Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
guru seorang bangsawan (prolog: masa lalu kakek jelan bab 1)


__ADS_3

episode 73


beberapa saat kemudian, hujan turun, jelan yang tadinya duduk di bawah pohon langsung bergegas pergi, lalu saat berlari untuk mencari tempat berteduh, jelan menemukan sebuah gua yang tidak begitu besar di bawah bukit dekat kota yang ditutupi oleh semak-semak.


"aku tidak menyangka jika ada sebuah gua di kota ini, dalamnya tidak terlalu besar tapi sepertinya bisa ku tinggali disini. " kata jelan didalam hatinya sambil melihat di sekeliling gua.


setelah itu jelan pun membuat obor dengan batu bara yang dibawanya dan membuat api dari kekuatannya, lalu jelan pun menaruh obor obor tersebut sekeliling gua itu sehingga menjadi terang.


"baiklah, ini sempurna, sekarang aku akan berkeliling di kota ini dulu. " kata jelan didalam hatinya setelah itu pergi meninggalkan gua tersebut,


sebelum jelan pergi, ia menutupi gua tersebut dengan batu besar dan semak-semak, lalu jelan pun berkeliling kota sambil melihat lihat keadaan kota tersebut yang aman damai, lalu saat sampai di alun-alun jalan kota, ia melihat sebuah gerobak jualan pedagang yang lepas kendali karena datarannya agak tinggi dari alun-alun kota, lalu gerobak tersebut hampir menabrak seorang kakek tua yang membawa tongkat di tengah alun-alun kota, sontak, jelan yang melihatnya dengan sigap berlari ke arah gerobak tersebut dan menghentikannya menggunakan elemen anginnya sehingga tidak menyebabkan kekacauan dan juga Kakek tersebut selamat tanpa terluka.


"kakek, apakah Kakek baik-baik saja ?. " tanya jelan.


"ya, terimakasih telah menyelamatkan kakek, walaupun kau masih sangat muda tapi sepertinya kekuatan mu setara dengan orang dewasa. " kata kakek tua tersebut.


"tidak juga kok, saya hanya seorang pengembara yang berkelana, kebetulan saja melihat kakek. " kata jelan.


"maaf, apakah ada yang terluka, gerobak dagangan ku... " kata pedagang tersebut terkejut saat melihat gerobak dagangannya masih utuh dan tidak berantakan.


"kau harus berterimakasih kepada anak muda ini, dia yang telah menyelamatkan barang dagangan mu. " kata kakek tua itu.


"terimakasih nak. " ucap pedagang tersebut.


"aku hanya kebetulan melihatnya kok. " kata jelan.


"master, aku minta maaf atas kecerobohan ku. " kata pedagang tersebut kepada Kakek tua itu.


"heh, master. " ucap jelan terkejut setelah mendengar perkataan pedagang itu.


"tidak masalah, kau boleh pergi. " kata kakek tua itu kepada pedagang tersebut.


"terimakasih master. " ucap pedagang tersebut setelah itu pergi meninggalkan mereka membawa gerobak dagangannya.


"anak muda, kau bisa mengantarku. " pinta Kakek tua itu.


lalu jelan pun menuruti permintaan kakek tua itu untuk mengantarkannya ke tempat tujuannya dengan menggendongnya.


"kakek, siapa kakek sebenarnya, kenapa pedagang tadi memanggil kakek master ?. " tanya jelan sambil berjalan menggendong kakek tua itu.


"sudahlah, nanti ditempat tujuan aku akan menceritakannya kepada mu. " jawab kakek tua itu.


lalu sesampainya di tempat yang dimaksud oleh kakek tua itu, jelan langsung terkejut saat melihatnya.


"akhirnya sampai, inilah rumah kakek, sekarang masuklah. " kata kakek tua itu menunjuk ke arah rumahnya.

__ADS_1


"apakah ini tempat kakek, besar sekali !!. " ucap jelan dengan terkejut.


lalu jelan pun membawa kakek tua itu masuk kedalam rumahnya, sesampainya di dalam rumah, jelan melihat keseluruhan tempat kakek tua itu sangat mewah dan besar.


"aku tidak percaya kakek tinggal di rumah semewah ini. " kata jelan yang kagum dengan rumah yang ditinggali oleh kakek tua itu.


"hahaha, wajar saja, sebenarnya kakek adalah satu-satunya bangsawan yang tersisa di kota ini. " kata Kakek tua itu sambil duduk.


"satu-satumya bangsawan, jadi, kakek tinggal di rumah semewah ini seorang diri ?. " tanya jelan melihat kondisi kakek tua itu.


"tidak, aku mempunyai kedua murid yang juga tinggal di sini. " jawab kakek tua itu dengan tenang.


"murid, (jadi itu yang membuat pedagang tadi menyebut kakek ini master). " kata jelan didalam hatinya sambil berfikir.


"anak muda, sepertinya kau mempunyai bakat yang luar biasa, aku bisa melihat dirimu, kau akan menjadi seseorang yang hebat. " kata Kakek tua itu.


