Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Situasi yang rumit


__ADS_3

Episode 201


"dimana ini. " ucap Ardian saat sadarkan diri di sebuah ruangan.


"syukurlah kalau sudah sadarkan diri. " kata seorang nenek tua yang ada didekatnya.


"nenek, huh, bagaimana dengan jaken ?. " tanya Ardian yang langsung duduk melihat sekitarnya.


"biarkan dia beristirahat, dia menerima banyak luka di tubuhnya, ngomong-ngomong bagaimana kalian bisa sampai ke tempat ini ?. " tanya nenek tua itu.


"kami diam-diam menyusup. " jawab Ardian.


"begitu ya, darimana kau datang ?. " tanya nenek tua itu.


"aku dan beberapa teman ku yang masih berada di kota ini datang dari kota zenai, kami mempunyai misi untuk menyelamatkan seseorang yang ditahan di kastil ini. " jawab Ardian.


"jadi kalian juga ya. " ucap nenek tua itu.


"nenek, aku sudah baik-baik saja, terimakasih sudah menolong ku. " ucap Ardian lalu berdiri.


"seharusnya aku yang mengucapkan terimakasih, kau terlihat sangat terburu-buru ya. " kata nenek tua itu yang memperhatikannya.


"begitulah, waktu ku berada disini sangat terbatas, aku tidak boleh terus membuang-buang waktu ku disini. " kata Ardian.


"kalau begitu cepatlah pergi sebelum kau menyesali tindakan mu jika tidak melakukan apapun. " kata nenek tua itu.


"ya, nenek, tolong jaga jaken, nanti bilang kepada nya untuk tidak perlu lagi membantuku dan juga sampaikan terimakasih ku kepadanya. " kata Ardian kemudian langsung berlari meninggalkan ruangan itu dan melanjutkan perjalanannya sendirian.


"anak itu, tekadnya sangat luar biasa. " ucap nenek tua itu sambil tersenyum kecil lalu melihat ke arah jaken yang masih belum sadarkan diri itu.


Sementara itu...., Zela dan Zahra yang sampai di tempat tower pengintai kastil.


"Zahra, kau masih mengingat rencananya kan ?. " tanya Zela sambil berjalan bersama Zahra menuju ke atas tower pengintai kastil.


"ya, kau selalu melakukan hal yang nekat ya. " jawab Zahra dengan ekspresi tenang mengikuti rencana Zela itu.


"walaupun begitu kau tetap mau membantu ku kan. " kata Zela sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"ini hanya balas Budi ku untuk yang tadi. " ucap Zahra mengalihkan pandangannya dengan ekspresi cemberut.


"aku mengerti. " ucap Zela melanjutkan perjalanannya ke atas.


lalu saat mereka berdua sampai di puncak tower pengintai, di situ terlihat seseorang mengenakan jubah hitam kegelapan yang sudah menunggu nya, melihat itu Zela dan Zahra pun langsung berwaspada.


"ini sudah kedua kalinya kau berhasil ke tempat ini ya, Zahra. " kata seseorang berjubah hitam yang terlihat tenang itu.


"(huh, sepertinya aku pernah mendengar suara ini). " kata Zahra didalam hatinya dengan ekspresi serius.


"siapa kau ?. " tanya Zela menatapnya dengan tatapan serius.


lalu mendengar pertanyaan itu orang berjubah hitam itu pun membalikkan badannya, seketika Zahra pun langsung terkejut melihatnya.


"dia....... " ucap Zahra yang terkejut saat melihatnya.


"hmp, aku adalah penguasa di tempat ini, mereka memanggil ku raja Undead. " kata orang berjubah hitam itu memakai sebuah topeng di wajahnya lalu tertawa dengan jahat setelah memperkenalkan dirinya.


"jadi kau pemimpin nya ya. " ucap Zela dengan ekspresi tenang.


"untuk apa aku terkejut, sepertinya kami tidak perlu susah payah mencari mu, karena orang yang hendak kami temui sudah datang dengan sendirinya. " kata Zela.


"hey, sejujurnya aku sangat terkejut reaksi mu biasa saja, apakah kau tidak merasakan kekuatan mengerikan yang ada di dalam tubuhnya itu ?. " tanya Zahra menatap Zela dengan ekspresi serius.


