Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
battle arena (2) babak ketiga, sudut pandang yang berbeda


__ADS_3

episode 40


"battle arena kedua akan segera dimulai, gacha dengan lawannya jaylain, kalian berdua silahkan maju ke depan dan menempati posisi masing-masing. " kata niver sensei dengan keras.


"jadi gacha akan melawan jaylain ya. " ucap Nizar.


"begitulah, aku tidak tahu seberapa besar kekuatan yang mereka miliki, tapi sepertinya mereka berdua adalah monster. " kata Pingo.


"berhentilah mengucapkan hal yang tidak tidak, Pingo. " kata Opel menegur Pingo.


"bercanda kok. " ucap pingo.


---------------------------------------------


di area battle.....


"sepertinya kau juga seorang penyendiri sama sepertiku, benarkan, gacha. " kata jaylain dengan tenang.


"seorang penyendiri mempunyai sudut pandang yang berbeda jaylain, aku berbeda darimu, mereka dikelas menganggap ku teman, padahal aku tidak pernah bergabung dengan mereka, aku tidak keberatan dengan itu, sebagai balas budi, aku akan menjaga mereka semua dari kejauhan. " kata gacha.


"jika seperti itu, berati kita berbeda tujuan, memangnya seberapa menyenangkannya berteman itu, pertemanan hanya membuat orang bergantung dan susah untuk berkembang. " kata jaylain.


"sudah kuduga kau membenci pertemanan, jaylain. " kata gacha dengan tenang.


"battle arena kedua dimulai !!. " ucap niver sensei dengan keras.


"akan ku buktikan seberapa lemahnya berteman itu, gacha. " kata jaylain sambil mengeluarkan duri es dan mengarahkannya ke arah gacha.

__ADS_1


seketika itu gacha menangkis serangan jaylain menggunakan perisai bayangannya.


"ooh, kekuatan kegelapan ya. " ucap jaylain.


gacha pun membalas serangan jaylain menggunakan serangan tangan bayangan, tetapi jaylain bisa menghindarinya dan menangkisnya menggunakan pelindung es.


"sepertinya aku harus cepat. " ucap gacha do dalam hatinya.


"kenapa gacha, apakah kau kehabisan tenaga, kekuatan mu itu pasti mengeluarkan banyak tenaga kan, aku sudah memperkirakannya. " kata jaylain sambil tersenyum kecil.


"jangan senang dulu, perangkap bayang !!. " ucap gacha sambil mengeluarkan perangkap bayangannya dari tanah dan berhasil mengenai jaylain.


"kau sudah menempatkanku di area jebakan mu kan, gacha. " kata jaylain dengan tenang sambil terikat oleh tangan bayangan milik gacha.


"ini untuk mengakhirinya, bola bayangan !!. " ucap gacha sambil mengeluarkan bola bayangannya dan menuju ke arah jaylain.


saat bola bayangan itu sudah didepannya, jaylain langsung menyemburkan es, sehingga bayangan itu langsung membeku lalu meledak dan jaylain pun ikut terpental tetapi masih bisa berdiri.


"jaylain, aku yakin suatu saat nanti kau akan mengerti seberapa kuatnya ikatan pertemanan itu. " kata gacha setelah itu langsung berjalan pergi dari arena.


"hey, gacha, kita belum selesai. " ucap jaylain.


"tidak, ini sudah selesai, kaulah pemenangnya jaylain, (aku serahkan kepadamu, Ardian). " kata gacha sambil mengangkat tangan kanannya dan pergi meninggalkan area battle.


"battle arena kedua dimenangkan oleh jaylain. " ucap niver sensei dengan keras.


---------------------------------------

__ADS_1


di atas arena......


"ada apa dengan gacha, jika dilanjutkan dia bisa saja menang tadi. " kata legis dengan heran.


"sepertinya dia kehabisan tenaga, kalau tidak, dia pasti mempunyai tujuan tersendiri. " kata Opel.


"(kau sengaja melakukan ini kan. gacha). " ucap Ardian di dalam hatinya.


----------------------------------------


setelah itu Ardian pun mendatangi gacha yang sedang duduk sendiri di kursi panjang bawah arena.....


"gacha, sudah kuduga kau disini, kau sengaja melakukannya kan. gacha. " kata Ardian sambil menatap gacha dengan serius.


"bisa saja aku kehabisan tenaga kan. " ucap gacha dengan tenang sambil melirik Ardian.


"bohong, kau sengaja menyerahkan diri karena ingin aku yang melawan jaylain kan. " kata Ardian dengan serius.


"sepertinya kau menyadarinya ya, kau yang bisa merubah jaylain Ardian, aku tidak mempunyai kekuatan sebesar itu yang ada di dalam dirimu untuk merubahnya, tunjukkanlah kepada jaylain, apa itu teman, aku juga ingin mendengarkannya. " kata gacha dengan tenang.


"gacha, kau... " ucap Ardian dengan terkejut.


"aku percaya kepadamu, dia mungkin butuh seorang teman untuk membimbingnya keluar dari perangkap es di dalam hatinya yang dia buat sendiri. " kata gacha sambil tersenyum kecil.


"baiklah, akan kulakukan, tunggu saja aku, jaylain... " kata Ardian dengan percaya diri.


"(dia mempunyai tekad yang kuat untuk membentuk sebuah pertemanan, aku ingin tahu seberapa kuatnya dia itu, jaylain, tunggu saja). " kata gacha di dalam hatinya sambil melirik Ardian.

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2