
episode 99
lalu di gua yang menjadi tempat berteduh dyrados, Nitin dan keempat sensei, mereka semua hanya bisa berharap kepada jelan dan beberapa teman-temannya yang masih bertarung.
"aku harap mereka baik-baik saja. " ucap Sima sensei dengan gelisah.
"andai saja kita bisa tepat waktu. " ucap guzon sensei.
"aku akan pergi mencari mereka. " kata dyrados kemudian berdiri dengan ekspresi serius sambil mengepalkan tangannya dengan erat.
"dyrados. " ucap Nitin yang sontak terkejut mendengar perkataan dyrados.
"dyrados, jangan gegabah, ditengah Guntur ini sangat berbahaya jika kau keluar. " kata guzon sensei.
"aku tahu itu, tapi mereka adalah teman-teman ku, aku tidak bisa tinggal diam disini terus, lagipula ada orang yang berharga yang harus aku lindungi, jika aku tidak bisa membantu mereka, teman macam apa aku ini. " kata dyrados dengan lantang.
"dyrados, tenanglah, kami semua mengerti bagaimana perasaan mu. " kata Lina sensei mencoba menenangkan dyrados.
"cih, aku sudah muak disini terus. " ucap dyrados kemudian pergi keluar dari gua itu ditengah-tengah badai Guntur dan hujan lebat.
"aku akan ikut dengan dyrados. " kata Nitin sambil berlari keluar gua dan mengikuti dyrados.
"apakah kita akan membiarkan mereka berdua pergi begitu saja ?. " tanya lezor sensei.
"kita juga harus melakukan sesuatu, kita tidak bisa berdiam disini terus. " jawab Sima sensei dengan ekspresi serius.
"apa rencana mu sekarang, Sima ?. " tanya guzon sensei.
"kita akan mengumpulkan kekuatan kita untuk menetralkan cuaca disekitar dengan perpaduan elemen yang kita miliki masing-masing. " jawab Sima sensei.
"tapi teknik itu menguras banyak sekali tenaga, apakah kita bisa melakukannya dan juga deros tidak ada disini. " kata Lina sensei dengan terkejut setelah mendengar rencana Sima sensei.
"kita bisa melakukannya tanpa deros, aku yang akan menjadi penggantinya. " kata Sima sensei dengan bersungguh-sungguh.
"Sima sensei, apakah kau yakin, itu sangat berbahaya, kau ingatkan perkataan sensei waktu itu. " kata guzon sensei yang mengingat perkataan sensei kakek tua waktu itu.
__ADS_1
"aku akan melakukannya walaupun nyawaku taruhannya, aku mohon kepada kalian, percayalah kepadaku, ini satu-satunya cara agar kita bisa mengetahui apa yang terjadi dibalik Guntur dan hujan lebat ini. " pinta Sima sensei sambil memohon.
"aku tidak bisa menolak permintaan mu, kami akan melakukannya. " kata lezor dengan ekspresi gelisah.
lalu mereka berempat membuat barisan memutar sambil bergandengan tangan dan memejamkan mata, lalu perlahan-lahan keluar sebuah lingkaran elemen di bawah mereka dan juga di tengah-tengah mereka, lalu lingkaran yang ada ditengah-tengah mereka tiba-tiba saja memancarkan sinar ke atas sampai ke awan, dengan perlahan-lahan tenaga mereka terserap kedalam lingkaran itu dan yang paling cepat terserap adalah tenaganya Sima sensei karena ia menggantikan posisi deros sensei dan juga dirinya sehingga tenaganya terserap 2x lipat, lalu di tengah hutan deros dan anaki yang masih mengawasi refan......
"ya ampun, aku tidak menyangka mereka akan melakukan teknik itu tanpa aku. " kata deros sensei saat melihat sinar cahaya yang memancarkan sampai ke atas awan.
"sensei, cahaya apa itu ? " tanya anaki yang juga melihatnya.
"itu adalah cahaya elemen, teknik pengendalian alam sekitar dengan menggabungkan beberapa elemen. " jawab deros sensei.
"pengendalian alam. " ucap anaki.
"anaki, aku mempercayakan sisanya disini kepada mu, aku akan mencari tahu dimana cahaya itu berasal. " kata deros sensei kemudian pergi meninggalkan anaki dan mempercayai dia untuk menjaga refan yang diikat di bawah pohon.