"ya aku juga bisa merasakannya, tapi untuk apa kita takut jika sudah sampai sejauh ini, jika kau mau kau bisa mundur lho, aku akan tetap melawan nya. " jawab Zela.


"apa yang bisa kau lakukan, melawan hanya dengan tangan kiri mu itu, lagipula aku tidak berniat untuk mundur. " kata Zahra dengan ekspresi serius.


"baguslah kalau begitu, sejujurnya aku juga tidak yakin bisa mengalahkan nya sendirian, kemungkinan kekalahan ku 98% dari kemenangan ku yang hanya 2%. " kata Zela.


"kau tidak perlu menyimpulkan hal sekecil itu, aku juga tahu kalau kekuatan lawan kita itu lebih diunggulkan. " kata Zahra.


"(huh, Ardian, dia memang selalu melibatkan dirinya di saat seperti ini ya, itulah yang ku sukai darinya). " kata Zela didalam hatinya saat melihat Ardian berlari lari ke satu tempat bangunan ke bangunan lain dari tower itu.


"hey, apa yang kau lihat ?. " tanya Zahra saat melihat Zela seperti melihat sesuatu.


"tidak ada apa-apa, aku baru saja mendapatkan ide untuk menambah 8% dari kemungkinan menang kita. " jawab Zela sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"di saat-saat seperti ini kau selalu bisa diandalkan. " kata Zahra sambil tersenyum kecil.


Sementara itu didepan benteng gerbang masuk kawasan kastil, Alkane mengalahkan razord dan yang lainnya dengan mudah.......


"sial, tenaga ku belum pulih sepenuhnya di pertarungan sebelumnya. " kata razord sambil menahan rasa sakitnya di perutnya perlahan-lahan berdiri dengan menggunakan pedang nya.


"hooh, sepertinya kau masih bisa berdiri ya, keras kepala sekali. " kata Alkane sambil tersenyum sombong.


"aku tidak akan membiarkan mu mengejar mereka berdua. " kata razord yang terlihat sempoyongan itu dengan luka goresan di beberapa bagian tubuhnya.


"membosankan. " ucap Alkane kemudian dengan cepat maju ke arah razord dan menghempaskan nya ke belakang.


karena tidak kuat menahan serangan Alkane, razord pun terhempas ke belakang dan terkapar di tanah, saat hendak mencoba berdiri tiba-tiba saja razord pun muntah darah akibat serangan Alkane yang sangat keras mengenai tepat di perut nya.


"kak razord. " teriak Alan yang terkapar tidak berdaya.


"serangan nya benar-benar keras. " ucap Konori sambil menahan rasa sakitnya terkapar di tanah tak berdaya.


"dari dulu tidak ada bedanya. " ucap Radin yang juga terkapar tak berdaya.


"ngomong-ngomong apa yang kau lakukan, apakah kau tidak ingin membalas serangan ku seperti yang kulakukan kepada teman-teman mu ?. " tanya Alkane sambil tersenyum kecil melihat Nizar yang masih berdiri tak bergerak dari tadi dengan ekspresi kesal.


"(aku harus melawannya dengan pedang petir, tapi walaupun begitu apakah aku mampu mengalahkannya). " kata Nizar didalam hatinya dengan ekspresi kesal karena tidak percaya diri melawannya.


"jika kau tidak ingin menyerang maka aku yang akan menyerang. " kata Alkane dengan cepat maju ke arah Nizar sambil mengepalkan tangannya dan hendak memukul nya.


lalu di saat yang sama, Kana, Legis, Opel, gacha dan nijin pun datang......


"Tangan bayangan !!. " ucap gacha menyelamatkan Nizar dengan tangan bayangan nya saat hendak terpukul.


"kalian. " ucap Nizar yang terkejut dan lega saat melihat teman-teman nya datang.


"sepertinya situasinya lebih rumit dari yang kita duga ya. " kata Legis.


"cih, menjengkelkan. " ucap Alkane dengan ekspresi kesal saat melihat bantuan mereka telah tiba walaupun agak terlambat.


BERSAMBUNG............

__ADS_1


__ADS_2