Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
cucu dari seorang ninja legendaris (prolog: masa lalu kakek jelan bab 14)


__ADS_3

episode 86


"hmm, sudah kuduga mereka tidak datang, baiklah, saatnya untuk kembali, membuang waktu istirahat ku saja. " kata deros sensei yang menunggu jelan dan teman-temannya datang,


saat deros sensei hendak pergi, tiba-tiba saja jelan datang.


"tunggu. " teriak jelan datang menghampiri deros sensei.


"hmm, dimana teman-teman mu ?. " tanya deros sensei dengan heran.


"aku sendiri yang akan mengalahkan mu, deros sensei. " jawab jelan dengan ekspresi serius.


"oh, jadi hanya kau yang masih mempunyai nyali untuk bertarung melawan ku. " kata deros sensei sambil tersenyum sombong.


"aku tidak takut, untuk mencari keberadaan sensei, aku akan bertarung sampai akhir. " kata jelan dengan bersungguh-sungguh.


"semangat yang bagus, kita mulai saja. " kata deros sambil mengeluarkan pedangnya yang berwarna merah.


lalu di atas atap sekolah, Sima sensei dan Lina sensei yang sedang memantau pertarungan mereka merasa khawatir.


"Sima, apakah kita akan membiarkannya ?. " tanya Lina sensei dengan resah.


"mau bagaimana lagi, untuk saat ini lebih baik kita pantau pertarungan mereka dulu. " jawab Sima sensei.


"benar, deros pasti akan marah jika kita mengganggu kesenangannya. " kata Lina sensei.


"sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan, deros. " kata Sima sensei didalam hatinya sambil mengamati deros sensei dari atas atap sekolah.


"aku harus bisa mengalahkan deros sensei. " kata jelan didalam hatinya sambil mengeluarkan pedangnya.


lalu mereka berdua pun memulai pertarungan adu pedang, semakin lama pertarungan mereka semakin sengit tapi deros sensei masih menahan kekuatannya.


"gerakan yang bagus, baru pertama kali aku melihat ada anak yang mengetahui banyak teknik menggunakan pedang, yang pasti ini bukanlah latihan dari kakek tua itu, tapi siapa yang mengajarinya teknik menggunakan pedang, siapa sebenarnya anak ini, aku semakin penasaran. " kata deros sensei didalam hatinya yang hanya menangkis serangan jelan dengan pedangnya.


"sebenarnya pedang apa itu, merepotkan saja. " kata jelan yang memutuskan untuk mundur dan menjaga jarak aman terlebih dahulu supaya pertahanannya tidak terbuka.


"ini adalah pedang yang menjadi salah satu dari ketiga senjata legendaris di kota ini, pedang amarah. pedang ini hanya bisa dikontrol dengan emosi seseorang yang memakainya. " kata deros sensei.


"pedang yang hanya bisa dikontrol dengan emosi seseorang, aku baru mendengar ada pedang seperti itu. " kata jelan.

__ADS_1


"hmm, kau mempunyai teknik menggunakan pedang yang baik, darimana kau mempelajarinya ?. " tanya deros sensei.


"kakek ku yang mengajariku, aku adalah cucu dari kakek gezan. " jawab jelan.


"gezan sensei. " ucap deros sensei dengan terkejut saat mendengar jawaban jelan.


"eh, apakah sensei mengenal Kakek ku ?. " tanya jelan.


"dia adalah salah satu guru kami sejak kecil, sang ninja legendaris di benua karang jaru, aku tidak menyangka kau adalah cucu dari gezan sensei, pantas saja aku tidak asing dengan gaya mu bertarung itu. " jawab deros sensei sambil mengingat masa lalunya saat masih bersama dengan gezan sensei.


FLASHBACK


masa lalu deros sensei........


pada pagi hari di sebuah hutan, deros Sima, Lina, guzon, dan lezor kecil sedang berlatih dengan gezan sensei kecuali deros yang tidur di atas pohon.


"deros, sampai kapan kau akan disitu ?. " tanya gezan sensei yang menghampiri pohon yang ditiduri deros.


"sensei, untuk apa latihan ini, kenapa kau tidak memberikan latihan yang sedikit menantang. " kata deros sambil bersantai santai di atas pohon dengan tenang.


