Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
penyelesaian masalah - jejak kakek jelan bagian terakhir


__ADS_3

Episode 119


setelah berbicara beberapa saat di belakang rumah, akhirnya Ardian dan nenek Nitin pun kembali ke ruang tamu, di situ terlihat teman-temannya sedang menunggunya.


"maaf membuat kalian menunggu. " kata Ardian.


"kau lama sekali, apa yang kau bicarakan dengan nenek Nitin ?. " tanya gerad.


"tidak begitu penting kok, intinya aku sudah meminta beberapa saran darinya. " kata Ardian.


"(anak-anak ini, mereka benar benar ingin menggali sejarah di kota ini, tapi aku yakin suatu saat nanti mereka lah yang akan menjaga masa depan kota ini, kak jelan, semoga kau senang dengan apa yang mereka lakukan). " kata nenek Nitin didalam hatinya sambil melihat Ardian dan teman-temannya yang sedang berbicara.


"nenek Nitin, terimakasih untuk beberapa saran nya. " ucap Ardian menoleh ke arah nenek Nitin.


"berhati-hatilah, dunia ini penuh dengan pertarungan. " kata nenek Nitin menasehatinya sambil memegang pundak Ardian.


"aku akan mengingatnya. " kata Ardian.


setelah itu mereka semua pun melanjutkan perjalanan mereka, saat masih didepan rumah...


"tunggu sebentar, kemana selanjutnya kalian akan pergi ?. " tanya kakek dyrados.


"sebenarnya kami memutuskan untuk kembali, kami sudah mendapatkan apa yang kami cari, selanjutnya terserah Ardian. " kata mbak ciria.


"begitu ya, semoga berhasil, Ardian. " kata kakek dyrados sambil menatap dengan ekspresi serius.


setelah mereka memutuskan untuk kembali, mereka semua sampai di depan rumah Mbak ciria dengan perjalanan yang agak jauh, mereka pun beristirahat sejenak di bawah pohon.


"hah, aku lelah. " ucap gerad sambil membaringkan tubuhnya karena kelelahan.


"apa kau tidak punya malu. " ucap mizhura.


"tidak apa-apa, wajar saja kan kalau kelelahan. " kata mbak ciria kemudian masuk kedalam rumahnya.


"Ardian, selanjutnya apa yang akan kau lakukan ?. " tanya grane.

__ADS_1


"sebenarnya aku tidak ingin melibatkan kalian lebih jauh lagi karena keegoisan ku, sisanya biar aku saja yang menangani, lagipula sejak awal ini adalah masalah ku, jadi aku harus bisa menyelesaikannya. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"jika itu alasan mu, sepertinya kami tidak akan ikut campur, berjuanglah, Ardian. " kata gerad menyemangatinya.


"terimakasih semuanya, aku mungkin tidak akan sanggup meminta saran sendirian jika bukan karena kalian yang membantu ku. " kata Ardian.


"maaf membuat kalian menunggu. " kata mbak ciria sambil membawa beberapa cemilan dan teh yang di bawa oleh kedua pelayannya.


"wah, seharusnya mbak ciria tidak perlu repot-repot membawa nya untuk kami. " kata Lina.


"tidak apa-apa, lagipula aku lah tuan rumah disini. " kata mbak ciria.


kemudian mereka pun makan serta bersenda gurau untuk menghilangkan rasa lelah setelah perjalanan yang panjang, saat hari menjelang sore mereka semua pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing karena Ardian bilang jika ia akan menyelesaikan masalahnya sendiri, sesampainya di depan rumah, Ardian membuka pintu rumah dengan perlahan-lahan dan menghampiri neneknya di ruang pribadi, Nizar yang melihatnya hanya memperhatikan dari kejauhan dengan ekspresi gelisah, lalu tiba-tiba saja paman Yazerd berbicara dibelakangnya.


"apakah kau merasa ada yang berbeda dengan kakak mu ?. " tanya paman Yazerd yang tiba-tiba dibelakang Nizar.


"paman, sepertinya kakak belakangan ini sangat serius, dan seperti ada beban di kepala nya. " kata Nizar dengan gelisah.


"begitu ya, sudah kuduga itu akan terjadi. " kata paman Yazerd.


"huh. " ucap Nizar terkejut.


"tidak, itu tidak benar, takdir ini bukan salah para naga, tapi, ini adalah salah orang yang memulai pertikaian dengan para naga. " kata Ardian yang baru saja keluar dari ruangan pribadi nenek nya dan mendengar pembicaraan Kakek Yazerd.


"jadi maksud mu kau menyalahkan kakek mu sendiri. " kata paman Azerd dengan menatap Ardian dengan ekspresi serius.


"tidak, aku tidak bilang jika ini adalah salah kakek jelan, yang ku maksud adalah, menurut ku ada orang luar yang memprovokasi dan mempengaruhi pikiran para naga supaya mengamuk menghancurkan kota. " kata Ardian.


"berikan aku alasannya. " kata paman Azerd.


"mungkin, kebencian, dendam dan perbedaan yang membuat para naga mengamuk dan menghancurkan kota, tidak mungkin para naga mengamuk tanpa alasan. " kata Ardian.


"kalau begitu, apakah kau punya sesuatu untuk membuktikannya ?. " tanya paman Azerd.


"aku akan bertanya kepada naga yang ada didalam diriku ini. " jawab Ardian dengan serius.

__ADS_1


"sepertinya kau sangat serius, tapi, apakah kau sudah siap dengan resiko nya ?. " tanya paman Azerd setelah melihat mata Ardian yang serius beberapa saat.


"ya, aku sudah siap dengan apapun yang akan terjadi. " jawab Ardian.


"berjuanglah. " ucap paman Azerd kemudian meninggalkan mereka berdua.


"kakak, apakah kau yakin dengan ini ?. " tanya Nizar dengan khawatir sambil memegang lengan baju Ardian.


"sudah kubilang kan, aku yang akan mengurus sisanya, lagipula ini adalah masalah ku sendiri, jadi aku yang akan menyelesaikan nya sendiri, mbak ciria dan yang lainnya termasuk kau sudah banyak membantu ku mencari informasi dan saran, bagiku itu sudah lebih dari cukup. " kata Ardian berusaha menyakinkan Nizar.


"jika itu alasan kakak, aku tidak mempunyai alasan lain untuk menolaknya, tapi berjanji lah satu hal jika kakak akan kembali dengan selamat. " kata Nizar melepaskan tangannya yang memegang lengan baju Ardian.


"baiklah, aku berjanji. " ucap Ardian sambil tersenyum.


kemudian Ardian perlahan-lahan pergi berjalan ke arah ruang yang kosong, di situ terlihat sebuah guci yang berukuran agak besar dan terbuat dari aluminium.


"jadi ini guci yang dimaksud nenek, aku merasakan kekuatan yang sangat besar didalam guci itu. " kata Ardian didalam hatinya sambil perlahan-lahan mendekati guci itu.


sebelumnya di ruang pribadi neneknya....


"nenek, aku sudah siap untuk berbicara dengan naga yang ada didalam diriku, tolong beritahu caranya agar aku bisa berbicara langsung dengan naga yang ada didalam diriku ini. " kata Ardian sambil memohon kepada neneknya.


"apakah kau benar-benar yakin dengan apa yang akan kau lakukan ?. " tanya nenek zenah dengan ragu.


"ya, aku sudah meminta saran dan beberapa informasi tentang naga dari teman-teman nenek. " kata Ardian yang masih memohon.


"baiklah, pertama-tama, kau harus pergi keruangan kosong, ini tempatnya, kemudian kau harus berkonsentrasi disitu. " kata nenek zenah.


"maksud nenek seperti bersemedi. " ucap Ardian.


"ya, tapi itu bukan sesuatu yang mudah, jadi mungkin itu sangat sulit untuk mu. " kata nenek zenah.


"aku akan melakukannya, aku akan berusaha. " ucap Ardian dengan ekspresi serius.


 ------------------------------------

__ADS_1


"aku harus bisa melakukannya. " kata Ardian yang mencoba bersemedi di kamar kosong itu setelah mengingat perkataan nenek zenah.


BERSAMBUNG.........


__ADS_2