
episode 106
"nizuan. " ucap jelan dengan terkejut saat melihat nizuan menggunakan kekuatan cahaya putihnya.
"bagaimana jelan, kita lakukan ?. " tanya nizuan sambil tersenyum ke arah jelan.
"ya, ayo kita lakukan. " jawab jelan kemudian menggunakan kekuatan naga untuk bisa membangkitkan mata hijaunya yang kedua kalinya.
"mereka berdua sudah bertambah kuat, dulu aku pernah merasa paling kuat di kelas, tapi sepertinya orang-orang yang punya tekad kuat lah yang bisa menjadi lebih kuat dari sebelumnya. " kata mireha didalam hatinya sambil tersenyum melihat jelan dan nizuan.
"hmm, kekuatan yang menarik, aku masih ragu jika kalian bisa mengalahkan seorang iblis dengan kekuatan seperti itu. " kata iblis nezon itu dengan sombong.
"keraguan mu akan hilang saat kau melihatnya sendiri, nezon. " ucap nizuan dengan ekspresi serius.
setelah mendengar perkataan nizuan, iblis nezon langsung terdiam sejenak.
"cih, mati saja kalian !!. " teriak iblis nezon sambil melemparkan bola iblis ke arah mereka berdua.
jelan dan nizuan pun mengindari bola iblis itu dengan cepat, kemudian mereka mengeluarkan pedangnya masing-masing dan berlari ke arah iblis nezon itu bersama-sama.
alam bawah sadar nizuan.....
"sensei, bagaimana selanjutnya ?. " tanya nizuan yang berada di alam bawah sadarnya.
"ikuti saja kemana arah benang aura pemburu itu, sekarang kau bisa melihatnya kan. " jawab nona rubah putih itu.
&+&
"ya, aku bisa melihatnya dengan sangat jelas menggunakan mata ini. " kata nizuan yang berlari ke arah iblis nezon sambil menfokuskan kedua matanya untuk melihat sebuah benang aura pemburu.
alam bawah sadar jelan......
"kau yakin hanya akan menggunakan kekuatan ku sekecil itu ?. " tanya naga yang berbicara dengan jelan di alam bawah sadarnya.
"sejak dulu aku pernah bilang jika aku tidak akan menggunakan kekuatan darimu kan, aku akan melakukannya dengan kekuatan ku sendiri, aku hanya bisa menerima bantuan dari seseorang yang tulus dan aku juga tidak ingin memaksakan kehendak mu sejak awal, aku membiarkan mu bebas, tapi tidak diluar. " kata jelan meyakinkan naga itu.
"begitu ya, aku mengerti, kalau begitu aku akan membantu mu dengan tulus. " ucap naga itu sambil memejamkan matanya.
"heh, benarkah, kau bercanda kan ?. " tanya jelan yang masih ragu dengan naga itu.
"kau bilang aku bebas, tetapi tidak diluar, begitu kan, kalau begitu aku akan membantu mu dari dalam, itu tidak menjadi masalah bukan. " jawab naga itu sambil tersenyum.
__ADS_1
"kau bersungguh-sungguh, terimakasih naga. " ucap jelan dengan terharu.
"cih, jangan berterimakasih kepada ku, berterimakasih lah kepada kakek tua itu. " kata naga itu sambil tersenyum kecil.
"benar, terimakasih untuk segalanya, sensei. " ucap jelan didalam hatinya sambil merenung sejenak.
&+&
"akhirnya kau bisa berubah, naga. " ucap jelan sambil berlari ke arah iblis nezon dan mengingat kejadian di masa lalunya saat naga menyerang desanya dulu sampai hancur lebur.
seketika itu mata kiri jelan akhirnya bisa berubah menjadi warna hijau dan memasuki perubahan kekuatan naga sempurna.
"jelan, apakah aku harus membawa mu terbang, kita tidak bisa menyerangnya jika dari bawah. " kata nizuan yang sedang berlari bersama jelan.
"itu tidak perlu, sekarang aku bisa terbang sendiri. " ucap jelan sambil mengeluarkan sayap naga dari punggungnya.
"huh, akhirnya kau sudah berhasil memasuki mode sempurna ya. " ucap nizuan dengan senang melihat jelan yang sudah menguasai mode kekuatan naga sempurnanya.
jelan hanya mengangguk dengan tersenyum kecil, setelah itu mereka berdua pun mengepakkan sayapnya masing-masing lalu terbang menuju ke arah iblis nezon itu.