"anaki, kenapa, kenapa kau mengkhianati kami, kenapa anaki, jawab aku !!. " tanya refan dengan lantang dan kesal.
"sudahlah refan, tidak ada gunanya kita melanjutkan ini, selama ini kita hanya dimanfaatkan. " jawab anaki dengan ekspresi kasihan.
setelah mendengar perkataan refan, anaki langsung menghampirinya lalu menamparnya dengan ekspresi serius.
"sudah cukup, jangan mencoba untuk menghasutku, kau lihat deros sensei tadi kan, dia menerima ku apa adanya dan bahkan dia mempercayai ku untuk menjaga mu, aku tidak ingin lagi mengkhianati seseorang yang sudah peduli kepada ku untuk kedua kalinya. " kata anaki dengan ekspresi serius.
"begitu ya, pada akhirnya kau bisa menerima perlakuan orang-orang terhadap mu dimasa lalu. " kata refan sambil tersenyum kecil.
"aku sudah membuang jauh-jauh masa lalu ku itu dan sekarang aku akan memulai hidup di masa depan. " kata anaki sambil berbalik badan.
"hey, apakah kau bisa melepaskan arfatek hitam di dahi ku. " pinta refan yang sudah mulai tenang sambil mengingat masa lalunya dulu saat ia diberikan sebuah arfatek hitam dari seseorang yang memanfaatkannya lalu menempelkannya di dahinya dan membuat dirinya kuat dengan kekuatan kegelapan kekacauan.
"baiklah. " ucap anaki kemudian melepaskan arfatek hitam itu yang ada di dahi refan.
lalu tiba-tiba saja kekuatan hitam yang berasal dari tubuh refan dengan perlahan-lahan menghilang dan mengembun.
seketika itu refan menjadi lemas.
__ADS_1
"refan, apa yang terjadi dengan mu ?. " tanya anaki dengan terkejut saat melihat refan yang tiba-tiba saja menjadi sangat lemas.
"ternyata benar selama ini aku hanya dimanfaatkan, terimakasih sudah melepaskannya, anaki, sekarang aku bebas. " kata refan kemudian mengembuskan nafas terakhirnya.
"ternyata bukan aku saja yang memiliki hidup yang kelam, refan, beristirahatlah dengan tenang. " ucap anaki sambil melihat refan yang sudah mati dengan tubuh lemas.
lalu Sima sensei yang masih menyalurkan tenaganya, sudah hampir mencapai batasnya dan ia berulang kali batuk-batuk.
"Sima, sepertinya ini tidak akan berhasil. " ucap guzon sensei sambil melihat Sima sensei dengan ekspresi khawatir.
"tidak masalah, lanjutkan saja, kita harus bisa melakukannya. " kata Sima sensei memaksakan dirinya sekuat tenaga.
lalu beberapa saat tiba-tiba saja deros sensei datang dan membantu mereka.
"maaf membuatmu menggantikan posisi ku. " kata sezon sambil menyentuh pundak Sima sensei.
"deros. " ucap Sima sensei dengan terkejut karena tiba-tiba saja deros sensei datang dari belakangnya.
setelah itu deros sensei menggantikan posisi Sima sensei dan juga dirinya.
"Sima, kau pasti sangat kelelahan, beristirahatlah, aku akan mengurusi sisanya. " kata deros sensei dengan ekspresi serius sambil menyalurkan tenaganya ke cahaya lingkaran elemen tersebut.
"tapi. " ucap Sima sensei dengan khawatir.
"tidak usah cemas, aku bisa melakukannya, sebaiknya kau beristirahatlah saja supaya tenaga mu bisa pulih kembali. " ujar deros sensei.
"baiklah kalau begitu. " ucap Sima sensei kemudian duduk dan beristirahat mengisi tenaganya perlahan-lahan.
lalu ditempat pertarungan antara jelan dan nizuan melawan iblis nezon......
"ini pertarungan terakhir kita, ayo kita lakukan, nizuan. " kata jelan dengan ekspresi serius sambil menegakkan pedangnya.
"ya. " ucap nizuan dengan bersemangat.
setelah itu mereka berdua pun bersama-sama maju dengan tekad yang kuat, akankah mereka berdua bisa mengalahkan iblis nezon, di episode selanjutnya adalah pertarungan terakhir bagian 1-3 episode.
__ADS_1
BERSAMBUNG..............