"kau bilang ingin menjadi seorang ninja legendaris kan, tidak ada jalan pintas untuk sebuah latihan, kau akan mengalami nasib yang sama seperti orang yang berotak bodoh yang hanya memikirkan kekuatannya sendiri daripada orang lain disekitarnya. " kata gezan sensei.


"bisa dikatakan mati konyol atau mati sebelum perang, apakah kau ingin menjadi seperti mereka. " jawab gezan sensei.


"heh, tentu saja tidak, aku ingin tetap hidup damai seumur hidup ku. " kata deros dengan terkejut setelah mendengar jawaban gezan sensei.


"sayangnya dunia yang sekarang adalah dunia yang penuh dengan peperangan, jika kau tidak ingin terbunuh maka lawanlah, jika kau menginginkan kedamaian dunia maka berlatihlah dengan bersungguh-sungguh, itulah yang ku maksud tidak ada jalan pintas untuk sebuah latihan karena latihan adalah sesuatu yang bisa menguji kemampuan mu, jika sudah memasuki peperangan tidak ada yang namanya latihan lagi, tergantung kau bisa selamat dari peperangan itu atau mati terbunuh ditengah peperangan, takdir dan dirimu lah yang menentukannya. " kata gezan sensei menjelaskan panjang lebar.


"sensei, tolong berikanlah latihan untuk ku apa saja agar aku tidak menerima nasib yang seperti itu. " pinta deros dengan ketakutan setelah mendengar perkataan gezan sensei.


"itu baru semangat seorang ninja. " kata gezan sensei dengan senang.


&+&


"bagaimana kabarnya sekarang ?. " tanya deros sensei kepada jelan.


"kakek masih sehat-sehat saja sekarang, hanya saja kakek sudah tidak bisa bisa berdiri. " jawab jelan.


"begitu ya, jadi dia masih hidup, syukurlah. " ucap deros sensei dengan senang.

__ADS_1


"lalu apakah kau akan memberitahukan ku dimana kepala sekolah sekarang ?. " tanya jelan.


"hmp, kau masih belum bisa mengalahkan ku. " jawab deros sensei sambil tersenyum kecil.


"kalau begitu aku tidak akan segan-segan melawan mu, deros sensei. " kata jelan sambil tersenyum kecil.


"begitu juga dengan ku. " kata deros sensei.


"aku tidak percaya dia adalah cucu dari gezan sensei, anak itu pasti menjadi seorang ninja yang hebat. " kata Sima sensei.


"jadi teringat masa lalu. " kata Lena sensei.


"ya, rasanya itu sudah lama sekali. " kata Sima sensei.


lalu tiba-tiba saja zenah dan teman-temannya datang untuk membantu jelan.


"jelan, maaf membuat mu menunggu. " kata zenah.


"kalian. " ucap jelan dengan ekspresi terkejut saat melihat mereka datang dan ingin membantunya.


"kami semua akan membantu mu, biarkan kami bertarung bersama mu. " kata zenah.


"teman-teman, terimakasih dan maaf aku terlalu egois. " kata jelan sambil meneteskan air matanya.


"jika kau menangis sekarang aku akan membunuhmu, Kamilah yang egois, jadi kau tidak perlu merasa bersalah. " kata mireha sambil menarik baju jelan dengan ekspresi serius.


"baiklah, kita bahas itu nanti, ayo kita satukan kekuatan kita untuk mengalahkan deros sensei. " kata jelan dengan bersemangat.


"itu baru jelan yang aku kenal. " kata mireha sambil tersenyum.


"ayo. " ucap teman-teman lainnya.


"aku tidak akan segan-segan lho. " ucap deros sensei.


"kami juga. " ucap jelan dengan ekspresi serius.


"ikatan pertemanan yang dibentuk oleh anak itu sungguh sangat menarik, aku yakin dia akan menjadi seorang ninja legendaris seperti Kakeknya nanti. " kata Sima sensei dengan ekspresi tersenyum kecil sambil memperhatikan jelan dari atas atap sekolah.


"kau benar, aku juga berharap begitu. " ucap Lena sensei setelah melihat ekspresi Sima sensei yang senang.

__ADS_1


BERSAMBUNG..............


__ADS_2