"mereka berdua bisa terbang. " ucap mireha sambil tersenyum.
"wah, sepertinya aku datang terlambat ya. " ucap dyrados yang baru saja sampai dibelakang mireha.
lalu di lain tempat, di gua......
"hanya sampai disini, batas kekuatan ku. " ucap deros sensei yang tergeletak tak berdaya setelah selesai menggunakan teknik pengendalian alam.
sensei yang lainnya sudah pingsan setelah berhasil menggunakan teknik pengendalian alam itu beberapa saat, kecuali Sima sensei yang hanya melihat mereka.
"deros, bertahanlah. " ucap Sima sensei dengan khawatir dan panik melihat deros sensei sekarat.
"izinkan aku yang mengobatinya. " kata anaki yang baru saja sampai di pintu gua.
"kau, anaki. " ucap Sima sensei dengan terkejut saat melihat anaki datang.
setelah itu anaki perlahan-lahan menghampiri mereka dan duduk di sebelah Sima sensei.
"izinkan aku yang mengobati deros sensei. " ucap anaki dengan ekspresi serius.
"apakah kau bisa menggunakan kekuatan penyembuhan ?. " tanya Sima sensei.
__ADS_1
anaki hanya mengangguk, kemudian memulai penyembuhannya Kepada deros sensei, lalu beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja zex, mirain dan kirena datang ke dalam gua itu.
"anaki, kenapa kau ada disini. " ucap kirena dengan terkejut setelah itu mengeluarkan busurnya dan hendak melepaskan anak panahnya.
"tunggu, ada apa ini ?. " tanya Sima sensei yang bingung sendiri.
"dia salah satu dari anak-anak pembunuh. " jawab mirain.
"apakah itu benar, anaki ?. " tanya Sima sensei sambil melihat anaki yang masih berusaha menyembuhkan deros sensei.
"ya, itu benar. " jawab anaki dengan kaku dan pelan sambil menundukkan kepalanya ke bawah dan masih berusaha menyembuhkan deros sensei.
setelah mendengar jawaban anaki, Sima sensei langsung menodongkan senjatanya ke arah anaki dengan ekspresi serius.
"lepaskan deros sensei. " ucap Sima sensei dengan ekspresi serius sambil menodongkan senjatanya ke arah anaki.
lalu tiba-tiba saja deros sensei siuman dan lukanya juga berkurang, seketika itu deros sensei mengentikan Sima sensei.
"Sima berhenti. " ucap deros sensei yang baru saja siuman.
"dia adalah salah satu dari anak-anak pembunuh, bukankah kau yang berusaha mati-matian memburunya, kenapa sekarang kau malah menghentikan ku untuk membunuh anak yang sudah membunuh puluhan nyawa orang yang tidak bersalah. " kata Sima sensei yang kebingungan sendiri.
"dia hanya dimanfaatkan, kumohon mengertilah. " ucap deros sensei sambil menahan rasa sakitnya yang masih terasa.
kemudian Sima sensei menarik nafas dalam-dalam, lalu berhenti menodongkan senjatanya ke arah anaki.
setelah itu deros sensei pun menceritakan semuanya kepada mereka semua dengan perlahan-lahan karena masih menahan rasa sakitnya.
"begitu ya, pasti menyakitkan bukan. " ucap Sima sensei sambil menunjukkan ekspresi sedihnya.
zex, mirain dan kirena hanya terdiam dan menunjukkan ekspresi sedihnya.
"aku senang kalian bersedih karena aku, tapi beginilah takdirku. " kata anaki sambil mencoba tersenyum.
"anaki, tetaplah menjadi anak yang baik, aku yakin temanmu itu juga berharap hal yang sama kepada mu. " kata deros sensei sambil tersenyum ke arah anaki.
"deros sensei. " ucap anaki dengan terharu setelah mendengar perkataan deros sensei.
"sekarang sisanya kita hanya bisa berharap kepada jelan dan yang lainnya. " kata deros sensei dengan ekspresi khawatir.
"semoga mereka baik-baik saja. " ucap Sima sensei yang juga khawatir dengan mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG........