
episode 4
di pagi hari yang cerah, Ardian Nizar dan veysa seperti biasa berangkat bersama ke sekolah, sesampainya di sekolah banyak orang yang berkumpul mengobrol sendiri sendiri, lalu Ardian mendekati legis dan bertanya.
"legis, ada apa ini ? " tanya Ardian.
"oh Ardian, lihat saja surat pemberitahuan yang di tempelkan pada papan tulis itu. " jawab legis.
setelah mendengar jawaban dari legis, Ardian Nizar dan veysa langsung melihat surat pemberitahuan yang di tempelkan pada papan tulis, ternyata surat pemberitahuan tersebut berisi tentang pembagian tim yang terdiri dari tiga orang yang akan di pilih oleh niver sensei nanti, seketika itu semua siswa siswi menunggu kedatangan niver sensei, mereka semua tidak sabar ingin mengetahui tim mereka nanti masing-masing, lalu niver sensei pun datang membawa selembar kertas yang berisi tentang anggota anggota tim yang sudah niver sensei bentuk, tidak begitu lama akhirnya niver sensei pun membacakan kertas pembagian tim tersebut:
isi kertas pembagian anggota anggota tim:
tim 1 : alan,Lisa dan Pinksy
tim 2 : nyoren,zeker dan laka
tim 3 : legis,jaylain dan mican
tim 4 : zela,zifi dan mauli
__ADS_1
tim 5 : opel,gicha dan gacha
tim 6 : Rowi,Peter dan bari
tim 7 : Pingo,Rega dan Risa
tim 8 : Ardian,Nizar dan Veysa
setelah membacakan isi kertas pembagian anggota anggota tim tersebut, niver sensei menunjuk legis sebagai ketua kelas, karena niver sensei sangat sibuk hingga tidak melakukan voting, niver sensei percaya kepada legis kalau ia mempunyai jiwa kepemimpinan seperti ayahnya, seketika itu sekolah ninja di pulangkan lebih awal karena ada rapat guru, setelah sekolah ninja sudah kosong niver sensei langsung bergegas pergi ke kantor, sesampainya di sana semua guru sudah berkumpul lalu mereka memulai rapat.
"rapat ini kita mulai saja, kita akan membahas tentang anak dari suku bintang itu." kata guru kepala sekolah
"ek, apakah itu nyoren, " kata niver sensei
"apakah yang dikatakan kirana itu benar niver ? " kata guru kepala sekolah
"tidak, tidak apa apa kok, nyoren dia sudah ada di pengawasanku, jadi tenang saja aku akan terus mengawasi dia, " kata niver sensei dengan ragu-ragu.
"kenapa kau ragu-ragu sekali niver, katakan saja kalau kau tidak berani sepenuhnya mengawasi bocah itu. " kata Sera sensei
__ADS_1
"cukup sera, jangan membuat niver khawatir "
kata kirana dengan lantang.
"sudah kita akhiri saja rapat ini, jika ada yang bermasalah dengan bocah itu, aku tidak segan segan menyegel dirinya, niver aku menaruh kepercayaan kepada dirimu untuk mengawasi bocah itu. " kata guru kepala sekolah dengan tegas.
akhirnya rapat yang membahas tentang nyoren pun dibubarkan, setelah rapat itu niver sensei pergi ke taman sekolah duduk melamun mengingat kata kata dari guru kepala sekolah sambil merasa khawatir, kirana sensei yang melihat niver sensei yang sedang melamun sendirian di kursi panjang taman langsung mendatangi niver sensei dan mengajaknya berbicara,
"apa kau baik-baik saja. " kata kirana sensei
"iikk, sejak kapan kau disini, kau membuatku kaget saja. " kata niver sensei dengan kaget.
"emmm, kenapa kau melamun, apa kau melamun tentang bocah itu. " kata kirana sensei dengan tersenyum dan tertawa kecil.
"ya, sebenarnya aku juga tidak terlalu bisa mengawasi nyoren itu. " kata niver sensei dengan malu dan khawatir
"tenang, tenang saja, aku akan membantumu mengawasi bocah itu. " kata kirana sensei
mereka berdua pun akhirnya mengakhiri pembicaraan dan keluar dari sekolah, Sera sensei yang melihat pembicaraan tadi berkata.
__ADS_1
"dasar, niver itu, kalau diajak bicara dengan wanita seperti kirana dia selalu salah tingkah. " kata Sera sensei dengan tersenyum dan tertawa sendiri dari kejauhan.
BERSAMBUNG..........