"aku adalah seorang pengendali naga, sebenarnya tujuanku datang kesini adalah mencari seseorang yang bisa melatihku untuk mengendalikan naga yang ada didalam tubuh ku, kakek ku bilang jika ada seseorang yang bisa melatihku di kota lesar. " kata jelan.


"kalau begitu kau datang kepada orang yang tepat. " kata mireha si gadis rubah yang ditemuinya di hutan pada pagi hari tiba-tiba muncul dibelakang jelan.


"ehh, kau, mireha, kenapa kau ada disini ?. " tanya jelan dengan terkejut saat melihat mireha berbicara dibelakangnya.


"aku adalah murid kakek tua itu. " jawab mireha.


"murid. " ucap jelan.


"aku bertemu dengannya di hutan waktu pagi tadi. " kata mireha.


"begitu ya. " ucap Kakek tua itu.


"kakek, tadi kau bilang ada 2 murid, lalu dimana yang satunya ?. " tanya jelan.


"dia itu agak pemalu, saat ini dia pasti sedang menguping. " jawab Kakek tua itu.


"siapa yang menguping, aku hanya kebetulan lewat. " kata murid yang satunya tiba-tiba saja menampakkan dirinya.


"tunggu, kau, gadis yang diserang bandit hutan tadi pagi kan. " kata jelan dengan terkejut saat melihat gadis itu yang dijumpainya di pagi hari.


"tch, lupakan saja. " ucap gadis itu dengan dingin setelah itu pergi meninggalkan mereka.


"dia memang seperti itu, sebenarnya dia gadis yang baik kok, hanya saja agak keras kepala. " kata Kakek tua itu.


"tidak apa-apa kok. " ucap jelan.


"hmm, kau pasti nak jelan kan. " kata kakek tua itu mengetahuinya.

__ADS_1


"bagaimana kakek bisa tahu namaku ?. " tanya jelan dengan terkejut saat kakek tua itu menyebut namanya.


"bisa dibilang kami berteman saat perang usai dulu, dia menjadi seorang pengendali naga yang namanya dikenal di seluruh penjuru dunia, tapi sepertinya pengendali naga hanya tersisa kalian saja. " jawab kakek tua itu.


"ya, itu karena pembantaian yang dilakukan oleh suku iblis 2 tahun yang lalu, suku iblis mempunyai dendam kepada suku pengendali naga karena mereka tidak menyukai jika ada naga dan manusia saling hidup damai. " kata jelan.


"kau pasti melewati banyak hal yang berat ya. " ucap Kakek tua itu.


"kakek, aku mohon, jika kau adalah orang yang dimaksud oleh kakek ku, tolong ajarkan aku cara untuk mengendalikan naga yang ada di dalam tubuh ku, aku mohon. " kata jelan sambil memohon kepada Kakek tua itu.


"sejujurnya aku tidak tahu cara untukmu bisa mengendalikan naga yang ada di dalam tubuh mu, tapi, kau bisa mencobanya dengan mendekatkan diri kepadanya melalui alam bawah sadar mu. " kata kakek tua itu.


"alam bawah sadar, apakah aku harus melakukan pertapaan, begitu ?. " tanya jelan.


"kau sangat jenius, ya, begitulah. " jawab kakek tua itu sambil tersenyum.


"baiklah, aku akan melakukannya. " kata jelan dengan bersemangat.


"ngomong-ngomong dimana tempat kau tinggal di kota ini ?. " tanya Kakek tua itu.


"ya, untuk itu, anu, sepertinya aku baru ingin mencarinya. " jawab jelan merahasiakan gua nya.


"pft, hahahaha. " mireha tertawa terbahak-bahak di sampingnya.


"kalau begitu kau bisa menggunakan salah satu kamar di rumah ini, lagipula masih ada satu kamar yang kosong di atas. " ujar kakek tua itu.


"o**h, terimakasih banyak Kakek. " ucap jelan dengan senang.


"satu hal lagi, karena sekarang kau adalah murid ku, panggil aku sensei. " kata kakek tua itu.


"baik, sensei. " ucap jelan.


"mireha, tolong kamu antar nak jelan ke kamarnya. " kata kakek tua itu.


"baiklah, ayo. " ucap mireha menarik tangan jelan dan mengantarkannya ke kamarnya.


"ini kamarmu. " ucap mireha saat sampai di depan kamar yang akan ditempati jelan.


"terimakasih, mireha. " ucap jelan setelah itu masuk kedalam kamarnya.


"jika kau butuh sesuatu, kau bisa memanggilku, kamarku disebelah kanan kamarmu. " kata mireha saat akan pergi.


"tunggu, ternyata kau baik juga ya, terimakasih untuk semuanya. " ucap jelan sambil tersenyum.


setelah mendengar ucapan jelan, mireha hanya mengangguk tersenyum lalu menutup kamar jelan, setelah itu mireha pergi ke kamarnya dan langsung berbaring di ranjang menutup mukanya dengan bantal karena merasa senang dengan ucapan jelan sebelum ia pergi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.............


__ADS_2