Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
ketenangan yang dibutuhkan


__ADS_3

Episode 182


di kota zenai, raja api yang sudah kembali ke kerajaan setelah bertarung dengan Cronus.


"oh, raja api, anda sudah kembali. " kata Professor nemasis saat menyambutnya di ruangan tengah kerajaan dengan portal di sampingnya yang masih terbuka.


"bagaimana rencana nya ?. " tanya raja api.


"semuanya berjalan sesuai rencana, untuk saat ini sepertinya baik-baik saja. " jawab Professor nemasis.


"raja api, kalau boleh tahu bisakah anda memberitahu kami rencana nya ?. " pinta veysa.


setelah melihat ekspresi gelisah dari veysa dan yang lainnya, raja api pun akhirnya memberitahu rencana nya yang sebenarnya kepada mereka.


"huh, karena ini menyangkut teman kalian yang ikut misi penyelamatan, aku akan memberitahu rencana nya, tapi sebelum itu bisakah kalian memberitahu ku terlebih dahulu siapa saja yang ikut dengan Ardian dalam misi penyelamatan. " kata raja api.


"ada enam orang, Opel, Alan, Nizar, Zela, Gacha dan Legis. " kata Professor nemasis.


"apa, Legis juga ikut. " ucap raja api yang terkejut saat mendengarnya.


"ya, sepertinya Legis ingin melawan rasa takut nya terhadap daerah kota itu, lagipula dia tidak sendirian. " kata Professor nemasis.


"semoga kau baik-baik saja, Legis. " kata raja api didalam hatinya.


setelah pembicaraan itu raja api pun menceritakan semua rencana nya itu kepada veysa dan yang lainnya.


I----------------------------------------------I


Sementara itu Ardian dan teman-temannya yang masih bertahan di serangan gelombang kedua..........


setelah mengetahui isyarat yang diberikan oleh Zela, Ardian pun melompat berguling ke arah tiang yang memiliki tangga itu, lalu menaikinya sampai di ujung tempat pemantauan di atas kapal.


"akhirnya aku berhasil sampai. " kata Ardian didalam hatinya sambil terengah-engah mengatur nafas nya.


Alan, Legis, Opel dan Zela yang melihat Ardian sampai di atas tempat pemantauan kapal pun merasa lega sejenak.


"dia berhasil sampai. " ucap Alan.


"syukurlah. " ucap Legis yang lega sejenak.


lalu Ardian yang hanya melihat sebuah jalan dari papan runtuhan kapal di atas pun terpaksa melewati jalan itu dengan mengutamakan keseimbangan.

__ADS_1


"sepertinya tidak ada jalan lain selain melewati papan ini. " kata Ardian yang berjalan perlahan-lahan di atas papan itu.


lalu keempat temannya yang melihat Ardian itu.


"hey, bukankah itu sangat berbahaya. " kata Alan yang khawatir saat melihatnya.


"kita percayakan kepada Ardian. " ucap Legis dengan ekspresi serius.


lalu saat sudah di pertengahan papan, Ardian beberapa kali hampir jatuh ke bawah karena guncangan dari amukan burung yang besar itu.


"aku harus bisa seimbang, konsentrasi lah diriku. " kata Ardian saat hampir jatuh.


lalu beberapa saat kemudian tiba-tiba saja Ardian teringat dengan latihan keseimbangan yang sering dilakukan gacha.


"keseimbangan itu yang terpenting adalah fokus dan tenang, jika kau mengetahui teknik dasar itu maka selanjutnya akan lebih mudah melakukannya sendiri. " perkataan gacha saat Ardian melihat latihan keseimbangan nya.


"benar, aku hanya harus fokus dan tenang, lihatlah disekitar diriku. " kata Ardian yang mencoba berjalan setenang mungkin di atas papan dengan teknik yang dilakukan gacha saat latihan keseimbangan.


keempat temannya yang melihat Ardian yang merubah cara berjalannya itu langsung terkejut saat melihatnya......


"lihatlah, Ardian merubah cara berjalannya. " kata Opel.


"tunggu, aku merasakan aura seperti waktu itu. " kata Zela yang merasakan sesuatu dari arah Ardian.


lalu beberapa saat kemudian semuanya pun langsung terkejut saat melihat Ardian yang tiba-tiba saja memunculkan sebuah aura api biru terlihat jelas di sekeliling tubuhnya itu di tengah ketenangannya saat berjalan di atas papan.


"api biru itu muncul lagi. " kata Legis yang terkejut saat melihatnya.


"jadi begitu, aku mengerti sekarang. " kata Zela yang terlihat seperti mengetahui sesuatu.


"ada apa Zela, apakah kau mengetahui sesuatu mengenai api biru itu ?. " tanya Alan yang penasaran.


