Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Keraguan Zela


__ADS_3

Episode 186


di jalur Kana, Zela dan gacha yang sampai di tempat yang penuh dengan lahar disekelilingnya.


"kita harus bisa menyebrangi sungai ini agar bisa sampai ke gerbang itu, semuanya berhati-hatilah. " kata Kana yang memimpin jalan mereka dengan menyebrangi sungai lahar.


lalu setelah berhasil sampai di ujung pertama jembatan, tiba-tiba saja guncangan dari gua itu bertambah kuat dan hampir membuat mereka hilang keseimbangan.


"aaaahh. " teriak Kana yang hampir jatuh.


beruntung gacha bisa menjaga keseimbangan Kana yang hampir terjatuh itu.


"terimakasih. " ucap Kana dengan lega.


"ya, kak Kana, berhati-hatilah. " ucap gacha.


"gacha, kenapa kau bisa sangat tenang menjaga keseimbangan mu melewati jembatan kecil ini ?. " tanya Zela yang penasaran melihat gacha yang terlihat sudah terbiasa menjaga keseimbangan nya.


"begitulah, aku selalu berlatih keseimbangan setiap saat. " jawab gacha dengan ekspresi tenang.


"ayo, perjalanan kita masih panjang. " kata Kana yang memimpin dan meneruskan perjalanan mereka melewati jembatan gantung kecil itu.


lalu saat mereka bertiga sudah sampai di tengah dataran setelah melewati setengah jembatan gantung kecil itu, tiba-tiba saja muncul Golem lava yang melompat dari bawah lahar menghadang jalan mereka.


"huh, sepertinya Golem itu adalah penjaga tempat ini. " kata Zela dengan tenang.


"kita harus bisa melawannya dengan cepat. " kata Kana yang melihat sekitar gua itu hampir runtuh karena gejolak lahar di bawah sungai itu.


tidak lama kemudian, Golem lava itu pun berjalan perlahan-lahan ke arah mereka bertiga dan hendak menyerang menggunakan pukulan lahar nya, sesampainya di tengah jalan gacha pun menghentikan pergerakan Golem lava itu dengan bayangan penjerat nya yang membuat Golem itu tidak bisa bergerak.


"majulah. " ucap gacha yang berusaha menahan pergerakan Golem lava itu dengan bayangan penjerat nya.


"cakar kucing !!. " ucap Kana yang menggunakan kekuatan cakarannya untuk menyerang Golem lava itu dengan cepat.


alhasil serangan cakaran Kana itu mengenai Golem lava itu dengan cepat akan tetapi serangan itu tidak mempan terhadap tubuh Golem lava itu yang bertubuh keras.


"tubuhnya terlalu keras dan panas. " kata Kana yang melihat tangannya yang mengeluarkan asap panas setelah mencakar Golem lava itu.

__ADS_1


tidak lama kemudian bayangan penjerat milik gacha pun tidak bisa menahan tubuh Golem lava itu karena panasnya.


"tusukan kegelapan !!. " ucap Zela yang menyerang dari udara mencoba menerjang Golem lava itu dari atas.


saat serangan Zela itu hampir sampai, Golem lava itu pun menyadari keberadaan Zela lalu mengayunkan kepalan genggaman tangan nya ke arah Zela dengan keras ke bawah sehingga Zela terhempas ke bawah dataran itu dan membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya.


"huh. " ucap Kana yang melihat Zela itu.


"cih. " ucap gacha dengan kesal sambil melemparkan bola bayangan beruntun ke arah Golem itu.


serangan gacha itu pun juga tidak mempan terhadap tubuh Golem lava itu yang sangat keras, lalu perlahan-lahan Golem lava itu mendekati Zela yang tergeletak tak berdaya itu.


"menyingkirlah dari situ. " teriak Kana dari kejauhan sambil berlari sekuat tenaga ke arah Zela.


"aku, aku, apakah aku selemah ini. " ucap Zela yang merasa tidak berdaya melihat Golem lava itu yang hendak menumbuknya.


"tidak akan kubiarkan. " ucap Kana yang membuat sebuah perisai dengan tubuhnya untuk melindungi Zela itu.


