudah bersedia mendengarkan nya.


"sebelumnya saat kau bertemu kembali dengan jaylain di sekolah ninja pertama kalinya, kau terlihat tidak mempedulikan nya kan, kau seperti melihatnya sebagai orang asing, tapi kenapa sekarang aku merasa sudut pandang mu kepada jaylain sudah berbeda sejak jaylain bergabung dengan kita ?. " tanya Ardian yang penasaran dari beberapa yang lalu.


"kalau itu......., aku masih belum bisa mengatakan nya. " jawab gacha sambil merunduk kan kepalanya ke bawah seperti menahan sesuatu dengan ekspresi suram.


"aku tidak akan memaksa mu menjawab nya, hanya saja aku penasaran, itu saja. " kata Ardian yang mencoba memperbaiki situasi nya sambil berdiri.


"aku menyukainya. " kata gacha dengan ekspresi yang tidak biasa mengatakannya dengan pelan sambil berdiri.


"huh. " ucap Ardian yang terkejut saat mendengarnya


beberapa menit kemudian setelah mengatakan itu, tiba-tiba saja gacha pun menutup mulutnya dengan tangannya lalu lari meninggalkan Ardian di atap atas sekolah dengan ekspresi malu, Ardian yang sempat melihatnya pun tersenyum dan merasa lega, seperti rasa penasarannya yang sudah lama sudah terjawab langsung.

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2