"ya, sepertinya api biru itu akan keluar jika suasana hati Ardian menjadi tenang setenang mungkin, aku yakin tidak lama lagi dia juga akan menyadarinya setelah melihat nya. " jawab Zela.


lalu Ardian yang baru saja sadar kalau dirinya diselimuti oleh api biru pun langsung terkejut dan membuat aura api biru itu perlahan-lahan menghilang.


"jadi begitu, api biru ini bisa keluar jika aku tenang, aku akan mencobanya sekali lagi. " kata Ardian yang berusaha tenang kembali di tengah atas papan.


lalu setelah Ardian kembali tenang, aura api biru yang menyelimuti Ardian pun kembali terlihat, Ardian yang melihatnya pun merasa senang sambil menahan nya dengan ketenangan di hati nya, lalu Ardian pun melanjutkan perjalanan di atas papan itu untuk sampai didekat burung itu secara langsung, setelah sampai di ujung papan, Ardian melihat ke bawah butung masih mengamuk menghancurkan beberapa bagian kapal, lalu Ardian yang masih diselimuti oleh api biru itu tanpa ragu langsung melompat ke arah burung itu dengan terjun bebas sambil mengepalkan genggaman tangan kanannya dengan erat sehingga mengeluarkan api biru, keempat temannya yang melihatnya pun langsung terkagum dengan pemandangan serangan itu.


"woah, sepertinya ini akan berhasil. " kata Alan.

__ADS_1


"hajar langsung, Ardian !!. " teriak Legis dengan bersemangat.


lalu Ardian yang sudah tepat di atas tubuh burung itu, langsung memukulnya dengan keras saat mendarat dengan pukulannya.


"pukulan berapi !!. " teriak Ardian sambil memukul tepat di tubuh burung itu dengan hantaman keras.


lalu setelah menerima serangan langsung dari atas, burung yang besar itu akhirnya menghilang dan menjadi abu hitam bertebaran sangat banyak lalu hilang ditiup angin kencang.


"aku berhasil. " ucap Ardian yang mendarat dengan sempurna sambil melihat kedua tangannya yang masih berkobar api biru itu perlahan-lahan menghilang.


setelah itu keempat temannya pun datang.


"kau berhasil Ardian. " kata Legis yang bersemangat.


"syukurlah kau baik-baik saja. " ucap Alan sambil memeluk Ardian dengan lega melihatnya baik-baik saja.


di waktu yang sama awan Guntur merah pun kembali menjadi awan Guntur hitam seperti semula, angin kencang dan ombak besar pun juga ikut mereda seusai burung yang besar itu dikalahkan, melihat gelombang kedua sudah selesai, Ardian dan teman-temannya pun langsung mendatangi razord di ruangan kemudi itu.


"kalian melakukannya dengan baik dan sempurna, kalian benar-benar seorang ninja kota zenai. " kata razord yang memuji mereka.


"kami hanya melakukan apa yang bisa kami lakukan, itu saja. " kata Ardian.


"ngomong-ngomong kak razord, masih berapa lama kita sampai di pulau itu ?. " tanya Legis.


"tidak lama, hanya perlu sekitar 40 menit untuk sampai, kalian bisa beristirahatlah dulu, lagipula gelombang serangan nya sudah berakhir. " kata razord.


setelah itu Ardian dan teman-temannya pun kembali ke ruang mereka masing-masing untuk beristirahat sejenak, sementara itu Ardian sempat datang ke ruangan Nizar untuk melihat kondisinya yang masih berbaring itu, lalu kemudian datang ke ruangan Gacha yang sudah sadarkan diri beberapa saat yang lalu tapi keadaannya masih lemas.


"gacha, kau sudah bangun ya. " kata Ardian saat memasuki ruangan nya.


"Ardian, maaf, aku tidak bisa membantu kalian bertarung tadi. " kata gacha yang menyadari adanya gelombang kedua saat bangun tadi.


"tidak perlu minta maaf, lagipula berkat saran dari latihan mu mengenai keseimbangan yang sering kau lakukan, aku bisa mengeluarkan kekuatan yang tidak bisa ku keluarkan sebelumnya. " kata Ardian sambil tersenyum.


"kalau begitu syukurlah. " ucap gacha sambil tersenyum kecil saat mendengarnya.


setelah beberapa saat mengobrol dengan gacha, Ardian pun keluar dari ruangan Gacha lalu melihat ke arah jendela melihat pulai itu yang sudah terlihat jelas.


"tunggu aku, kak stalker, kak saula dan kak bendow, aku pasti akan menyelamatkan kalian. " kata Ardian sambil melihat pulau itu dari jendela kapal.


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2