"huh. " ucap Zela terkejut melihat Kana yang melindunginya dengan kekuatan tubuhnya.


"padahal selama ini aku sudah berlatih, apa latihan ku belum cukup, apakah aku masih terlalu lemah untuk ikut di Medan perang, aku tidak ingin tertinggal oleh mereka, aku harus bertambah kuat, tapi sepertinya aku tidak mampu, sejujurnya aku tidak ingin berakhir disini. " kata Zela didalam hatinya yang mengingat latihannya saat di hutan sendirian.


FLASHBACK.........


suatu saat Zela yang berlatih di hutan sendirian ditengah hujan deras.....


"huh, hujan ya. " ucap Zela yang menatap ke atas dan masih dalam keadaan bergelantungan di atas pohon dengan tenang.


"Zela, kau masih latihan di hujan yang deras ini. " kata Mauli yang lewat didepan nya sambil membawa minuman kaleng.


"oh, Mauli, apakah kau kebetulan lewat ?. " tanya Zela.


"hmp, seperti biasa teori mu selalu tepat, ya, begitulah. " jawab Mauli sambil tersenyum.


lalu pada akhirnya Zela pun turun dari pohon itu dengan basah kuyup, kemudian Mauli pun melemparkan minuman kaleng nya dengan maksud memberikan nya.


"huh, untuk ku ?. " tanya Zela yang menerima minuman kaleng itu.

__ADS_1


"ya, ambil saja. " jawab Mauli.


lalu setelah beberapa saat kemudian, mereka berdua pun akhirnya berteduh di sebuah warung kecil mengeringkan pakaian mereka.


"jadi, apakah kau sudah menemukan sesuatu yang bisa membuat mu tidak ragu di perang nanti ?. " tanya Mauli.


"belum, sejauh ini aku masih belum bisa menemukan nya, entah itu jati diriku atau kekuatan yang ada di dalam diri ku, aku memang tidak sehebat dan berbakat seperti dia. " jawab Zela yang mengingat Ardian.


lalu tiba-tiba saja Mauli pun menendang kaki Zela dengan ekspresi serius.


"aduh, aduh, apa yang kau lakukan. " kata Zela setelah ditendang kaki nya oleh Mauli.


"kau harus berhenti menjadi seperti orang lain, kau adalah kau, walaupun kau tidak sehebat dia aku yakin kau pasti mempunyai sesuatu apa yang tidak dimiliki oleh orang lain, contoh nya saja teori mu itu selalu tepat, di dalam kelas kita sebelumnya tidak ada yang bisa berteori tepat seperti mu termasuk dia. " kata Mauli.


"jangan terlalu berlebihan, itu hanya sebuah keberuntungan. " kata Zela yang merendahkan diri nya.


"terserah kau saja, pokoknya kau harus secepatnya menghilangkan keraguan mu itu sebelum perang. " kata Mauli yang sedikit memaksa.


"bicara sih mudah. " ucap Zela yang tidak bersemangat.


"aku yakin kau pasti bisa menemukannya, sesuatu yang bisa membuat mu menghilangkan keraguan. " kata Mauli sambil tersenyum kecil sambil berharap kecil di tengah hujan itu.


I--------------------------------------------I


setelah mengingat nya, beberapa saat kemudian, Zela pun perlahan membuka matanya seketika dia langsung terkejut melihat seseorang misterius menggendong nya menghindari tumbukan Golem lava itu.


"huh, aku belum mati. " ucap Zela yang terkejut melihat dirinya yang dikira sudah mati sambil digendong oleh seseorang yang misterius.


"mau sampai kapan kau berbaring disitu tadi, apakah kau sengaja ingin di gepeng kan oleh makhluk itu. " kata seseorang misterius yang menggendongnya.


"tentu saja tidak, ngomong-ngomong siapa kau ?. " tanya Zela.


lalu setelah agak jauh dari Golem itu seseorang misterius itu pun menurunkan Zela, lalu membuka kerudung jubah nya itu dan memperlihatkan wajahnya.


"huh, seorang wanita. " ucap Zela dengan ekspresi terkejut saat melihatnya.


BERSAMBUNG...........

__ADS_1


__ADS_2