Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
battle arena (5) babak kedua, monster elemen es


__ADS_3

episode 32


"pertarungan ke lima akan segera dimulai, Nizar dengan lawannya jaylain, kalian berdua silahkan maju ke depan dan menempati posisi masing-masing. " kata niver sensei dengan keras.


"jadi kau ini adiknya Ardian ya. " tanya jaylain dengan tenang.


"ya, memangnya kenapa. " jawab Nizar adengan heran.


"padahal aku ingin menghajar kakakmu terlebih dahulu. " kata jaylain.


"cih, kenapa kau mengincarnya. " tanya Nizar.


"aku punya dendam yang belum selesai dengannya. " jawab jaylain.


------------------------------------------


"jaylain, dia itu punya kemampuan elemen es, apakah Nizar bisa mengalahkan nya. " tanya Opel.


"kemungkinan bisa, bukankah elemen petir kemampuannya jauh lebih cepat daripada elemen es. " jawab Ardian.


"aku tidak tahu, jaylain itu adalah orang yang mempunyai elemen es terbaik di kelas, bahkan sifat nya yang dingin itu adalah bukti murni kekuatan es nya. " kata legis.


"begitu ya. " ucap veysa.

__ADS_1


---------------------------------------------


"baiklah battle ke lima dimulai !!. " ucap niver sensei dengan keras.


mereka berdua pun bertarung adu fisik terlebih dahulu sambil memakai pukulan elemen di tangan mereka, kecepatan memukul Nizar lebih cepat daripada jaylain, sehingga jaylain kewalahan tetapi masih tenang menghindari pukulannya.


"sepertinya kecepatan pukulannya jauh lebih cepat daripada aku, kalau begitu akan ku gunakan elemen saja daripada membuang-buang waktu untuk adu fisik. " kata jaylain di dalam hatinya.


"apakah kau sekarang akan menggunakan kekuatan es mu, jaylain. " tanya Nizar dengan serius.


"sepertinya begitu, rasakan ini !!. " ucap jaylain sambil mengeluarkan duri es yang keluar dari tangan kanannya dan menggerakkannya ke arah Nizar.


"dia sudah mulai menggunakan elemen kekuatannya. " ucap Nizar di dalam hatinya sambil berlari menghindari duri es jaylain.


"kau tidak bisa lari dariku, kurungan es !!. " ucap jaylain sambil mengeluarkan kekuatan elemen es nya.


"sepertinya kau sudah tidak bisa kemana-mana lagi, akan ku akhiri ini, laser es !!. " ucap jaylain sambil mengeluarkan laser ditangannya.


seketika itu bongkahan es kurungan tersebut hancur, tetapi Nizar berhasil menghindari laser es milik jaylain menggunakan kecepatan petirnya.


"sepertinya kau masih bisa bertahan ya. " ucap jaylain dengan tenang.


"cih, tenagaku sudah hampir habis karena bertahan dari bongkahan es dan juga laser es tadi. " kata Nizar di dalam hatinya.

__ADS_1


"baiklah, akan ku akhiri ini, bersiaplah !!. " ucap jaylain sambil mengisi elemen es ditangan kanannya untuk mengeluarkan laser es untuk kedua kalinya.


"dia butuh waktu untuk mengisi kekuatannya, ini kesempatan ku untuk menyerang dia secepat mungkin. " kata Nizar di dalam hatinya sambil berlari cepat ke arah jaylain.


"hmm, sudah selesai, gunung es !!. " ucap jaylain sambil menghentakkan kakinya dan mengeluarkan gunung es setinggi tempat duduk arena juga tidak terlalu besar.


"sial, aku di jebak. " ucap Nizar yang sudah terikat di dalam gunung es.


"sepertinya kau tidak menggunakan pemikiran dulu sebelum menyerang ku, kau terlalu naif sekali. " kata jaylain sambil menodongkan duri es nya tepat di depan Nizar yang sudah terkena perangkap nya.


"cih, sombong sekali kau, suatu hari nanti aku akan menghajar mu. " ucap Nizar dengan kesal.


"pertarungan kelima di menangkan oleh jaylain, silahkan kalian berdua kembali ke tempat duduk masing masing. " ucap niver sensei dengan keras.


"ini sudah selesai kan, aku akan membunuh kakak mu nanti dengan kekuatanku sendiri. " kata jaylain dengan serius sambil berjalan meninggalkan Nizar yang baru saja lepas dari perangkap gunung es milik jaylain.


"cih, sebenarnya siapa monster itu. " ucap Nizar di dalam hatinya.


----------------------------------------


"sepertinya Nizar tidak bisa mengalahkannya. " ucap Rega.


"walaupun elemen petir Nizar lebih cepat tetapi elemen es jaylain lebih kuat darinya. " kata legis.

__ADS_1


"kau benar, aku malah ingin sekali melawannya nanti. " kata terakhir Ardian dengan tersenyum melihat jaylain di pojokan arena.


BERSAMBUNG............


__ADS_2